Juz 30 عم

Dari Surat An-Naba' 78:1 sampai Surat An-Nas 114:6

Terjemahan: Indonesian Translation - Ministry of Religious Affairs

Surat An-Naba'

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

عَمَّ يَتَسَآءَلُونَ ١

'Amma yatasā'alūn

Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?

عَنِ ٱلنَّبَإِ ٱلۡعَظِيمِ ٢

'Anin-naba'il-'azīm

Tentang berita yang besar (hari berbangkit),

ٱلَّذِي هُمۡ فِيهِ مُخۡتَلِفُونَ ٣

Alladzī hum fīhi mukhtalifūn

yang dalam hal itu mereka berselisih.

كَلَّا سَيَعۡلَمُونَ ٤

Kallā saya'lamūn

Tidak!892 Kelak mereka akan mengetahui,

ثُمَّ كَلَّا سَيَعۡلَمُونَ ٥

Tsumma kallā saya'lamūn

sekali lagi tidak! Kelak mereka akan mengetahui.

أَلَمۡ نَجۡعَلِ ٱلۡأَرۡضَ مِهَٰدٗا ٦

Alam naj'alil-arda mihādā

Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan,

وَٱلۡجِبَالَ أَوۡتَادٗا ٧

Wal-jibāla awtādā

dan gunung-gunung sebagai pasak?

وَخَلَقۡنَٰكُمۡ أَزۡوَٰجٗا ٨

Wakhalaqnākum azwājā

Dan Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan,

وَجَعَلۡنَا نَوۡمَكُمۡ سُبَاتٗا ٩

Waja'alnā nawmakum subātā

dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat,

وَجَعَلۡنَا ٱلَّيۡلَ لِبَاسٗا ١٠

Waja'alnal-layla libāsā

dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian,893

وَجَعَلۡنَا ٱلنَّهَارَ مَعَاشٗا ١١

Waja'alnan-nahāra ma'āsyā

dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan,

وَبَنَيۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعٗا شِدَادٗا ١٢

Wabanaynā fawqakum sab'an syidādā

dan Kami membangun di atas kamu tujuh (lapis langit) yang kokoh,

وَجَعَلۡنَا سِرَاجٗا وَهَّاجٗا ١٣

Waja'alnā sirājan wahhājā

dan Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari),

وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلۡمُعۡصِرَٰتِ مَآءٗ ثَجَّاجٗا ١٤

Wa anzalnā minal-mu'sirāti mā'an tsajjājā

dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan lebatnya,

لِّنُخۡرِجَ بِهِۦ حَبّٗا وَنَبَاتٗا ١٥

Llinukhrija bihī habban wanabātā

untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman,

وَجَنَّٰتٍ أَلۡفَافًا ١٦

Wajannātin alfāfā

dan kebun-kebun yang rindang.

إِنَّ يَوۡمَ ٱلۡفَصۡلِ كَانَ مِيقَٰتٗا ١٧

Inna yawmal-fasli kāna mīqātā

Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan,

يَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَتَأۡتُونَ أَفۡوَاجٗا ١٨

Yawma yunfakhu fis-sūri fata'tūna afwājā

(yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong,

وَفُتِحَتِ ٱلسَّمَآءُ فَكَانَتۡ أَبۡوَٰبٗا ١٩

Wafutihatis-samā'u fakānat abwābā

dan langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu,

وَسُيِّرَتِ ٱلۡجِبَالُ فَكَانَتۡ سَرَابًا ٢٠

Wasuyyiratil-jibālu fakānat sarābā

dan gunung-gunungpun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana.

إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتۡ مِرۡصَادٗا ٢١

Inna jahannama kānat mirsādā

Sungguh, (neraka) Jahanam itu (sebagai) tempat mengintai (bagi penjaga yang mengawasi isi neraka),

لِّلطَّٰغِينَ مَـَٔابٗا ٢٢

Llit-tāghīna ma'ābā

menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas.

لَّٰبِثِينَ فِيهَآ أَحۡقَابٗا ٢٣

Llābitsīna fīhā ahqābā

Mereka tinggal di sana dalam masa yang lama,

لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرۡدٗا وَلَا شَرَابًا ٢٤

Llā yadzūqūna fīhā bardan walā syarābā

mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,

إِلَّا حَمِيمٗا وَغَسَّاقٗا ٢٥

Illā hamīman waghassāqā

selain air yang mendidih dan nanah,

جَزَآءٗ وِفَاقًا ٢٦

Jazā'an wifāqā

sebagai pembalasan yang setimpal.

إِنَّهُمۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ حِسَابٗا ٢٧

Innahum kānū lā yarjūna hisābā

Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan,

وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا كِذَّابٗا ٢٨

Wakaddzabū bi'āyātinā kiddzābā

dan mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami.

وَكُلَّ شَيۡءٍ أَحۡصَيۡنَٰهُ كِتَٰبٗا ٢٩

Wakulla syay'in ahsaynāhu kitābā

Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab (buku catatan amalan manusia).

فَذُوقُواْ فَلَن نَّزِيدَكُمۡ إِلَّا عَذَابًا ٣٠

Fadzūqū falan nazīdakum illā 'adzābā

Maka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab.

إِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ مَفَازًا ٣١

Inna lil-muttaqīna mafāzā

Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,

حَدَآئِقَ وَأَعۡنَٰبٗا ٣٢

Hadā'iqa wa a'nābā

(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,

وَكَوَاعِبَ أَتۡرَابٗا ٣٣

Wakawā'iba atrābā

dan gadis-gadis belia yang sebaya,

وَكَأۡسٗا دِهَاقٗا ٣٤

Waka'san dihāqā

dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).

لَّا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا وَلَا كِذَّٰبٗا ٣٥

Llā yasma'ūna fīhā laghwan walā kiddzābā

Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun (perkataan) dusta.

جَزَآءٗ مِّن رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَابٗا ٣٦

Jazā'am mir rabbika 'atā'an hisābā

Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu,

رَّبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ٱلرَّحۡمَٰنِۖ لَا يَمۡلِكُونَ مِنۡهُ خِطَابٗا ٣٧

Rrabbis-samāwāti wal-ardi wamā baynahumar-rahmāni lā yamlikūna minhu khitābā

Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih, mereka tidak mampu berbicara dengan Dia.

يَوۡمَ يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ صَفّٗاۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنۡ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَقَالَ صَوَابٗا ٣٨

Yawma yaqūmur-rūhu wal-malā'ikatu saffal lā yatakallamūna illā man adzina lahur-rahmānu waqāla sawābā

Pada hari, ketika rūḥ894 dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar.

ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمُ ٱلۡحَقُّۖ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ مَـَٔابًا ٣٩

Dzālikal-yawmul-haqqu faman syā'at-takhadza ilā rabbihī ma'ābā

Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.

إِنَّآ أَنذَرۡنَٰكُمۡ عَذَابٗا قَرِيبٗا يَوۡمَ يَنظُرُ ٱلۡمَرۡءُ مَا قَدَّمَتۡ يَدَاهُ وَيَقُولُ ٱلۡكَافِرُ يَٰلَيۡتَنِي كُنتُ تُرَٰبَۢا ٤٠

Innā andzarnākum 'adzāban qarīban yawma yanzurul-mar'u mā qaddamat yadāhu wayaqūlul-kāfiru yālaytanī kuntu turābā

Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, "Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah."

Surat An-Nazi'at

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلنَّٰزِعَٰتِ غَرۡقٗا ١

Wan-nāzi'āti gharqā

Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras.

وَٱلنَّٰشِطَٰتِ نَشۡطٗا ٢

Wan-nāsyitāti nasytā

Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut.

وَٱلسَّٰبِحَٰتِ سَبۡحٗا ٣

Was-sābihāti sabhā

Demi (malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,

فَٱلسَّٰبِقَٰتِ سَبۡقٗا ٤

Fas-sābiqāti sabqā

dan (malaikat) yang mendahului dengan kencang,

فَٱلۡمُدَبِّرَٰتِ أَمۡرٗا ٥

Fal-mudabbirāti amrā

dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia).895

يَوۡمَ تَرۡجُفُ ٱلرَّاجِفَةُ ٦

Yawma tarjufur-rājifah

(Sungguh, kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam,

تَتۡبَعُهَا ٱلرَّادِفَةُ ٧

Tatba'uhar-rādifah

(tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua.

قُلُوبٞ يَوۡمَئِذٖ وَاجِفَةٌ ٨

Qulūbun yawma'idzin wājifah

Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut,

أَبۡصَٰرُهَا خَٰشِعَةٞ ٩

Absāruhā khāsyi'ah

pandangannya tunduk.

يَقُولُونَ أَءِنَّا لَمَرۡدُودُونَ فِي ٱلۡحَافِرَةِ ١٠

Yaqūlūna a'innā lamardūdūna fil-hāfirah

(orang-orang kafir) berkata, "Apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?896

أَءِذَا كُنَّا عِظَٰمٗا نَّخِرَةٗ ١١

A'idzā kunnā 'izāman nakhirah

Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?"

قَالُواْ تِلۡكَ إِذٗا كَرَّةٌ خَاسِرَةٞ ١٢

Qālū tilka idzan karratun khāsirah

Mereka berkata, "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan."

فَإِنَّمَا هِيَ زَجۡرَةٞ وَٰحِدَةٞ ١٣

Fa innamā hiya zajratun wāhidah

Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja.

فَإِذَا هُم بِٱلسَّاهِرَةِ ١٤

Fa idzā hum bis-sāhirah

Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru).

هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِيثُ مُوسَىٰٓ ١٥

Hal atāka hadītsu mūsā

Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa?

إِذۡ نَادَىٰهُ رَبُّهُۥ بِٱلۡوَادِ ٱلۡمُقَدَّسِ طُوًى ١٦

Idz nādāhu rabbuhū bil-wādil-muqaddasi tuwā

Ketika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci yaitu Lembah Tuwa;

ٱذۡهَبۡ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ ١٧

Idzhab ilā fir'awna innahū taghā

pergilah engkau kepada Fir'aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas,

فَقُلۡ هَل لَّكَ إِلَىٰٓ أَن تَزَكَّىٰ ١٨

Faqul hal laka ilā an tazakkā

Maka katakanlah (kepada Fir'aun), "Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan),

وَأَهۡدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخۡشَىٰ ١٩

Wa ahdiyaka ilā rabbika fatakhsyā

dan engkau akan kubimbing ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?"

فَأَرَىٰهُ ٱلۡأٓيَةَ ٱلۡكُبۡرَىٰ ٢٠

Fa arāhul-āyatal-kubrā

Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.

فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ ٢١

Fakaddzaba wa'asā

Tetapi dia (Fir'aun) mendustakan dan mendurhakai.

ثُمَّ أَدۡبَرَ يَسۡعَىٰ ٢٢

Tsumma adbara yas'ā

Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).

فَحَشَرَ فَنَادَىٰ ٢٣

Fahasyara fanādā

Kemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya).

فَقَالَ أَنَا۠ رَبُّكُمُ ٱلۡأَعۡلَىٰ ٢٤

Faqāla ana rabbukumul-a'lā

(Seraya) berkata, "Akulah tuhanmu yang paling tinggi."

فَأَخَذَهُ ٱللَّهُ نَكَالَ ٱلۡأٓخِرَةِ وَٱلۡأُولَىٰٓ ٢٥

Fa akhadzahullāhu nakālal-ākhirati wal-ūlā

Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia.

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبۡرَةٗ لِّمَن يَخۡشَىٰٓ ٢٦

Inna fī dzālika la'ibratal liman yakhsyā

Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah).

ءَأَنتُمۡ أَشَدُّ خَلۡقًا أَمِ ٱلسَّمَآءُۚ بَنَىٰهَا ٢٧

A'antum asyaddu khalqan amis-samā'u banāhā

Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?

رَفَعَ سَمۡكَهَا فَسَوَّىٰهَا ٢٨

Rafa'a samkahā fasawwāhā

Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,

وَأَغۡطَشَ لَيۡلَهَا وَأَخۡرَجَ ضُحَىٰهَا ٢٩

Wa aghtasya laylahā wa akhraja duhāhā

dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang).

وَٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ ذَٰلِكَ دَحَىٰهَآ ٣٠

Wal-arda ba'da dzālika dahāhā

Dan setelah itu bumi Dia hamparkan.

أَخۡرَجَ مِنۡهَا مَآءَهَا وَمَرۡعَىٰهَا ٣١

Akhraja minhā mā'ahā wamar'āhā

Darinya Dia pancarkan mata air, dan (ditumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.

وَٱلۡجِبَالَ أَرۡسَىٰهَا ٣٢

Wal-jibāla arsāhā

Dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan kokoh.

مَتَٰعٗا لَّكُمۡ وَلِأَنۡعَٰمِكُمۡ ٣٣

Matā'al lakum wali'an'āmikum

(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.

فَإِذَا جَآءَتِ ٱلطَّآمَّةُ ٱلۡكُبۡرَىٰ ٣٤

Fa idzā jā'atit-tāmmatul-kubrā

Maka apabila malapetaka besar (hari Kiamat) telah datang,

يَوۡمَ يَتَذَكَّرُ ٱلۡإِنسَٰنُ مَا سَعَىٰ ٣٥

Yawma yatadzakkarul-insānu mā sa'ā

yaitu pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,

وَبُرِّزَتِ ٱلۡجَحِيمُ لِمَن يَرَىٰ ٣٦

Waburrizatil-jahīmu liman yarā

dan neraka diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.

فَأَمَّا مَن طَغَىٰ ٣٧

Fa ammā man taghā

Maka adapun orang yang melampaui batas,

وَءَاثَرَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ٣٨

Wa ātsaral-hayawātad-dunyā

dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,

فَإِنَّ ٱلۡجَحِيمَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ ٣٩

Fa innal-jahīma hiyal-ma'wā

maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya.

وَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ ٤٠

Wa ammā man khāfa maqāma rabbihī wanahan-nafsa 'anil-hawā

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,

فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ ٤١

Fa innal-jannata hiyal-ma'wā

maka sungguh, surgalah tempat tinggal-(nya).

يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرۡسَىٰهَا ٤٢

Yas'alūnaka 'anis-sā'ati ayyāna mursāhā

Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat, "Kapankah terjadinya?"

فِيمَ أَنتَ مِن ذِكۡرَىٰهَآ ٤٣

Fīma anta min dzikrāhā

Untuk apa engkau perlu menyebutkannya (waktunya)?

إِلَىٰ رَبِّكَ مُنتَهَىٰهَآ ٤٤

Ilā rabbika muntahāhā

Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahannya (ketentuan waktunya).

إِنَّمَآ أَنتَ مُنذِرُ مَن يَخۡشَىٰهَا ٤٥

Innamā anta mundziru man yakhsyāhā

Engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari Kiamat).

كَأَنَّهُمۡ يَوۡمَ يَرَوۡنَهَا لَمۡ يَلۡبَثُوٓاْ إِلَّا عَشِيَّةً أَوۡ ضُحَىٰهَا ٤٦

Ka annahum yawma yarawnahā lam yalbatsū illā 'asyiyyatan aw duhāhā

Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari.

Surat 'Abasa

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

عَبَسَ وَتَوَلَّىٰٓ ١

'Abasa watawallā

Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling,

أَن جَآءَهُ ٱلۡأَعۡمَىٰ ٢

An jā'ahul-a'mā

karena seorang buta telah datang kepadanya (Abdullah bin Ummi Maktum).

وَمَا يُدۡرِيكَ لَعَلَّهُۥ يَزَّكَّىٰٓ ٣

Wamā yudrīka la'allahū yazzakkā

Dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa),

أَوۡ يَذَّكَّرُ فَتَنفَعَهُ ٱلذِّكۡرَىٰٓ ٤

Aw yaddzakkaru fatanfa'ahudz-dzikrā

atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang memberi manfaat kepadanya?

أَمَّا مَنِ ٱسۡتَغۡنَىٰ ٥

Ammā manistaghnā

Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (pembesar-pembesar Quraisy),

فَأَنتَ لَهُۥ تَصَدَّىٰ ٦

Fa anta lahū tasaddā

maka engkau (Muhammad) memberi perhatian kepadanya,

وَمَا عَلَيۡكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ ٧

Wamā 'alayka allā yazzakkā

padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman).

وَأَمَّا مَن جَآءَكَ يَسۡعَىٰ ٨

Wa ammā man jā'aka yas'ā

Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),

وَهُوَ يَخۡشَىٰ ٩

Wahuwa yakhsyā

sedang dia takut (kepada Allah),

فَأَنتَ عَنۡهُ تَلَهَّىٰ ١٠

Fa anta 'anhu talahhā

engkau (Muhammad) malah mengabaikannya.

كَلَّآ إِنَّهَا تَذۡكِرَةٞ ١١

Kallā innahā tadzkirah

Sekali-kali jangan (begitu)! Sungguh, (ajaran-ajaran Allah) itu suatu peringatan,

فَمَن شَآءَ ذَكَرَهُۥ ١٢

Faman syā'a dzakarah

maka barangsiapa menghendaki, tentulah dia akan memperhatikannya,

فِي صُحُفٖ مُّكَرَّمَةٖ ١٣

Fī suhufim mukarramah

di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (di sisi Allah),

مَّرۡفُوعَةٖ مُّطَهَّرَةِۭ ١٤

Mmarfū'atim mutahharah

yang ditinggikan (dan) disucikan,

بِأَيۡدِي سَفَرَةٖ ١٥

Bi aydī safarah

di tangan para utusan (malaikat),

كِرَامِۭ بَرَرَةٖ ١٦

Kirāmi bararah

yang mulia lagi berbakti.

قُتِلَ ٱلۡإِنسَٰنُ مَآ أَكۡفَرَهُۥ ١٧

Qutilal-insānu mā akfarah

Celakalah manusia! Alangkah kufurnya dia!

مِنۡ أَيِّ شَيۡءٍ خَلَقَهُۥ ١٨

Min ayyi syay'in khalaqah

Dari apakah Dia (Allah) menciptakannya?

مِن نُّطۡفَةٍ خَلَقَهُۥ فَقَدَّرَهُۥ ١٩

Min nutfatin khalaqahū faqaddarah

Dari setetes mani, Dia menciptakannya lalu menentukannya.897

ثُمَّ ٱلسَّبِيلَ يَسَّرَهُۥ ٢٠

Tsummas-sabīla yassarah

Kemudian jalannya Dia mudahkan,898

ثُمَّ أَمَاتَهُۥ فَأَقۡبَرَهُۥ ٢١

Tsumma amātahū fa aqbarah

kemudian Dia mematikannya lalu menguburkannya,

ثُمَّ إِذَا شَآءَ أَنشَرَهُۥ ٢٢

Tsumma idzā syā'a ansyarah

kemudian jika Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.

كَلَّا لَمَّا يَقۡضِ مَآ أَمَرَهُۥ ٢٣

Kallā lammā yaqdi mā amarah

Sekali-kali jangan (begitu)! Dia (manusia) itu belum melaksanakan apa yang Dia (Allah) perintahkan kepadanya.

فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ إِلَىٰ طَعَامِهِۦٓ ٢٤

Falyanzuril-insānu ilā ta'āmih

Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya,

أَنَّا صَبَبۡنَا ٱلۡمَآءَ صَبّٗا ٢٥

Annā sababnal-mā'a sabbā

Kamilah yang telah mencurahkan air melimpah (dari langit),

ثُمَّ شَقَقۡنَا ٱلۡأَرۡضَ شَقّٗا ٢٦

Tsumma syaqaqnal-arda syaqqā

kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,

فَأَنۢبَتۡنَا فِيهَا حَبّٗا ٢٧

Fa ambatnā fīhā habbā

lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian,

وَعِنَبٗا وَقَضۡبٗا ٢٨

Wa'inaban waqadbā

dan anggur dan sayur-sayuran,

وَزَيۡتُونٗا وَنَخۡلٗا ٢٩

Wazaytūnan wanakhlā

dan zaitun dan pohon kurma,

وَحَدَآئِقَ غُلۡبٗا ٣٠

Wahadā'iqa ghulbā

dan kebun-kebun (yang) rindang,

وَفَٰكِهَةٗ وَأَبّٗا ٣١

Wafākihatan wa abbā

dan buah-buahan serta rerumputan.

مَّتَٰعٗا لَّكُمۡ وَلِأَنۡعَٰمِكُمۡ ٣٢

Mmatā'al lakum wali'an'āmikum

(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.

فَإِذَا جَآءَتِ ٱلصَّآخَّةُ ٣٣

Fa idzā jā'atis-sākkhah

Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),

يَوۡمَ يَفِرُّ ٱلۡمَرۡءُ مِنۡ أَخِيهِ ٣٤

Yawma yafirrul-mar'u min akhīh

pada hari itu manusia lari dari saudaranya,

وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ ٣٥

Wa ummihī wa abīh

dan dari ibu dan bapaknya,

وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ ٣٦

Wasāhibatihī wabanīh

dan dari istri dan anak-anaknya.

لِكُلِّ ٱمۡرِيٕٖ مِّنۡهُمۡ يَوۡمَئِذٖ شَأۡنٞ يُغۡنِيهِ ٣٧

Likullimriy'im minhum yawma'idzin sya'nun yughnīh

Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.

وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ مُّسۡفِرَةٞ ٣٨

Wujūhun yawma'idzim musfirah

Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri,

ضَاحِكَةٞ مُّسۡتَبۡشِرَةٞ ٣٩

Dāhikatum mustabsyirah

tertawa dan gembira ria,

وَوُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ عَلَيۡهَا غَبَرَةٞ ٤٠

Wawujūhun yawma'idzin 'alayhā ghabarah

dan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang tertutup debu (suram),

تَرۡهَقُهَا قَتَرَةٌ ٤١

Tarhaquhā qatarah

tertutup oleh kegelapan (ditimpa kehinaan dan kesusahan).

أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡكَفَرَةُ ٱلۡفَجَرَةُ ٤٢

Ulā'ika humul-kafaratul-fajarah

Mereka itulah orang-orang kafir yang durhaka.

Surat At-Takwir

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

إِذَا ٱلشَّمۡسُ كُوِّرَتۡ ١

Idzasy-syamsu kuwwirat

Apabila matahari digulung,

وَإِذَا ٱلنُّجُومُ ٱنكَدَرَتۡ ٢

Wa idzan-nujūmunkadarat

dan apabila bintang-bintang berjatuhan,

وَإِذَا ٱلۡجِبَالُ سُيِّرَتۡ ٣

Wa idzal-jibālu suyyirat

dan apabila gunung-gunung dihancurkan,

وَإِذَا ٱلۡعِشَارُ عُطِّلَتۡ ٤

Wa idzal-'isyāru 'uttilat

dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus),

وَإِذَا ٱلۡوُحُوشُ حُشِرَتۡ ٥

Wa idzal-wuhūsyu husyirat

dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,

وَإِذَا ٱلۡبِحَارُ سُجِّرَتۡ ٦

Wa idzal-bihāru sujjirat

dan apabila lautan dipanaskan,

وَإِذَا ٱلنُّفُوسُ زُوِّجَتۡ ٧

Wa idzan-nufūsu zuwwijat

dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh),

وَإِذَا ٱلۡمَوۡءُۥدَةُ سُئِلَتۡ ٨

Wa idzal-maw'ūdatu su'ilat

dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,

بِأَيِّ ذَنۢبٖ قُتِلَتۡ ٩

Bi ayyi dzambin qutilat

karena dosa apa dia dibunuh?

وَإِذَا ٱلصُّحُفُ نُشِرَتۡ ١٠

Wa idzas-suhufu nusyirat

Dan apabila lembaran-lembaran (catatan amal) telah dibuka lebar-lebar,

وَإِذَا ٱلسَّمَآءُ كُشِطَتۡ ١١

Wa idzas-samā'u kusyitat

dan apabila langit dilenyapkan,

وَإِذَا ٱلۡجَحِيمُ سُعِّرَتۡ ١٢

Wa idzal-jahīmu su''irat

dan apabila neraka Jahim dinyalakan,

وَإِذَا ٱلۡجَنَّةُ أُزۡلِفَتۡ ١٣

Wa idzal-jannatu uzlifat

dan apabila surga didekatkan,

عَلِمَتۡ نَفۡسٞ مَّآ أَحۡضَرَتۡ ١٤

'Alimat nafsum mā ahdarat

setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

فَلَآ أُقۡسِمُ بِٱلۡخُنَّسِ ١٥

Falā uqsimu bil-khunnas

Aku bersumpah demi bintang-bintang,

ٱلۡجَوَارِ ٱلۡكُنَّسِ ١٦

Al-jawāril-kunnas

yang beredar dan terbenam,

وَٱلَّيۡلِ إِذَا عَسۡعَسَ ١٧

Wallayli idzā 'as'as

demi malam apabila telah larut,

وَٱلصُّبۡحِ إِذَا تَنَفَّسَ ١٨

Was-subhi idzā tanaffas

dan demi subuh apabila telah menyinsing,

إِنَّهُۥ لَقَوۡلُ رَسُولٖ كَرِيمٖ ١٩

Innahū laqawlu rasūlin karīm

sesungguhnya (Al-Qur`an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),

ذِي قُوَّةٍ عِندَ ذِي ٱلۡعَرۡشِ مَكِينٖ ٢٠

Dzī quwwatin 'inda dzil-'arsyi makīn

yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki Arasy,

مُّطَاعٖ ثَمَّ أَمِينٖ ٢١

Mmutā'in tsamma amīn

yang di sana (di alam malaikat) ditaati dan dipercaya.

وَمَا صَاحِبُكُم بِمَجۡنُونٖ ٢٢

Wamā sāhibukum bimajnūn

Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah orang gila.

وَلَقَدۡ رَءَاهُ بِٱلۡأُفُقِ ٱلۡمُبِينِ ٢٣

Walaqad ra'āhu bil-ufuqil-mubīn

Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang.

وَمَا هُوَ عَلَى ٱلۡغَيۡبِ بِضَنِينٖ ٢٤

Wamā huwa 'alal-ghaybi bidanīn

Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang kikir (enggan) untuk menerangkan yang gaib.

وَمَا هُوَ بِقَوۡلِ شَيۡطَٰنٖ رَّجِيمٖ ٢٥

Wamā huwa biqawli syaytānir rajīm

Dan (Al-Qur`an) itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk,

فَأَيۡنَ تَذۡهَبُونَ ٢٦

Fa ayna tadzhabūn

maka ke manakah kamu akan pergi?899

إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ٢٧

In huwa illā dzikrul lil-'ālamīn

(Al-Qur`an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam,

لِمَن شَآءَ مِنكُمۡ أَن يَسۡتَقِيمَ ٢٨

Liman syā'a minkum an yastaqīm

(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus.

وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢٩

Wamā tasyā'ūna illā an yasyā'allāhu rabbul-'ālamīn

Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam.

Surat Al-Infitar

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

إِذَا ٱلسَّمَآءُ ٱنفَطَرَتۡ ١

Idzas-samā'unfatarat

Apabila langit terbelah,

وَإِذَا ٱلۡكَوَاكِبُ ٱنتَثَرَتۡ ٢

Wa idzal-kawākibuntatsarat

dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,

وَإِذَا ٱلۡبِحَارُ فُجِّرَتۡ ٣

Wa idzal-bihāru fujjirat

dan apabila lautan dijadikan meluap,

وَإِذَا ٱلۡقُبُورُ بُعۡثِرَتۡ ٤

Wa idzal-qubūru bu'tsirat

dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,

عَلِمَتۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ وَأَخَّرَتۡ ٥

'Alimat nafsum mā qaddamat wa akkharat

(maka) setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(nya).

يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡإِنسَٰنُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ ٱلۡكَرِيمِ ٦

Yā'ayyuhal-insānu mā gharraka birabbikal-karīm

Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pengasih.

ٱلَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّىٰكَ فَعَدَلَكَ ٧

Alladzī khalaqaka fasawwāka fa'adalak

Yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,

فِيٓ أَيِّ صُورَةٖ مَّا شَآءَ رَكَّبَكَ ٨

Fī ayyi sūratim mā syā'a rakkabak

dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun tubuhmu.

كَلَّا بَلۡ تُكَذِّبُونَ بِٱلدِّينِ ٩

Kallā bal tukaddzibūna bid-dīn

Sekali-kali jangan begitu! Bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

وَإِنَّ عَلَيۡكُمۡ لَحَٰفِظِينَ ١٠

Wa inna 'alaykum lahāfizīn

Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),

كِرَامٗا كَٰتِبِينَ ١١

Kirāman kātibīn

yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu),

يَعۡلَمُونَ مَا تَفۡعَلُونَ ١٢

Ya'lamūna mā taf'alūn

mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

إِنَّ ٱلۡأَبۡرَارَ لَفِي نَعِيمٖ ١٣

Innal-abrāra lafī na'īm

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan,

وَإِنَّ ٱلۡفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٖ ١٤

Wa innal-fujjāra lafī jahīm

dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.

يَصۡلَوۡنَهَا يَوۡمَ ٱلدِّينِ ١٥

Yaslawnahā yawmad-dīn

Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.

وَمَا هُمۡ عَنۡهَا بِغَآئِبِينَ ١٦

Wamā hum 'anhā bighā'ibīn

Dan mereka tidak mungkin keluar dari neraka itu.

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا يَوۡمُ ٱلدِّينِ ١٧

Wamā adrāka mā yawmud-dīn

Dan tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

ثُمَّ مَآ أَدۡرَىٰكَ مَا يَوۡمُ ٱلدِّينِ ١٨

Tsumma mā adrāka mā yawmud-dīn

Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

يَوۡمَ لَا تَمۡلِكُ نَفۡسٞ لِّنَفۡسٖ شَيۡـٔٗاۖ وَٱلۡأَمۡرُ يَوۡمَئِذٖ لِّلَّهِ ١٩

Yawma lā tamliku nafsul linafsin syay'an wal-amru yawma'idzi lillāh

(Yaitu) pada hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

Surat Al-Mutaffifin

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَيۡلٞ لِّلۡمُطَفِّفِينَ ١

Waylul lil-mutaffifīn

Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)!

ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكۡتَالُواْ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسۡتَوۡفُونَ ٢

Alladzīna idzaktālū 'alan-nāsi yastawfūn

(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan,

وَإِذَا كَالُوهُمۡ أَو وَّزَنُوهُمۡ يُخۡسِرُونَ ٣

Wa idzā kālūhum aw wazanūhum yukhsirūn

dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi.

أَلَا يَظُنُّ أُوْلَٰٓئِكَ أَنَّهُم مَّبۡعُوثُونَ ٤

Alā yazunnu ulā'ika annahum mab'ūtsūn

Tidakkah mereka itu mengira, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,

لِيَوۡمٍ عَظِيمٖ ٥

Liyawmin 'azīm

pada suatu hari yang besar,

يَوۡمَ يَقُومُ ٱلنَّاسُ لِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٦

Yawma yaqūmun-nāsu lirabbil-'ālamīn

(yaitu) pada hari (ketika) semua orang bangkit menghadap Tuhan seluruh alam.

كَلَّآ إِنَّ كِتَٰبَ ٱلۡفُجَّارِ لَفِي سِجِّينٖ ٧

Kallā inna kitābal-fujjāri lafī sijjīn

Sekali-kali jangan begitu! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka benar-benar tersimpan dalam Sijjīn.900

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا سِجِّينٞ ٨

Wamā adrāka mā sijjīn

Dan tahukah engkau apakah Sijjīn itu?

كِتَٰبٞ مَّرۡقُومٞ ٩

Kitābum marqūm

(Yaitu) Kitab yang berisi catatan (amal).

وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ١٠

Waylun yawma'idzil lil-mukaddzibīn

Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan!

ٱلَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوۡمِ ٱلدِّينِ ١١

Alladzīna yukaddzibūna biyawmid-dīn

(yaitu) orang-orang yang mendustakannya (hari pembalasan).

وَمَا يُكَذِّبُ بِهِۦٓ إِلَّا كُلُّ مُعۡتَدٍ أَثِيمٍ ١٢

Wamā yukaddzibu bihī illā kullu mu'tadin atsīm

Dan tidak ada yang mendustakannya (hari pembalasan) kecuali setiap orang yang melampaui batas dan berdosa,

إِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِ ءَايَٰتُنَا قَالَ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٣

Idzā tutlā 'alayhi āyātunā qāla asātīrul-awwalīn

yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, "Itu adalah dongeng orang-orang dahulu."

كَلَّاۖ بَلۡۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ١٤

Kallā bal rāna 'alā qulūbihim mā kānū yaksibūn

Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.

كَلَّآ إِنَّهُمۡ عَن رَّبِّهِمۡ يَوۡمَئِذٖ لَّمَحۡجُوبُونَ ١٥

Kallā innahum 'ar rabbihim yawma'idzil lamahjūbūn

Sekali-kali tidak!901 Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhannya.

ثُمَّ إِنَّهُمۡ لَصَالُواْ ٱلۡجَحِيمِ ١٦

Tsumma innahum lasālul-jahīm

Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.

ثُمَّ يُقَالُ هَٰذَا ٱلَّذِي كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ١٧

Tsumma yuqālu hādzal-ladzī kuntum bihī tukaddzibūn

Kemudian, dikatakan (kepada mereka), "Inilah (azab) yang dahulu kamu dustakan."

كَلَّآ إِنَّ كِتَٰبَ ٱلۡأَبۡرَارِ لَفِي عِلِّيِّينَ ١٨

Kallā inna kitābal-abrāri lafī 'illiyyīn

Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam 'Illiyyīn.902

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا عِلِّيُّونَ ١٩

Wamā adrāka mā 'illiyyūn

Dan tahukah engkau apakah 'Illiyyīn itu?

كِتَٰبٞ مَّرۡقُومٞ ٢٠

Kitābum marqūm

(Yaitu) Kitab yang berisi catatan (amal),

يَشۡهَدُهُ ٱلۡمُقَرَّبُونَ ٢١

Yasyhaduhul-muqarrabūn

yang disaksikan oleh (malaikat-malaikat) yang didekatkan (kepada Allah).

إِنَّ ٱلۡأَبۡرَارَ لَفِي نَعِيمٍ ٢٢

Innal-abrāra lafī na'īm

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan,

عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ ٢٣

'Alal-arā'iki yanzurūn

mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan.

تَعۡرِفُ فِي وُجُوهِهِمۡ نَضۡرَةَ ٱلنَّعِيمِ ٢٤

Ta'rifu fī wujūhihim nadratan-na'īm

Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan.

يُسۡقَوۡنَ مِن رَّحِيقٖ مَّخۡتُومٍ ٢٥

Yusqawna mir rahīqim makhtūm

Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih dilak (disegel).

خِتَٰمُهُۥ مِسۡكٞۚ وَفِي ذَٰلِكَ فَلۡيَتَنَافَسِ ٱلۡمُتَنَٰفِسُونَ ٢٦

Khitāmuhū miskun wafī dzālika falyatanāfasil-mutanāfisūn

Laknya dari kasturi. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.

وَمِزَاجُهُۥ مِن تَسۡنِيمٍ ٢٧

Wamizājuhū min tasnīm

Dan campurannya dari tasnīm,

عَيۡنٗا يَشۡرَبُ بِهَا ٱلۡمُقَرَّبُونَ ٢٨

'Aynan yasyrabu bihal-muqarrabūn

(yaitu) mata air yang diminum oleh mereka yang dekat (kepada Allah).

إِنَّ ٱلَّذِينَ أَجۡرَمُواْ كَانُواْ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يَضۡحَكُونَ ٢٩

Innal-ladzīna ajramū kānū minal-ladzīna āmanū yadhakūn

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa,adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman.

وَإِذَا مَرُّواْ بِهِمۡ يَتَغَامَزُونَ ٣٠

Wa idzā marrū bihim yataghāmazūn

Dan apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya,

وَإِذَا ٱنقَلَبُوٓاْ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِمُ ٱنقَلَبُواْ فَكِهِينَ ٣١

Wa idzanqalabū ilā ahlihimunqalabū fakihīn

dan apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria.

وَإِذَا رَأَوۡهُمۡ قَالُوٓاْ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ لَضَآلُّونَ ٣٢

Wa idzā ra'awhum qālū inna hā'ulā'i ladāllūn

Dan apabila mereka melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan, "Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat,"

وَمَآ أُرۡسِلُواْ عَلَيۡهِمۡ حَٰفِظِينَ ٣٣

Wamā ursilū 'alayhim hāfizīn

padahal (orang-orang yang berdosa itu), mereka tidak diutus sebagai penjaga (orang-orang mukmin).

فَٱلۡيَوۡمَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنَ ٱلۡكُفَّارِ يَضۡحَكُونَ ٣٤

Fal-yawmal-ladzīna āmanū minal-kuffāri yadhakūn

Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman yang menertawakan orang-orang kafir,

عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ ٣٥

'Alal-arā'iki yanzurūn

mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan.

هَلۡ ثُوِّبَ ٱلۡكُفَّارُ مَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ٣٦

Hal tsuwwibal-kuffāru mā kānū yaf'alūn

Apakah orang-orang kafir itu diberi balasan (hukuman) terhadap apa yang telah mereka perbuat?

Surat Al-Insyiqaq

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

إِذَا ٱلسَّمَآءُ ٱنشَقَّتۡ ١

Idzas-samā'unsyaqqat

Apabila langit terbelah,

وَأَذِنَتۡ لِرَبِّهَا وَحُقَّتۡ ٢

Wa adzinat lirabbihā wahuqqat

dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh,

وَإِذَا ٱلۡأَرۡضُ مُدَّتۡ ٣

Wa idzal-ardu muddat

dan apabila bumi diratakan,

وَأَلۡقَتۡ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتۡ ٤

Wa alqat mā fīhā watakhallat

dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,

وَأَذِنَتۡ لِرَبِّهَا وَحُقَّتۡ ٥

Wa adzinat lirabbihā wahuqqat

dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡإِنسَٰنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدۡحٗا فَمُلَٰقِيهِ ٦

Yā'ayyuhal-insānu innaka kādihun ilā rabbika kadhan famulāqīh

Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya.903

فَأَمَّا مَنۡ أُوتِيَ كِتَٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ ٧

Fa ammā man ūtiya kitābahū biyamīnih

Maka adapun orang yang catatanya diberikan dari sebelah kanannya,

فَسَوۡفَ يُحَاسَبُ حِسَابٗا يَسِيرٗا ٨

Fasawfa yuhāsabu hisāban yasīrā

maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,

وَيَنقَلِبُ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِۦ مَسۡرُورٗا ٩

Wayanqalibu ilā ahlihī masrūrā

dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.

وَأَمَّا مَنۡ أُوتِيَ كِتَٰبَهُۥ وَرَآءَ ظَهۡرِهِۦ ١٠

Wa ammā man ūtiya kitābahū warā'a zahrih

Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari arah belakang,

فَسَوۡفَ يَدۡعُواْ ثُبُورٗا ١١

Fasawfa yad'ū tsubūrā

maka dia akan berteriak, "Celakalah aku!"

وَيَصۡلَىٰ سَعِيرًا ١٢

Wayaslā sa'īrā

Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

إِنَّهُۥ كَانَ فِيٓ أَهۡلِهِۦ مَسۡرُورًا ١٣

Innahū kāna fī ahlihī masrūrā

Sungguh, dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang sama-sama kafir).

إِنَّهُۥ ظَنَّ أَن لَّن يَحُورَ ١٤

Innahū zanna al lan yahūr

Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan kembali (kepada Tuhannya).

بَلَىٰٓۚ إِنَّ رَبَّهُۥ كَانَ بِهِۦ بَصِيرٗا ١٥

Balā inna rabbahū kāna bihī basīrā

Tidak demikian, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya.

فَلَآ أُقۡسِمُ بِٱلشَّفَقِ ١٦

Falā uqsimu bisy-syafaq

Maka Aku bersumpah demi cahaya merah pada waktu senja,

وَٱلَّيۡلِ وَمَا وَسَقَ ١٧

Wallayli wamā wasaq

demi malam dan apa yang diselubunginya,

وَٱلۡقَمَرِ إِذَا ٱتَّسَقَ ١٨

Wal-qamari idzat-tasaq

demi bulan apabila jadi purnama,

لَتَرۡكَبُنَّ طَبَقًا عَن طَبَقٖ ١٩

Latarkabunna tabaqan 'an tabaq

sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).904

فَمَا لَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ ٢٠

Famā lahum lā yu'minūn

Maka mengapa mereka tidak mau beriman?

وَإِذَا قُرِئَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡقُرۡءَانُ لَا يَسۡجُدُونَۤ۩ ٢١

Wa idzā quri'a 'alayhimul-qur'ānu lā yasjudūn

Dan apabila Al-Qur`an dibacakan kepada mereka, mereka tidak (mau) bersujud,

بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُكَذِّبُونَ ٢٢

Balil-ladzīna kafarū yukaddzibūn

bahkan orang-orang kafir itu mendustakan-(nya).

وَٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا يُوعُونَ ٢٣

Wallāhu a'lamu bimā yū'ūn

Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka).

فَبَشِّرۡهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ ٢٤

Fabassyirhum bi'adzābin alīm

Maka sampaikanlah kepada mereka (ancaman) azab yang pedih,

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُمۡ أَجۡرٌ غَيۡرُ مَمۡنُونِۭ ٢٥

Illal-ladzīna āmanū wa'amilus-sālihāti lahum ajrun ghayru mamnūn

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya.

Surat Al-Buruj

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلۡبُرُوجِ ١

Was-samā'i dzātil-burūj

Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,

وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡمَوۡعُودِ ٢

Wal-yawmil-maw'ūd

dan demi hari yang dijanjikan.

وَشَاهِدٖ وَمَشۡهُودٖ ٣

Wasyāhidin wamasyhūd

Demi yang menyaksikan dan yang disaksikan.

قُتِلَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡأُخۡدُودِ ٤

Qutila ashābul-ukhdūd

Binasalah orang-orang yang membuat parit (yaitu para pembesar Najran di Yaman),

ٱلنَّارِ ذَاتِ ٱلۡوَقُودِ ٥

An-nāri dzātil-waqūd

yang berapi (yang mempunyai) kayu bakar,

إِذۡ هُمۡ عَلَيۡهَا قُعُودٞ ٦

Idz hum 'alayhā qu'ūd

ketika mereka duduk di sekitarnya,

وَهُمۡ عَلَىٰ مَا يَفۡعَلُونَ بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ شُهُودٞ ٧

Wahum 'alā mā yaf'alūna bil-mu'minīna syuhūd

sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin.

وَمَا نَقَمُواْ مِنۡهُمۡ إِلَّآ أَن يُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَمِيدِ ٨

Wamā naqamū minhum illā an yu'minū billāhil-'azīzil-hamīd

Dan mereka menyiksa orang-orang mukmin itu hanya karena (orang-orang mukmin itu) beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji,

ٱلَّذِي لَهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ شَهِيدٌ ٩

Alladzī lahū mulkus-samāwāti wal-ardi wallāhu 'alā kulli syay'in syahīd

yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

إِنَّ ٱلَّذِينَ فَتَنُواْ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ ثُمَّ لَمۡ يَتُوبُواْ فَلَهُمۡ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمۡ عَذَابُ ٱلۡحَرِيقِ ١٠

Innal-ladzīna fatanul-mu'minīna wal-mu'mināti tsumma lam yatūbū falahum 'adzābu jahannama walahum 'adzābul-harīq

Sungguh, orang-orang yang mendatangkan cobaan (bencana, membunuh, menyiksa) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertobat, maka mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُمۡ جَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡكَبِيرُ ١١

Innal-ladzīna āmanū wa'amilus-sālihāti lahum jannātun tajrī min tahtihal-anhāru dzālikal-fawzul-kabīr

Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, itulah kemenangan yang agung.

إِنَّ بَطۡشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ ١٢

Inna batsya rabbika lasyadīd

Sungguh, azab Tuhanmu sangat keras.

إِنَّهُۥ هُوَ يُبۡدِئُ وَيُعِيدُ ١٣

Innahū huwa yubdi'u wayu'īd

Sungguh, Dialah yang memulai penciptaan (makhluk) dan yang menghidupkannya (kembali).

وَهُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلۡوَدُودُ ١٤

Wahuwal-ghafūrul-wadūd

Dan Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Pengasih,

ذُو ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡمَجِيدُ ١٥

Dzul-'arsyil-majīd

Yang memiliki Arasy, lagi Mahamulia,

فَعَّالٞ لِّمَا يُرِيدُ ١٦

Fa''ālul limā yurīd

Mahakuasa berbuat apa yang Dia kehendaki.

هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِيثُ ٱلۡجُنُودِ ١٧

Hal atāka hadītsul-junūd

Sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara (penentang),

فِرۡعَوۡنَ وَثَمُودَ ١٨

Fir'awna watsamūd

(yaitu) Fir'aun dan Samud?

بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي تَكۡذِيبٖ ١٩

Balil-ladzīna kafarū fī takdzīb

Memang orang-orang kafir (selalu) mendustakan,

وَٱللَّهُ مِن وَرَآئِهِم مُّحِيطُۢ ٢٠

Wallāhu min warā'ihim muhīt

padahal Allah mengepung dari belakang mereka (sehingga tidak dapat lolos).

بَلۡ هُوَ قُرۡءَانٞ مَّجِيدٞ ٢١

Bal huwa qur'ānum majīd

Bahkan (yang didustakan itu) ialah Al-Qur`an yang mulia,

فِي لَوۡحٖ مَّحۡفُوظِۭ ٢٢

Fī lawhim mahfūz

yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauḥ Maḥfūẓ).

Surat At-Tariq

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ ١

Was-samā'i wat-tāriq

Demi langit dan yang datang pada malam hari.

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلطَّارِقُ ٢

Wamā adrāka mat-tāriq

Dan tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?

ٱلنَّجۡمُ ٱلثَّاقِبُ ٣

An-najmuts-tsāqib

(Yaitu) bintang yang bersinar tajam,

إِن كُلُّ نَفۡسٖ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٞ ٤

In kullu nafsil lammā 'alayhā hāfiz

setiap orang pasti ada penjaganya.

فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ٥

Falyanzuril-insānu mimma khuliq

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan.

خُلِقَ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ٦

Khuliqa mim mā'in dāfiq

Dia diciptakan dari air (mani) yang terpancar,

يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ٧

Yakhruju mim baynis-sulbi wat-tarā'ib

yang keluar dari antara tulang punggung (sulbi) dan tulang dada.

إِنَّهُۥ عَلَىٰ رَجۡعِهِۦ لَقَادِرٞ ٨

Innahū 'alā raj'ihī laqādir

Sungguh, Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup setelah mati).

يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ٩

Yawma tublas-sarā'ir

Pada hari ditampakkan segala rahasia,

فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ وَلَا نَاصِرٖ ١٠

Famā lahū min quwwatin walā nāsir

maka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dan tidak (pula) ada penolong.

وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجۡعِ ١١

Was-samā'i dzātir-raj'

Demi langit yang mengandung hujan,905

وَٱلۡأَرۡضِ ذَاتِ ٱلصَّدۡعِ ١٢

Wal-ardi dzātis-sad'

dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,

إِنَّهُۥ لَقَوۡلٞ فَصۡلٞ ١٣

Innahū laqawlun fasl

sungguh, (Al-Qur`an) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil),

وَمَا هُوَ بِٱلۡهَزۡلِ ١٤

Wamā huwa bil-hazl

dan (Al-Qur`an) itu bukanlah senda gurauan.

إِنَّهُمۡ يَكِيدُونَ كَيۡدٗا ١٥

Innahum yakīdūna kaydā

Sungguh, mereka (orang kafir) merencanakan tipu daya yang jahat,

وَأَكِيدُ كَيۡدٗا ١٦

Wa akīdu kaydā

dan Aku pun membuat rencana (tipu daya) yang jitu.

فَمَهِّلِ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدَۢا ١٧

Famahhilil-kāfirīna amhilhum ruwaydā

Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir. Berilah mereka kesempatan untuk sementara waktu.

Surat Al-A'la

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

سَبِّحِ ٱسۡمَ رَبِّكَ ٱلۡأَعۡلَى ١

Sabbihisma rabbikal-a'lā

Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi,

ٱلَّذِي خَلَقَ فَسَوَّىٰ ٢

Alladzī khalaqa fasawwā

yang menciptakan, lalu menyempurnakan (penciptaan-Nya),

وَٱلَّذِي قَدَّرَ فَهَدَىٰ ٣

Walladzī qaddara fahadā

yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,

وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ٤

Walladzī akhrajal-mar'ā

dan Yang menumbuhkan rerumputan,

فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ٥

Faja'alahū ghutsā'an ahwā

lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu kering kehitam-hitaman.

سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ٦

Sanuqri'uka falā tansā

Kami akan membacakan (Al-Qur`an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa,

إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ٧

Illā mā syā'allāhu innahū ya'lamul-jahra wamā yakhfā

kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.

وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ٨

Wanuyassiruka lil-yusrā

Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (mencapai kebahagian dunia dan akhirat),

فَذَكِّرۡ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ٩

Fadzakkir in nafa'atidz-dzikrā

oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat,

سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ١٠

Sayaddzakkaru man yakhsyā

orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,

وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى ١١

Wayatajannabuhal-asyqā

dan orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya,

ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ ١٢

Alladzī yaslan-nāral-kubrā

(yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka),

ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ١٣

Tsumma lā yamūtu fīhā walā yahyā

selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup.

قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ١٤

Qad aflaha man tazakkā

Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman),

وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ١٥

Wadzakarasma rabbihī fasallā

dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat.

بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ١٦

Bal tu'tsirūnal-hayawātad-dunyā

Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia,

وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ وَأَبۡقَىٰٓ ١٧

Wal-ākhiratu khayrun wa abqā

padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.

إِنَّ هَٰذَا لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ ١٨

Inna hādzā lafis-suhufil-ūlā

Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,

صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ ١٩

Suhufi ibrāhīma wamūsā

(yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

Surat Al-Gasyiyah

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِيثُ ٱلۡغَٰشِيَةِ ١

Hal atāka hadītsul-ghāsyiyah

Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari Kiamat)?

وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ ٢

Wujūhun yawma'idzin khāsyi'ah

Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina,

عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ ٣

'Āmilatun nāsibah

(karena) bekerja keras lagi kepayahan,

تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِيَةٗ ٤

Taslā nāran hāmiyah

mereka memasuki api yang sangat panas (neraka),

تُسۡقَىٰ مِنۡ عَيۡنٍ ءَانِيَةٖ ٥

Tusqā min 'aynin āniyah

diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas.

لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٖ ٦

Llaysa lahum ta'āmun illā min darī'

Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri,

لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِي مِن جُوعٖ ٧

Llā yusminu walā yughnī min jū'

yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.

وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ نَّاعِمَةٞ ٨

Wujūhun yawma'idzin nā'imah

Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri,

لِّسَعۡيِهَا رَاضِيَةٞ ٩

Llisa'yihā rādiyah

merasa senang karena usahanya (sendiri),

فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٖ ١٠

Fī jannatin 'āliyah

(mereka) dalam surga yang tinggi,

لَّا تَسۡمَعُ فِيهَا لَٰغِيَةٗ ١١

Llā tasma'u fīhā lāghiyah

di sana (kamu) tidak mendengar perkataan yang tidak berguna.

فِيهَا عَيۡنٞ جَارِيَةٞ ١٢

Fīhā 'aynun jāriyah

Di sana ada mata air yang mengalir.

فِيهَا سُرُرٞ مَّرۡفُوعَةٞ ١٣

Fīhā sururum marfū'ah

Di sana ada dipan-dipan yang ditinggikan,

وَأَكۡوَابٞ مَّوۡضُوعَةٞ ١٤

Wa akwābum mawdū'ah

dan gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya),

وَنَمَارِقُ مَصۡفُوفَةٞ ١٥

Wanamāriqu masfūfah

dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,

وَزَرَابِيُّ مَبۡثُوثَةٌ ١٦

Wazarābiyyu mabtsūtsah

dan permadani-permadani yang terhampar.

أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلۡإِبِلِ كَيۡفَ خُلِقَتۡ ١٧

Afalā yanzurūna ilal-ibili kayfa khuliqat

Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan?

وَإِلَى ٱلسَّمَآءِ كَيۡفَ رُفِعَتۡ ١٨

Wa ilas-samā'i kayfa rufi'at

Dan langit, bagaimana ditinggikan?

وَإِلَى ٱلۡجِبَالِ كَيۡفَ نُصِبَتۡ ١٩

Wa ilal-jibāli kayfa nusibat

Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan?

وَإِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَيۡفَ سُطِحَتۡ ٢٠

Wa ilal-ardi kayfa sutihat

Dan bumi bagaimana dihamparkan?

فَذَكِّرۡ إِنَّمَآ أَنتَ مُذَكِّرٞ ٢١

Fadzakkir innamā anta mudzakkir

Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan.

لَّسۡتَ عَلَيۡهِم بِمُصَيۡطِرٍ ٢٢

Llasta 'alayhim bimusaytir

Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,

إِلَّا مَن تَوَلَّىٰ وَكَفَرَ ٢٣

Illā man tawallā wakafar

kecuali (jika ada) orang yang berpaling dan kafir,

فَيُعَذِّبُهُ ٱللَّهُ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَكۡبَرَ ٢٤

Fayu'addzibuhullāhul-'adzābal-akbar

maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.

إِنَّ إِلَيۡنَآ إِيَابَهُمۡ ٢٥

Inna ilaynā iyābahum

Sungguh, kepada Kami lah mereka kembali,

ثُمَّ إِنَّ عَلَيۡنَا حِسَابَهُم ٢٦

Tsumma inna 'alaynā hisābahum

kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kami lah membuat perhitungan atas mereka.

Surat Al-Fajr

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلۡفَجۡرِ ١

Wal-fajr

Demi fajar,

وَلَيَالٍ عَشۡرٖ ٢

Walayālin 'asyr

demi malam yang sepuluh,906

وَٱلشَّفۡعِ وَٱلۡوَتۡرِ ٣

Wasy-syaf'i wal-watr

demi yang genap dan yang ganjil,

وَٱلَّيۡلِ إِذَا يَسۡرِ ٤

Wallayli idzā yasr

demi malam apabila berlalu.

هَلۡ فِي ذَٰلِكَ قَسَمٞ لِّذِي حِجۡرٍ ٥

Hal fī dzālika qasamul lidzī hijr

Adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) bagi orang-orang yang berakal?

أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ ٦

Alam tara kayfa fa'ala rabbuka bi'ād

Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) 'Ād?

إِرَمَ ذَاتِ ٱلۡعِمَادِ ٧

Irama dzātil-'imād

(yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum 'Ād) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,

ٱلَّتِي لَمۡ يُخۡلَقۡ مِثۡلُهَا فِي ٱلۡبِلَٰدِ ٨

Allatī lam yukhlaq mitsluhā fil-bilād

yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,

وَثَمُودَ ٱلَّذِينَ جَابُواْ ٱلصَّخۡرَ بِٱلۡوَادِ ٩

Watsamūdal-ladzīna jābus-sakhra bil-wād

dan (terhadap) kaum Samud yang memotong batu-batu besar di lembah,907

وَفِرۡعَوۡنَ ذِي ٱلۡأَوۡتَادِ ١٠

Wafir'awna dzil-awtād

dan (terhadap) Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar),

ٱلَّذِينَ طَغَوۡاْ فِي ٱلۡبِلَٰدِ ١١

Alladzīna taghaw fil-bilād

yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,

فَأَكۡثَرُواْ فِيهَا ٱلۡفَسَادَ ١٢

Fa aktsarū fīhal-fasād

lalu mereka banyak berbuat kerusakan dalam negeri itu,

فَصَبَّ عَلَيۡهِمۡ رَبُّكَ سَوۡطَ عَذَابٍ ١٣

Fasabba 'alayhim rabbuka sawta 'adzāb

karena itu Tuhanmu menimpakan cemeti azab kepada mereka,

إِنَّ رَبَّكَ لَبِٱلۡمِرۡصَادِ ١٤

Inna rabbaka labil-mirsād

sungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi.

فَأَمَّا ٱلۡإِنسَٰنُ إِذَا مَا ٱبۡتَلَىٰهُ رَبُّهُۥ فَأَكۡرَمَهُۥ وَنَعَّمَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّيٓ أَكۡرَمَنِ ١٥

Fa ammal-insānu idzā mabtalāhu rabbuhū fa akramahū wana''amahū fayaqūlu rabbī akraman

Adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, "Tuhanku telah memuliakanku."

وَأَمَّآ إِذَا مَا ٱبۡتَلَىٰهُ فَقَدَرَ عَلَيۡهِ رِزۡقَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّيٓ أَهَٰنَنِ ١٦

Wa ammā idzā mabtalāhu faqadara 'alayhi rizqahū fayaqūlu rabbī ahānan

Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, "Tuhanku telah menghinaku."908

كَلَّاۖ بَل لَّا تُكۡرِمُونَ ٱلۡيَتِيمَ ١٧

Kallā bal lā tukrimūnal-yatīm

Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim,909

وَلَا تَحَٰٓضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلۡمِسۡكِينِ ١٨

Walā tahāddūna 'alā ta'āmil-miskīn

dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,

وَتَأۡكُلُونَ ٱلتُّرَاثَ أَكۡلٗا لَّمّٗا ١٩

Wata'kulūnat-turātsa aklal lammā

sedangkan kamu memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram),

وَتُحِبُّونَ ٱلۡمَالَ حُبّٗا جَمّٗا ٢٠

Watuhibbūnal-māla hubban jammā

dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.

كَلَّآۖ إِذَا دُكَّتِ ٱلۡأَرۡضُ دَكّٗا دَكّٗا ٢١

Kallā idzā dukkatil-ardu dakkan dakkā

Sekali-kali tidak! Apabila bumi diguncangkan berturut-turut (berbenturan),

وَجَآءَ رَبُّكَ وَٱلۡمَلَكُ صَفّٗا صَفّٗا ٢٢

Wajā'a rabbuka wal-malaku saffan saffā

dan datanglah Tuhanmu; dan malaikat berbaris-baris,

وَجِاْيٓءَ يَوۡمَئِذِۭ بِجَهَنَّمَۚ يَوۡمَئِذٖ يَتَذَكَّرُ ٱلۡإِنسَٰنُ وَأَنَّىٰ لَهُ ٱلذِّكۡرَىٰ ٢٣

Wajiy'a yawma'idzi bijahannama yawma'idzin yatadzakkarul-insānu wa annā lahudz-dzikrā

dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu.

يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي قَدَّمۡتُ لِحَيَاتِي ٢٤

Yaqūlu yālaytanī qaddamtu lihayātī

Dia berkata, "Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini."

فَيَوۡمَئِذٖ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُۥٓ أَحَدٞ ٢٥

Fayawma'idzil lā yu'addzibu 'adzābahū ahad

Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya (yang adil),

وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُۥٓ أَحَدٞ ٢٦

Walā yūtsiqu watsāqahū ahad

dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.

يَٰٓأَيَّتُهَا ٱلنَّفۡسُ ٱلۡمُطۡمَئِنَّةُ ٢٧

Yā'ayyatuhan-nafsul-mutma'innah

Wahai jiwa yang tenang!

ٱرۡجِعِيٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةٗ مَّرۡضِيَّةٗ ٢٨

Irji'ī ilā rabbiki rādiyatam mardiyyah

Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.

فَٱدۡخُلِي فِي عِبَٰدِي ٢٩

Fadkhulī fī 'ibādī

Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,

وَٱدۡخُلِي جَنَّتِي ٣٠

Wadkhulī jannatī

dan masuklah ke dalam surga-Ku.

Surat Al-Balad

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

لَآ أُقۡسِمُ بِهَٰذَا ٱلۡبَلَدِ ١

Lā uqsimu bihādzal-balad

Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekkah).

وَأَنتَ حِلُّۢ بِهَٰذَا ٱلۡبَلَدِ ٢

Wa anta hillu bihādzal-balad

Dan engkau (Muhammad), bertempat di negeri (Mekkah) ini.

وَوَالِدٖ وَمَا وَلَدَ ٣

Wawālidin wamā walad

Dan demi (pertalian) bapak dan anaknya.

لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِي كَبَدٍ ٤

Laqad khalaqnal-insāna fī kabad

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

أَيَحۡسَبُ أَن لَّن يَقۡدِرَ عَلَيۡهِ أَحَدٞ ٥

Ayahsabu al lan yaqdira 'alayhi ahad

Apakah dia (manusia) itu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya?

يَقُولُ أَهۡلَكۡتُ مَالٗا لُّبَدًا ٦

Yaqūlu ahlaktu mālal lubadā

Dia mengatakan, "Aku telah menghabiskan harta yang banyak."

أَيَحۡسَبُ أَن لَّمۡ يَرَهُۥٓ أَحَدٌ ٧

Ayahsabu al lam yarahū ahad

Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya?

أَلَمۡ نَجۡعَل لَّهُۥ عَيۡنَيۡنِ ٨

Alam naj'al lahū 'aynayn

Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata,

وَلِسَانٗا وَشَفَتَيۡنِ ٩

Walisānan wasyafatayn

dan lidah dan sepasang bibir?

وَهَدَيۡنَٰهُ ٱلنَّجۡدَيۡنِ ١٠

Wahadaynāhun-najdayn

Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikkan dan kejahatan).

فَلَا ٱقۡتَحَمَ ٱلۡعَقَبَةَ ١١

Falaqtahamal-'aqabah

Tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar?

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡعَقَبَةُ ١٢

Wamā adrāka mal-'aqabah

Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu?

فَكُّ رَقَبَةٍ ١٣

Fakku raqabah

(Yaitu) membebaskan budak (hamba sahaya),

أَوۡ إِطۡعَٰمٞ فِي يَوۡمٖ ذِي مَسۡغَبَةٖ ١٤

Aw it'āmun fī yawmin dzī masghabah

atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan,

يَتِيمٗا ذَا مَقۡرَبَةٍ ١٥

Yatīman dzā maqrabah

(kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

أَوۡ مِسۡكِينٗا ذَا مَتۡرَبَةٖ ١٦

Aw miskīnan dzā matrabah

atau orang miskin yang sangat fakir.

ثُمَّ كَانَ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡمَرۡحَمَةِ ١٧

Tsumma kāna minal-ladzīna āmanū watawāsaw bis-sabri watawāsaw bil-marhamah

Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman, dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡمَيۡمَنَةِ ١٨

Ulā'ika ashābul-maymanah

Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.

وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِنَا هُمۡ أَصۡحَٰبُ ٱلۡمَشۡـَٔمَةِ ١٩

Walladzīna kafarū bi'āyātinā hum ashābul-masy'amah

Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.

عَلَيۡهِمۡ نَارٞ مُّؤۡصَدَةُۢ ٢٠

'Alayhim nārum mu'sadah

Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.

Surat Asy-Syams

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلشَّمۡسِ وَضُحَىٰهَا ١

Wasy-syamsi waduhāhā

Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari.

وَٱلۡقَمَرِ إِذَا تَلَىٰهَا ٢

Wal-qamari idzā talāhā

Demi bulan apabila mengiringinya.

وَٱلنَّهَارِ إِذَا جَلَّىٰهَا ٣

Wan-nahāri idzā jallāhā

Demi siang apabila menampakkannya.

وَٱلَّيۡلِ إِذَا يَغۡشَىٰهَا ٤

Wallayli idzā yaghsyāhā

Demi malam apabila menutupinya (gelap gulita).

وَٱلسَّمَآءِ وَمَا بَنَىٰهَا ٥

Was-samā'i wamā banāhā

Demi langit serta perancangannya (yang menakjubkan).

وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا طَحَىٰهَا ٦

Wal-ardi wamā tahāhā

Demi bumi serta penghamparannya.

وَنَفۡسٖ وَمَا سَوَّىٰهَا ٧

Wanafsin wamā sawwāhā

Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya.

فَأَلۡهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقۡوَىٰهَا ٨

Fa alhamahā fujūrahā wataqwāhā

Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya.

قَدۡ أَفۡلَحَ مَن زَكَّىٰهَا ٩

Qad aflaha man zakkāhā

Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu).

وَقَدۡ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا ١٠

Waqad khāba man dassāhā

Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.

كَذَّبَتۡ ثَمُودُ بِطَغۡوَىٰهَآ ١١

Kaddzabat tsamūdu bitaghwāhā

(Kaum) Samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas (zalim),

إِذِ ٱنۢبَعَثَ أَشۡقَىٰهَا ١٢

Idzimba'atsa asyqāhā

ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka.

فَقَالَ لَهُمۡ رَسُولُ ٱللَّهِ نَاقَةَ ٱللَّهِ وَسُقۡيَٰهَا ١٣

Faqāla lahum rasūlullāhi nāqatallāhi wasuqyāhā

Lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka, "(Biarkanlah) unta betina dari Allah ini dengan minumannya."

فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمۡدَمَ عَلَيۡهِمۡ رَبُّهُم بِذَنۢبِهِمۡ فَسَوَّىٰهَا ١٤

Fakaddzabūhu fa'aqarūhā fadamdama 'alayhim rabbuhum bidzambihim fasawwāhā

Namun mereka mendustakannya dan menyembelihnya, karena itu Tuhan membinasakan mereka karena dosanya, lalu diratakan-Nya (dengan tanah).

وَلَا يَخَافُ عُقۡبَٰهَا ١٥

Walā yakhāfu 'uqbāhā

Dan Dia tidak takut terhadap akibatnya.

Surat Al-Lail

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلَّيۡلِ إِذَا يَغۡشَىٰ ١

Wallayli idzā yaghsyā

Demi malam apabila menutupi (cahaya siang).

وَٱلنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ ٢

Wan-nahāri idzā tajallā

Demi siang bila terang benderang.

وَمَا خَلَقَ ٱلذَّكَرَ وَٱلۡأُنثَىٰٓ ٣

Wamā khalaqadz-dzakara wal-untsā

Demi penciptaan laki-laki dan perempuan.

إِنَّ سَعۡيَكُمۡ لَشَتَّىٰ ٤

Inna sa'yakum lasyattā

Sungguh, usahamu memang beraneka macam.

فَأَمَّا مَنۡ أَعۡطَىٰ وَٱتَّقَىٰ ٥

Fa ammā man a'tā wattaqā

Maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,

وَصَدَّقَ بِٱلۡحُسۡنَىٰ ٦

Wasaddaqa bil-husnā

dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga),

فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلۡيُسۡرَىٰ ٧

Fasanuyassiruhū lil-yusrā

maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan).

وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَٱسۡتَغۡنَىٰ ٨

Wa ammā mam bakhila wastaghnā

Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah),

وَكَذَّبَ بِٱلۡحُسۡنَىٰ ٩

Wakaddzaba bil-husnā

serta mendustakan (pahala) yang terbaik,

فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلۡعُسۡرَىٰ ١٠

Fasanuyassiruhū lil-'usrā

maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan).

وَمَا يُغۡنِي عَنۡهُ مَالُهُۥٓ إِذَا تَرَدَّىٰٓ ١١

Wamā yughnī 'anhu māluhū idzā taraddā

Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa.

إِنَّ عَلَيۡنَا لَلۡهُدَىٰ ١٢

Inna 'alaynā lalhudā

Sesungguhnya Kami lah yang memberi petunjuk,

وَإِنَّ لَنَا لَلۡأٓخِرَةَ وَٱلۡأُولَىٰ ١٣

Wa inna lanā lal'ākhirata wal-ūlā

dan sesungguhnya milik Kami lah akhirat dan dunia.

فَأَنذَرۡتُكُمۡ نَارٗا تَلَظَّىٰ ١٤

Fa andzartukum nāran talazzā

Maka aku memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala,

لَا يَصۡلَىٰهَآ إِلَّا ٱلۡأَشۡقَى ١٥

Lā yaslāhā illal-asyqā

yang hanya dimasuki oleh orang yang paling celaka,

ٱلَّذِي كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ ١٦

Alladzī kaddzaba watawallā

yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).

وَسَيُجَنَّبُهَا ٱلۡأَتۡقَى ١٧

Wasayujannabuhal-atqā

Dan akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa,

ٱلَّذِي يُؤۡتِي مَالَهُۥ يَتَزَكَّىٰ ١٨

Alladzī yu'tī mālahū yatazakkā

yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (dirinya),

وَمَا لِأَحَدٍ عِندَهُۥ مِن نِّعۡمَةٖ تُجۡزَىٰٓ ١٩

Wamā li ahadin 'indahū min ni'matin tujzā

dan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat padanya yang harus dibalasnya,

إِلَّا ٱبۡتِغَآءَ وَجۡهِ رَبِّهِ ٱلۡأَعۡلَىٰ ٢٠

Illabtighā'a wajhi rabbihil-a'lā

tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi.

وَلَسَوۡفَ يَرۡضَىٰ ٢١

Walasawfa yardā

Dan niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan (yang sempurna).

Surat Ad-Duha

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلضُّحَىٰ ١

Wad-duhā

Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalan).

وَٱلَّيۡلِ إِذَا سَجَىٰ ٢

Wallayli idzā sajā

Dan demi malam apabila telah sunyi.

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ ٣

Mā wadda'aka rabbuka wamā qalā

Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu.910

وَلَلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ لَّكَ مِنَ ٱلۡأُولَىٰ ٤

Walal'ākhiratu khayrul laka minal-ūlā

Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan.911

وَلَسَوۡفَ يُعۡطِيكَ رَبُّكَ فَتَرۡضَىٰٓ ٥

Walasawfa yu'tīka rabbuka fatardā

Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.

أَلَمۡ يَجِدۡكَ يَتِيمٗا فَـَٔاوَىٰ ٦

Alam yajidka yatīman fa'āwā

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu).

وَوَجَدَكَ ضَآلّٗا فَهَدَىٰ ٧

Wawajadaka dāllan fahadā

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung,912 lalu Dia memberikan petunjuk.

وَوَجَدَكَ عَآئِلٗا فَأَغۡنَىٰ ٨

Wawajadaka 'ā'ilan fa aghnā

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

فَأَمَّا ٱلۡيَتِيمَ فَلَا تَقۡهَرۡ ٩

Fa ammal-yatīma falā taqhar

Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.

وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنۡهَرۡ ١٠

Wa ammas-sā'ila falā tanhar

Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik(nya).

وَأَمَّا بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثۡ ١١

Wa ammā bini'mati rabbika fahaddits

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).

Surat Asy-Syarh

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

أَلَمۡ نَشۡرَحۡ لَكَ صَدۡرَكَ ١

Alam nasyrah laka sadrak

Bukankah kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?

وَوَضَعۡنَا عَنكَ وِزۡرَكَ ٢

Wawada'nā 'anka wizrak

Dan kami pun telah menurunkan beban darimu,913

ٱلَّذِيٓ أَنقَضَ ظَهۡرَكَ ٣

Alladzī anqada zahrak

yang memberatkan punggungmu,

وَرَفَعۡنَا لَكَ ذِكۡرَكَ ٤

Warafa'nā laka dzikrak

dan kami tinggikan sebutan (nama)mu914 bagimu.

فَإِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرًا ٥

Fa inna ma'al-'usri yusrā

Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,

إِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرٗا ٦

Inna ma'al-'usri yusrā

sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

فَإِذَا فَرَغۡتَ فَٱنصَبۡ ٧

Fa idzā faraghta fansab

Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),915

وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرۡغَب ٨

Wa ilā rabbika farghab

dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.

Surat At-Tin

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلتِّينِ وَٱلزَّيۡتُونِ ١

Wat-tīni waz-zaytūn

Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun.916

وَطُورِ سِينِينَ ٢

Watūri sīnīn

Demi gunung Sinai. 917

وَهَٰذَا ٱلۡبَلَدِ ٱلۡأَمِينِ ٣

Wahādzal-baladil-amīn

Dan demi negeri (Mekkah) yang aman ini.

لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِيٓ أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٖ ٤

Laqad khalaqnal-insāna fī ahsani taqwīm

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,

ثُمَّ رَدَدۡنَٰهُ أَسۡفَلَ سَٰفِلِينَ ٥

Tsumma radadnāhu asfala sāfilīn

kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَلَهُمۡ أَجۡرٌ غَيۡرُ مَمۡنُونٖ ٦

Illal-ladzīna āmanū wa'amilus-sālihāti falahum ajrun ghayru mamnūn

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.

فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعۡدُ بِٱلدِّينِ ٧

Famā yukaddzibuka ba'du bid-dīn

Maka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu?

أَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِأَحۡكَمِ ٱلۡحَٰكِمِينَ ٨

Alaysallāhu bi ahkamil-hākimīn

Bukankah Allah Hakim yang paling adil?

Surat Al-'Alaq

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ ١

Iqra' bismi rabbikal-ladzī khalaq

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.

خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ ٢

Khalaqal-insāna min 'alaq

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ ٣

Iqra' warabbukal-akram

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia.

ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ ٤

Alladzī 'allama bil-qalam

Yang mengajar (manusia) dengan pena.

عَلَّمَ ٱلۡإِنسَٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ ٥

'Allamal-insāna mā lam ya'lam

Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

كَلَّآ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَيَطۡغَىٰٓ ٦

Kallā innal-insāna layatghā

Sekali-sekali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas,

أَن رَّءَاهُ ٱسۡتَغۡنَىٰٓ ٧

Ar ra'āhustaghnā

apabila melihat dirinya serba cukup.

إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجۡعَىٰٓ ٨

Inna ilā rabbikar-ruj'ā

Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu).

أَرَءَيۡتَ ٱلَّذِي يَنۡهَىٰ ٩

Ara'aytal-ladzī yanhā

Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,

عَبۡدًا إِذَا صَلَّىٰٓ ١٠

'Abdan idzā sallā

seorang hamba ketika dia melaksanakan salat?918

أَرَءَيۡتَ إِن كَانَ عَلَى ٱلۡهُدَىٰٓ ١١

Ara'ayta in kāna 'alal-hudā

Bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang salat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk),

أَوۡ أَمَرَ بِٱلتَّقۡوَىٰٓ ١٢

Aw amara bit-taqwā

atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

أَرَءَيۡتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰٓ ١٣

Ara'ayta in kaddzaba watawallā

Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?

أَلَمۡ يَعۡلَم بِأَنَّ ٱللَّهَ يَرَىٰ ١٤

Alam ya'lam bi annallāha yarā

Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?

كَلَّا لَئِن لَّمۡ يَنتَهِ لَنَسۡفَعَۢا بِٱلنَّاصِيَةِ ١٥

Kallā la il lam yantahi lanasfa'ā bin-nāsiyah

Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya (ke dalam neraka),

نَاصِيَةٖ كَٰذِبَةٍ خَاطِئَةٖ ١٦

Nāsiyatin kādzibatin khāti'ah

(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.

فَلۡيَدۡعُ نَادِيَهُۥ ١٧

Falyad'u nādiyah

Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya).

سَنَدۡعُ ٱلزَّبَانِيَةَ ١٨

Sanad'uz-zabāniyah

Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah (penyiksa orang-orang yang berdosa).

كَلَّا لَا تُطِعۡهُ وَٱسۡجُدۡۤ وَٱقۡتَرِب۩ ١٩

Kallā lā tuti'hu wasjud waqtarib

Sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).

Surat Al-Qadr

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ ١

Innā anzalnāhu fī laylatil-qadr

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur`an) pada malam qadar.919

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ ٢

Wamā adrāka mā laylatul-qadr

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ ٣

Laylatul-qadri khayrum min alfi syahr

Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.

تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرٖ ٤

Tanazzalul-malā'ikatu war-rūhu fīhā bi idzni rabbihim min kulli amr

Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ ٥

Salāmun hiya hattā matla'il-fajr

Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

Surat Al-Bayyinah

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

لَمۡ يَكُنِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأۡتِيَهُمُ ٱلۡبَيِّنَةُ ١

Lam yakunil-ladzīna kafarū min ahlil-kitābi wal-musyrikīna munfakkīna hattā ta'tiyahumul-bayyinah

Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,

رَسُولٞ مِّنَ ٱللَّهِ يَتۡلُواْ صُحُفٗا مُّطَهَّرَةٗ ٢

Rasūlum minallāhi yatlū suhufam mutahharah

(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al-Qur`an),

فِيهَا كُتُبٞ قَيِّمَةٞ ٣

Fīhā kutubun qayyimah

di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar).920

وَمَا تَفَرَّقَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡهُمُ ٱلۡبَيِّنَةُ ٤

Wamā tafarraqal-ladzīna ūtul-kitāba illā mim ba'di mā jā'athumul-bayyinah

Dan tidaklah terpecah belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.

وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُواْ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلۡقَيِّمَةِ ٥

Wamā umirū illā liya'budullāha mukhlisīna lahud-dīna hunafā'a wayuqīmus-salawāta wayu'tuz-zakawāta wadzālika dīnul-qayyimah

Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).921

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ شَرُّ ٱلۡبَرِيَّةِ ٦

Innal-ladzīna kafarū min ahlil-kitābi wal-musyrikīna fī nāri jahannama khālidīna fīhā ulā'ika hum syarrul-bariyyah

Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ خَيۡرُ ٱلۡبَرِيَّةِ ٧

Innal-ladzīna āmanū wa'amilus-sālihāti ulā'ika hum khayrul-bariyyah

Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itulah sebaik-baik makhluk.

جَزَآؤُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ جَنَّٰتُ عَدۡنٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۖ رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُۚ ذَٰلِكَ لِمَنۡ خَشِيَ رَبَّهُۥ ٨

Jazā'uhum 'inda rabbihim jannātu 'adnin tajrī min tahtihal-anhāru khālidīna fīhā abadar radiyallāhu 'anhum waradū 'anhu dzālika liman khasyiya rabbah

Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Surat Az-Zalzalah

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

إِذَا زُلۡزِلَتِ ٱلۡأَرۡضُ زِلۡزَالَهَا ١

Idzā zulzilatil-ardu zilzālahā

Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,

وَأَخۡرَجَتِ ٱلۡأَرۡضُ أَثۡقَالَهَا ٢

Wa akhrajatil-ardu atsqālahā

dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,

وَقَالَ ٱلۡإِنسَٰنُ مَا لَهَا ٣

Waqālal-insānu mā lahā

dan manusia bertanya, "Apa yang terjadi pada bumi ini?"

يَوۡمَئِذٖ تُحَدِّثُ أَخۡبَارَهَا ٤

Yawma'idzin tuhadditsu akhbārahā

Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya,

بِأَنَّ رَبَّكَ أَوۡحَىٰ لَهَا ٥

Bi anna rabbaka awhā lahā

karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya.

يَوۡمَئِذٖ يَصۡدُرُ ٱلنَّاسُ أَشۡتَاتٗا لِّيُرَوۡاْ أَعۡمَٰلَهُمۡ ٦

Yawma'idzin yasdurun-nāsu asytātal liyuraw a'mālahum

Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok,922 untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua amal perbuatannya.

فَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرٗا يَرَهُۥ ٧

Faman ya'mal mitsqāla dzarratin khayran yarah

Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

وَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٖ شَرّٗا يَرَهُۥ ٨

Waman ya'mal mitsqāla dzarratin syarran yarah

Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

Surat Al-'Adiyat

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلۡعَٰدِيَٰتِ ضَبۡحٗا ١

Wal-'ādiyāti dabhā

Demi kuda perang yang berlari kencang terengah-engah,

فَٱلۡمُورِيَٰتِ قَدۡحٗا ٢

Fal-mūriyāti qadhā

dan kuda yang memercikkan bunga api (dengan pukulan kuku kakinya),

فَٱلۡمُغِيرَٰتِ صُبۡحٗا ٣

Fal-mughīrāti subhā

dan kuda yang menyerang (dengan tiba-tiba) pada waktu pagi,

فَأَثَرۡنَ بِهِۦ نَقۡعٗا ٤

Fa atsarna bihī naq'ā

sehingga menerbangkan debu,

فَوَسَطۡنَ بِهِۦ جَمۡعًا ٥

Fawasatna bihī jam'ā

lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,

إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لِرَبِّهِۦ لَكَنُودٞ ٦

Innal-insāna lirabbihī lakanūd

sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhannya,

وَإِنَّهُۥ عَلَىٰ ذَٰلِكَ لَشَهِيدٞ ٧

Wa innahū 'alā dzālika lasyahīd

dan sesungguhnya dia (manusia) menyaksikan (mengakui) keingkarannya,

وَإِنَّهُۥ لِحُبِّ ٱلۡخَيۡرِ لَشَدِيدٌ ٨

Wa innahū lihubbil-khayri lasyadīd

dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan.

۞ أَفَلَا يَعۡلَمُ إِذَا بُعۡثِرَ مَا فِي ٱلۡقُبُورِ ٩

Afalā ya'lamu idzā bu'tsira mā fil-qubūr

Maka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan,

وَحُصِّلَ مَا فِي ٱلصُّدُورِ ١٠

Wahussila mā fis-sudūr

dan apa yang tersimpan di dalam dada dikeluarkan?

إِنَّ رَبَّهُم بِهِمۡ يَوۡمَئِذٖ لَّخَبِيرُۢ ١١

Inna rabbahum bihim yawma'idzil lakhabīr

Sungguh, Tuhan mereka pada hari itu Mahateliti terhadap keadaan mereka.

Surat Al-Qari'ah

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

ٱلۡقَارِعَةُ ١

Al-qāri'ah

Hari Kiamat.

مَا ٱلۡقَارِعَةُ ٢

Mal-qāri'ah

Apakah hari Kiamat itu?

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡقَارِعَةُ ٣

Wamā adrāka mal-qāri'ah

Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?

يَوۡمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ كَٱلۡفَرَاشِ ٱلۡمَبۡثُوثِ ٤

Yawma yakūnun-nāsu kal-farāsyil-mabtsūts

Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan,

وَتَكُونُ ٱلۡجِبَالُ كَٱلۡعِهۡنِ ٱلۡمَنفُوشِ ٥

Watakūnul-jibālu kal-'ihnil-manfūsy

dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.

فَأَمَّا مَن ثَقُلَتۡ مَوَٰزِينُهُۥ ٦

Fa ammā man tsaqulat mawāzīnuh

Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,

فَهُوَ فِي عِيشَةٖ رَّاضِيَةٖ ٧

Fahuwa fī 'īsyatir rādiyah

maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang).

وَأَمَّا مَنۡ خَفَّتۡ مَوَٰزِينُهُۥ ٨

Wa ammā man khaffat mawāzīnuh

Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,

فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٞ ٩

Fa ummuhū hāwiyah

maka tempat kembalinya adalah neraka Hāwiyah.

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا هِيَهۡ ١٠

Wamā adrāka mā hiyah

Dan tahukah kamu apakah neraka Hāwiyah itu?

نَارٌ حَامِيَةُۢ ١١

Nārun hāmiyah

(Yaitu) api yang sangat panas.

Surat At-Takasur

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

أَلۡهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ ١

Alhākumut-takātsur

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,923

حَتَّىٰ زُرۡتُمُ ٱلۡمَقَابِرَ ٢

Hattā zurtumul-maqābir

sampai kamu masuk ke dalam kubur.

كَلَّا سَوۡفَ تَعۡلَمُونَ ٣

Kallā sawfa ta'lamūn

Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu).

ثُمَّ كَلَّا سَوۡفَ تَعۡلَمُونَ ٤

Tsumma kallā sawfa ta'lamūn

Kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.

كَلَّا لَوۡ تَعۡلَمُونَ عِلۡمَ ٱلۡيَقِينِ ٥

Kallā law ta'lamūna 'ilmal-yaqīn

Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti,

لَتَرَوُنَّ ٱلۡجَحِيمَ ٦

Latarawunnal-jahīm

niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim,

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيۡنَ ٱلۡيَقِينِ ٧

Tsumma latarawunnahā 'aynal-yaqīn

kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri,

ثُمَّ لَتُسۡـَٔلُنَّ يَوۡمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ ٨

Tsumma latus'alunna yawma'idzin 'anin-na'īm

kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).

Surat Al-'Asr

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلۡعَصۡرِ ١

Wal-'asr

Demi masa.

إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢

Innal-insāna lafī khusr

Sungguh, manusia berada dalam kerugian,

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣

Illal-ladzīna āmanū wa'amilus-sālihāti watawāsaw bil-haqqi watawāsaw bis-sabr

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Surat Al-Humazah

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَيۡلٞ لِّكُلِّ هُمَزَةٖ لُّمَزَةٍ ١

Waylul likulli humazatil lumazah

Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,

ٱلَّذِي جَمَعَ مَالٗا وَعَدَّدَهُۥ ٢

Alladzī jama'a mālan wa'addadah

yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,924

يَحۡسَبُ أَنَّ مَالَهُۥٓ أَخۡلَدَهُۥ ٣

Yahsabu anna mālahū akhladah

dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.

كَلَّاۖ لَيُنۢبَذَنَّ فِي ٱلۡحُطَمَةِ ٤

Kallā layumbadzanna fil-hutamah

Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Ḥuṭamah.

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡحُطَمَةُ ٥

Wamā adrāka mal-hutamah

Dan tahukah kamu apakah (neraka) Ḥuṭamah itu?

نَارُ ٱللَّهِ ٱلۡمُوقَدَةُ ٦

Nārullāhil-mūqadah

(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan,

ٱلَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى ٱلۡأَفۡـِٔدَةِ ٧

Allatī tattali'u 'alal-af'idah

yang (membakar) sampai ke hati.

إِنَّهَا عَلَيۡهِم مُّؤۡصَدَةٞ ٨

Innahā 'alayhim mu'sadah

Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka,

فِي عَمَدٖ مُّمَدَّدَةِۭ ٩

Fī 'amadim mumaddadah

(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

Surat Al-Fil

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصۡحَٰبِ ٱلۡفِيلِ ١

Alam tara kayfa fa'ala rabbuka bi ashābil-fīl

Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?925

أَلَمۡ يَجۡعَلۡ كَيۡدَهُمۡ فِي تَضۡلِيلٖ ٢

Alam yaj'al kaydahum fī tadlīl

Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?

وَأَرۡسَلَ عَلَيۡهِمۡ طَيۡرًا أَبَابِيلَ ٣

Wa arsala 'alayhim tayran abābīl

Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,

تَرۡمِيهِم بِحِجَارَةٖ مِّن سِجِّيلٖ ٤

Tarmīhim bihijāratim min sijjīl

yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,

فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفٖ مَّأۡكُولِۭ ٥

Faja'alahum ka'asfim ma'kūl

sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Surat Quraisy

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

لِإِيلَٰفِ قُرَيۡشٍ ١

Li īlāfi quraysy

Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,

إِۦلَٰفِهِمۡ رِحۡلَةَ ٱلشِّتَآءِ وَٱلصَّيۡفِ ٢

Īlāfihim rihlatasy-syitā'i was-sayf

(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.926

فَلۡيَعۡبُدُواْ رَبَّ هَٰذَا ٱلۡبَيۡتِ ٣

Falya'budū rabba hādzal-bayt

Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah),

ٱلَّذِيٓ أَطۡعَمَهُم مِّن جُوعٖ وَءَامَنَهُم مِّنۡ خَوۡفِۭ ٤

Alladzī at'amahum min jū'in wa āmanahum min khawf

yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan.

Surat Al-Ma'un

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

أَرَءَيۡتَ ٱلَّذِي يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ ١

Ara'aytal-ladzī yukaddzibu bid-dīn

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

فَذَٰلِكَ ٱلَّذِي يَدُعُّ ٱلۡيَتِيمَ ٢

Fadzālikal-ladzī yadu''ul-yatīm

Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلۡمِسۡكِينِ ٣

Walā yahuddu 'alā ta'āmil-miskīn

dan tidak mengajak memberi makan orang miskin.

فَوَيۡلٞ لِّلۡمُصَلِّينَ ٤

Fawaylul lil-musallīn

Maka celakalah orang yang salat,

ٱلَّذِينَ هُمۡ عَن صَلَاتِهِمۡ سَاهُونَ ٥

Alladzīna hum 'an salātihim sāhūn

(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya,927

ٱلَّذِينَ هُمۡ يُرَآءُونَ ٦

Alladzīna hum yurā'ūn

yang berbuat riya,928

وَيَمۡنَعُونَ ٱلۡمَاعُونَ ٧

Wayamna'ūnal-mā'ūn

dan enggan (memberikan) bantuan.929

Surat Al-Kausar

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

إِنَّآ أَعۡطَيۡنَٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ ١

Innā a'taynākal-kawtsar

Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ ٢

Fasalli lirabbika wanhar

Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ ٣

Inna syāni'aka huwal-abtar

Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).

Surat Al-Kafirun

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡكَٰفِرُونَ ١

Qul yā'ayyuhal-kāfirūn

Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir!

لَآ أَعۡبُدُ مَا تَعۡبُدُونَ ٢

Lā a'budu mā ta'budūn

Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,

وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ ٣

Walā antum 'ābidūna mā a'bud

dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,

وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٞ مَّا عَبَدتُّمۡ ٤

Walā ana 'ābidum mā 'abattum

dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ ٥

Walā antum 'ābidūna mā a'bud

dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.

لَكُمۡ دِينُكُمۡ وَلِيَ دِينِ ٦

Lakum dīnukum waliya dīn

Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."

Surat An-Nasr

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

إِذَا جَآءَ نَصۡرُ ٱللَّهِ وَٱلۡفَتۡحُ ١

Idzā jā'a nasrullāhi wal-fath

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,

وَرَأَيۡتَ ٱلنَّاسَ يَدۡخُلُونَ فِي دِينِ ٱللَّهِ أَفۡوَاجٗا ٢

Wara'aytan-nāsa yadkhulūna fī dīnillāhi afwājā

dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah.

فَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ وَٱسۡتَغۡفِرۡهُۚ إِنَّهُۥ كَانَ تَوَّابَۢا ٣

Fasabbih bihamdi rabbika wastaghfirhu innahū kāna tawwābā

Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.

Surat Al-Lahab

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

تَبَّتۡ يَدَآ أَبِي لَهَبٖ وَتَبَّ ١

Tabbat yadā abī lahabin watabb

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!930

مَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُ مَالُهُۥ وَمَا كَسَبَ ٢

Mā aghnā 'anhu māluhū wamā kasab

Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.

سَيَصۡلَىٰ نَارٗا ذَاتَ لَهَبٖ ٣

Sayaslā nāran dzāta lahab

Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).

وَٱمۡرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلۡحَطَبِ ٤

Wamra'atuhū hammālatal-hatab

Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).

فِي جِيدِهَا حَبۡلٞ مِّن مَّسَدِۭ ٥

Fī jīdihā hablum mim masad

Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.

Surat Al-Ikhlas

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ١

Qul huwallāhu ahad

Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa.

ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢

Allāhus-samad

Allah tempat meminta segala sesuatu.

لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ ٣

Lam yalid walam yūlad

(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ ٤

Walam yakul lahū kufuwan ahad

Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."

Surat Al-Falaq

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ ١

Qul a'ūdzu birabbil-falaq

Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),

مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ٢

Min syarri mā khalaq

dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ٣

Wamin syarri ghāsiqin idzā waqab

dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِي ٱلۡعُقَدِ ٤

Wamin syarrin-naffātsāti fil-'uqad

dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ٥

Wamin syarri hāsidin idzā hasad

dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."

Surat An-Nas

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ ١

Qul a'ūdzu birabbin-nās

Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,

مَلِكِ ٱلنَّاسِ ٢

Malikin-nās

Raja manusia,

إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ ٣

Ilāhin-nās

sembahan manusia,

مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ ٤

Min syarril-waswāsil-khannās

dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,

ٱلَّذِي يُوَسۡوِسُ فِي صُدُورِ ٱلنَّاسِ ٥

Alladzī yuwaswisu fī sudūrin-nās

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ ٦

Minal-jinnati wan-nās

dari (golongan) jin dan manusia."

Pertanyaan

Juz 30 dimulai dan berakhir di mana?

Juz 30 dimulai dari Surat An-Naba' 78:1 dan berakhir di Surat An-Nas 114:6.

Surat apa saja yang ada di Juz 30?

Juz 30 berisi An-Naba', An-Nazi'at, 'Abasa, At-Takwir, Al-Infitar, Al-Mutaffifin, Al-Insyiqaq, Al-Buruj, At-Tariq, Al-A'la, Al-Gasyiyah, Al-Fajr, Al-Balad, Asy-Syams, Al-Lail, Ad-Duha, Asy-Syarh, At-Tin, Al-'Alaq, Al-Qadr, Al-Bayyinah, Az-Zalzalah, Al-'Adiyat, Al-Qari'ah, At-Takasur, Al-'Asr, Al-Humazah, Al-Fil, Quraisy, Al-Ma'un, Al-Kausar, Al-Kafirun, An-Nasr, Al-Lahab, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas.

Apa itu juz?

Juz adalah satu dari 30 bagian Al-Quran yang panjangnya sama. Dengan membaca satu juz sehari, Al-Quran khatam dalam sebulan.