وَأَنَّهُۥ لَمَّا قَامَ عَبۡدُ ٱللَّهِ يَدۡعُوهُ كَادُواْ يَكُونُونَ عَلَيۡهِ لِبَدٗا ١٩
Wa annahū lammā qāma 'abdullāhi yad'ūhu kādū yakūnūna 'alayhi libadā
Dan sesungguhnya ketika hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (melaksanakan salat), mereka (jin-jin) itu berdesakan mengerumuninya.
Tafsir
Sesungguhnya tatkala hamba Allah, Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berdiri untuk menyembah Tuhannya di lembah an-Nakhlah, hampir saja jin-jin itu tumpang tindih di hadapannya karena berdesak-desakan saat mereka mendengar bacaan Al-Qur`ānnya.