Juz 29 تبارك الذي

Dari Surat Al-Mulk 67:1 sampai Surat Al-Mursalat 77:50

Terjemahan: Indonesian Translation - Ministry of Religious Affairs

Surat Al-Mulk

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

تَبَٰرَكَ ٱلَّذِي بِيَدِهِ ٱلۡمُلۡكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ١

Tabārakal-ladzī biyadihil-mulku wahuwa 'alā kulli syay'in qadīr

Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفُورُ ٢

Alladzī khalaqal-mawta wal-hayawāta liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalan wahuwal-'azīzul-ghafūr

Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.

ٱلَّذِي خَلَقَ سَبۡعَ سَمَٰوَٰتٖ طِبَاقٗاۖ مَّا تَرَىٰ فِي خَلۡقِ ٱلرَّحۡمَٰنِ مِن تَفَٰوُتٖۖ فَٱرۡجِعِ ٱلۡبَصَرَ هَلۡ تَرَىٰ مِن فُطُورٖ ٣

Alladzī khalaqa sab'a samāwātin tibāqam mā tarā fī khalqir-rahmāni min tafāwutin farji'il-basara hal tarā min futūr

Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?

ثُمَّ ٱرۡجِعِ ٱلۡبَصَرَ كَرَّتَيۡنِ يَنقَلِبۡ إِلَيۡكَ ٱلۡبَصَرُ خَاسِئٗا وَهُوَ حَسِيرٞ ٤

Tsummarji'il-basara karratayni yanqalib ilaykal-basaru khāsi'an wahuwa hasīr

Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih.

وَلَقَدۡ زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنۡيَا بِمَصَٰبِيحَ وَجَعَلۡنَٰهَا رُجُومٗا لِّلشَّيَٰطِينِۖ وَأَعۡتَدۡنَا لَهُمۡ عَذَابَ ٱلسَّعِيرِ ٥

Walaqad zayyannas-samā'ad-dunyā bimasābīha waja'alnāhā rujūmal lisy-syayātīni wa a'tadnā lahum 'adzābas-sa'īr

Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.

وَلِلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمۡ عَذَابُ جَهَنَّمَۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ ٦

Walilladzīna kafarū birabbihim 'adzābu jahannama wabi'sal-masīr

Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya, akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

إِذَآ أُلۡقُواْ فِيهَا سَمِعُواْ لَهَا شَهِيقٗا وَهِيَ تَفُورُ ٧

Idzā ulqū fīhā sami'ū lahā syahīqan wahiya tafūr

Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu membara,

تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ ٱلۡغَيۡظِۖ كُلَّمَآ أُلۡقِيَ فِيهَا فَوۡجٞ سَأَلَهُمۡ خَزَنَتُهَآ أَلَمۡ يَأۡتِكُمۡ نَذِيرٞ ٨

Takādu tamayyazu minal-ghayzi kullamā ulqiya fīhā fawjun sa'alahum khazanatuhā alam ya'tikum nadzīr

(neraka itu) hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, "Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?"

قَالُواْ بَلَىٰ قَدۡ جَآءَنَا نَذِيرٞ فَكَذَّبۡنَا وَقُلۡنَا مَا نَزَّلَ ٱللَّهُ مِن شَيۡءٍ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا فِي ضَلَٰلٖ كَبِيرٖ ٩

Qālū balā qad jā'anā nadzīrun fakaddzabnā waqulnā mā nazzalallāhu min syay'in in antum illā fī dalālin kabīr

Mereka menjawab, "Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, "Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu sebenarnya di dalam kesesatan yang besar."

وَقَالُواْ لَوۡ كُنَّا نَسۡمَعُ أَوۡ نَعۡقِلُ مَا كُنَّا فِيٓ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ ١٠

Waqālū law kunnā nasma'u aw na'qilu mā kunnā fī ashābis-sa'īr

Dan mereka berkata, "Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala."

فَٱعۡتَرَفُواْ بِذَنۢبِهِمۡ فَسُحۡقٗا لِّأَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ ١١

Fa'tarafū bidzambihim fasuhqal li ashābis-sa'īr

Maka mereka mengakui dosanya. Tetapi jauhlah (dari rahmat Allah) bagi penghuni neraka yang menyala-nyala itu.

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَخۡشَوۡنَ رَبَّهُم بِٱلۡغَيۡبِ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ وَأَجۡرٞ كَبِيرٞ ١٢

Innal-ladzīna yakhsyawna rabbahum bil-ghaybi lahum maghfiratun wa ajrun kabīr

Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat oleh mereka, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

وَأَسِرُّواْ قَوۡلَكُمۡ أَوِ ٱجۡهَرُواْ بِهِۦٓۖ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ١٣

Wa asirrū qawlakum awijharū bihī innahū 'alīmu bidzātis-sudūr

Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

أَلَا يَعۡلَمُ مَنۡ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلۡخَبِيرُ ١٤

Alā ya'lamu man khalaqa wahuwal-latīful-khabīr

Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Mahahalus, Maha Mengetahui.

هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ ذَلُولٗا فَٱمۡشُواْ فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُواْ مِن رِّزۡقِهِۦۖ وَإِلَيۡهِ ٱلنُّشُورُ ١٥

Huwal-ladzī ja'ala lakumul-arda dzalūlan famsyū fī manākibihā wakulū mir rizqihī wa ilayhin-nusyūr

Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

ءَأَمِنتُم مَّن فِي ٱلسَّمَآءِ أَن يَخۡسِفَ بِكُمُ ٱلۡأَرۡضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ ١٦

A'amintum man fis-samā'i an yakhsifa bikumul-arda fa idzā hiya tamūr

Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang?

أَمۡ أَمِنتُم مَّن فِي ٱلسَّمَآءِ أَن يُرۡسِلَ عَلَيۡكُمۡ حَاصِبٗاۖ فَسَتَعۡلَمُونَ كَيۡفَ نَذِيرِ ١٧

Am amintum man fis-samā'i an yursila 'alaykum hāsiban fasata'lamūna kayfa nadzīr

atau sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu? Namun kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku.

وَلَقَدۡ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ فَكَيۡفَ كَانَ نَكِيرِ ١٨

Walaqad kaddzabal-ladzīna min qablihim fakayfa kāna nakīr

Dan sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka betapa hebatnya kemurkaan-Ku!

أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ إِلَى ٱلطَّيۡرِ فَوۡقَهُمۡ صَٰٓفَّٰتٖ وَيَقۡبِضۡنَۚ مَا يُمۡسِكُهُنَّ إِلَّا ٱلرَّحۡمَٰنُۚ إِنَّهُۥ بِكُلِّ شَيۡءِۭ بَصِيرٌ ١٩

Awalam yaraw ilat-tayri fawqahum sāffātin wayaqbidna mā yumsikuhunna illar-rahmānu innahū bikulli syay'i basīr

Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, Dia Maha Melihat segala sesuatu.

أَمَّنۡ هَٰذَا ٱلَّذِي هُوَ جُندٞ لَّكُمۡ يَنصُرُكُم مِّن دُونِ ٱلرَّحۡمَٰنِۚ إِنِ ٱلۡكَٰفِرُونَ إِلَّا فِي غُرُورٍ ٢٠

Amman hādzal-ladzī huwa jundul lakum yansurukum min dūnir-rahmāni inil-kāfirūna illā fī ghurūr

Atau siapakah yang akan menjadi bala tentara bagimu yang dapat membelamu selain (Allah) Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu hanyalah dalam (keadaan) tertipu.

أَمَّنۡ هَٰذَا ٱلَّذِي يَرۡزُقُكُمۡ إِنۡ أَمۡسَكَ رِزۡقَهُۥۚ بَل لَّجُّواْ فِي عُتُوّٖ وَنُفُورٍ ٢١

Amman hādzal-ladzī yarzuqukum in amsaka rizqahū bal lajjū fī 'utuwwin wanufūr

Atau siapakah yang dapat memberimu rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Bahkan mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri (dari kebenaran).

أَفَمَن يَمۡشِي مُكِبًّا عَلَىٰ وَجۡهِهِۦٓ أَهۡدَىٰٓ أَمَّن يَمۡشِي سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ٢٢

Afaman yamsyī mukibban 'alā wajhihī ahdā amman yamsyī sawiyyan 'alā sirātim mustaqīm

Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup yang lebih terpimpin (dalam kebenaran) ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?

قُلۡ هُوَ ٱلَّذِيٓ أَنشَأَكُمۡ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَٱلۡأَفۡـِٔدَةَۚ قَلِيلٗا مَّا تَشۡكُرُونَ ٢٣

Qul huwal-ladzī ansya'akum waja'ala lakumus-sam'a wal-absāra wal-af'idata qalīlam mā tasykurūn

Katakanlah, "Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.

قُلۡ هُوَ ٱلَّذِي ذَرَأَكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَإِلَيۡهِ تُحۡشَرُونَ ٢٤

Qul huwal-ladzī dzara'akum fil-ardi wa ilayhi tuhsyarūn

Katakanlah, "Dialah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan."

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٢٥

Wayaqūlūna matā hādzal-wa'du in kuntum sādiqīn

Dan mereka berkata, "Kapan (datangnya) ancaman itu jika kamu orang yang benar?"

قُلۡ إِنَّمَا ٱلۡعِلۡمُ عِندَ ٱللَّهِ وَإِنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٞ ٢٦

Qul innamal-'ilmu 'indallāhi wa innamā ana nadzīrum mubīn

Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya ilmu (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Dan aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan."

فَلَمَّا رَأَوۡهُ زُلۡفَةٗ سِيٓـَٔتۡ وُجُوهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَقِيلَ هَٰذَا ٱلَّذِي كُنتُم بِهِۦ تَدَّعُونَ ٢٧

Falammā ra'awhu zulfatan sī'at wujūhul-ladzīna kafarū waqīla hādzal-ladzī kuntum bihī tadda'ūn

Maka ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka), "Inilah (azab) yang dahulu kamu memintanya."

قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَهۡلَكَنِيَ ٱللَّهُ وَمَن مَّعِيَ أَوۡ رَحِمَنَا فَمَن يُجِيرُ ٱلۡكَٰفِرِينَ مِنۡ عَذَابٍ أَلِيمٖ ٢٨

Qul ara'aytum in ahlakaniyallāhu wamam ma'iya aw rahimanā faman yujīrul-kāfirīna min 'adzābin alīm

Katakanlah (Muhammad), "Tahukah kamu jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), lalu siapa yang dapat melindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih?"

قُلۡ هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ءَامَنَّا بِهِۦ وَعَلَيۡهِ تَوَكَّلۡنَاۖ فَسَتَعۡلَمُونَ مَنۡ هُوَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ٢٩

Qul huwar-rahmānu āmannā bihī wa'alayhi tawakkalnā fasata'lamūna man huwa fī dalālim mubīn

Katakanlah, "Dialah Yang Maha Pengasih, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya kami bertawakal. Maka kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata."

قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَصۡبَحَ مَآؤُكُمۡ غَوۡرٗا فَمَن يَأۡتِيكُم بِمَآءٖ مَّعِينِۭ ٣٠

Qul ara'aytum in asbaha mā'ukum ghawran faman ya'tīkum bimā'im ma'īn

Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?"

Surat Al-Qalam

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

نٓۚ وَٱلۡقَلَمِ وَمَا يَسۡطُرُونَ ١

Nūn wal-qalami wamā yasturūn

Nūn. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan,

مَآ أَنتَ بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ بِمَجۡنُونٖ ٢

Mā anta bini'mati rabbika bimajnūn

dengan karunia Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah orang gila.

وَإِنَّ لَكَ لَأَجۡرًا غَيۡرَ مَمۡنُونٖ ٣

Wa inna laka la ajran ghayra mamnūn

Dan sesungguhnya engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٖ ٤

Wa innaka la'alā khuluqin 'azīm

Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur.

فَسَتُبۡصِرُ وَيُبۡصِرُونَ ٥

Fasatubsiru wayubsirūn

Maka kelak engkau akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat,

بِأَييِّكُمُ ٱلۡمَفۡتُونُ ٦

Bi ayyikumul-maftūn

siapa di antara kamu yang gila?

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ ٧

Inna rabbaka huwa a'lamu biman dalla 'an sabīlihī wahuwa a'lamu bil-muhtadīn

Sungguh, Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk.

فَلَا تُطِعِ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ٨

Falā tuti'il-mukaddzibīn

Maka janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).

وَدُّواْ لَوۡ تُدۡهِنُ فَيُدۡهِنُونَ ٩

Waddū law tudhinu fayudhinūn

Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak maka mereka bersikap lunak (pula).

وَلَا تُطِعۡ كُلَّ حَلَّافٖ مَّهِينٍ ١٠

Walā tuti' kulla hallāfim mahīn

Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina,

هَمَّازٖ مَّشَّآءِۭ بِنَمِيمٖ ١١

Hammāzim massyā'i binamīm

suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah,

مَّنَّاعٖ لِّلۡخَيۡرِ مُعۡتَدٍ أَثِيمٍ ١٢

Mmannā'il lil-khayri mu'tadin atsīm

yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa,

عُتُلِّۭ بَعۡدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ ١٣

'Utulli ba'da dzālika zanīm

yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya,

أَن كَانَ ذَا مَالٖ وَبَنِينَ ١٤

An kāna dzā mālin wabanīn

karena dia kaya dan banyak anak.845

إِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِ ءَايَٰتُنَا قَالَ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٥

Idzā tutlā 'alayhi āyātunā qāla asātīrul-awwalīn

Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, "(Ini adalah) dongeng-dongeng orang dahulu."

سَنَسِمُهُۥ عَلَى ٱلۡخُرۡطُومِ ١٦

Sanasimuhū 'alal-khurtūm

Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai(nya).846

إِنَّا بَلَوۡنَٰهُمۡ كَمَا بَلَوۡنَآ أَصۡحَٰبَ ٱلۡجَنَّةِ إِذۡ أَقۡسَمُواْ لَيَصۡرِمُنَّهَا مُصۡبِحِينَ ١٧

Innā balawnāhum kamā balawnā ashābal-jannati idz aqsamū layasrimunnahā musbihīn

Sungguh, Kami telah menguji mereka (orang musyrik Mekkah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah pasti akan memetik (hasil)nya pada pagi hari,

وَلَا يَسۡتَثۡنُونَ ١٨

Walā yastatsnūn

tetapi mereka tidak mengecualikan (dengan mengucapkan, "Insya Allah").

فَطَافَ عَلَيۡهَا طَآئِفٞ مِّن رَّبِّكَ وَهُمۡ نَآئِمُونَ ١٩

Fatāfa 'alayhā tā'ifum mir rabbika wahum nā'imūn

Lalu kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.

فَأَصۡبَحَتۡ كَٱلصَّرِيمِ ٢٠

Fa asbahat kas-sarīm

Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita,847

فَتَنَادَوۡاْ مُصۡبِحِينَ ٢١

Fatanādaw musbihīn

lalu pada pagi hari mereka saling memanggil.

أَنِ ٱغۡدُواْ عَلَىٰ حَرۡثِكُمۡ إِن كُنتُمۡ صَٰرِمِينَ ٢٢

Anighdū 'alā hartsikum in kuntum sārimīn

"Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil."

فَٱنطَلَقُواْ وَهُمۡ يَتَخَٰفَتُونَ ٢٣

Fantalaqū wahum yatakhāfatūn

Maka mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik.

أَن لَّا يَدۡخُلَنَّهَا ٱلۡيَوۡمَ عَلَيۡكُم مِّسۡكِينٞ ٢٤

Al lā yadkhulannahal-yawma 'alaykum miskīn

"Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin masuk ke dalam kebunmu."

وَغَدَوۡاْ عَلَىٰ حَرۡدٖ قَٰدِرِينَ ٢٥

Waghadaw 'alā hardin qādirīn

Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya).

فَلَمَّا رَأَوۡهَا قَالُوٓاْ إِنَّا لَضَآلُّونَ ٢٦

Falammā ra'awhā qālū innā ladāllūn

Maka ketika mereka melihat kebun itu, mereka berkata, "Sungguh, kita ini benar-benar orang-orang yang sesat,

بَلۡ نَحۡنُ مَحۡرُومُونَ ٢٧

Bal nahnu mahrūmūn

bahkan kita tak memperoleh apa pun."

قَالَ أَوۡسَطُهُمۡ أَلَمۡ أَقُل لَّكُمۡ لَوۡلَا تُسَبِّحُونَ ٢٨

Qāla awsatuhum alam aqul lakum lawlā tusabbihūn

Berkatalah seorang yang paling bijak di antara mereka, "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, mengapa kamu tidak bertasbih (kepada Tuhanmu)."848

قَالُواْ سُبۡحَٰنَ رَبِّنَآ إِنَّا كُنَّا ظَٰلِمِينَ ٢٩

Qālū subhāna rabbinā innā kunnā zālimīn

Mereka mengucapkan, "Mahasuci Tuhan kami, sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim."

فَأَقۡبَلَ بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ يَتَلَٰوَمُونَ ٣٠

Fa aqbala ba'duhum 'alā ba'din yatalāwamūn

Lalu mereka saling berhadapan dan saling menyalahkan.

قَالُواْ يَٰوَيۡلَنَآ إِنَّا كُنَّا طَٰغِينَ ٣١

Qālū yāwaylanā innā kunnā tāghīn

Mereka berkata, "Celaka kita! Sesungguhnya kita orang-orang yang melampaui batas.

عَسَىٰ رَبُّنَآ أَن يُبۡدِلَنَا خَيۡرٗا مِّنۡهَآ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا رَٰغِبُونَ ٣٢

'Asā rabbunā an yubdilanā khayram minhā innā ilā rabbinā rāghibūn

Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada yang ini, sungguh, kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita.

كَذَٰلِكَ ٱلۡعَذَابُۖ وَلَعَذَابُ ٱلۡأٓخِرَةِ أَكۡبَرُۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ٣٣

Kadzālikal-'adzābu wala'adzābul-ākhirati akbaru law kānū ya'lamūn

Seperti itulah azab (di dunia). Dan sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui.849

إِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ عِندَ رَبِّهِمۡ جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ٣٤

Inna lil-muttaqīna 'inda rabbihim jannātin-na'īm

Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.

أَفَنَجۡعَلُ ٱلۡمُسۡلِمِينَ كَٱلۡمُجۡرِمِينَ ٣٥

Afanaj'alul-muslimīna kal-mujrimīn

Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam itu seperti orang-orang yang berdosa (orang kafir)?850

مَا لَكُمۡ كَيۡفَ تَحۡكُمُونَ ٣٦

Mā lakum kayfa tahkumūn

Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimana kamu mengambil keputusan?

أَمۡ لَكُمۡ كِتَٰبٞ فِيهِ تَدۡرُسُونَ ٣٧

Am lakum kitābun fīhi tadrusūn

Atau apakah kamu mempunyai kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu pelajari?

إِنَّ لَكُمۡ فِيهِ لَمَا تَخَيَّرُونَ ٣٨

Inna lakum fīhi lamā takhayyarūn

Sesungguhnya kamu dapat memilih apa saja yang ada di dalamnya.

أَمۡ لَكُمۡ أَيۡمَٰنٌ عَلَيۡنَا بَٰلِغَةٌ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ إِنَّ لَكُمۡ لَمَا تَحۡكُمُونَ ٣٩

Am lakum aymānun 'alaynā bālighatun ilā yawmil-qiyāmati inna lakum lamā tahkumūn

Atau apakah kamu memperoleh (janji-janji yang diperkuat dengan) sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat; bahwa kamu dapat mengambil keputusan (sekehendakmu)?

سَلۡهُمۡ أَيُّهُم بِذَٰلِكَ زَعِيمٌ ٤٠

Salhum ayyuhum bidzālika za'īm

Tanyakanlah kepada mereka, "Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap (keputusan yang diambil itu)?"

أَمۡ لَهُمۡ شُرَكَآءُ فَلۡيَأۡتُواْ بِشُرَكَآئِهِمۡ إِن كَانُواْ صَٰدِقِينَ ٤١

Am lahum syurakā'u falya'tū bisyurakā'ihim in kānū sādiqīn

Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Kalau begitu hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka orang-orang yang benar.

يَوۡمَ يُكۡشَفُ عَن سَاقٖ وَيُدۡعَوۡنَ إِلَى ٱلسُّجُودِ فَلَا يَسۡتَطِيعُونَ ٤٢

Yawma yuksyafu 'an sāqin wayud'awna ilas-sujūdi falā yastatī'ūn

(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan851 dan mereka diseru untuk bersujud; maka mereka tidak mampu,852

خَٰشِعَةً أَبۡصَٰرُهُمۡ تَرۡهَقُهُمۡ ذِلَّةٞۖ وَقَدۡ كَانُواْ يُدۡعَوۡنَ إِلَى ٱلسُّجُودِ وَهُمۡ سَٰلِمُونَ ٤٣

Khāsyi'atan absāruhum tarhaquhum dzillatun waqad kānū yud'awna ilas-sujūdi wahum sālimūn

pandangan mereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan).

فَذَرۡنِي وَمَن يُكَذِّبُ بِهَٰذَا ٱلۡحَدِيثِۖ سَنَسۡتَدۡرِجُهُم مِّنۡ حَيۡثُ لَا يَعۡلَمُونَ ٤٤

Fadzarnī waman yukaddzibu bihādzal-hadītsi sanastadrijuhum min haytsu lā ya'lamūn

Maka serahkanlah kepada-Ku (urusannya) dan orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Qur`an). Kelak akan Kami hukum mereka berangsur-angsur dari arah yang tidak mereka ketahui,

وَأُمۡلِي لَهُمۡۚ إِنَّ كَيۡدِي مَتِينٌ ٤٥

Wa umlī lahum inna kaydī matīn

dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh.

أَمۡ تَسۡـَٔلُهُمۡ أَجۡرٗا فَهُم مِّن مَّغۡرَمٖ مُّثۡقَلُونَ ٤٦

Am tas'aluhum ajran fahum mim maghramim mutsqalūn

Ataukah engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka, sehingga mereka dibebani dengan hutang?

أَمۡ عِندَهُمُ ٱلۡغَيۡبُ فَهُمۡ يَكۡتُبُونَ ٤٧

Am 'indahumul-ghaybu fahum yaktubūn

Ataukah mereka mengetahui yang gaib, lalu mereka menuliskannya?

فَٱصۡبِرۡ لِحُكۡمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُن كَصَاحِبِ ٱلۡحُوتِ إِذۡ نَادَىٰ وَهُوَ مَكۡظُومٞ ٤٨

Fasbir lihukmi rabbika walā takun kasāhibil-hūti idz nādā wahuwa makzūm

Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau seperti (Yunus) orang yang berada dalam (perut) ikan ketika dia berdoa dengan hati sedih.

لَّوۡلَآ أَن تَدَٰرَكَهُۥ نِعۡمَةٞ مِّن رَّبِّهِۦ لَنُبِذَ بِٱلۡعَرَآءِ وَهُوَ مَذۡمُومٞ ٤٩

Llawlā an tadārakahū ni'matum mir rabbihī lanubidza bil-'arā'i wahuwa madzmūm

Sekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela.

فَٱجۡتَبَٰهُ رَبُّهُۥ فَجَعَلَهُۥ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ٥٠

Fajtabāhu rabbuhū faja'alahū minas-sālihīn

Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang yang saleh.

وَإِن يَكَادُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَيُزۡلِقُونَكَ بِأَبۡصَٰرِهِمۡ لَمَّا سَمِعُواْ ٱلذِّكۡرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجۡنُونٞ ٥١

Wa in yakādul-ladzīna kafarū layuzliqūnaka bi absārihim lammā sami'udz-dzikra wayaqūlūna innahū lamajnūn

Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Al-Qur`an dan mereka berkata, "Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila."853

وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ٥٢

Wamā huwa illā dzikrul lil-'ālamīn

Padahal Al-Qur`an itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam.

Surat Al-Haqqah

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

ٱلۡحَآقَّةُ ١

Al-hāqqah

Hari kiamat,854

مَا ٱلۡحَآقَّةُ ٢

Mal-hāqqah

apakah hari Kiamat itu?

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡحَآقَّةُ ٣

Wamā adrāka mal-hāqqah

Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?

كَذَّبَتۡ ثَمُودُ وَعَادُۢ بِٱلۡقَارِعَةِ ٤

Kaddzabat tsamūdu wa'ādu bil-qāri'ah

Kaum Samud, dan 'Ād telah mendustakan hari Kiamat.855

فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهۡلِكُواْ بِٱلطَّاغِيَةِ ٥

Fa ammā tsamūdu fa uhlikū bit-tāghiyah

Maka adapun kaum Samud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras,856

وَأَمَّا عَادٞ فَأُهۡلِكُواْ بِرِيحٖ صَرۡصَرٍ عَاتِيَةٖ ٦

Wa ammā 'ādun fa uhlikū birīhin sarsarin 'ātiyah

sedangkan kaum 'Ād, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin,

سَخَّرَهَا عَلَيۡهِمۡ سَبۡعَ لَيَالٖ وَثَمَٰنِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومٗاۖ فَتَرَى ٱلۡقَوۡمَ فِيهَا صَرۡعَىٰ كَأَنَّهُمۡ أَعۡجَازُ نَخۡلٍ خَاوِيَةٖ ٧

Sakkharahā 'alayhim sab'a layālin watsamāniyata ayyāmin husūman fataral-qawma fīhā sar'ā ka annahum a'jāzu nakhlin khāwiyah

Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum 'Ād pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk).

فَهَلۡ تَرَىٰ لَهُم مِّنۢ بَاقِيَةٖ ٨

Fahal tarā lahum mim bāqiyah

Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka? 857

وَجَآءَ فِرۡعَوۡنُ وَمَن قَبۡلَهُۥ وَٱلۡمُؤۡتَفِكَٰتُ بِٱلۡخَاطِئَةِ ٩

Wajā'a fir'awnu waman qablahū wal-mu'tafikātu bil-khāti'ah

Kemudian datang Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar. 858

فَعَصَوۡاْ رَسُولَ رَبِّهِمۡ فَأَخَذَهُمۡ أَخۡذَةٗ رَّابِيَةً ١٠

Fa'asaw rasūla rabbihim fa akhadzahum akhdzatar rābiyah

Maka mereka mendurhakai utusan Tuhannya, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.

إِنَّا لَمَّا طَغَا ٱلۡمَآءُ حَمَلۡنَٰكُمۡ فِي ٱلۡجَارِيَةِ ١١

Innā lammā taghal-mā'u hamalnākum fil-jāriyah

Sesungguhnya ketika air naik (sampai ke gunung), Kami membawa (nenek moyang) kamu859 ke dalam kapal,

لِنَجۡعَلَهَا لَكُمۡ تَذۡكِرَةٗ وَتَعِيَهَآ أُذُنٞ وَٰعِيَةٞ ١٢

Linaj'alahā lakum tadzkiratan wata'iyahā udzunun wā'iyah

agar Kami jadikan (peristiwa itu) sebagai peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.

فَإِذَا نُفِخَ فِي ٱلصُّورِ نَفۡخَةٞ وَٰحِدَةٞ ١٣

Fa idzā nufikha fis-sūri nafkhatun wāhidah

Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup,860

وَحُمِلَتِ ٱلۡأَرۡضُ وَٱلۡجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةٗ وَٰحِدَةٗ ١٤

Wahumilatil-ardu wal-jibālu fadukkatā dakkatan wāhidah

dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan.

فَيَوۡمَئِذٖ وَقَعَتِ ٱلۡوَاقِعَةُ ١٥

Fayawma'idzin waqa'atil-wāqi'ah

Maka pada hari itu terjadilah hari Kiamat,

وَٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ فَهِيَ يَوۡمَئِذٖ وَاهِيَةٞ ١٦

Wansyaqqatis-samā'u fahiya yawma'idzin wāhiyah

dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh.

وَٱلۡمَلَكُ عَلَىٰٓ أَرۡجَآئِهَاۚ وَيَحۡمِلُ عَرۡشَ رَبِّكَ فَوۡقَهُمۡ يَوۡمَئِذٖ ثَمَٰنِيَةٞ ١٧

Wal-malaku 'alā arjā'ihā wayahmilu 'arsya rabbika fawqahum yawma'idzin tsamāniyah

Dan para malaikat berada di berbagai penjuru langit. Pada hari itu delapan malaikat menjunjung Arasy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka.

يَوۡمَئِذٖ تُعۡرَضُونَ لَا تَخۡفَىٰ مِنكُمۡ خَافِيَةٞ ١٨

Yawma'idzin tu'radūna lā takhfā minkum khāfiyah

Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah).

فَأَمَّا مَنۡ أُوتِيَ كِتَٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ فَيَقُولُ هَآؤُمُ ٱقۡرَءُواْ كِتَٰبِيَهۡ ١٩

Fa ammā man ūtiya kitābahū biyamīnihī fayaqūlu hā'umuqra'ū kitābiyah

Adapun orang yang kitabnya861 diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, "Ambillah, bacalah kitabku (ini)."

إِنِّي ظَنَنتُ أَنِّي مُلَٰقٍ حِسَابِيَهۡ ٢٠

Innī zanantu annī mulāqin hisābiyah

Sesungguhnya aku yakin, bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku.

فَهُوَ فِي عِيشَةٖ رَّاضِيَةٖ ٢١

Fahuwa fī 'īsyatir rādiyah

Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai,

فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٖ ٢٢

Fī jannatin 'āliyah

dalam surga yang tinggi,

قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ ٢٣

Qutūfuhā dāniyah

buah-buahannya dekat,

كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ هَنِيٓـَٔۢا بِمَآ أَسۡلَفۡتُمۡ فِي ٱلۡأَيَّامِ ٱلۡخَالِيَةِ ٢٤

Kulū wasyrabū hanī'ā bimā aslaftum fil-ayyāmil-khāliyah

(kepada mereka dikatakan), "Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu."

وَأَمَّا مَنۡ أُوتِيَ كِتَٰبَهُۥ بِشِمَالِهِۦ فَيَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي لَمۡ أُوتَ كِتَٰبِيَهۡ ٢٥

Wa ammā man ūtiya kitābahū bisyimālihī fayaqūlu yālaytanī lam ūta kitābiyah

Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, "Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.

وَلَمۡ أَدۡرِ مَا حِسَابِيَهۡ ٢٦

Walam adri mā hisābiyah

Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku,

يَٰلَيۡتَهَا كَانَتِ ٱلۡقَاضِيَةَ ٢٧

Yālaytahā kānatil-qādiyah

Wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu.

مَآ أَغۡنَىٰ عَنِّي مَالِيَهۡۜ ٢٨

Mā aghnā 'annī māliyah

Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku.

هَلَكَ عَنِّي سُلۡطَٰنِيَهۡ ٢٩

Halaka 'annī sultāniyah

Kekuasaanku telah hilang dariku."

خُذُوهُ فَغُلُّوهُ ٣٠

Khudzūhu faghullūh

(Allah berfirman), "Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya."

ثُمَّ ٱلۡجَحِيمَ صَلُّوهُ ٣١

Tsummal-jahīma sallūh

Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.

ثُمَّ فِي سِلۡسِلَةٖ ذَرۡعُهَا سَبۡعُونَ ذِرَاعٗا فَٱسۡلُكُوهُ ٣٢

Tsumma fī silsilatin dzar'uhā sab'ūna dzirā'an faslukūh

Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.

إِنَّهُۥ كَانَ لَا يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ ٱلۡعَظِيمِ ٣٣

Innahū kāna lā yu'minu billāhil-'azīm

Sesungguhnya dialah orang yang tidak beriman kepada Allah Yang Mahabesar.

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلۡمِسۡكِينِ ٣٤

Walā yahuddu 'alā ta'āmil-miskīn

Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.

فَلَيۡسَ لَهُ ٱلۡيَوۡمَ هَٰهُنَا حَمِيمٞ ٣٥

Falaysa lahul-yawma hāhunā hamīm

Maka pada hari ini di sini tidak ada seorang teman pun baginya.

وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنۡ غِسۡلِينٖ ٣٦

Walā ta'āmun illā min ghislīn

Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah.

لَّا يَأۡكُلُهُۥٓ إِلَّا ٱلۡخَٰطِـُٔونَ ٣٧

Llā ya'kuluhū illal-khāti'ūn

Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.

فَلَآ أُقۡسِمُ بِمَا تُبۡصِرُونَ ٣٨

Falā uqsimu bimā tubsirūn

Maka Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat,

وَمَا لَا تُبۡصِرُونَ ٣٩

Wamā lā tubsirūn

dan demi apa yang tidak kamu lihat.

إِنَّهُۥ لَقَوۡلُ رَسُولٖ كَرِيمٖ ٤٠

Innahū laqawlu rasūlin karīm

Sesungguhnya ia (Al-Qur`an) benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,

وَمَا هُوَ بِقَوۡلِ شَاعِرٖۚ قَلِيلٗا مَّا تُؤۡمِنُونَ ٤١

Wamā huwa biqawli syā'irin qalīlam mā tu'minūn

dan ia (Al-Qur`an) bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu yang beriman kepadanya.

وَلَا بِقَوۡلِ كَاهِنٖۚ قَلِيلٗا مَّا تَذَكَّرُونَ ٤٢

Walā biqawli kāhinin qalīlam mā tadzakkarūn

Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu yang mengambil pelajaran darinya.

تَنزِيلٞ مِّن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٤٣

Tanzīlum mir rabbil-'ālamīn

Ia (Al-Qur`an) adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan seluruh alam.

وَلَوۡ تَقَوَّلَ عَلَيۡنَا بَعۡضَ ٱلۡأَقَاوِيلِ ٤٤

Walaw taqawwala 'alaynā ba'dal-aqāwīl

Dan sekiranya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,

لَأَخَذۡنَا مِنۡهُ بِٱلۡيَمِينِ ٤٥

La akhadznā minhu bil-yamīn

pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya.862

ثُمَّ لَقَطَعۡنَا مِنۡهُ ٱلۡوَتِينَ ٤٦

Tsumma laqata'nā minhul-watīn

Kemudian Kami potong pembuluh jantungnya.

فَمَا مِنكُم مِّنۡ أَحَدٍ عَنۡهُ حَٰجِزِينَ ٤٧

Famā minkum min ahadin 'anhu hājizīn

Maka tidak seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami untuk menghukumnya).

وَإِنَّهُۥ لَتَذۡكِرَةٞ لِّلۡمُتَّقِينَ ٤٨

Wa innahū latadzkiratul lil-muttaqīn

Dan sungguh, Al-Qur`an itu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

وَإِنَّا لَنَعۡلَمُ أَنَّ مِنكُم مُّكَذِّبِينَ ٤٩

Wa innā lana'lamu anna minkum mukaddzibīn

Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan.

وَإِنَّهُۥ لَحَسۡرَةٌ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ٥٠

Wa innahū lahasratun 'alal-kāfirīn

Dan sungguh, Al-Qur`an itu akan menimbulkan penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).

وَإِنَّهُۥ لَحَقُّ ٱلۡيَقِينِ ٥١

Wa innahū lahaqqul-yaqīn

Dan sungguh, Al-Qur`an itu kebenaran yang meyakinkan.

فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ ٥٢

Fasabbih bismi rabbikal-'azīm

Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahaagung.

Surat Al-Ma'arij

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

سَأَلَ سَآئِلُۢ بِعَذَابٖ وَاقِعٖ ١

Sa'ala sā'ilu bi'adzābin wāqi'

Seseorang bertanya tentang azab yang pasti terjadi,

لِّلۡكَٰفِرِينَ لَيۡسَ لَهُۥ دَافِعٞ ٢

Llil-kāfirīna laysa lahū dāfi'

Bagi orang-orang kafir, yang tidak seorang pun dapat menolaknya,

مِّنَ ٱللَّهِ ذِي ٱلۡمَعَارِجِ ٣

Mminallāhi dzil-ma'ārij

(Azab) dari Allah, yang memiliki tempat-tempat naik.

تَعۡرُجُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ إِلَيۡهِ فِي يَوۡمٖ كَانَ مِقۡدَارُهُۥ خَمۡسِينَ أَلۡفَ سَنَةٖ ٤

Ta'rujul-malā'ikatu war-rūhu ilayhi fī yawmin kāna miqdāruhū khamsīna alfa sanah

Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.863

فَٱصۡبِرۡ صَبۡرٗا جَمِيلًا ٥

Fasbir sabran jamīlā

Maka bersabarlah engkau (Muhammad) dengan kesabaran yang baik.

إِنَّهُمۡ يَرَوۡنَهُۥ بَعِيدٗا ٦

Innahum yarawnahū ba'īdā

Mereka memandang (azab) itu jauh (mustahil).

وَنَرَىٰهُ قَرِيبٗا ٧

Wanarāhu qarībā

Sedang Kami memandangnya dekat (pasti terjadi).

يَوۡمَ تَكُونُ ٱلسَّمَآءُ كَٱلۡمُهۡلِ ٨

Yawma takūnus-samā'u kal-muhl

(Ingatlah) pada hari ketika langit menjadi bagaikan cairan tembaga,

وَتَكُونُ ٱلۡجِبَالُ كَٱلۡعِهۡنِ ٩

Watakūnul-jibālu kal-'ihn

dan gunung-gunung bagaikan bulu (yang beterbangan),

وَلَا يَسۡـَٔلُ حَمِيمٌ حَمِيمٗا ١٠

Walā yas'alu hamīmun hamīmā

dan tidak ada seorang teman karib pun menanyakan temannya,

يُبَصَّرُونَهُمۡۚ يَوَدُّ ٱلۡمُجۡرِمُ لَوۡ يَفۡتَدِي مِنۡ عَذَابِ يَوۡمِئِذِۭ بِبَنِيهِ ١١

Yubassarūnahum yawaddul-mujrimu law yaftadī min 'adzābi yawmi'idzi bibanīh

sedang mereka saling melihat. Pada hari itu, orang yang berdosa ingin sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab dengan anak-anaknya,

وَصَٰحِبَتِهِۦ وَأَخِيهِ ١٢

Wasāhibatihī wa akhīh

dan istrinya juga saudaranya,

وَفَصِيلَتِهِ ٱلَّتِي تُـٔۡوِيهِ ١٣

Wafasīlatihil-latī tu'wīh

dan keluarga yang melindunginya (di dunia),

وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا ثُمَّ يُنجِيهِ ١٤

Waman fil-ardi jamī'an tsumma yunjīh

dan orang-orang di bumi seluruhnya, kemudian mengharapkan (tebusan) itu dapat menyelamatkannya.

كَلَّآۖ إِنَّهَا لَظَىٰ ١٥

Kallā innahā lazā

Sama sekali tidak! Sungguh, neraka itu api yang bergejolak,

نَزَّاعَةٗ لِّلشَّوَىٰ ١٦

Nazzā'atal lisy-syawā

yang mengelupaskan kulit kepala.

تَدۡعُواْ مَنۡ أَدۡبَرَ وَتَوَلَّىٰ ١٧

Tad'ū man adbara watawallā

Yang memanggil orang yang membelakangi dan yang berpaling (dari agama),

وَجَمَعَ فَأَوۡعَىٰٓ ١٨

Wajama'a fa aw'ā

dan orang yang mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya.864

۞ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ خُلِقَ هَلُوعًا ١٩

Innal-insāna khuliqa halū'ā

Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh.

إِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ جَزُوعٗا ٢٠

Idzā massahusy-syarru jazū'ā

Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah,

وَإِذَا مَسَّهُ ٱلۡخَيۡرُ مَنُوعًا ٢١

Wa idzā massahul-khayru manū'ā

dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir,

إِلَّا ٱلۡمُصَلِّينَ ٢٢

Illal-musallīn

kecuali orang-orang yang melaksanakan salat,

ٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَاتِهِمۡ دَآئِمُونَ ٢٣

Alladzīna hum 'alā salātihim dā'imūn

mereka yang tetap setia melaksanakan salatnya,

وَٱلَّذِينَ فِيٓ أَمۡوَٰلِهِمۡ حَقّٞ مَّعۡلُومٞ ٢٤

Walladzīna fī amwālihim haqqum ma'lūm

dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu,

لِّلسَّآئِلِ وَٱلۡمَحۡرُومِ ٢٥

Llis-sā'ili wal-mahrūm

bagi orang (miskin) yang meminta dan yang tidak meminta,

وَٱلَّذِينَ يُصَدِّقُونَ بِيَوۡمِ ٱلدِّينِ ٢٦

Walladzīna yusaddiqūna biyawmid-dīn

dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,

وَٱلَّذِينَ هُم مِّنۡ عَذَابِ رَبِّهِم مُّشۡفِقُونَ ٢٧

Walladzīna hum min 'adzābi rabbihim musyfiqūn

dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya,

إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمۡ غَيۡرُ مَأۡمُونٖ ٢٨

Inna 'adzāba rabbihim ghayru ma'mūn

sesungguhnya terhadap azab Tuhan mereka, tidak ada seseorang yang merasa aman (dari kedatangannya),

وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَٰفِظُونَ ٢٩

Walladzīna hum lifurūjihim hāfizūn

dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,

إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ فَإِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ ٣٠

Illā 'alā azwājihim aw mā malakat aymānuhum fa innahum ghayru malūmīn

kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki865 maka sesungguhnya mereka tidak tercela.

فَمَنِ ٱبۡتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡعَادُونَ ٣١

Famanibtaghā warā'a dzālika fa ulā'ika humul-'ādūn

Maka barangsiapa mencari di luar itu (seperti zina, homoseks, dan lesbian), mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِأَمَٰنَٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَٰعُونَ ٣٢

Walladzīna hum li amānātihim wa'ahdihim rā'ūn

Dan orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya,

وَٱلَّذِينَ هُم بِشَهَٰدَٰتِهِمۡ قَآئِمُونَ ٣٣

Walladzīna hum bisyahādātihim qā'imūn

dan orang-orang yang berpegang teguh pada kesaksiannya,

وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَاتِهِمۡ يُحَافِظُونَ ٣٤

Walladzīna hum 'alā salātihim yuhāfizūn

dan orang-orang yang memelihara salatnya.

أُوْلَٰٓئِكَ فِي جَنَّٰتٖ مُّكۡرَمُونَ ٣٥

Ulā'ika fī jannātim mukramūn

Mereka itu dimuliakan di dalam surga.

فَمَالِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ قِبَلَكَ مُهۡطِعِينَ ٣٦

Famālil-ladzīna kafarū qibalaka muhti'īn

Maka mengapa orang-orang kafir itu datang bergegas ke hadapanmu (Muhammad),

عَنِ ٱلۡيَمِينِ وَعَنِ ٱلشِّمَالِ عِزِينَ ٣٧

'Anil-yamīni wa'anisy-syimāli 'izīn

dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok?866

أَيَطۡمَعُ كُلُّ ٱمۡرِيٕٖ مِّنۡهُمۡ أَن يُدۡخَلَ جَنَّةَ نَعِيمٖ ٣٨

Ayatma'u kullumriy'im minhum an yudkhala jannata na'īm

Apakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk surga yang penuh kenikmatan?

كَلَّآۖ إِنَّا خَلَقۡنَٰهُم مِّمَّا يَعۡلَمُونَ ٣٩

Kallā innā khalaqnāhum mimmā ya'lamūn

tidak mungkin! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui.867

فَلَآ أُقۡسِمُ بِرَبِّ ٱلۡمَشَٰرِقِ وَٱلۡمَغَٰرِبِ إِنَّا لَقَٰدِرُونَ ٤٠

Falā uqsimu birabbil-masyāriqi wal-maghāribi innā laqādirūn

Maka Aku bersumpah demi Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya (matahari, bulan dan bintang), sungguh, Kami pasti mampu,

عَلَىٰٓ أَن نُّبَدِّلَ خَيۡرٗا مِّنۡهُمۡ وَمَا نَحۡنُ بِمَسۡبُوقِينَ ٤١

'Alā an nubaddila khayram minhum wamā nahnu bimasbūqīn

untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami tidak dapat dikalahkan.

فَذَرۡهُمۡ يَخُوضُواْ وَيَلۡعَبُواْ حَتَّىٰ يُلَٰقُواْ يَوۡمَهُمُ ٱلَّذِي يُوعَدُونَ ٤٢

Fadzarhum yakhūdū wayal'abū hattā yulāqū yawmahumul-ladzī yū'adūn

Maka biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main (dalam kesesatan) sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka,

يَوۡمَ يَخۡرُجُونَ مِنَ ٱلۡأَجۡدَاثِ سِرَاعٗا كَأَنَّهُمۡ إِلَىٰ نُصُبٖ يُوفِضُونَ ٤٣

Yawma yakhrujūna minal-ajdātsi sirā'an ka annahum ilā nusubin yūfidūn

(yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia),

خَٰشِعَةً أَبۡصَٰرُهُمۡ تَرۡهَقُهُمۡ ذِلَّةٞۚ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمُ ٱلَّذِي كَانُواْ يُوعَدُونَ ٤٤

Khāsyi'atan absāruhum tarhaquhum dzillatun dzālikal-yawmul-ladzī kānū yū'adūn

pandangan mereka tertunduk ke bawah diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka.

Surat Nuh

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

إِنَّآ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ أَنۡ أَنذِرۡ قَوۡمَكَ مِن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ١

Innā arsalnā nūhan ilā qawmihī an andzir qawmaka min qabli an ya'tiyahum 'adzābun alīm

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah), "Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih."

قَالَ يَٰقَوۡمِ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ٢

Qāla yāqawmi innī lakum nadzīrum mubīn

Dia (Nuh) berkata, "Wahai kaumku! Sesungguhnya aku ini seorang pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu,

أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱتَّقُوهُ وَأَطِيعُونِ ٣

Ani'budullāha wattaqūhu wa atī'ūn

(yaitu) sembahlah Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku,

يَغۡفِرۡ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمۡ وَيُؤَخِّرۡكُمۡ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمًّىۚ إِنَّ أَجَلَ ٱللَّهِ إِذَا جَآءَ لَا يُؤَخَّرُۚ لَوۡ كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ٤

Yaghfir lakum min dzunūbikum wayu'akkhirkum ilā ajalim musamman inna ajalallāhi idzā jā'a lā yu'akkharu law kuntum ta'lamūn

niscaya Dia mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu (memanjangkan umurmu) sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sungguh, ketetapan Allah itu apabila telah datang tidak dapat ditunda, seandainya kamu mengetahui."

قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوۡتُ قَوۡمِي لَيۡلٗا وَنَهَارٗا ٥

Qāla rabbi innī da'awtu qawmī laylan wanahārā

Dia (Nuh) berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam,

فَلَمۡ يَزِدۡهُمۡ دُعَآءِيٓ إِلَّا فِرَارٗا ٦

Falam yazidhum du'ā'ī illā firārā

tetapi seruanku itu tidak menambah (iman) mereka, justru mereka lari (dari kebenaran).

وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوۡتُهُمۡ لِتَغۡفِرَ لَهُمۡ جَعَلُوٓاْ أَصَٰبِعَهُمۡ فِيٓ ءَاذَانِهِمۡ وَٱسۡتَغۡشَوۡاْ ثِيَابَهُمۡ وَأَصَرُّواْ وَٱسۡتَكۡبَرُواْ ٱسۡتِكۡبَارٗا ٧

Wa innī kullamā da'awtuhum litaghfira lahum ja'alū asābi'ahum fī ādzānihim wastaghsyaw tsiyābahum wa asarrū wastakbarustikbārā

Dan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke wajahnya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri.

ثُمَّ إِنِّي دَعَوۡتُهُمۡ جِهَارٗا ٨

Tsumma innī da'awtuhum jihārā

Lalu sesungguhnya aku menyeru mereka dengan cara terang-terangan.868

ثُمَّ إِنِّيٓ أَعۡلَنتُ لَهُمۡ وَأَسۡرَرۡتُ لَهُمۡ إِسۡرَارٗا ٩

Tsumma innī a'lantu lahum wa asrartu lahum isrārā

Kemudian aku menyeru mereka secara terbuka dan dengan diam-diam,869

فَقُلۡتُ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارٗا ١٠

Faqultustaghfirū rabbakum innahū kāna ghaffārā

maka aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun,

يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا ١١

Yursilis-samā'a 'alaykum midrārā

niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu,

وَيُمۡدِدۡكُم بِأَمۡوَٰلٖ وَبَنِينَ وَيَجۡعَل لَّكُمۡ جَنَّٰتٖ وَيَجۡعَل لَّكُمۡ أَنۡهَٰرٗا ١٢

Wayumdidkum bi amwālin wabanīna wayaj'al lakum jannātin wayaj'al lakum anhārā

dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu."

مَّا لَكُمۡ لَا تَرۡجُونَ لِلَّهِ وَقَارٗا ١٣

Mmā lakum lā tarjūna lillāhi waqārā

Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah?

وَقَدۡ خَلَقَكُمۡ أَطۡوَارًا ١٤

Waqad khalaqakum atwārā

Dan sungguh, Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa fase (kejadian).870

أَلَمۡ تَرَوۡاْ كَيۡفَ خَلَقَ ٱللَّهُ سَبۡعَ سَمَٰوَٰتٖ طِبَاقٗا ١٥

Alam taraw kayfa khalaqallāhu sab'a samāwātin tibāqā

Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis?

وَجَعَلَ ٱلۡقَمَرَ فِيهِنَّ نُورٗا وَجَعَلَ ٱلشَّمۡسَ سِرَاجٗا ١٦

Waja'alal-qamara fīhinna nūran waja'alasy-syamsa sirājā

Dan di sana Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (yang cemerlang)?

وَٱللَّهُ أَنۢبَتَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ نَبَاتٗا ١٧

Wallāhu ambatakum minal-ardi nabātā

Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah, tumbuh (berangsur-angsur),

ثُمَّ يُعِيدُكُمۡ فِيهَا وَيُخۡرِجُكُمۡ إِخۡرَاجٗا ١٨

Tsumma yu'īdukum fīhā wayukhrijukum ikhrājā

kemudian Dia akan mengembalikan kamu ke dalamnya (tanah) dan mengeluarkan kamu (pada hari Kiamat) dengan pasti.

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ بِسَاطٗا ١٩

Wallāhu ja'ala lakumul-arda bisātā

Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan,

لِّتَسۡلُكُواْ مِنۡهَا سُبُلٗا فِجَاجٗا ٢٠

Llitaslukū minhā subulan fijājā

agar kamu dapat pergi kian kemari di jalan-jalan yang luas.

قَالَ نُوحٞ رَّبِّ إِنَّهُمۡ عَصَوۡنِي وَٱتَّبَعُواْ مَن لَّمۡ يَزِدۡهُ مَالُهُۥ وَوَلَدُهُۥٓ إِلَّا خَسَارٗا ٢١

Qāla nūhur rabbi innahum 'asawnī wattaba'ū mal lam yazidhu māluhū wawaladuhū illā khasārā

Nuh berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka durhaka kepadaku, dan mereka mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya hanya menambah kerugian baginya,

وَمَكَرُواْ مَكۡرٗا كُبَّارٗا ٢٢

Wamakarū makran kubbārā

dan mereka melakukan tipu daya yang sangat besar."

وَقَالُواْ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمۡ وَلَا تَذَرُنَّ وَدّٗا وَلَا سُوَاعٗا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسۡرٗا ٢٣

Waqālū lā tadzarunna ālihatakum walā tadzarunna waddan walā suwā'an walā yaghūtsa waya'ūqa wanasrā

Dan mereka berkata, "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwā', Yagūṡ, Ya'ūq dan Nasr."871

وَقَدۡ أَضَلُّواْ كَثِيرٗاۖ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا ضَلَٰلٗا ٢٤

Waqad adallū katsīran walā tazidiz-zālimīna illā dalālā

Dan sungguh, mereka telah menyesatkan orang banyak; dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.

مِّمَّا خَطِيٓـَٰٔتِهِمۡ أُغۡرِقُواْ فَأُدۡخِلُواْ نَارٗا فَلَمۡ يَجِدُواْ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ أَنصَارٗا ٢٥

Mmimmā khatī'atihim ughriqū fa udkhilū nāran falam yajidū lahum min dūnillāhi ansārā

Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong selain Allah.

وَقَالَ نُوحٞ رَّبِّ لَا تَذَرۡ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ دَيَّارًا ٢٦

Waqāla nūhur rabbi lā tadzar 'alal-ardi minal-kāfirīna dayyārā

Dan Nuh berkata, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.

إِنَّكَ إِن تَذَرۡهُمۡ يُضِلُّواْ عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوٓاْ إِلَّا فَاجِرٗا كَفَّارٗا ٢٧

Innaka in tadzarhum yudillū 'ibādaka walā yalidū illā fājiran kaffārā

Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur.

رَّبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيۡتِيَ مُؤۡمِنٗا وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۖ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارَۢا ٢٨

Rrabbighfir lī waliwālidayya waliman dakhala baytiya mu'minan walil-mu'minīna wal-mu'mināti walā tazidiz-zālimīna illā tabārā

Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran."

Surat Al-Jinn

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

قُلۡ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ ٱسۡتَمَعَ نَفَرٞ مِّنَ ٱلۡجِنِّ فَقَالُوٓاْ إِنَّا سَمِعۡنَا قُرۡءَانًا عَجَبٗا ١

Qul ūhiya ilayya annahustama'a nafarum minal-jinni faqālū innā sami'nā qur'ānan 'ajabā

Katakanlah (Muhammad), "Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan)," lalu mereka berkata, "Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur`an),

يَهۡدِيٓ إِلَى ٱلرُّشۡدِ فَـَٔامَنَّا بِهِۦۖ وَلَن نُّشۡرِكَ بِرَبِّنَآ أَحَدٗا ٢

Yahdī ilar-rusydi fa'āmannā bihī walan nusyrika birabbinā ahadā

(yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami,

وَأَنَّهُۥ تَعَٰلَىٰ جَدُّ رَبِّنَا مَا ٱتَّخَذَ صَٰحِبَةٗ وَلَا وَلَدٗا ٣

Wa annahū ta'ālā jaddu rabbinā mat-takhadza sāhibatan walā waladā

dan sesungguhnya Mahatinggi keagungan Tuhan kami, Dia tidak beristri dan tidak beranak."

وَأَنَّهُۥ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى ٱللَّهِ شَطَطٗا ٤

Wa annahū kāna yaqūlu safīhunā 'alallāhi syatatā

Dan sesungguhnya orang yang bodoh di antara kami dahulu selalu mengucapkan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah,872

وَأَنَّا ظَنَنَّآ أَن لَّن تَقُولَ ٱلۡإِنسُ وَٱلۡجِنُّ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبٗا ٥

Wa annā zanannā al lan taqūlal-insu wal-jinnu 'alallāhi kadzibā

dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin itu tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah,

وَأَنَّهُۥ كَانَ رِجَالٞ مِّنَ ٱلۡإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٖ مِّنَ ٱلۡجِنِّ فَزَادُوهُمۡ رَهَقٗا ٦

Wa annahū kāna rijālum minal-insi ya'ūdzūna birijālim minal-jinni fazādūhum rahaqā

dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan873 kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.

وَأَنَّهُمۡ ظَنُّواْ كَمَا ظَنَنتُمۡ أَن لَّن يَبۡعَثَ ٱللَّهُ أَحَدٗا ٧

Wa annahum zannū kamā zanantum al lan yab'atsallāhu ahadā

Dan sesungguhnya mereka (jin) mengira seperti kamu (orang musyrik Mekkah) yang juga mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapa pun (pada hari Kiamat).

وَأَنَّا لَمَسۡنَا ٱلسَّمَآءَ فَوَجَدۡنَٰهَا مُلِئَتۡ حَرَسٗا شَدِيدٗا وَشُهُبٗا ٨

Wa annā lamasnas-samā'a fawajadnāhā muli'at harasan syadīdan wasyuhubā

Dan sesungguhnya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,

وَأَنَّا كُنَّا نَقۡعُدُ مِنۡهَا مَقَٰعِدَ لِلسَّمۡعِۖ فَمَن يَسۡتَمِعِ ٱلۡأٓنَ يَجِدۡ لَهُۥ شِهَابٗا رَّصَدٗا ٩

Wa annā kunnā naq'udu minhā maqā'ida lis-sam'i faman yastami'il-āna yajid lahū syihābar rasadā

dan sesungguhnya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar (berita-beritanya). Tetapi sekarang874 siapa (mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai (untuk membakarnya).

وَأَنَّا لَا نَدۡرِيٓ أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ أَمۡ أَرَادَ بِهِمۡ رَبُّهُمۡ رَشَدٗا ١٠

Wa annā lā nadrī asyarrun urīda biman fil-ardi am arāda bihim rabbuhum rasyadā

Dan sesungguhnya kami (jin) tidak mengetahui (adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan baginya.

وَأَنَّا مِنَّا ٱلصَّٰلِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَۖ كُنَّا طَرَآئِقَ قِدَدٗا ١١

Wa annā minnas-sālihūna waminnā dūna dzālika kunnā tarā'iqa qidadā

Dan sesungguhnya di antara kami (jin) ada yang saleh dan ada (pula) kebalikannya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda.

وَأَنَّا ظَنَنَّآ أَن لَّن نُّعۡجِزَ ٱللَّهَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَن نُّعۡجِزَهُۥ هَرَبٗا ١٢

Wa annā zanannā al lan nu'jizallāha fil-ardi walan nu'jizahū harabā

Dan sesungguhnya kami (jin) telah menduga, bahwa kami tidak akan mampu melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di bumi dan tidak (pula) dapat lari melepaskan diri (dari)-Nya.

وَأَنَّا لَمَّا سَمِعۡنَا ٱلۡهُدَىٰٓ ءَامَنَّا بِهِۦۖ فَمَن يُؤۡمِنۢ بِرَبِّهِۦ فَلَا يَخَافُ بَخۡسٗا وَلَا رَهَقٗا ١٣

Wa annā lammā sami'nal-hudā āmannā bihī faman yu'mim birabbihī falā yakhāfu bakhsan walā rahaqā

Dan sesungguhnya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (Al-Qur`an), kami beriman kepadanya. Maka barangsiapa beriman kepada Tuhan, maka tidak perlu ia takut rugi atau berdosa.

وَأَنَّا مِنَّا ٱلۡمُسۡلِمُونَ وَمِنَّا ٱلۡقَٰسِطُونَۖ فَمَنۡ أَسۡلَمَ فَأُوْلَٰٓئِكَ تَحَرَّوۡاْ رَشَدٗا ١٤

Wa annā minnal-muslimūna waminnal-qāsitūna faman aslama fa ulā'ika taharraw rasyadā

Dan di antara kami ada yang Islam dan ada yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus.

وَأَمَّا ٱلۡقَٰسِطُونَ فَكَانُواْ لِجَهَنَّمَ حَطَبٗا ١٥

Wa ammal-qāsitūna fakānū lijahannama hatabā

Dan adapun yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi bahan bakar bagi neraka Jahanam."

وَأَلَّوِ ٱسۡتَقَٰمُواْ عَلَى ٱلطَّرِيقَةِ لَأَسۡقَيۡنَٰهُم مَّآءً غَدَقٗا ١٦

Wa allawistaqāmū 'alat-tarīqati la asqaynāhum mā'an ghadaqā

Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang cukup.

لِّنَفۡتِنَهُمۡ فِيهِۚ وَمَن يُعۡرِضۡ عَن ذِكۡرِ رَبِّهِۦ يَسۡلُكۡهُ عَذَابٗا صَعَدٗا ١٧

Llinaftinahum fīhi waman yu'rid 'an dzikri rabbihī yaslukhu 'adzāban sa'adā

Dengan (cara) itu Kami hendak menguji mereka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang sangat berat.

وَأَنَّ ٱلۡمَسَٰجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدۡعُواْ مَعَ ٱللَّهِ أَحَدٗا ١٨

Wa annal-masājida lillāhi falā tad'ū ma'allāhi ahadā

Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah untuk Allah. Maka janganlah kamu menyembah apa pun di dalamnya selain Allah.

وَأَنَّهُۥ لَمَّا قَامَ عَبۡدُ ٱللَّهِ يَدۡعُوهُ كَادُواْ يَكُونُونَ عَلَيۡهِ لِبَدٗا ١٩

Wa annahū lammā qāma 'abdullāhi yad'ūhu kādū yakūnūna 'alayhi libadā

Dan sesungguhnya ketika hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (melaksanakan salat), mereka (jin-jin) itu berdesakan mengerumuninya.

قُلۡ إِنَّمَآ أَدۡعُواْ رَبِّي وَلَآ أُشۡرِكُ بِهِۦٓ أَحَدٗا ٢٠

Qul innamā ad'ū rabbī walā usyriku bihī ahadā

Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya."

قُلۡ إِنِّي لَآ أَمۡلِكُ لَكُمۡ ضَرّٗا وَلَا رَشَدٗا ٢١

Qul innī lā amliku lakum darran walā rasyadā

Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan kebaikan kepadamu."

قُلۡ إِنِّي لَن يُجِيرَنِي مِنَ ٱللَّهِ أَحَدٞ وَلَنۡ أَجِدَ مِن دُونِهِۦ مُلۡتَحَدًا ٢٢

Qul innī lan yujīranī minallāhi ahadun walan ajida min dūnihī multahadā

Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya.

إِلَّا بَلَٰغٗا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِسَٰلَٰتِهِۦۚ وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَإِنَّ لَهُۥ نَارَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ٢٣

Illā balāgham minallāhi warisālātihī waman ya'sillāha warasūlahū fa inna lahū nāra jahannama khālidīna fīhā abadā

(Aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia akan mendapat (azab) neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya."

حَتَّىٰٓ إِذَا رَأَوۡاْ مَا يُوعَدُونَ فَسَيَعۡلَمُونَ مَنۡ أَضۡعَفُ نَاصِرٗا وَأَقَلُّ عَدَدٗا ٢٤

Hattā idzā ra'aw mā yū'adūna fasaya'lamūna man ad'afu nāsiran wa aqallu 'adadā

Sehingga apabila mereka melihat (azab) yang diancamkan kepadanya, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit jumlahnya.

قُلۡ إِنۡ أَدۡرِيٓ أَقَرِيبٞ مَّا تُوعَدُونَ أَمۡ يَجۡعَلُ لَهُۥ رَبِّيٓ أَمَدًا ٢٥

Qul in adrī aqarībum mā tū'adūna am yaj'alu lahū rabbī amadā

Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat ataukah Tuhanku menetapkan waktunya masih lama."

عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ فَلَا يُظۡهِرُ عَلَىٰ غَيۡبِهِۦٓ أَحَدًا ٢٦

'Ālimul-ghaybi falā yuzhiru 'alā ghaybihī ahadā

Dia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu.

إِلَّا مَنِ ٱرۡتَضَىٰ مِن رَّسُولٖ فَإِنَّهُۥ يَسۡلُكُ مِنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ رَصَدٗا ٢٧

Illā manirtadā mir rasūlin fa innahū yasluku mim bayni yadayhi wamin khalfihī rasadā

Kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya.

لِّيَعۡلَمَ أَن قَدۡ أَبۡلَغُواْ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمۡ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيۡهِمۡ وَأَحۡصَىٰ كُلَّ شَيۡءٍ عَدَدَۢا ٢٨

Lliya'lama an qad ablaghū risālāti rabbihim wa ahāta bimā ladayhim wa ahsā kulla syay'in 'adadā

Agar Dia mengetahui, bahwa rasul-rasul itu sungguh, telah menyampaikan risalah Tuhannya, sedang (ilmu-Nya) meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.

Surat Al-Muzzammil

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُزَّمِّلُ ١

Yā'ayyuhal-muzzammil

Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!

قُمِ ٱلَّيۡلَ إِلَّا قَلِيلٗا ٢

Qumil-layla illā qalīlā

Bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali875 sebagian kecil.

نِّصۡفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصۡ مِنۡهُ قَلِيلًا ٣

Nnisfahū awinqus minhu qalīlā

(Yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu,

أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا ٤

Aw zid 'alayhi warattilil-qur'āna tartīlā

atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur`an itu dengan perlahan-lahan.

إِنَّا سَنُلۡقِي عَلَيۡكَ قَوۡلٗا ثَقِيلًا ٥

Innā sanulqī 'alayka qawlan tsaqīlā

Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.

إِنَّ نَاشِئَةَ ٱلَّيۡلِ هِيَ أَشَدُّ وَطۡـٔٗا وَأَقۡوَمُ قِيلًا ٦

Inna nāsyi'atal-layli hiya asyaddu wat'an wa aqwamu qīlā

Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan.

إِنَّ لَكَ فِي ٱلنَّهَارِ سَبۡحٗا طَوِيلٗا ٧

Inna laka fin-nahāri sabhan tawīlā

Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang.

وَٱذۡكُرِ ٱسۡمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلۡ إِلَيۡهِ تَبۡتِيلٗا ٨

Wadzkurisma rabbika watabattal ilayhi tabtīlā

Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.

رَّبُّ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَٱتَّخِذۡهُ وَكِيلٗا ٩

Rrabbul-masyriqi wal-maghribi lā ilāha illā huwa fattakhidzhu wakīlā

(Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung.

وَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَٱهۡجُرۡهُمۡ هَجۡرٗا جَمِيلٗا ١٠

Wasbir 'alā mā yaqūlūna wahjurhum hajran jamīlā

Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.

وَذَرۡنِي وَٱلۡمُكَذِّبِينَ أُوْلِي ٱلنَّعۡمَةِ وَمَهِّلۡهُمۡ قَلِيلًا ١١

Wadzarnī wal-mukaddzibīna ulin-na'mati wamahhilhum qalīlā

Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhan sebentar.

إِنَّ لَدَيۡنَآ أَنكَالٗا وَجَحِيمٗا ١٢

Inna ladaynā ankālan wajahīmā

Sungguh, di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat) dan neraka yang menyala-nyala,

وَطَعَامٗا ذَا غُصَّةٖ وَعَذَابًا أَلِيمٗا ١٣

Wata'āman dzā ghussatin wa'adzāban alīmā

dan (ada) makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.

يَوۡمَ تَرۡجُفُ ٱلۡأَرۡضُ وَٱلۡجِبَالُ وَكَانَتِ ٱلۡجِبَالُ كَثِيبٗا مَّهِيلًا ١٤

Yawma tarjuful-ardu wal-jibālu wakānatil-jibālu katsībam mahīlā

(Ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras, dan jadilah gunung-gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan.

إِنَّآ أَرۡسَلۡنَآ إِلَيۡكُمۡ رَسُولٗا شَٰهِدًا عَلَيۡكُمۡ كَمَآ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ رَسُولٗا ١٥

Innā arsalnā ilaykum rasūlan syāhidan 'alaykum kamā arsalnā ilā fir'awna rasūlā

Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul (Muhammad) kepada kamu, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus seorang Rasul kepada Fir'aun.

فَعَصَىٰ فِرۡعَوۡنُ ٱلرَّسُولَ فَأَخَذۡنَٰهُ أَخۡذٗا وَبِيلٗا ١٦

Fa'asā fir'awnur-rasūla fa akhadznāhu akhdzan wabīlā

Namun Fir'aun mendurhakai Rasul itu, maka Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.

فَكَيۡفَ تَتَّقُونَ إِن كَفَرۡتُمۡ يَوۡمٗا يَجۡعَلُ ٱلۡوِلۡدَٰنَ شِيبًا ١٧

Fakayfa tattaqūna in kafartum yawman yaj'alul-wildāna syībā

Lalu bagaimanakah kamu akan dapat menjaga dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.

ٱلسَّمَآءُ مُنفَطِرُۢ بِهِۦۚ كَانَ وَعۡدُهُۥ مَفۡعُولًا ١٨

As-samā'u munfatiru bihī kāna wa'duhū maf'ūlā

Langit terbelah pada hari itu. Janji Allah pasti terlaksana.

إِنَّ هَٰذِهِۦ تَذۡكِرَةٞۖ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلًا ١٩

Inna hādzihī tadzkiratun faman syā'at-takhadza ilā rabbihī sabīlā

Sungguh, ini adalah peringatan. Barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil jalan (yang lurus) kepada Tuhannya.

۞ إِنَّ رَبَّكَ يَعۡلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدۡنَىٰ مِن ثُلُثَيِ ٱلَّيۡلِ وَنِصۡفَهُۥ وَثُلُثَهُۥ وَطَآئِفَةٞ مِّنَ ٱلَّذِينَ مَعَكَۚ وَٱللَّهُ يُقَدِّرُ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَۚ عَلِمَ أَن لَّن تُحۡصُوهُ فَتَابَ عَلَيۡكُمۡۖ فَٱقۡرَءُواْ مَا تَيَسَّرَ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِۚ عَلِمَ أَن سَيَكُونُ مِنكُم مَّرۡضَىٰ وَءَاخَرُونَ يَضۡرِبُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَبۡتَغُونَ مِن فَضۡلِ ٱللَّهِ وَءَاخَرُونَ يُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِۖ فَٱقۡرَءُواْ مَا تَيَسَّرَ مِنۡهُۚ وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَقۡرِضُواْ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗاۚ وَمَا تُقَدِّمُواْ لِأَنفُسِكُم مِّنۡ خَيۡرٖ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ هُوَ خَيۡرٗا وَأَعۡظَمَ أَجۡرٗاۚ وَٱسۡتَغۡفِرُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمُۢ ٢٠

Inna rabbaka ya'lamu annaka taqūmu adnā min tsulutsayil-layli wanisfahū watsulutsahū watā'ifatum minal-ladzīna ma'aka wallāhu yuqaddirul-layla wan-nahāra 'alima al lan tuhsūhu fatāba 'alaykum faqra'ū mā tayassara minal-qur'āni 'alima an sayakūnu minkum mardā wa ākharūna yadribūna fil-ardi yabtaghūna min fadlillāhi wa ākharūna yuqātilūna fī sabīlillāhi faqra'ū mā tayassara minhu wa aqīmus-salawāta wa ātuz-zakawāta wa aqridullāha qardan hasanan wamā tuqaddimū li anfusikum min khayrin tajidūhu 'indallāhi huwa khayran wa a'zama ajran wastaghfirullāha innallāha ghafūrur rahīm

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur`an; Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah; dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur`an dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Surat Al-Muddassir

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُدَّثِّرُ ١

Yā'ayyuhal-muddattsir

Wahai orang yang berkemul (berselimut)!

قُمۡ فَأَنذِرۡ ٢

Qum fa andzir

Bangunlah, lalu berilah peringatan!

وَرَبَّكَ فَكَبِّرۡ ٣

Warabbaka fakabbir

Dan agungkanlah Tuhanmu,

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرۡ ٤

Watsiyābaka fatahhir

dan bersihkanlah pakaianmu,

وَٱلرُّجۡزَ فَٱهۡجُرۡ ٥

War-rujza fahjur

dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji,

وَلَا تَمۡنُن تَسۡتَكۡثِرُ ٦

Walā tamnun tastaktsir

dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.

وَلِرَبِّكَ فَٱصۡبِرۡ ٧

Walirabbika fasbir

Dan karena Tuhanmu, bersabarlah.

فَإِذَا نُقِرَ فِي ٱلنَّاقُورِ ٨

Fa idzā nuqira fin-nāqūr

Maka apabila sangkakala ditiup,

فَذَٰلِكَ يَوۡمَئِذٖ يَوۡمٌ عَسِيرٌ ٩

Fadzālika yawma'idzin yawmun 'asīr

maka itulah hari yang serba sulit,

عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ غَيۡرُ يَسِيرٖ ١٠

'Alal-kāfirīna ghayru yasīr

bagi orang-orang kafir tidak mudah.

ذَرۡنِي وَمَنۡ خَلَقۡتُ وَحِيدٗا ١١

Dzarnī waman khalaqtu wahīdā

Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya,876

وَجَعَلۡتُ لَهُۥ مَالٗا مَّمۡدُودٗا ١٢

Waja'altu lahū mālam mamdūdā

dan Aku berikan baginya kekayaan yang melimpah,

وَبَنِينَ شُهُودٗا ١٣

Wabanīna syuhūdā

dan anak-anak yang selalu bersamanya,

وَمَهَّدتُّ لَهُۥ تَمۡهِيدٗا ١٤

Wamahhattu lahū tamhīdā

dan Aku berikan baginya kelapangan (hidup) seluas-luasnya.

ثُمَّ يَطۡمَعُ أَنۡ أَزِيدَ ١٥

Tsumma yatma'u an azīd

kemudian dia ingin sekali agar Aku menambahnya.

كَلَّآۖ إِنَّهُۥ كَانَ لِأٓيَٰتِنَا عَنِيدٗا ١٦

Kallā innahū kāna li'āyātinā 'anīdā

Tidak bisa! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur`an).

سَأُرۡهِقُهُۥ صَعُودًا ١٧

Sa'urhiquhū sa'ūdā

Aku akan membebaninya dengan pendakian yang meletihkan.

إِنَّهُۥ فَكَّرَ وَقَدَّرَ ١٨

Innahū fakkara waqaddar

Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),

فَقُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَ ١٩

Faqutila kayfa qaddar

maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?

ثُمَّ قُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَ ٢٠

Tsumma qutila kayfa qaddar

Ssekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?

ثُمَّ نَظَرَ ٢١

Tsumma nazar

Kemudian dia (merenung) memikirkan,

ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ ٢٢

Tsumma 'abasa wabasar

lalu berwajah masam dan cemberut,

ثُمَّ أَدۡبَرَ وَٱسۡتَكۡبَرَ ٢٣

Tsumma adbara wastakbar

kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,

فَقَالَ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ يُؤۡثَرُ ٢٤

Faqāla in hādzā illā sihrun yu'tsar

lalu dia berkata, "(Al-Qur`an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu).

إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا قَوۡلُ ٱلۡبَشَرِ ٢٥

In hādzā illā qawlul-basyar

Ini hanyalah perkataan manusia."

سَأُصۡلِيهِ سَقَرَ ٢٦

Sa'uslīhi saqar

Kelak, Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar,

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا سَقَرُ ٢٧

Wamā adrāka mā saqar

Dan tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?

لَا تُبۡقِي وَلَا تَذَرُ ٢٨

Lā tubqī walā tadzar

Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan,877

لَوَّاحَةٞ لِّلۡبَشَرِ ٢٩

Lawwāhatul lil-basyar

yang menghanguskan kulit manusia.

عَلَيۡهَا تِسۡعَةَ عَشَرَ ٣٠

'Alayhā tis'ata 'asyar

Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).

وَمَا جَعَلۡنَآ أَصۡحَٰبَ ٱلنَّارِ إِلَّا مَلَٰٓئِكَةٗۖ وَمَا جَعَلۡنَا عِدَّتَهُمۡ إِلَّا فِتۡنَةٗ لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ لِيَسۡتَيۡقِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ وَيَزۡدَادَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِيمَٰنٗا وَلَا يَرۡتَابَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَلِيَقُولَ ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ وَٱلۡكَٰفِرُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلٗاۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ ٱللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَهۡدِي مَن يَشَآءُۚ وَمَا يَعۡلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَۚ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكۡرَىٰ لِلۡبَشَرِ ٣١

Wamā ja'alnā ashāban-nāri illā malā'ikatan wamā ja'alnā 'iddatahum illā fitnatal lilladzīna kafarū liyastayqinal-ladzīna ūtul-kitāba wayazdādal-ladzīna āmanū īmānan walā yartābal-ladzīna ūtul-kitāba wal-mu'minūna waliyaqūlal-ladzīna fī qulūbihim maradun wal-kāfirūna mādzā arādallāhu bihādzā matsalan kadzālika yudillullāhu man yasyā'u wayahdī man yasyā'u wamā ya'lamu junūda rabbika illā huwa wamā hiya illā dzikrā lil-basyar

Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), "Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.

كَلَّا وَٱلۡقَمَرِ ٣٢

Kallā wal-qamar

Tidak!878 Demi bulan,

وَٱلَّيۡلِ إِذۡ أَدۡبَرَ ٣٣

Wallayli idz adbar

dan demi malam ketika telah berlalu,

وَٱلصُّبۡحِ إِذَآ أَسۡفَرَ ٣٤

Was-subhi idzā asfar

dan demi subuh apabila mulai terang,

إِنَّهَا لَإِحۡدَى ٱلۡكُبَرِ ٣٥

Innahā la ihdal-kubar

sesungguhnya (Saqar itu) adalah salah satu (bencana) yang sangat besar,

نَذِيرٗا لِّلۡبَشَرِ ٣٦

Nadzīral lil-basyar

sebagai peringatan bagi manusia,

لِمَن شَآءَ مِنكُمۡ أَن يَتَقَدَّمَ أَوۡ يَتَأَخَّرَ ٣٧

Liman syā'a minkum an yataqaddama aw yata'akkhar

(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang ingin maju atau mundur.879

كُلُّ نَفۡسِۭ بِمَا كَسَبَتۡ رَهِينَةٌ ٣٨

Kullu nafsi bimā kasabat rahīnah

Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya,

إِلَّآ أَصۡحَٰبَ ٱلۡيَمِينِ ٣٩

Illā ashābal-yamīn

kecuali golongan kanan,

فِي جَنَّٰتٖ يَتَسَآءَلُونَ ٤٠

Fī jannātin yatasā'alūn

berada di dalam surga, mereka saling menanyakan,

عَنِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ٤١

'Anil-mujrimīn

tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,

مَا سَلَكَكُمۡ فِي سَقَرَ ٤٢

Mā salakakum fī saqar

"Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?"

قَالُواْ لَمۡ نَكُ مِنَ ٱلۡمُصَلِّينَ ٤٣

Qālū lam naku minal-musallīn

Mereka menjawab, "Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat,

وَلَمۡ نَكُ نُطۡعِمُ ٱلۡمِسۡكِينَ ٤٤

Walam naku nut'imul-miskīn

dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin,

وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ ٱلۡخَآئِضِينَ ٤٥

Wakunnā nakhūdu ma'al-khā'idīn

bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang batil), bersama orang-orang yang membicarakannya,

وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوۡمِ ٱلدِّينِ ٤٦

Wakunnā nukaddzibu biyawmid-dīn

dan kami mendustakan hari pembalasan,

حَتَّىٰٓ أَتَىٰنَا ٱلۡيَقِينُ ٤٧

Hattā atānal-yaqīn

sampai datang kepada kami kematian."

فَمَا تَنفَعُهُمۡ شَفَٰعَةُ ٱلشَّٰفِعِينَ ٤٨

Famā tanfa'uhum syafā'atusy-syāfi'īn

Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat (pertolongan) dari orang-orang yang memberikan syafaat.

فَمَا لَهُمۡ عَنِ ٱلتَّذۡكِرَةِ مُعۡرِضِينَ ٤٩

Famā lahum 'anit-tadzkirati mu'ridīn

Lalu mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?

كَأَنَّهُمۡ حُمُرٞ مُّسۡتَنفِرَةٞ ٥٠

Ka annahum humurum mustanfirah

seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut,

فَرَّتۡ مِن قَسۡوَرَةِۭ ٥١

Farrat min qaswarah

lari dari singa.

بَلۡ يُرِيدُ كُلُّ ٱمۡرِيٕٖ مِّنۡهُمۡ أَن يُؤۡتَىٰ صُحُفٗا مُّنَشَّرَةٗ ٥٢

Bal yurīdu kullumriy'im minhum an yu'tā suhufam munassyarah

Bahkan setiap orang dari mereka ingin agar diberikan kepadanya lembaran-lembaran (kitab) yang terbuka.

كَلَّاۖ بَل لَّا يَخَافُونَ ٱلۡأٓخِرَةَ ٥٣

Kallā bal lā yakhāfūnal-ākhirah

Tidak! Sebenarnya mereka tidak takut kepada akhirat.

كَلَّآ إِنَّهُۥ تَذۡكِرَةٞ ٥٤

Kallā innahū tadzkirah

Tidak! Sesungguhnya (Al-Qur`an) itu benar-benar suatu peringatan.

فَمَن شَآءَ ذَكَرَهُۥ ٥٥

Faman syā'a dzakarah

Maka barangsiapa menghendaki, tentu dia mengambil pelajaran darinya.

وَمَا يَذۡكُرُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ هُوَ أَهۡلُ ٱلتَّقۡوَىٰ وَأَهۡلُ ٱلۡمَغۡفِرَةِ ٥٦

Wamā yadzkurūna illā an yasyā'allāhu huwa ahlut-taqwā wa ahlul-maghfirah

Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya (Al-Qur`an) kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah Tuhan yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampun.

Surat Al-Qiyamah

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

لَآ أُقۡسِمُ بِيَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ ١

Lā uqsimu biyawmil-qiyāmah

Aku bersumpah dengan hari Kiamat,

وَلَآ أُقۡسِمُ بِٱلنَّفۡسِ ٱللَّوَّامَةِ ٢

Walā uqsimu bin-nafsil-lawwāmah

dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri).

أَيَحۡسَبُ ٱلۡإِنسَٰنُ أَلَّن نَّجۡمَعَ عِظَامَهُۥ ٣

Ayahsabul-insānu allan najma'a 'izāmah

Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?

بَلَىٰ قَٰدِرِينَ عَلَىٰٓ أَن نُّسَوِّيَ بَنَانَهُۥ ٤

Balā qādirīna 'alā an nusawwiya banānah

(Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.

بَلۡ يُرِيدُ ٱلۡإِنسَٰنُ لِيَفۡجُرَ أَمَامَهُۥ ٥

Bal yurīdul-insānu liyafjura amāmah

Tetapi manusia hendak membuat maksiat terus menerus.

يَسۡـَٔلُ أَيَّانَ يَوۡمُ ٱلۡقِيَٰمَةِ ٦

Yas'alu ayyāna yawmul-qiyāmah

Dia bertanya, "Kapankah hari Kiamat itu?"

فَإِذَا بَرِقَ ٱلۡبَصَرُ ٧

Fa idzā bariqal-basar

Maka apabila mata terbelalak (ketakutan),

وَخَسَفَ ٱلۡقَمَرُ ٨

Wakhasafal-qamar

dan bulan pun telah hilang cahayanya,

وَجُمِعَ ٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ ٩

Wajumi'asy-syamsu wal-qamar

lalu matahari dan bulan dikumpulkan,

يَقُولُ ٱلۡإِنسَٰنُ يَوۡمَئِذٍ أَيۡنَ ٱلۡمَفَرُّ ١٠

Yaqūlul-insānu yawma'idzin aynal-mafarr

pada hari itu manusia berkata, "Ke mana tempat pelarian?"

كَلَّا لَا وَزَرَ ١١

Kallā lā wazar

Tidak! Tidak ada tempat berlindung!

إِلَىٰ رَبِّكَ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡمُسۡتَقَرُّ ١٢

Ilā rabbika yawma'idzinil-mustaqarr

Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu.

يُنَبَّؤُاْ ٱلۡإِنسَٰنُ يَوۡمَئِذِۭ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ ١٣

Yunabba'ul-insānu yawma'idzi bimā qaddama wa akkhar

Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.

بَلِ ٱلۡإِنسَٰنُ عَلَىٰ نَفۡسِهِۦ بَصِيرَةٞ ١٤

Balil-insānu 'alā nafsihī basīrah

Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri,880

وَلَوۡ أَلۡقَىٰ مَعَاذِيرَهُۥ ١٥

Walaw alqā ma'ādzīrah

dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.

لَا تُحَرِّكۡ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعۡجَلَ بِهِۦٓ ١٦

Lā tuharrik bihī lisānaka lita'jala bih

Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur`an) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.

إِنَّ عَلَيۡنَا جَمۡعَهُۥ وَقُرۡءَانَهُۥ ١٧

Inna 'alaynā jam'ahū waqur'ānah

Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya.

فَإِذَا قَرَأۡنَٰهُ فَٱتَّبِعۡ قُرۡءَانَهُۥ ١٨

Fa idzā qara'nāhu fattabi' qur'ānah

Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.

ثُمَّ إِنَّ عَلَيۡنَا بَيَانَهُۥ ١٩

Tsumma inna 'alaynā bayānah

Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskannya.

كَلَّا بَلۡ تُحِبُّونَ ٱلۡعَاجِلَةَ ٢٠

Kallā bal tuhibbūnal-'ājilah

Tidak! Bahkan Kamu mencintai kehidupan dunia,

وَتَذَرُونَ ٱلۡأٓخِرَةَ ٢١

Watadzarūnal-ākhirah

dan mengabaikan (kehidupan) akhirat.

وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ نَّاضِرَةٌ ٢٢

Wujūhun yawma'idzin nādirah

Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri.

إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٞ ٢٣

Ilā rabbihā nāzirah

Memandang Tuhannya.

وَوُجُوهٞ يَوۡمَئِذِۭ بَاسِرَةٞ ٢٤

Wawujūhun yawma'idzi bāsirah

Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram,

تَظُنُّ أَن يُفۡعَلَ بِهَا فَاقِرَةٞ ٢٥

Tazunnu an yuf'ala bihā fāqirah

mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat.

كَلَّآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلتَّرَاقِيَ ٢٦

Kallā idzā balaghatit-tarāqiy

Tidak! Apabila (nyawa) telah sampai ke kerongkongan,

وَقِيلَ مَنۡۜ رَاقٖ ٢٧

Waqīla man rāq

dan dikatakan (kepadanya), "Siapa yang dapat menyembuhkan?"

وَظَنَّ أَنَّهُ ٱلۡفِرَاقُ ٢٨

Wazanna annahul-firāq

dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan (dengan dunia),

وَٱلۡتَفَّتِ ٱلسَّاقُ بِٱلسَّاقِ ٢٩

Wal-taffatis-sāqu bis-sāq

dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan),881

إِلَىٰ رَبِّكَ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡمَسَاقُ ٣٠

Ilā rabbika yawma'idzinil-masāq

kepada Tuhanmu lah pada hari itu kamu dihalau.

فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّىٰ ٣١

Falā saddaqa walā sallā

Karena dia (dahulu) tidak mau membenarkan (Al-Qur`an dan Rasul) dan tidak mau melaksanakan salat,

وَلَٰكِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ ٣٢

Walākin kaddzaba watawallā

tetapi justru dia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran),

ثُمَّ ذَهَبَ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِۦ يَتَمَطَّىٰٓ ٣٣

Tsumma dzahaba ilā ahlihī yatamattā

kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong.

أَوۡلَىٰ لَكَ فَأَوۡلَىٰ ٣٤

Awlā laka fa awlā

Celakalah kamu! Maka celakalah!

ثُمَّ أَوۡلَىٰ لَكَ فَأَوۡلَىٰٓ ٣٥

Tsumma awlā laka fa awlā

Sekali lagi, celakalah kamu (manusia)! Maka celakalah!

أَيَحۡسَبُ ٱلۡإِنسَٰنُ أَن يُتۡرَكَ سُدًى ٣٦

Ayahsabul-insānu an yutraka sudā

Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung-jawaban)?

أَلَمۡ يَكُ نُطۡفَةٗ مِّن مَّنِيّٖ يُمۡنَىٰ ٣٧

Alam yaku nutfatam mim maniyyin yumnā

Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),

ثُمَّ كَانَ عَلَقَةٗ فَخَلَقَ فَسَوَّىٰ ٣٨

Tsumma kāna 'alaqatan fakhalaqa fasawwā

kemudian (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya,

فَجَعَلَ مِنۡهُ ٱلزَّوۡجَيۡنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلۡأُنثَىٰٓ ٣٩

Faja'ala minhuz-zawjaynidz-dzakara wal-untsā

lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.

أَلَيۡسَ ذَٰلِكَ بِقَٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يُحۡـِۧيَ ٱلۡمَوۡتَىٰ ٤٠

Alaysa dzālika biqādirin 'alā an yuhyal-mawtā

Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?

Surat Al-Insan

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

هَلۡ أَتَىٰ عَلَى ٱلۡإِنسَٰنِ حِينٞ مِّنَ ٱلدَّهۡرِ لَمۡ يَكُن شَيۡـٔٗا مَّذۡكُورًا ١

Hal atā 'alal-insāni hīnum minad-dahri lam yakun syay'an mmadzkūrā

Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?

إِنَّا خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِن نُّطۡفَةٍ أَمۡشَاجٖ نَّبۡتَلِيهِ فَجَعَلۡنَٰهُ سَمِيعَۢا بَصِيرًا ٢

Innā khalaqnal-insāna min nutfatin amsyājin nabtalīhi faja'alnāhu samī'ā basīrā

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur882 yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

إِنَّا هَدَيۡنَٰهُ ٱلسَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرٗا وَإِمَّا كَفُورًا ٣

Innā hadaynāhus-sabīla immā syākiran wa immā kafūrā

Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.

إِنَّآ أَعۡتَدۡنَا لِلۡكَٰفِرِينَ سَلَٰسِلَاْ وَأَغۡلَٰلٗا وَسَعِيرًا ٤

Innā a'tadnā lil-kāfirīna salāsila wa aghlālan wasa'īrā

Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.

إِنَّ ٱلۡأَبۡرَارَ يَشۡرَبُونَ مِن كَأۡسٖ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا ٥

Innal-abrāra yasyrabūna min ka sin kāna mizājuhā kāfūrā

Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur,883

عَيۡنٗا يَشۡرَبُ بِهَا عِبَادُ ٱللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفۡجِيرٗا ٦

'Aynan yasyrabu bihā 'ibādullāhi yufajjirūnahā tafjīrā

(yaitu) mata air (dalam surga) yang di minum oleh hamba-hamba Allah, dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya.

يُوفُونَ بِٱلنَّذۡرِ وَيَخَافُونَ يَوۡمٗا كَانَ شَرُّهُۥ مُسۡتَطِيرٗا ٧

Yūfūna bin-nadzri wayakhāfūna yawman kāna syarruhū mustatīrā

Mereka memenuhi nazar884 dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.

وَيُطۡعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسۡكِينٗا وَيَتِيمٗا وَأَسِيرًا ٨

Wayut'imūnat-ta'āma 'alā hubbihī miskīnan wayatīman wa asīrā

Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan,

إِنَّمَا نُطۡعِمُكُمۡ لِوَجۡهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمۡ جَزَآءٗ وَلَا شُكُورًا ٩

Innamā nut'imukum liwajhillāhi lā nurīdu minkum jazā'an walā syukūrā

(sambil berkata), "Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu.

إِنَّا نَخَافُ مِن رَّبِّنَا يَوۡمًا عَبُوسٗا قَمۡطَرِيرٗا ١٠

Innā nakhāfu mir rabbinā yawman 'abūsan qamtarīrā

Sungguh, kami takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan."

فَوَقَىٰهُمُ ٱللَّهُ شَرَّ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمِ وَلَقَّىٰهُمۡ نَضۡرَةٗ وَسُرُورٗا ١١

Fawaqāhumullāhu syarra dzālikal-yawmi walaqqāhum nadratan wasurūrā

Maka Allah melindungi mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka keceriaan dan kegembiraan.

وَجَزَىٰهُم بِمَا صَبَرُواْ جَنَّةٗ وَحَرِيرٗا ١٢

Wajazāhum bimā sabarū jannatan waharīrā

Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabarannya (berupa) surga dan (pakaian) sutera.

مُّتَّكِـِٔينَ فِيهَا عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِۖ لَا يَرَوۡنَ فِيهَا شَمۡسٗا وَلَا زَمۡهَرِيرٗا ١٣

Mmuttaki'īna fīhā 'alal-arā'iki lā yarawna fīhā syamsan walā zamharīrā

Di sana mereka duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka tidak melihat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan.

وَدَانِيَةً عَلَيۡهِمۡ ظِلَٰلُهَا وَذُلِّلَتۡ قُطُوفُهَا تَذۡلِيلٗا ١٤

Wadāniyatan 'alayhim zilāluhā wadzullilat qutūfuhā tadzlīlā

Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya.

وَيُطَافُ عَلَيۡهِم بِـَٔانِيَةٖ مِّن فِضَّةٖ وَأَكۡوَابٖ كَانَتۡ قَوَارِيرَا۠ ١٥

Wayutāfu 'alayhim bi'āniyatim min fiddatin wa akwābin kānat qawārīraā

Dan kepada mereka diedarkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal,

قَوَارِيرَاْ مِن فِضَّةٖ قَدَّرُوهَا تَقۡدِيرٗا ١٦

Qawārīra min fiddatin qaddarūhā taqdīrā

kristal yang jernih terbuat dari perak, mereka tentukan ukurannya yang sesuai (dengan kehendak mereka).

وَيُسۡقَوۡنَ فِيهَا كَأۡسٗا كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلًا ١٧

Wayusqawna fīhā ka san kāna mizājuhā zanjabīlā

Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe.

عَيۡنٗا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلۡسَبِيلٗا ١٨

'Aynan fīhā tusammā salsabīlā

(Yang didatangkan dari) suatu mata air (di surga) yang dinamakan Salsabīl.

۞ وَيَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيۡتَهُمۡ حَسِبۡتَهُمۡ لُؤۡلُؤٗا مَّنثُورٗا ١٩

Wayatūfu 'alayhim wildānum mukhalladūna idzā ra'aytahum hasibtahum lu'lu'am mantsūrā

Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda-pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka mutiara yang bertaburan.

وَإِذَا رَأَيۡتَ ثَمَّ رَأَيۡتَ نَعِيمٗا وَمُلۡكٗا كَبِيرًا ٢٠

Wa idzā ra'ayta tsamma ra'ayta na'īman wamulkan kabīrā

Dan apabila engkau melihat (keadaan) di sana (surga), niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.

عَٰلِيَهُمۡ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضۡرٞ وَإِسۡتَبۡرَقٞۖ وَحُلُّوٓاْ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٖ وَسَقَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ شَرَابٗا طَهُورًا ٢١

'Āliyahum tsiyābu sundusin khudrun wa istabraqun wahullū asāwira min fiddatin wasaqāhum rabbuhum syarāban tahūrā

Mereka berpakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan memakai gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih (dan suci).

إِنَّ هَٰذَا كَانَ لَكُمۡ جَزَآءٗ وَكَانَ سَعۡيُكُم مَّشۡكُورًا ٢٢

Inna hādzā kāna lakum jazā'an wakāna sa'yukum masykūrā

Inilah balasan untukmu, dan segala usahamu diterima dan diakui (Allah).

إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ تَنزِيلٗا ٢٣

Innā nahnu nazzalnā 'alaykal-qur'āna tanzīlā

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur`an kepadamu (Muhammad) secara berangsur-angsur.

فَٱصۡبِرۡ لِحُكۡمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعۡ مِنۡهُمۡ ءَاثِمًا أَوۡ كَفُورٗا ٢٤

Fasbir lihukmi rabbika walā tuti' minhum ātsiman aw kafūrā

Maka bersabarlah untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka.

وَٱذۡكُرِ ٱسۡمَ رَبِّكَ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلٗا ٢٥

Wadzkurisma rabbika bukratan wa asīlā

Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.

وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَٱسۡجُدۡ لَهُۥ وَسَبِّحۡهُ لَيۡلٗا طَوِيلًا ٢٦

Waminal-layli fasjud lahū wasabbihhu laylan tawīlā

Dan pada sebagian dari malam, maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.

إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ يُحِبُّونَ ٱلۡعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَآءَهُمۡ يَوۡمٗا ثَقِيلٗا ٢٧

Inna hā'ulā'i yuhibbūnal-'ājilata wayadzarūna warā'ahum yawman tsaqīlā

Sesungguhnya mereka (orang kafir) itu mencintai kehidupan (dunia) dan meningggalkan hari yang berat (hari akhirat) di belakangnya.

نَّحۡنُ خَلَقۡنَٰهُمۡ وَشَدَدۡنَآ أَسۡرَهُمۡۖ وَإِذَا شِئۡنَا بَدَّلۡنَآ أَمۡثَٰلَهُمۡ تَبۡدِيلًا ٢٨

Nnahnu khalaqnāhum wasyadadnā asrahum wa idzā syi'nā baddalnā amtsālahum tabdīlā

Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka. Tetapi, jika Kami menghendaki, Kami dapat mengganti dengan yang serupa mereka.

إِنَّ هَٰذِهِۦ تَذۡكِرَةٞۖ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلٗا ٢٩

Inna hādzihī tadzkiratun faman syā'at-takhadza ilā rabbihī sabīlā

Sungguh, (ayat-ayat) ini adalah peringatan, maka barang siapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) tentu dia mengambil jalan menuju kepada Tuhannya.

وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمٗا ٣٠

Wamā tasyā'ūna illā an yasyā'allāhu innallāha kāna 'alīman hakīmā

Tetapi kamu tidak mampu (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

يُدۡخِلُ مَن يَشَآءُ فِي رَحۡمَتِهِۦۚ وَٱلظَّٰلِمِينَ أَعَدَّ لَهُمۡ عَذَابًا أَلِيمَۢا ٣١

Yudkhilu man yasyā'u fī rahmatihī waz-zālimīna a'adda lahum 'adzāban alīmā

Dia memasukkan siapa pun yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya (surga). Adapun bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih.

Surat Al-Mursalat

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلۡمُرۡسَلَٰتِ عُرۡفٗا ١

Wal-mursalāti 'urfā

Demi (malaikat-malaikat)885 yang diutus untuk membawa kebaikan,

فَٱلۡعَٰصِفَٰتِ عَصۡفٗا ٢

Fal-'āsifāti 'asfā

dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya,886

وَٱلنَّٰشِرَٰتِ نَشۡرٗا ٣

Wan-nāsyirāti nasyrā

dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Allah) dengan seluas-luasnya,887

فَٱلۡفَٰرِقَٰتِ فَرۡقٗا ٤

Fal-fāriqāti farqā

dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang baik dan yang buruk) dengan sejelas-jelasnya,

فَٱلۡمُلۡقِيَٰتِ ذِكۡرًا ٥

Fal-mulqiyāti dzikrā

dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu,

عُذۡرًا أَوۡ نُذۡرًا ٦

'Udzran aw nudzrā

untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan.

إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَوَٰقِعٞ ٧

Innamā tū'adūna lawāqi'

Sungguh, apa yang dijanjikan kepadamu pasti terjadi.

فَإِذَا ٱلنُّجُومُ طُمِسَتۡ ٨

Fa idzan-nujūmu tumisat

Maka apabila bintang-bintang dihapuskan,

وَإِذَا ٱلسَّمَآءُ فُرِجَتۡ ٩

Wa idzas-samā'u furijat

dan apabila langit terbelah,

وَإِذَا ٱلۡجِبَالُ نُسِفَتۡ ١٠

Wa idzal-jibālu nusifat

dan apabila gunung-gunung dihancurkan menjadi debu,

وَإِذَا ٱلرُّسُلُ أُقِّتَتۡ ١١

Wa idzar-rusulu uqqitat

dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktunya.888

لِأَيِّ يَوۡمٍ أُجِّلَتۡ ١٢

Li ayyi yawmin ujjilat

(Niscaya dikatakan kepada mereka), "Sampai hari apakah ditangguhkan (azab orang-orang kafir itu)?"

لِيَوۡمِ ٱلۡفَصۡلِ ١٣

Liyawmil-fasl

Sampai hari keputusan.

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا يَوۡمُ ٱلۡفَصۡلِ ١٤

Wamā adrāka mā yawmul-fasl

Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu?

وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ١٥

Waylun yawma'idzil lil-mukaddzibīn

Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).

أَلَمۡ نُهۡلِكِ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٦

Alam nuhlikil-awwalīn

Bukankah telah Kami binasakan orang-orang yang dahulu?

ثُمَّ نُتۡبِعُهُمُ ٱلۡأٓخِرِينَ ١٧

Tsumma nutbi'uhumul-ākhirīn

Lalu Kami susulkan (azab Kami terhadap) orang-orang yang datang kemudian.

كَذَٰلِكَ نَفۡعَلُ بِٱلۡمُجۡرِمِينَ ١٨

Kadzālika naf'alu bil-mujrimīn

Demikianlah Kami perlakukan orang-orang yang berdosa.

وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ١٩

Waylun yawma'idzil lil-mukaddzibīn

Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).

أَلَمۡ نَخۡلُقكُّم مِّن مَّآءٖ مَّهِينٖ ٢٠

Alam nakhlukkum mim mā'im mahīn

Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina (mani),

فَجَعَلۡنَٰهُ فِي قَرَارٖ مَّكِينٍ ٢١

Faja'alnāhu fī qarārim makīn

kemudian Kami letakkan ia dalam tempat yang kokoh (rahim),

إِلَىٰ قَدَرٖ مَّعۡلُومٖ ٢٢

Ilā qadarim ma'lūm

sampai waktu yang ditentukan,

فَقَدَرۡنَا فَنِعۡمَ ٱلۡقَٰدِرُونَ ٢٣

Faqadarnā fani'mal-qādirūn

lalu Kami tentukan (bentuknya), maka (Kamilah) sebaik-baik yang menentukan.

وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ٢٤

Waylun yawma'idzil lil-mukaddzibīn

Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).

أَلَمۡ نَجۡعَلِ ٱلۡأَرۡضَ كِفَاتًا ٢٥

Alam naj'alil-arda kifātā

Bukankah Kami jadikan bumi untuk (tempat) berkumpul,

أَحۡيَآءٗ وَأَمۡوَٰتٗا ٢٦

Ahyā'an wa amwātā

bagi yang masih hidup dan yang sudah mati?889

وَجَعَلۡنَا فِيهَا رَوَٰسِيَ شَٰمِخَٰتٖ وَأَسۡقَيۡنَٰكُم مَّآءٗ فُرَاتٗا ٢٧

Waja'alnā fīhā rawāsiya syāmikhātin wa asqaynākum mā'an furātā

Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar?

وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ٢٨

Waylun yawma'idzil lil-mukaddzibīn

Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).

ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ مَا كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ٢٩

Intaliqū ilā mā kuntum bihī tukaddzibūn

(Akan dikatakan), "Pergilah kamu guna mendapatkan apa (azab) yang dahulu kamu dustakan.

ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ ظِلّٖ ذِي ثَلَٰثِ شُعَبٖ ٣٠

Intaliqū ilā zillin dzī tsalātsi syu'ab

Pergilah kamu mendapatkan naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang,890

لَّا ظَلِيلٖ وَلَا يُغۡنِي مِنَ ٱللَّهَبِ ٣١

Llā zalīlin walā yughnī minal-lahab

yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka."

إِنَّهَا تَرۡمِي بِشَرَرٖ كَٱلۡقَصۡرِ ٣٢

Innahā tarmī bisyararin kal-qasr

Sungguh, (neraka) itu menyemburkan bunga api (sebesar dan setinggi) istana,

كَأَنَّهُۥ جِمَٰلَتٞ صُفۡرٞ ٣٣

Ka annahū jimālatun sufr

seakan-akan iring-iringan unta yang kuning.

وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ٣٤

Waylun yawma'idzil lil-mukaddzibīn

Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).

هَٰذَا يَوۡمُ لَا يَنطِقُونَ ٣٥

Hādzā yawmu lā yantiqūn

Inilah hari, saat mereka tidak dapat berbicara,

وَلَا يُؤۡذَنُ لَهُمۡ فَيَعۡتَذِرُونَ ٣٦

Walā yu'dzanu lahum faya'tadzirūn

dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan.

وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ٣٧

Waylun yawma'idzil lil-mukaddzibīn

Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).

هَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡفَصۡلِۖ جَمَعۡنَٰكُمۡ وَٱلۡأَوَّلِينَ ٣٨

Hādzā yawmul-fasli jama'nākum wal-awwalīn

Inilah hari keputusan; (pada hari ini) Kami kumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu.

فَإِن كَانَ لَكُمۡ كَيۡدٞ فَكِيدُونِ ٣٩

Fa in kāna lakum kaydun fakīdūn

Maka jika kamu punya tipu daya, maka lakukanlah (tipu daya) itu terhadap-Ku.

وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ٤٠

Waylun yawma'idzil lil-mukaddzibīn

Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).

إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِي ظِلَٰلٖ وَعُيُونٖ ٤١

Innal-muttaqīna fī zilālin wa'uyūn

Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (pepohonan surga yang teduh) dan (di sekitar) mata air,

وَفَوَٰكِهَ مِمَّا يَشۡتَهُونَ ٤٢

Wafawākiha mimmā yasytahūn

dan buah-buahan yang mereka sukai.

كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ هَنِيٓـَٔۢا بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٤٣

Kulū wasyrabū hanī'ā bimā kuntum ta'malūn

(Katakan kepada mereka), "Makan dan minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan."

إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٤٤

Innā kadzālika najzil-muhsinīn

Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ٤٥

Waylun yawma'idzil lil-mukaddzibīn

Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).

كُلُواْ وَتَمَتَّعُواْ قَلِيلًا إِنَّكُم مُّجۡرِمُونَ ٤٦

Kulū watamatta'ū qalīlan innakum mujrimūn

(Katakan kepada orang-orang kafir), "Makan dan bersenang-senanglah kamu (di dunia) sebentar, sesungguhnya kamu orang-orang durhaka!"

وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ٤٧

Waylun yawma'idzil lil-mukaddzibīn

Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱرۡكَعُواْ لَا يَرۡكَعُونَ ٤٨

Wa idzā qīla lahumurka'ū lā yarka'ūn

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Rukuklah," mereka tidak mau rukuk.891

وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ٤٩

Waylun yawma'idzil lil-mukaddzibīn

Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)!

فَبِأَيِّ حَدِيثِۭ بَعۡدَهُۥ يُؤۡمِنُونَ ٥٠

Fabi'ayyi hadītsi ba'dahū yu'minūn

Maka kepada ajaran manakah (selain Al-Qur`an) ini mereka akan beriman?

Pertanyaan

Juz 29 dimulai dan berakhir di mana?

Juz 29 dimulai dari Surat Al-Mulk 67:1 dan berakhir di Surat Al-Mursalat 77:50.

Surat apa saja yang ada di Juz 29?

Juz 29 berisi Al-Mulk, Al-Qalam, Al-Haqqah, Al-Ma'arij, Nuh, Al-Jinn, Al-Muzzammil, Al-Muddassir, Al-Qiyamah, Al-Insan, Al-Mursalat.

Apa itu juz?

Juz adalah satu dari 30 bagian Al-Quran yang panjangnya sama. Dengan membaca satu juz sehari, Al-Quran khatam dalam sebulan.