وَأَنَّهُۥ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى ٱللَّهِ شَطَطٗا ٤
Wa annahū kāna yaqūlu safīhunā 'alallāhi syatatā
Dan sesungguhnya orang yang bodoh di antara kami dahulu selalu mengucapkan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah,872
Catatan kaki
872 Mengatakan bahwa Allah mempunyai istri dan anak. Menurut Ibnu Kasir, perkataan ini diucapkan sebelum jin itu masuk Islam.
Tafsir
Sesungguhnya Iblis telah mengatakan perkataan yang menyimpang terhadap Allah -Subḥānahu-, yaitu dengan menisbahkan adanya istri dan anak kepada-Nya.