Dzikir paling utama: Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah

Kalimat dzikir yang pendek dengan pahala besar, untuk kapan saja.

1 Sekali

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Arti dan sumber

Jābir -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Zikir yang paling utama ialah lā ilāha illallāh, dan doa paling utama ialah kalimat alḥamdulillāh."

HR. Tirmizi, Nasai dalam Al-Kubrā, dan Ibnu Majah Derajat: Hasan

Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan kepada kita bahwa zikir yang paling utama ialah kalimat lā ilāha illallāh, maknanya ialah: tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Juga, doa yang paling utama ialah kalimat alḥamdulillāh, yaitu mengakui bahwa yang memberikan nikmat adalah Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā-, Dialah yang berhak menyandang sifat yang sempurna nan indah.

Faedah

  • Anjuran untuk memperbanyak zikir kepada Allah dengan kalimat tauhid dan memperbanyak doa dengan kalimat pujian.

Baca di HadeethEnc.com

2 Sekali

سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Arti dan sumber

Samurah bin Jundub -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Perkataan yang paling dicintai Allah ada empat: subḥānallāh (Mahasuci Allah), alḥamdulillāh (segala puji bagi Allah), lā ilāha illallāh (tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), dan allāhu akbar (Allah Mahabesar). Tidak masalah dari mana pun engkau memulai."

HR. Muslim Derajat: Sahih

Penjelasan

Nabi ﷺ menerangkan bahwa perkataan yang paling dicintai oleh Allah Ta'ala ada empat:

1- Subḥānallāh, artinya: menyucikan Allah Ta'ala dari segala kekurangan.

2- Alḥamdulillāh, artinya: menetapkan kesempurnaan yang paripurna bagi Allah disertai rasa cinta dan pengagungan-Nya.

3- Lā ilāha illallāh, artinya: tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah.

4- Allāhu Akbar, artinya: Allah yang paling agung, paling besar dan paling mulia dari segala sesuatu.

Beliau juga menambahkan bahwa keutamaan dan pahala kalimat-kalimat tersebut tidak mengharuskan pengurutan ketika mengucapkannya.

Faedah

  • Kemudahan syariat Islam, yaitu tidak ada masalah meski dimulai dengan kalimat mana pun.

Baca di HadeethEnc.com

3 Sekali

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Arti dan sumber

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lidah, berat dalam timbangan, dan dicintai Allah Yang Maha Penyayang: subḥānallāhil-'aẓīm, subḥānallāh wa biḥamdih (Maha Suci Allah Yang Maha Agung, Maha Suci Allah dengan sembari memuji-Nya)."

Muttafaq 'alaih Derajat: Sahih

Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan tentang dua kalimat yang dapat diucapkan oleh manusia tanpa kesulitan dan pada semua keadaan, pahala keduanya besar pada timbangan, dan dicintai oleh Tuhan kita, Ar-Raḥmān ﷻ, yaitu:

Subḥānallāh al-'aẓīm, subḥānallāh wa biḥamdih.

Hal ini karena kandungan keduanya menetapkan sifat keagungan dan kesempurnaan bagi Allah dan menyucikan-Nya dari segala kekurangan.

Faedah

  • 1- Zikir paling agung ialah yang menggabungkan antara menyucikan Allah dan memuji-Nya.
  • 2- Penjelasan keluasan rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya, yaitu Dia memberikan balasan pada amal yang sedikit dengan pahala yang melimpah.

Baca di HadeethEnc.com

4 Sekali

سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Arti dan sumber

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh bila aku mengucapkan, 'Subḥānallāh wal-ḥamdulillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar (Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada sembahan yang hak selain Allah, dan Allah Mahabesar)', itu lebih aku cintai dari segala yang disinari matahari (dunia beserta isinya)."

HR. Muslim Derajat: Sahih

Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa berzikir kepada Allah Ta'ala dengan zikir yang agung ini lebih baik dari dunia dan segala isinya, yaitu:

Subḥānallāh (Mahasuci Allah): penyucian Allah dari segala kekurangan.

Al-ḥamdu li-llāh (Segala puji bagi Allah): pujian kepada Allah dengan sifat-sifat kesempurnaan disertai mencintai dan mengagungkan-Nya.

Lā ilāha illallāh (Tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah): tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah.

Allāhu akbar (Allah Mahabesar): Dia paling agung dan paling besar dari segala sesuatu.

Faedah

  • 1- Anjuran untuk berzikir kepada Allah dan bahwa ia lebih dicintai-Nya daripada dunia seluruhnya.
  • 2- Motivasi agar memperbanyak zikir karena di dalamnya terkandung pahala dan karunia.
  • 3- Kenikmatan dunia ini sedikit dan tidak abadi.

Baca di HadeethEnc.com

5 100 kali

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

Arti dan sumber

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang mengucapkan 'Subḥānallāh wa biḥamdihi' seratus kali sehari, maka dosa-dosanya dihapuskan walaupun sebanyak buih di lautan."

Muttafaq 'alaih Derajat: Sahih

Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa siapa yang mengucapkan 'Subḥānallāhi wa biḥamdihi' seratus kali dalam sehari maka dosa-dosanya akan dihapus dan diampuni walaupun sebanyak buih putih yang mengapung di permukaan laut ketika ia berombak.

Faedah

  • Pahala ini diraih oleh orang yang mengucapkan zikir tersebut dalam sehari secara berturut-turut ataupun terpisah-pisah.
  • 1- Tasbih ialah menyucikan Allah dari segala kekurangan. Sedangkan tahmid ialah menetapkan sifat kesempurnaan bagi Allah disertai rasa cinta dan pengagungan.
  • 2- Maksud hadis ini ialah pengampunan dosa-dosa kecil, adapun dosa besar maka harus dengan tobat.

Baca di HadeethEnc.com

6 Sekali

سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Arti dan sumber

Jābir -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi Muhammad ﷺ, bahwa beliau bersabda, "Siapa yang mengucapkan: subḥānallāh wa biḥamdih (Mahasuci Allah dan aku memuji-Nya), maka akan ditanamkan untuknya satu pohon kurma di surga."

HR. Tirmizi Derajat: Sahih

Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa orang yang mengucapkan: Subḥānallāh (Mahasuci Allah); aku menyucikan-Nya .. al-'aẓīm (Yang Mahaagung) pada zat, sifat, dan perbuatan-perbuatan-Nya .. wa biḥamdih (dan aku memuji-Nya), yaitu disertai dengan menyematkan sifat-sifat kesempurnaan kepada-Nya, maka akan ditanamkan untuknya satu pohon kurma di tanah surga pada setiap kali ia mengucapkannya.

Faedah

  • 1- Motivasi untuk memperbanyak zikir kepada Allah Ta'ala, di antaranya: bertasbih dan bertahmid.
  • 2- Surga itu luas dan penumbuh pepohonannya ialah bacaan tasbih dan tahmid, sebagai pemberian dan karunia dari Allah Ta'ala.
  • 3- Alasan penyebutan pohon kurma secara khusus dalam hadis ini, bukan pepohonan lainnya, adalah karena pohon kurma memiliki banyak manfaat dan buah yang bagus. Oleh karena itu, Allah Ta'ala membuat perumpamaan orang mukmin dan keimanannya dengan pohon kurma di dalam Al-Qur`an.

Baca di HadeethEnc.com

7 Sekali

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

Arti dan sumber

Sa'ad -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, Seorang Arab badui datang kepada Rasulullah ﷺ lalu berkata, "Ajarkanlah kepadaku satu perkataan yang akan (selalu) aku ucapkan." Beliau bersabda, "Ucapkanlah, Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīkalah, allāhu akbar kabīra, wal-ḥamdu lillāhi kaṡīra, subḥānallāhi Rabbil-'ālamīn, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhi al-'azīzil-ḥakīm (Tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah Mahabesar dengan segala kebesaran-Nya, segala puji yang banyak milik Allah, Mahasuci Allah Tuhan alam semesta, tidak ada daya serta kekuatan melainkan dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Mahabijaksana)." Ia berkata, "Itu semua untuk Tuhanku. Lantas apa untukku?" Beliau bersabda, "Ucapkanlah, 'Allāhummagfirlī warḥamnī wahdinī warzuqnī (Ya Allah! Ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rezeki)'."

HR. Muslim Derajat: Sahih

Penjelasan

Seorang penduduk badui meminta kepada Rasulullah ﷺ agar diajari sebuah zikir yang akan selalu ia baca, maka beliau ﷺ bersabda: Bacalah, "Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīkalah." Nabi memulai dengan kesaksian tauhid, artinya: Tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah. "Allāhu akbar kabīrā." Maksudnya: Allah yang paling besar dan paling agung dari segala sesuatu. "Wal-ḥamdu lillāh kaṡīrā." Maksudnya: Aku memuji Allah dengan pujian yang banyak atas terkait semua sifat, perbuatan, dan nikmat-Nya yang tidak terhitung. "Subḥānallāh rabbil-'ālamīn." Maksudnya: Dia Mahasuci dari kekurangan. "Lā ḥaula walā quwwata illā billāh al-'azīzil-ḥakīm." Maksudnya: Tidak ada perubahan dari satu keadaan ke keadaan lainnya kecuali dengan pertolongan Allah, bantuan, dan taufik-Nya. Orang tersebut berkata, "Kalimat-kalimat itu adalah untuk Tuhanku, untuk berzikir, dan mengagungkan-Nya, lantas doa apa untuk diriku sendiri?" Maka beliau ﷺ bersabda: Bacalah, "Ya Allah, ampunilah aku" dengan menghapus kesalahan dan menutupinya. "Rahmatilah aku" dengan memberikan kebaikan dan kemaslahatan agama dan dunia untukku. "Tunjukilah aku" kepada keadaan yang paling baik dan ke jalan yang lurus. "Berilah aku rezeki" berupa harta yang halal, kesehatan, dan segala bentuk kebaikan dan keselamatan.

Faedah

  • 1- Anjuran berzikir kepada Allah dengan tahlil, takbir, tahmid, dan tasbih.
  • 2- Anjuran berzikir kepada Allah dan memuji-Nya sebelum berdoa.
  • 3- Anjuran berdoa dengan doa terbaik yang bersumber dari Al-Qur`an dan Sunnah yang menggabungkan kebaikan dunia dan akhirat, dan tetap boleh berdoa dengan semua yang ia mau.
  • 4- Sebaiknya seorang hamba bersungguh-sungguh mempelajari apa yang berguna bagi dunia dan akhiratnya.
  • 5- Motivasi untuk meminta ampunan, rahmat, dan rezeki, di mana ia merupakan muara kebaikan.
  • 6- Kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya dengan mengajarkan apa yang berguna bagi mereka.
  • 7- Permohonan rahmat disebut setelah ampunan agar bersih secara sempurna, karena ampunan maknanya menutupi dosa dan menghapusnya serta menjauhkan dari api neraka, sedangkan rahmat ialah memberi kebaikan dan masuk surga, dan itulah kesuksesan yang besar.

Baca di HadeethEnc.com

8 Sekali

رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبَّاً، وَبِالْإِسْلَامِ دِيناً، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيّاً

Arti dan sumber

Abu Sa‘īd al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang membaca, 'Raḍītu billāhi rabban, wa bil-islāmi dīnan, wa bimuḥammadin rasūlan (Aku rida kepada Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad ﷺ sebagai rasulku)', dia pasti mendapatkan surga."

HR. Abu Daud Derajat: Sahih

Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa orang orang yang mengucapkan: Raḍītu billāhi rabban (aku rida kepada Allah sebagai Tuhanku) yang disembah, yang mengurus, yang memiliki, yang mengatur dan yang memperbaiki .. wa bil-islāmi (dan kepada Islam) dengan seluruh hukumnya berupa perintah dan larangan .. dīnan (sebagai agamaku) dan syariat yang diyakini dan diamalkan .. wa bimuḥammadin rasūlan (dan kepada Muhammad ﷺ sebagai rasul) dan nabi dengan semua yang beliau ajarkan dan sampaikan kepada kita, maka dia pasti mendapatkan surga.

Faedah

  • 1- Anjuran agar membaca doa ini dan menjelaskan pahala yang akan didapatkan.
  • 2- Rida kepada Allah sebagai Tuhan berkonsekuensi seseorang tidak akan menyembah selain-Nya.
  • 3- Rida kepada Muhammad ﷺ sebagai nabi dan rasul berkonsekuensi taat kepada beliau dan tunduk kepada Sunnahnya.
  • 4- Rida kepada Islam sebagai agama adalah wujud rida kepada pilihan Allah bagi hamba-hamba-Nya.
  • 5- Anjuran membaca doa ini setelah dua kalimat syahadat saat mendengar azan, sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayat lain.
  • 6- Disebutkan dalam hadis yang lain anjuran membaca doa ini ketika pagi dan sore.

Baca di HadeethEnc.com

9 Sekali

يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Arti dan sumber

Dari Anas -raḍiyallāhu 'anhu-, dia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Perbanyaklah mengucapkan 'Yā żal jalāli wal ikrām (Wahai pemilik keagungan dan kemuliaan)!"

Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Ahmad Derajat: Hadis sahih

Penjelasan

Dalam hadits ini terdapat perintah untuk memperbanyak dan sering berdoa dengan doa ini. Maksudnya adalah pakailah selalu doa ini dalam doa-doa kalian. Di dalamnya terkandung salah satu nama Allah yang dikatakan sebagai nama yang paling agung karena mengandung semua sifat rububiyah dan uluhiyah.

Baca di HadeethEnc.com

10 Sekali

Arti dan sumber

Dari Abu Sa'īd Al-Khudri dan Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhumā-, keduanya bersaksi terhadap Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, bahwa beliau bersabda, "Siapa mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan Allah Mahabesar.' Tuhannya pun membenarkannya lalu berfirman, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku dan Aku Maha Besar.' Jika orang itu mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Esa tidak ada sekutu bagi-Nya.' Nabi bersabda, "Allah berfirman, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku Yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Ku.' Jika orang itu mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian.' Allah berfirman, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, milik-Ku kerajaan dan bagi-Ku segala pujian.' Jika orang itu mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali dari Allah.' Allah pun berfirman, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali dari-Ku.' Nabi bersabda, "Siapa mengucapkan zikir ini ketika sakit lalu ia meninggal dunia, niscaya api neraka tidak akan melahapnya."

Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi Derajat: Hadis sahih

Penjelasan

Dari Abu Hurairah dan Abu Sa'īd Al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhumā- dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bahwa Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- membenarkan seorang hamba ketika mengucapkan, "Allah Maha Besar, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah." Allah berfirman, "Sesungguhnya tidak ada Tuhan yang hak selain Aku dan Aku Mahabesar." Jika hamba itu mengucapkan, "Allah Maha Besar dan tidak ada daya serta kekuatan selain dari Allah," demikian pula Allah membenarkannya. " Barangsiapa mengucapkan ini, "Tidak ada tuhan yang haq selain Allah dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali dari Allah," lalu ia meninggal dunia beserta zikir yang lainnya, maka sesungguhnya ia tidak akan terkena api neraka," yakni, hal itu menjadi sebab terhalangnya manusia dari api neraka. Hendaknya manusia menghafal zikir ini dan sering mengucapkannya saat dalam kondisi sakit sehingga dengan izin Allah -Ta'ālā-, ia wafat dalam kebaikan, in syā`a Allah -Ta'ālā.

Baca di HadeethEnc.com

11 Sekali

Arti dan sumber

Dari Abu Sa'īd al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhu-, dia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah (ucapan): Lā ilāha illallāh, wa subḥānallāh, wallāhu akbar, walḥamdulillāh, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh." (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Mahasuci Allah. Allah Mahabesar. Segala puji bagi Allah. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan (daya dan upaya) Allah)

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibbān - Diriwayatkan oleh Hakim - Diriwayatkan oleh Nasā`i Derajat: Sahih dengan syahid-syahidnya

Penjelasan

Hadis ini merupakan dalil keutamaan zikir dengan redaksi ini, karena di dalamnya terkandung makna tasbih, pengagungan dan pemuliaan terhadap Allah Jalla wa 'Alā dan karena di dalamnya terkandung pujian kepada Allah atas perbuatannya yang tidak ada daya, gerak dan kemampuan bagi seorang hamba selain tunduk atas kehendak-Nya. Tidak ada daya untuk menolak keburukan dan kekuatan untuk mendatangkan kebaikan, kecuali dengan bantuan Allah Jalla wa 'Alā. Kalimat-kalimat dengan makna yang agung ini adalah yang akan kekal dampak dan manfaatnya bagi seorang mukmin setelah kematiannya.

Baca di HadeethEnc.com

12 Sekali

Arti dan sumber

Abu Mālik Al-Asy'ari -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, 'Bersuci itu separuh dari iman. Ucapan "alḥamdulillāh" memenuhi timbangan, ucapan "subḥānallāhi wal-ḥamdulillāh" memenuhi antara langit dan bumi. Salat adalah cahaya, sedekah adalah bukti, dan sabar adalah sinar. Al-Qur`an itu akan menjadi hujah yang membelamu atau justru menuntutmu. Semua orang berangkat di pagi hari mempertaruhkan dirinya, antara membebaskan dirinya atau membinasakannya.'"

HR. Muslim Derajat: Sahih

Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa menyucikan lahiriah adalah dengan wudu dan mandi, dan itu termasuk syarat sahnya salat. Bacaan "alḥamdulillāh" memenuhi timbangan, yaitu pujian kepada Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- serta menyifati-Nya dengan sifat-sifat kesempurnaan akan ditimbang pada hari kiamat dan memenuhi timbangan amal. Bacaan "subḥānallāh walḥamdulillāh", yaitu menyucikan Allah dari segala kekurangan serta menyifati-Nya dengan sifat-sifat kesempurnaan yang sesuai dengan keagungan-Nya disertai dengan mencintai dan mengagungkan-Nya akan memenuhi ruang antara langit dan bumi. Salat akan menjadi cahaya bagi hamba di dalam hatinya, pada wajahnya, di dalam kuburnya, dan ketika ia dibangkitkan. Sedekah adalah bukti dan dalil yang menunjukkan kebenaran iman seorang mukmin dan perbedaannya dari orang munafik yang enggan menunaikannya, karena orang munafik itu tidak meyakini janji tersebut. Sabar adalah sinar, yaitu menahan diri dari rasa kecewa dan marah, yaitu cahaya yang disertai dengan hawa panas dan membakar seperti sinar matahari, karena terasa berat dan butuh usaha keras untuk melawan jiwa dan menahannya dari apa yang diinginkannya; pelakunya akan senantiasa mendapatkan sinar serta petunjuk serta istikamah di atas yang benar; yaitu sabar melakukan ketaatan kepada Allah, sabar meninggalkan kemaksiatan kepada-Nya, serta sabar terhadap musibah dan berbagai macam keburukan di dunia. Al-Qur`an akan menjadi hujah yang membelamu dengan cara membaca dan mengamalkannya, atau justru menjadi hujah yang akan menuntutmu karena telah meninggalkannya, tidak mengamalkannya, ataupun membacanya. Kemudian Nabi ﷺ mengabarkan bahwa semua orang berjalan dan menyebar; mereka bangun dari tidur mereka serta keluar dari rumah mereka untuk melakukan pekerjaan mereka yang beraneka macam, di antara mereka ada yang istikamah di atas ketaatan kepada Allah, maka ia sedang membebaskan dirinya dari api neraka, namun ada juga yang menyimpang dari hal tersebut dan terjerumus ke dalam kemaksiatan, maka ia sedang membinasakannya dengan masuk ke dalam api neraka.

Faedah

  • 1- Bersuci terbagi menjadi dua: menyucikan zahir dengan wudu dan mandi; menyucikan batin dengan tauhid, iman, dan amal saleh.
  • 2- Urgensi memelihara salat, karena salat akan menjadi cahaya bagi hamba di dunia dan hari kiamat.
  • 3- Sedekah adalah bukti ketulusan iman.
  • 4- Urgensi mengamalkan dan mengimani Al-Qur`an supaya menjadi hujah yang akan membela Anda, bukan hujah yang menuntut Anda.
  • 5- Jiwa, jika tidak Anda sibukkan dengan ketaatan, ia akan menyibukkan Anda dengan kemaksiatan.
  • 6- Setiap orang pasti bekerja; entah itu dengan membebaskan dirinya melalui ketaatan atau membinasakannya melalui kemaksiatan.
  • 7- Kesabaran membutuhkan ketahanan dan berharap pahala dan ia terasa berat.

Baca di HadeethEnc.com

13 Sekali

Arti dan sumber

Ibnu Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Aku bertemu Nabi Ibrahim pada malam aku diperjalankan (malam Isra Mikraj). Ia berkata, 'Wahai Muhammad! Sampaikanlah salamku untuk umatmu. Sampaikan kepada mereka bahwa tanah surga itu semerbak, airnya tawar, ia merupakan tempat yang luas dan tak berpohon, dan penumbuh pepohonannya adalah bacaan: Subḥānallāh wal-ḥamdulillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar.'"

HR. Tirmizi Derajat: Hasan berdasarkan syahid-syahidnya

Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa beliau bertemu Ibrahim Al-Khalīl -'alaihissalām- pada malam Isra Mikraj. Ia berkata: Wahai Muhammad, sampaikan salamku kepada umatmu. Sampaikan kepada mereka bahwa tanah surga itu semerbak dan airnya tawar, tidak bergaram. Juga sampaikan bahwa tanah surga itu luas, rata, dan kosong dari pepohonan. Tetapi, penumbuh pepohonannya adalah kalimat-kalimat yang baik, yaitu al-bāqiyātuṣ-ṣāliḥāt (amalan kekal lagi saleh): Subḥānallāh wal-ḥamdulillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar. Setiap kali seorang muslim mengucapkan dan mengulanginya, ditanamkan untuknya satu pohon dalam surga.

Faedah

  • 1- Anjuran agar merutinkan zikir demi memperbanyak pepohonan surga.
  • 2- Keutamaan umat Islam, yaitu dikirimi ucapan salam oleh Nabi Ibrahim -'alaihissalām-.
  • 3- Ibrahim -'alaihissalām- memotivasi umat Nabi Muhammad ﷺ agar memperbanyak zikir kepada Allah Ta'ala.
  • 4- Aṭ-Ṭībiy berkata, "Surga itu tanah luas nan kosong. Kemudian Allah Ta'ala dengan karunia-Nya menciptakan padanya pohon-pohon dan istana-istana sesuai amalan orang-orang yang beramal saleh. Setiap orang akan mendapatkan bagiannya dengan sebab amalnya. Kemudian setelah Allah Ta'ala memudahkannya pada amalan yang ditetapkan untuknya agar ia memperoleh pahala, Dia menjadikannya seperti orang yang menanam pohon-pohon tersebut.

Baca di HadeethEnc.com

14 Sekali

Arti dan sumber

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda, "Tidaklah suatu kaum duduk dalam sebuah majelis yang di dalamnya mereka tidak berzikir kepada Allah Ta'ala dan tidak pula berselawat kepada nabi mereka, kecuali akan menjadi penyesalan bagi mereka. Jika berkehendak, Allah akan mengazab mereka, dan jika berkehendak, Allah akan mengampuni mereka."

HR. Abu Daud, Tirmizi, dan Nasai dalam Al-Kubrā Derajat: Sahih

Penjelasan

Nabi ﷺ mengingatkan agar tidak lalai berzikir kepada Allah, bahwa tidaklah sejumlah orang duduk dalam suatu majelis (perkumpulan) lalu tidak berzikir kepada Allah Ta'ala di dalamnya dan tidak pula berselawat kepada Rasulullah ﷺ, kecuali majelis tersebut akan menjadi penyesalan dan kerugian bagi mereka kelak di hari Kiamat. Jika Allah berkenan, maka Allah akan menyiksa mereka lantaran dosa mereka yang telah lalu dan kelalaian mereka di waktu yang akan datang. Dan jika berkenan, Allah memberi mereka ampunan sebagai karunia dan rahmat dari-Nya.

Faedah

  • 1- Anjuran dan keutamaan berzikir.
  • 2- Keutamaan majelis yang berisikan zikir kepada Allah Ta'ala dan penyebutan Rasulullah ﷺ, bahwa majelis yang tidak berisikan hal itu adalah majelis yang akan mendatangkan kesialan bagi pelakunya kelak di hari Kiamat.
  • 3- Peringatan yang disebutkan bertujuan agar tidak lalai berzikir kepada Allah tidak terbatas di majelis saja, tetapi berlaku umum untuk lainnya juga. An-Nawawiy berkata, "Dimakruhkan bagi orang yang duduk di suatu tempat lalu meninggalkannya sebelum berzikir kepada Allah Ta'ala."
  • 4- Penyesalan yang akan mereka dapatkan kelak di hari Kiamat bisa jadi disebabkan oleh kehilangan pahala dan ganjaran lantaran tidak memanfaatkan waktu untuk ketaatan kepada Allah atau disebabkan oleh adanya dosa dan siksaan lantaran mengisi waktu dengan kemaksiatan kepada Allah.
  • 5- Peringatan ini terkait kelalaian dalam perkara mubah, lalu bagaimana dengan perkumpulan-perkumpulan haram yang mengandung gibah, adu domba dan lainnya?!

Baca di HadeethEnc.com

Pertanyaan

Apa isi halaman ini?

Dzikir paling utama: masing-masing dalam bahasa Arab, dengan artinya, hadis sumbernya, derajatnya dan penjelasannya.

Dari mana terjemahannya?

Dari HadeethEnc.com, Ensiklopedia Hadis Nabi Terjemahan. Setiap hadis ditampilkan persis seperti yang mereka terbitkan, dengan sumber dan derajatnya, serta tautan ke aslinya.

Bagaimana cara kerja penghitungnya?

Ketuk penghitung di bawah dzikir, maka hitungannya turun sampai nol. Penghitung ini hanya ada di halaman ini dan tidak ada yang disimpan.

Bisakah saya mendapat pengingat harian?

Bisa. Aplikasi Qabas gratis untuk Android mengingatkan Anda dzikir pagi dan petang setiap hari dan memiliki penghitung yang sama.