Surat Al-Insan الانسان

Terjemahan: Indonesian Translation - Ministry of Religious Affairs

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

هَلۡ أَتَىٰ عَلَى ٱلۡإِنسَٰنِ حِينٞ مِّنَ ٱلدَّهۡرِ لَمۡ يَكُن شَيۡـٔٗا مَّذۡكُورًا ١

Hal atā 'alal-insāni hīnum minad-dahri lam yakun syay'an mmadzkūrā

Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?

إِنَّا خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِن نُّطۡفَةٍ أَمۡشَاجٖ نَّبۡتَلِيهِ فَجَعَلۡنَٰهُ سَمِيعَۢا بَصِيرًا ٢

Innā khalaqnal-insāna min nutfatin amsyājin nabtalīhi faja'alnāhu samī'ā basīrā

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur882 yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

إِنَّا هَدَيۡنَٰهُ ٱلسَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرٗا وَإِمَّا كَفُورًا ٣

Innā hadaynāhus-sabīla immā syākiran wa immā kafūrā

Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.

إِنَّآ أَعۡتَدۡنَا لِلۡكَٰفِرِينَ سَلَٰسِلَاْ وَأَغۡلَٰلٗا وَسَعِيرًا ٤

Innā a'tadnā lil-kāfirīna salāsila wa aghlālan wasa'īrā

Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.

إِنَّ ٱلۡأَبۡرَارَ يَشۡرَبُونَ مِن كَأۡسٖ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا ٥

Innal-abrāra yasyrabūna min ka sin kāna mizājuhā kāfūrā

Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur,883

عَيۡنٗا يَشۡرَبُ بِهَا عِبَادُ ٱللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفۡجِيرٗا ٦

'Aynan yasyrabu bihā 'ibādullāhi yufajjirūnahā tafjīrā

(yaitu) mata air (dalam surga) yang di minum oleh hamba-hamba Allah, dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya.

يُوفُونَ بِٱلنَّذۡرِ وَيَخَافُونَ يَوۡمٗا كَانَ شَرُّهُۥ مُسۡتَطِيرٗا ٧

Yūfūna bin-nadzri wayakhāfūna yawman kāna syarruhū mustatīrā

Mereka memenuhi nazar884 dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.

وَيُطۡعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسۡكِينٗا وَيَتِيمٗا وَأَسِيرًا ٨

Wayut'imūnat-ta'āma 'alā hubbihī miskīnan wayatīman wa asīrā

Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan,

إِنَّمَا نُطۡعِمُكُمۡ لِوَجۡهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمۡ جَزَآءٗ وَلَا شُكُورًا ٩

Innamā nut'imukum liwajhillāhi lā nurīdu minkum jazā'an walā syukūrā

(sambil berkata), "Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu.

إِنَّا نَخَافُ مِن رَّبِّنَا يَوۡمًا عَبُوسٗا قَمۡطَرِيرٗا ١٠

Innā nakhāfu mir rabbinā yawman 'abūsan qamtarīrā

Sungguh, kami takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan."

فَوَقَىٰهُمُ ٱللَّهُ شَرَّ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمِ وَلَقَّىٰهُمۡ نَضۡرَةٗ وَسُرُورٗا ١١

Fawaqāhumullāhu syarra dzālikal-yawmi walaqqāhum nadratan wasurūrā

Maka Allah melindungi mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka keceriaan dan kegembiraan.

وَجَزَىٰهُم بِمَا صَبَرُواْ جَنَّةٗ وَحَرِيرٗا ١٢

Wajazāhum bimā sabarū jannatan waharīrā

Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabarannya (berupa) surga dan (pakaian) sutera.

مُّتَّكِـِٔينَ فِيهَا عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِۖ لَا يَرَوۡنَ فِيهَا شَمۡسٗا وَلَا زَمۡهَرِيرٗا ١٣

Mmuttaki'īna fīhā 'alal-arā'iki lā yarawna fīhā syamsan walā zamharīrā

Di sana mereka duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka tidak melihat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan.

وَدَانِيَةً عَلَيۡهِمۡ ظِلَٰلُهَا وَذُلِّلَتۡ قُطُوفُهَا تَذۡلِيلٗا ١٤

Wadāniyatan 'alayhim zilāluhā wadzullilat qutūfuhā tadzlīlā

Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya.

وَيُطَافُ عَلَيۡهِم بِـَٔانِيَةٖ مِّن فِضَّةٖ وَأَكۡوَابٖ كَانَتۡ قَوَارِيرَا۠ ١٥

Wayutāfu 'alayhim bi'āniyatim min fiddatin wa akwābin kānat qawārīraā

Dan kepada mereka diedarkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal,

قَوَارِيرَاْ مِن فِضَّةٖ قَدَّرُوهَا تَقۡدِيرٗا ١٦

Qawārīra min fiddatin qaddarūhā taqdīrā

kristal yang jernih terbuat dari perak, mereka tentukan ukurannya yang sesuai (dengan kehendak mereka).

وَيُسۡقَوۡنَ فِيهَا كَأۡسٗا كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلًا ١٧

Wayusqawna fīhā ka san kāna mizājuhā zanjabīlā

Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe.

عَيۡنٗا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلۡسَبِيلٗا ١٨

'Aynan fīhā tusammā salsabīlā

(Yang didatangkan dari) suatu mata air (di surga) yang dinamakan Salsabīl.

۞ وَيَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيۡتَهُمۡ حَسِبۡتَهُمۡ لُؤۡلُؤٗا مَّنثُورٗا ١٩

Wayatūfu 'alayhim wildānum mukhalladūna idzā ra'aytahum hasibtahum lu'lu'am mantsūrā

Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda-pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka mutiara yang bertaburan.

وَإِذَا رَأَيۡتَ ثَمَّ رَأَيۡتَ نَعِيمٗا وَمُلۡكٗا كَبِيرًا ٢٠

Wa idzā ra'ayta tsamma ra'ayta na'īman wamulkan kabīrā

Dan apabila engkau melihat (keadaan) di sana (surga), niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.

عَٰلِيَهُمۡ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضۡرٞ وَإِسۡتَبۡرَقٞۖ وَحُلُّوٓاْ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٖ وَسَقَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ شَرَابٗا طَهُورًا ٢١

'Āliyahum tsiyābu sundusin khudrun wa istabraqun wahullū asāwira min fiddatin wasaqāhum rabbuhum syarāban tahūrā

Mereka berpakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan memakai gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih (dan suci).

إِنَّ هَٰذَا كَانَ لَكُمۡ جَزَآءٗ وَكَانَ سَعۡيُكُم مَّشۡكُورًا ٢٢

Inna hādzā kāna lakum jazā'an wakāna sa'yukum masykūrā

Inilah balasan untukmu, dan segala usahamu diterima dan diakui (Allah).

إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ تَنزِيلٗا ٢٣

Innā nahnu nazzalnā 'alaykal-qur'āna tanzīlā

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur`an kepadamu (Muhammad) secara berangsur-angsur.

فَٱصۡبِرۡ لِحُكۡمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعۡ مِنۡهُمۡ ءَاثِمًا أَوۡ كَفُورٗا ٢٤

Fasbir lihukmi rabbika walā tuti' minhum ātsiman aw kafūrā

Maka bersabarlah untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka.

وَٱذۡكُرِ ٱسۡمَ رَبِّكَ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلٗا ٢٥

Wadzkurisma rabbika bukratan wa asīlā

Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.

وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَٱسۡجُدۡ لَهُۥ وَسَبِّحۡهُ لَيۡلٗا طَوِيلًا ٢٦

Waminal-layli fasjud lahū wasabbihhu laylan tawīlā

Dan pada sebagian dari malam, maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.

إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ يُحِبُّونَ ٱلۡعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَآءَهُمۡ يَوۡمٗا ثَقِيلٗا ٢٧

Inna hā'ulā'i yuhibbūnal-'ājilata wayadzarūna warā'ahum yawman tsaqīlā

Sesungguhnya mereka (orang kafir) itu mencintai kehidupan (dunia) dan meningggalkan hari yang berat (hari akhirat) di belakangnya.

نَّحۡنُ خَلَقۡنَٰهُمۡ وَشَدَدۡنَآ أَسۡرَهُمۡۖ وَإِذَا شِئۡنَا بَدَّلۡنَآ أَمۡثَٰلَهُمۡ تَبۡدِيلًا ٢٨

Nnahnu khalaqnāhum wasyadadnā asrahum wa idzā syi'nā baddalnā amtsālahum tabdīlā

Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka. Tetapi, jika Kami menghendaki, Kami dapat mengganti dengan yang serupa mereka.

إِنَّ هَٰذِهِۦ تَذۡكِرَةٞۖ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلٗا ٢٩

Inna hādzihī tadzkiratun faman syā'at-takhadza ilā rabbihī sabīlā

Sungguh, (ayat-ayat) ini adalah peringatan, maka barang siapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) tentu dia mengambil jalan menuju kepada Tuhannya.

وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمٗا ٣٠

Wamā tasyā'ūna illā an yasyā'allāhu innallāha kāna 'alīman hakīmā

Tetapi kamu tidak mampu (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

يُدۡخِلُ مَن يَشَآءُ فِي رَحۡمَتِهِۦۚ وَٱلظَّٰلِمِينَ أَعَدَّ لَهُمۡ عَذَابًا أَلِيمَۢا ٣١

Yudkhilu man yasyā'u fī rahmatihī waz-zālimīna a'adda lahum 'adzāban alīmā

Dia memasukkan siapa pun yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya (surga). Adapun bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih.

Nomor catatan kaki mengarah ke halaman ayat, tempat catatan penerjemah ditampilkan.

Tulisan Latin adalah alat bantu membaca yang ditulis oleh Qabas dari teks Arab. Pelajari huruf hijaiyah dan tajwid untuk pelafalan yang tepat.

Pertanyaan

Berapa jumlah ayat Surat Al-Insan?

Surat Al-Insan terdiri dari 31 ayat. Surat ini adalah surat ke-76 dalam Al-Quran.

Apakah Surat Al-Insan termasuk Makkiyah atau Madaniyah?

Surat Al-Insan termasuk surat Madaniyah.

Surat Al-Insan ada di juz berapa?

Surat Al-Insan terdapat di juz 29.

Bisakah saya mendengarkan Surat Al-Insan?

Bisa. Tekan tombol putar di bagian atas halaman ini, atau mulai dari ayat mana pun. Aplikasi Qabas juga memungkinkan Anda mengunduhnya untuk didengarkan offline.