Surat Al-Haqqah الحاقة

Terjemahan: Indonesian Translation - Ministry of Religious Affairs

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

ٱلۡحَآقَّةُ ١

Al-hāqqah

Hari kiamat,854

مَا ٱلۡحَآقَّةُ ٢

Mal-hāqqah

apakah hari Kiamat itu?

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡحَآقَّةُ ٣

Wamā adrāka mal-hāqqah

Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?

كَذَّبَتۡ ثَمُودُ وَعَادُۢ بِٱلۡقَارِعَةِ ٤

Kaddzabat tsamūdu wa'ādu bil-qāri'ah

Kaum Samud, dan 'Ād telah mendustakan hari Kiamat.855

فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهۡلِكُواْ بِٱلطَّاغِيَةِ ٥

Fa ammā tsamūdu fa uhlikū bit-tāghiyah

Maka adapun kaum Samud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras,856

وَأَمَّا عَادٞ فَأُهۡلِكُواْ بِرِيحٖ صَرۡصَرٍ عَاتِيَةٖ ٦

Wa ammā 'ādun fa uhlikū birīhin sarsarin 'ātiyah

sedangkan kaum 'Ād, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin,

سَخَّرَهَا عَلَيۡهِمۡ سَبۡعَ لَيَالٖ وَثَمَٰنِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومٗاۖ فَتَرَى ٱلۡقَوۡمَ فِيهَا صَرۡعَىٰ كَأَنَّهُمۡ أَعۡجَازُ نَخۡلٍ خَاوِيَةٖ ٧

Sakkharahā 'alayhim sab'a layālin watsamāniyata ayyāmin husūman fataral-qawma fīhā sar'ā ka annahum a'jāzu nakhlin khāwiyah

Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum 'Ād pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk).

فَهَلۡ تَرَىٰ لَهُم مِّنۢ بَاقِيَةٖ ٨

Fahal tarā lahum mim bāqiyah

Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka? 857

وَجَآءَ فِرۡعَوۡنُ وَمَن قَبۡلَهُۥ وَٱلۡمُؤۡتَفِكَٰتُ بِٱلۡخَاطِئَةِ ٩

Wajā'a fir'awnu waman qablahū wal-mu'tafikātu bil-khāti'ah

Kemudian datang Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar. 858

فَعَصَوۡاْ رَسُولَ رَبِّهِمۡ فَأَخَذَهُمۡ أَخۡذَةٗ رَّابِيَةً ١٠

Fa'asaw rasūla rabbihim fa akhadzahum akhdzatar rābiyah

Maka mereka mendurhakai utusan Tuhannya, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.

إِنَّا لَمَّا طَغَا ٱلۡمَآءُ حَمَلۡنَٰكُمۡ فِي ٱلۡجَارِيَةِ ١١

Innā lammā taghal-mā'u hamalnākum fil-jāriyah

Sesungguhnya ketika air naik (sampai ke gunung), Kami membawa (nenek moyang) kamu859 ke dalam kapal,

لِنَجۡعَلَهَا لَكُمۡ تَذۡكِرَةٗ وَتَعِيَهَآ أُذُنٞ وَٰعِيَةٞ ١٢

Linaj'alahā lakum tadzkiratan wata'iyahā udzunun wā'iyah

agar Kami jadikan (peristiwa itu) sebagai peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.

فَإِذَا نُفِخَ فِي ٱلصُّورِ نَفۡخَةٞ وَٰحِدَةٞ ١٣

Fa idzā nufikha fis-sūri nafkhatun wāhidah

Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup,860

وَحُمِلَتِ ٱلۡأَرۡضُ وَٱلۡجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةٗ وَٰحِدَةٗ ١٤

Wahumilatil-ardu wal-jibālu fadukkatā dakkatan wāhidah

dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan.

فَيَوۡمَئِذٖ وَقَعَتِ ٱلۡوَاقِعَةُ ١٥

Fayawma'idzin waqa'atil-wāqi'ah

Maka pada hari itu terjadilah hari Kiamat,

وَٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ فَهِيَ يَوۡمَئِذٖ وَاهِيَةٞ ١٦

Wansyaqqatis-samā'u fahiya yawma'idzin wāhiyah

dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh.

وَٱلۡمَلَكُ عَلَىٰٓ أَرۡجَآئِهَاۚ وَيَحۡمِلُ عَرۡشَ رَبِّكَ فَوۡقَهُمۡ يَوۡمَئِذٖ ثَمَٰنِيَةٞ ١٧

Wal-malaku 'alā arjā'ihā wayahmilu 'arsya rabbika fawqahum yawma'idzin tsamāniyah

Dan para malaikat berada di berbagai penjuru langit. Pada hari itu delapan malaikat menjunjung Arasy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka.

يَوۡمَئِذٖ تُعۡرَضُونَ لَا تَخۡفَىٰ مِنكُمۡ خَافِيَةٞ ١٨

Yawma'idzin tu'radūna lā takhfā minkum khāfiyah

Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah).

فَأَمَّا مَنۡ أُوتِيَ كِتَٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ فَيَقُولُ هَآؤُمُ ٱقۡرَءُواْ كِتَٰبِيَهۡ ١٩

Fa ammā man ūtiya kitābahū biyamīnihī fayaqūlu hā'umuqra'ū kitābiyah

Adapun orang yang kitabnya861 diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, "Ambillah, bacalah kitabku (ini)."

إِنِّي ظَنَنتُ أَنِّي مُلَٰقٍ حِسَابِيَهۡ ٢٠

Innī zanantu annī mulāqin hisābiyah

Sesungguhnya aku yakin, bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku.

فَهُوَ فِي عِيشَةٖ رَّاضِيَةٖ ٢١

Fahuwa fī 'īsyatir rādiyah

Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai,

فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٖ ٢٢

Fī jannatin 'āliyah

dalam surga yang tinggi,

قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ ٢٣

Qutūfuhā dāniyah

buah-buahannya dekat,

كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ هَنِيٓـَٔۢا بِمَآ أَسۡلَفۡتُمۡ فِي ٱلۡأَيَّامِ ٱلۡخَالِيَةِ ٢٤

Kulū wasyrabū hanī'ā bimā aslaftum fil-ayyāmil-khāliyah

(kepada mereka dikatakan), "Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu."

وَأَمَّا مَنۡ أُوتِيَ كِتَٰبَهُۥ بِشِمَالِهِۦ فَيَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي لَمۡ أُوتَ كِتَٰبِيَهۡ ٢٥

Wa ammā man ūtiya kitābahū bisyimālihī fayaqūlu yālaytanī lam ūta kitābiyah

Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, "Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.

وَلَمۡ أَدۡرِ مَا حِسَابِيَهۡ ٢٦

Walam adri mā hisābiyah

Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku,

يَٰلَيۡتَهَا كَانَتِ ٱلۡقَاضِيَةَ ٢٧

Yālaytahā kānatil-qādiyah

Wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu.

مَآ أَغۡنَىٰ عَنِّي مَالِيَهۡۜ ٢٨

Mā aghnā 'annī māliyah

Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku.

هَلَكَ عَنِّي سُلۡطَٰنِيَهۡ ٢٩

Halaka 'annī sultāniyah

Kekuasaanku telah hilang dariku."

خُذُوهُ فَغُلُّوهُ ٣٠

Khudzūhu faghullūh

(Allah berfirman), "Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya."

ثُمَّ ٱلۡجَحِيمَ صَلُّوهُ ٣١

Tsummal-jahīma sallūh

Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.

ثُمَّ فِي سِلۡسِلَةٖ ذَرۡعُهَا سَبۡعُونَ ذِرَاعٗا فَٱسۡلُكُوهُ ٣٢

Tsumma fī silsilatin dzar'uhā sab'ūna dzirā'an faslukūh

Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.

إِنَّهُۥ كَانَ لَا يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ ٱلۡعَظِيمِ ٣٣

Innahū kāna lā yu'minu billāhil-'azīm

Sesungguhnya dialah orang yang tidak beriman kepada Allah Yang Mahabesar.

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلۡمِسۡكِينِ ٣٤

Walā yahuddu 'alā ta'āmil-miskīn

Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.

فَلَيۡسَ لَهُ ٱلۡيَوۡمَ هَٰهُنَا حَمِيمٞ ٣٥

Falaysa lahul-yawma hāhunā hamīm

Maka pada hari ini di sini tidak ada seorang teman pun baginya.

وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنۡ غِسۡلِينٖ ٣٦

Walā ta'āmun illā min ghislīn

Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah.

لَّا يَأۡكُلُهُۥٓ إِلَّا ٱلۡخَٰطِـُٔونَ ٣٧

Llā ya'kuluhū illal-khāti'ūn

Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.

فَلَآ أُقۡسِمُ بِمَا تُبۡصِرُونَ ٣٨

Falā uqsimu bimā tubsirūn

Maka Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat,

وَمَا لَا تُبۡصِرُونَ ٣٩

Wamā lā tubsirūn

dan demi apa yang tidak kamu lihat.

إِنَّهُۥ لَقَوۡلُ رَسُولٖ كَرِيمٖ ٤٠

Innahū laqawlu rasūlin karīm

Sesungguhnya ia (Al-Qur`an) benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,

وَمَا هُوَ بِقَوۡلِ شَاعِرٖۚ قَلِيلٗا مَّا تُؤۡمِنُونَ ٤١

Wamā huwa biqawli syā'irin qalīlam mā tu'minūn

dan ia (Al-Qur`an) bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu yang beriman kepadanya.

وَلَا بِقَوۡلِ كَاهِنٖۚ قَلِيلٗا مَّا تَذَكَّرُونَ ٤٢

Walā biqawli kāhinin qalīlam mā tadzakkarūn

Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu yang mengambil pelajaran darinya.

تَنزِيلٞ مِّن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٤٣

Tanzīlum mir rabbil-'ālamīn

Ia (Al-Qur`an) adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan seluruh alam.

وَلَوۡ تَقَوَّلَ عَلَيۡنَا بَعۡضَ ٱلۡأَقَاوِيلِ ٤٤

Walaw taqawwala 'alaynā ba'dal-aqāwīl

Dan sekiranya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,

لَأَخَذۡنَا مِنۡهُ بِٱلۡيَمِينِ ٤٥

La akhadznā minhu bil-yamīn

pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya.862

ثُمَّ لَقَطَعۡنَا مِنۡهُ ٱلۡوَتِينَ ٤٦

Tsumma laqata'nā minhul-watīn

Kemudian Kami potong pembuluh jantungnya.

فَمَا مِنكُم مِّنۡ أَحَدٍ عَنۡهُ حَٰجِزِينَ ٤٧

Famā minkum min ahadin 'anhu hājizīn

Maka tidak seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami untuk menghukumnya).

وَإِنَّهُۥ لَتَذۡكِرَةٞ لِّلۡمُتَّقِينَ ٤٨

Wa innahū latadzkiratul lil-muttaqīn

Dan sungguh, Al-Qur`an itu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

وَإِنَّا لَنَعۡلَمُ أَنَّ مِنكُم مُّكَذِّبِينَ ٤٩

Wa innā lana'lamu anna minkum mukaddzibīn

Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan.

وَإِنَّهُۥ لَحَسۡرَةٌ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ٥٠

Wa innahū lahasratun 'alal-kāfirīn

Dan sungguh, Al-Qur`an itu akan menimbulkan penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).

وَإِنَّهُۥ لَحَقُّ ٱلۡيَقِينِ ٥١

Wa innahū lahaqqul-yaqīn

Dan sungguh, Al-Qur`an itu kebenaran yang meyakinkan.

فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ ٥٢

Fasabbih bismi rabbikal-'azīm

Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahaagung.

Nomor catatan kaki mengarah ke halaman ayat, tempat catatan penerjemah ditampilkan.

Tulisan Latin adalah alat bantu membaca yang ditulis oleh Qabas dari teks Arab. Pelajari huruf hijaiyah dan tajwid untuk pelafalan yang tepat.

Pertanyaan

Berapa jumlah ayat Surat Al-Haqqah?

Surat Al-Haqqah terdiri dari 52 ayat. Surat ini adalah surat ke-69 dalam Al-Quran.

Apakah Surat Al-Haqqah termasuk Makkiyah atau Madaniyah?

Surat Al-Haqqah termasuk surat Makkiyah.

Surat Al-Haqqah ada di juz berapa?

Surat Al-Haqqah terdapat di juz 29.

Bisakah saya mendengarkan Surat Al-Haqqah?

Bisa. Tekan tombol putar di bagian atas halaman ini, atau mulai dari ayat mana pun. Aplikasi Qabas juga memungkinkan Anda mengunduhnya untuk didengarkan offline.