Surat An-Nazi'at النازعات

Terjemahan: Indonesian Translation - Ministry of Religious Affairs

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلنَّٰزِعَٰتِ غَرۡقٗا ١

Wan-nāzi'āti gharqā

Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras.

وَٱلنَّٰشِطَٰتِ نَشۡطٗا ٢

Wan-nāsyitāti nasytā

Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut.

وَٱلسَّٰبِحَٰتِ سَبۡحٗا ٣

Was-sābihāti sabhā

Demi (malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,

فَٱلسَّٰبِقَٰتِ سَبۡقٗا ٤

Fas-sābiqāti sabqā

dan (malaikat) yang mendahului dengan kencang,

فَٱلۡمُدَبِّرَٰتِ أَمۡرٗا ٥

Fal-mudabbirāti amrā

dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia).895

يَوۡمَ تَرۡجُفُ ٱلرَّاجِفَةُ ٦

Yawma tarjufur-rājifah

(Sungguh, kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam,

تَتۡبَعُهَا ٱلرَّادِفَةُ ٧

Tatba'uhar-rādifah

(tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua.

قُلُوبٞ يَوۡمَئِذٖ وَاجِفَةٌ ٨

Qulūbun yawma'idzin wājifah

Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut,

أَبۡصَٰرُهَا خَٰشِعَةٞ ٩

Absāruhā khāsyi'ah

pandangannya tunduk.

يَقُولُونَ أَءِنَّا لَمَرۡدُودُونَ فِي ٱلۡحَافِرَةِ ١٠

Yaqūlūna a'innā lamardūdūna fil-hāfirah

(orang-orang kafir) berkata, "Apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?896

أَءِذَا كُنَّا عِظَٰمٗا نَّخِرَةٗ ١١

A'idzā kunnā 'izāman nakhirah

Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?"

قَالُواْ تِلۡكَ إِذٗا كَرَّةٌ خَاسِرَةٞ ١٢

Qālū tilka idzan karratun khāsirah

Mereka berkata, "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan."

فَإِنَّمَا هِيَ زَجۡرَةٞ وَٰحِدَةٞ ١٣

Fa innamā hiya zajratun wāhidah

Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja.

فَإِذَا هُم بِٱلسَّاهِرَةِ ١٤

Fa idzā hum bis-sāhirah

Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru).

هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِيثُ مُوسَىٰٓ ١٥

Hal atāka hadītsu mūsā

Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa?

إِذۡ نَادَىٰهُ رَبُّهُۥ بِٱلۡوَادِ ٱلۡمُقَدَّسِ طُوًى ١٦

Idz nādāhu rabbuhū bil-wādil-muqaddasi tuwā

Ketika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci yaitu Lembah Tuwa;

ٱذۡهَبۡ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ ١٧

Idzhab ilā fir'awna innahū taghā

pergilah engkau kepada Fir'aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas,

فَقُلۡ هَل لَّكَ إِلَىٰٓ أَن تَزَكَّىٰ ١٨

Faqul hal laka ilā an tazakkā

Maka katakanlah (kepada Fir'aun), "Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan),

وَأَهۡدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخۡشَىٰ ١٩

Wa ahdiyaka ilā rabbika fatakhsyā

dan engkau akan kubimbing ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?"

فَأَرَىٰهُ ٱلۡأٓيَةَ ٱلۡكُبۡرَىٰ ٢٠

Fa arāhul-āyatal-kubrā

Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.

فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ ٢١

Fakaddzaba wa'asā

Tetapi dia (Fir'aun) mendustakan dan mendurhakai.

ثُمَّ أَدۡبَرَ يَسۡعَىٰ ٢٢

Tsumma adbara yas'ā

Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).

فَحَشَرَ فَنَادَىٰ ٢٣

Fahasyara fanādā

Kemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya).

فَقَالَ أَنَا۠ رَبُّكُمُ ٱلۡأَعۡلَىٰ ٢٤

Faqāla ana rabbukumul-a'lā

(Seraya) berkata, "Akulah tuhanmu yang paling tinggi."

فَأَخَذَهُ ٱللَّهُ نَكَالَ ٱلۡأٓخِرَةِ وَٱلۡأُولَىٰٓ ٢٥

Fa akhadzahullāhu nakālal-ākhirati wal-ūlā

Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia.

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبۡرَةٗ لِّمَن يَخۡشَىٰٓ ٢٦

Inna fī dzālika la'ibratal liman yakhsyā

Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah).

ءَأَنتُمۡ أَشَدُّ خَلۡقًا أَمِ ٱلسَّمَآءُۚ بَنَىٰهَا ٢٧

A'antum asyaddu khalqan amis-samā'u banāhā

Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?

رَفَعَ سَمۡكَهَا فَسَوَّىٰهَا ٢٨

Rafa'a samkahā fasawwāhā

Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,

وَأَغۡطَشَ لَيۡلَهَا وَأَخۡرَجَ ضُحَىٰهَا ٢٩

Wa aghtasya laylahā wa akhraja duhāhā

dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang).

وَٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ ذَٰلِكَ دَحَىٰهَآ ٣٠

Wal-arda ba'da dzālika dahāhā

Dan setelah itu bumi Dia hamparkan.

أَخۡرَجَ مِنۡهَا مَآءَهَا وَمَرۡعَىٰهَا ٣١

Akhraja minhā mā'ahā wamar'āhā

Darinya Dia pancarkan mata air, dan (ditumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.

وَٱلۡجِبَالَ أَرۡسَىٰهَا ٣٢

Wal-jibāla arsāhā

Dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan kokoh.

مَتَٰعٗا لَّكُمۡ وَلِأَنۡعَٰمِكُمۡ ٣٣

Matā'al lakum wali'an'āmikum

(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.

فَإِذَا جَآءَتِ ٱلطَّآمَّةُ ٱلۡكُبۡرَىٰ ٣٤

Fa idzā jā'atit-tāmmatul-kubrā

Maka apabila malapetaka besar (hari Kiamat) telah datang,

يَوۡمَ يَتَذَكَّرُ ٱلۡإِنسَٰنُ مَا سَعَىٰ ٣٥

Yawma yatadzakkarul-insānu mā sa'ā

yaitu pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,

وَبُرِّزَتِ ٱلۡجَحِيمُ لِمَن يَرَىٰ ٣٦

Waburrizatil-jahīmu liman yarā

dan neraka diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.

فَأَمَّا مَن طَغَىٰ ٣٧

Fa ammā man taghā

Maka adapun orang yang melampaui batas,

وَءَاثَرَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ٣٨

Wa ātsaral-hayawātad-dunyā

dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,

فَإِنَّ ٱلۡجَحِيمَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ ٣٩

Fa innal-jahīma hiyal-ma'wā

maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya.

وَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ ٤٠

Wa ammā man khāfa maqāma rabbihī wanahan-nafsa 'anil-hawā

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,

فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ ٤١

Fa innal-jannata hiyal-ma'wā

maka sungguh, surgalah tempat tinggal-(nya).

يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرۡسَىٰهَا ٤٢

Yas'alūnaka 'anis-sā'ati ayyāna mursāhā

Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat, "Kapankah terjadinya?"

فِيمَ أَنتَ مِن ذِكۡرَىٰهَآ ٤٣

Fīma anta min dzikrāhā

Untuk apa engkau perlu menyebutkannya (waktunya)?

إِلَىٰ رَبِّكَ مُنتَهَىٰهَآ ٤٤

Ilā rabbika muntahāhā

Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahannya (ketentuan waktunya).

إِنَّمَآ أَنتَ مُنذِرُ مَن يَخۡشَىٰهَا ٤٥

Innamā anta mundziru man yakhsyāhā

Engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari Kiamat).

كَأَنَّهُمۡ يَوۡمَ يَرَوۡنَهَا لَمۡ يَلۡبَثُوٓاْ إِلَّا عَشِيَّةً أَوۡ ضُحَىٰهَا ٤٦

Ka annahum yawma yarawnahā lam yalbatsū illā 'asyiyyatan aw duhāhā

Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari.

Nomor catatan kaki mengarah ke halaman ayat, tempat catatan penerjemah ditampilkan.

Tulisan Latin adalah alat bantu membaca yang ditulis oleh Qabas dari teks Arab. Pelajari huruf hijaiyah dan tajwid untuk pelafalan yang tepat.

Pertanyaan

Berapa jumlah ayat Surat An-Nazi'at?

Surat An-Nazi'at terdiri dari 46 ayat. Surat ini adalah surat ke-79 dalam Al-Quran.

Apakah Surat An-Nazi'at termasuk Makkiyah atau Madaniyah?

Surat An-Nazi'at termasuk surat Makkiyah.

Surat An-Nazi'at ada di juz berapa?

Surat An-Nazi'at terdapat di juz 30.

Bisakah saya mendengarkan Surat An-Nazi'at?

Bisa. Tekan tombol putar di bagian atas halaman ini, atau mulai dari ayat mana pun. Aplikasi Qabas juga memungkinkan Anda mengunduhnya untuk didengarkan offline.