وَأَنَّا كُنَّا نَقۡعُدُ مِنۡهَا مَقَٰعِدَ لِلسَّمۡعِۖ فَمَن يَسۡتَمِعِ ٱلۡأٓنَ يَجِدۡ لَهُۥ شِهَابٗا رَّصَدٗا ٩
Wa annā kunnā naq'udu minhā maqā'ida lis-sam'i faman yastami'il-āna yajid lahū syihābar rasadā
dan sesungguhnya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar (berita-beritanya). Tetapi sekarang874 siapa (mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai (untuk membakarnya).
Catatan kaki
874 Waktu setelah Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- diutus menjadi rasul.
Tafsir
Padahal, kami dahulu mengambil beberapa tempat di langit untuk mendengarkan apa yang diperbincangkan oleh para malaikat, lalu kami mengabarkan hal itu kepada para dukun yang ada di bumi. Namun, sekarang keadaan sudah berubah karena barang siapa dari kami sekarang ini yang mencuri dengar maka ia akan mendapati api membara yang dipersiapkan untuknya, jika ia mendekat, api tersebut akan dilemparkan kepadanya hingga membakarnya.