Doa sebelum tidur dan dzikir menjelang tidur

Apa yang diucapkan dan dibaca Nabi ﷺ ketika hendak tidur.

1 Sekali

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾ مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾ إِلَهِ النَّاسِ ﴿٣﴾ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ﴿٦﴾

Arti dan sumber

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, "Apabila Nabi ﷺ pergi ke tempat tidurnya di setiap malam, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya, kemudian beliau meniup keduanya seraya membaca surah Qul huwallāhu aḥad, Qul a'ūżu bi rabbil-falaq, dan Qul a'ūżu bi rabbin-nās. Lalu beliau mengusap bagian tubuhnya yang terjangkau, dimulai dari kepala dan wajahnya, lalu semua bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan hal tersebut sebanyak tiga kali."

HR. Bukhari Derajat: Sahih

Penjelasan

Di antara petunjuk Nabi ﷺ ketika berada di kasurnya untuk tidur adalah beliau menggabungkan kedua telapak tangan dan mengangkatnya -seperti orang yang berdoa- seraya meniupnya dengan tiupan lembut disertai sedikit ludah dan membaca tiga surah: Qul huwallāhu aḥad, Qul a'ūżu bi rabbil-falaq, dan Qul a'ūżu bi rabbin-nās. Kemudian, dengan kedua telapak tangannya, beliau mengusap bagian tubuh yang bisa dijangkau, dimulai dari kepala dan wajah serta tubuh bagian depan. Beliau mengulanginya sebanyak tiga kali.

Faedah

  • Anjuran membaca surah Al-Ikhlāṣ, Al-Falaq, dan An-Nās sebelum tidur, lalu meniup serta mengusap bagian tubuh yang terjangkau.

Baca di HadeethEnc.com

2 Sekali

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ ﴿٢٨٥﴾ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ ﴿٢٨٦﴾

Arti dan sumber

Abu Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda, "Siapa saja yang membaca dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah pada malam hari, niscaya kedua ayat itu telah mencukupinya."

Muttafaq 'alaih Derajat: Sahih

Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa orang yang membaca dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah di malam hari maka Allah akan menjaganya dari keburukan dan hal-hal yang tidak disukai. Ada yang berpendapat maksudnya ialah mencukupkannya dari qiamulail. Ada juga yang berpendapat maksudnya adalah mencukupkannya dari semua wirid. Yang lain lagi berpendapat bahwa kedua ayat tersebut ialah kadar minimal bacaan Al-Qur`an pada qiamulail. Masih ada lagi pendapat lainnya, tetapi barangkali semua yang disebutkan benar dan dicakup oleh redaksi tersebut.

Faedah

  • 1- Menjelaskan keutamaan ayat-ayat terakhir Surah Al-Baqarah yang dimulai dari firman Allah: "Āmanar-rasūl ... ", hingga akhir surah.
  • 2- Akhir Surah Al-Baqarah akan menjaga orang yang membacanya dari keburukan dan setan ketika dibaca di malam hari.
  • 3- Waktu malam dimulai dengan tenggelam matahari dan berakhir dengan terbit fajar.

Baca di HadeethEnc.com

3 Sekali

باسمك ربي وضعت جنبي، وبك أرفعه، إن أمسكت نفسي فارحمها، وإن أرسلتها، فاحفظها بما تحفظ به عبادك الصالحين

Arti dan sumber

Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhum- secara marfū', "Apabila salah seorang di antara kalian menghampiri kasurnya (untuk tidur -korektor), hendaknya ia mengibaskan kasurnya dengan ujung sarungnya, karena ia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya, lalu mengucapkan, "Dengan nama-Mu, wahai Tuhanku, aku rebahkan tubuhku dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya. Jika Engkau renggut nyawaku, maka kasihanilah ia. Jika Engkau melepaskannya, maka jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang saleh."

Muttafaq 'alaih Derajat: Hadis sahih

Penjelasan

Makna hadis ini berkisar seputar penjelasan tentang zikir saat hendak tidur. Yaitu ketika manusia menyerahkan ruhnya kepada Tuhannya dalam situasi di mana ia tidak memiliki daya dan kekuatan terhadap nyawanya lalu ia membiarkannya di tangan Sang Penciptanya yang akan menjaganya dan mengembalikannya lagi seiring dengan sempurnanya penyerahan kepada Allah -Ta'ālā-.

Para ulama berkata, "Hikmah zikir dan doa saat hendak tidur dan terjaga darinya ialah agar penutup amal-amal seseorang adalah ketaatan dan awal amal-amalnya adalah ketaatan pula."

Dalam hadis yang penuh berkah ini, Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menjelaskan kepada kita tentang hal-hal yang disunatkan bagi seorang hamba untuk dikerjakan dan diucapkan ketika hendak tidur.

Pertama: Sunnah fi'liyyah.

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- membimbing kita kepada aspek praktek. Beliau bersabda, "Apabila salah seorang di antara kalian menghampiri kasurnya, hendaknya ia mengibaskan," Ini disebabkan orang-orang Arab yang suka meninggalkan kasurnya dalam kondisi apa adanya. Mungkin saja ketika kasur itu ditinggalkan, ada serangga-serangga berbahaya yang masuk ke dalam kasur atau kotor oleh debu dan sebagainya. Lantas Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memerintahkannya untuk mengibaskan kasur sebelum tidur.

Setelah itu Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menjelaskan alat untuk mengibaskan dan membersihkan. Beliau bersabda, "Hendaknya mengibaskan kasurnya dengan ujung sarungnya,"

Al-Izār adalah kain yang dipakai di bagian bawah tubuh. Maksudnya ialah dengan ujung pakaian dalam, karena lebih mudah untuk mengibaskan dan supaya bagian luar sarung tidak terkena kotoran dan sebagainya. Sebagaimana kain itu lebih menutup aurat.

Kemudian Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menerangkan sebab pengibasan dan pembersihan tersebut, "karena ia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya," Ini merupakan dalil keinginan syariat terhadap keselamatan tubuh. Sebab, tubuh adalah pilar agama. Demikianlah selesai sudah sunnah fi'liyyah disertai penjelasan sebabnya.

Kedua: Sunnah qauliyah.

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Dengan nama-Mu, wahai Tuhanku," Yakni, dengan nama Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung, aku rebahkan badanku yang lemah di atas kasur. Ini merupakan dalil disunahkannya bagi kita untuk zikir kepada Allah -Ta'ālā- di setiap waktu.

Selanjutnya beliau mengucapkan, "Aku rebahkan tubuhku, dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya." Yakni, sesungguhnya aku tidak meletakkan tubuh ini dan tidak mengangkatnya kecuali disertai dengan zikir kepada-Mu. Setelah itu Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengucapkan, "Jika Engkau renggut nyawaku, maka kasihanilah ia." Sebagai bentuk kinayah dari kematian. Sabda Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, "Jika Engkau mengembalikannya," merupakan kinayah tentang kehidupan.

Sabda Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, "maka jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang saleh." Yakni, hendaknya Engkau menjaga diriku dan ruhku sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu. Ini adalah penjagaan secara umum dari segala dosa, dosa-dosa besar dan keburukan. Hal ini sebagaimana sabda Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, "Jagalah Allah, pasti Dia menjagamu." Ini adalah penjagaan umum. Untuk itu dikhususkan bagi orang-orang saleh. Sebab, penjagaan Tuhan tidak bisa didapatkan kecuali dengan kesalehan. Orang yang lalai dan menyia-nyiakan (sesuatu) tidak mendapatkan bagian dari penjagaan Allah. Yaitu penjagaan khusus yang diberikan oleh Allah -Ta'ālā- untuk para wali dan kekasih-Nya. Namun mungkin saja seseorang mendapatkan bagian dari penjagaan secara umum.

Baca di HadeethEnc.com

4 Sekali

اللهم ربَّ السماواتِ وربَّ الأرض وربَّ العرش العظيم، ربَّنا وربِّ كلِّ شيء، فالقَ الحَبِّ والنَّوى، ومُنْزِلَ التوراة والإنجيل والفُرقان، أعوذ بك من شرِّ كل شيء أنت آخذٌ بناصيتِه، اللهم أنت الأولُ فليس قبلك شيء، وأنت الآخرُ فليس بعدك شيء، وأنت الظاهرُ فليس فوقك شيء، وأنت الباطن فليس دونك شيء، اقضِ عنَّا الدِّينَ، وأغنِنا من الفقر

Arti dan sumber

Dari Suhail, ia berkata, "Abu Saleh menyuruh kami apabila seseorang di antara kami ingin tidur, hendaknya ia berbaring di sisi kanannya, lalu mengucapkan, "Ya Allah! Tuhan langit dan bumi, Tuhan yang menguasai 'arasy yang agung, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, Tuhan yang membelah biji-bijian dan menumbuhkan benih, Tuhan yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Al-Qur`ān. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau pegang ubun-ubunnya. Ya Allah! Engkaulah Al-Awwal, maka tidak ada sesuatu pun yang mendahului-Mu. Ya Allah! Engkaulah Al-Ākhir, maka tidak ada sesuatu setelah-Mu. Ya Allah! Engkaulah Aẓ-Ẓāhir, maka tidak sesuatupun di atas-Mu. Ya Allah! Engkaulah Al-Bāṭin, maka tidak sesuatupun yang tersembunyi bagi-Mu. Ya Allah! Lunaskanlah hutang-hutang kami dan bebaskanlah kami dari kefakiran." Abu saleh meriwayatkan hadis ini dari Abu Hurairah dari Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.

Diriwayatkan oleh Muslim Derajat: Hadis sahih

Penjelasan

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memerintahkan para sahabatnya, apabila salah seorang dari mereka ingin tidur, hendaknya ia meletakkan sisi kanannya di atas tempat tidur lalu mengucapkan, "Ya Allah, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan Pemilik 'Arsy yang agung, Tuhan kita dan Tuhan segala sesuatu," yakni, ya Allah, Tuhan langit dan bumi, Pencipta keduanya, Pemilik keduanya, dan Pengurus penghuni keduanya, Tuhan Pemilik 'Arasy yang besar, Penciptanya, Penguasanya, Pencipta manusia seluruhnya, Raja mereka dan Pengurus mereka, dan Tuhan segala sesuatu.

"Pencipta biji dan benih," yakni, wahai Żat yang membelah biji dan benih lalu mengeluarkan tanaman dan kurma dari keduanya. Pengkhususan ini karena keutamaan keduanya atau karena banyak terdapat di negeri-negeri Arab.

"Żat Yang menurunkan Injil, Taurat, dan Al-Furqan (Al-Qur`ān)." Wahai Żat yang menurunkan Taurat kepada Musa, Injil kepada Isa dan Al-Qur`ān kepada Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.

"Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu. Engkau yang memegang ubun-ubunnya." yakni, aku berpegang dan berlindung kepada-Mu dari kejahatan semua makhluk, karena semuanya itu ada dalam kekuasaan-Mu, dalam genggaman dan pengaturan-Mu.

Ya Allah, Engkaulah Al-Awwal, maka tidak ada sesuatu pun yang mendahului-Mu. Ya Allah, Engkaulah Al-Ākhir, maka tidak ada sesuatu setelah-Mu. Ya Allah, Engkaulah Aẓ-Ẓāhir, maka tidak ada sesuatupun di atas-Mu. Ya Allah, Engkaulah Al-Bāṭin, tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dari-Mu.

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sudah menafsirkan keempat nama ini dengan penafsiran yang jelas:

Al-Awwal (Yang Pertama): menunjukkan bahwa segala sesuatu selain Allah adalah baru dan diciptakan dari ketidakadaan. Hendaknya seorang hamba memperhatikan karunia Tuhannya dalam segala kenikmatan yang bersifat agama atau dunia, karena sebab dan musabab itu adalah Allah -Ta'ālā-.

Al-Ākhir (Yang Terakhir): menunjukkan bahwa Dia abadi dan selain-Nya akan binasa. Sesungguhnya Dia tempat bergantung di mana semua makhluk menghadap kepada-Nya dengan penuhanannya, keinginannya, takutnya dan segala kebutuhannya.

Aẓ-Ẓāhir: menunjukkan kebesaran sifat-Nya dan lenyapnya segala sesuatu di sisi keagungan-Nya baik zat maupun sifat. Juga menunjukkan keluhuran-Nya di atas semua makhluk-Nya dengan ketinggian yang sebenarnya.

Al-Bāṭin: menunjukkan bahwa Dia mengetahui segala rahasia, perasaan-perasaan hati, hal-hal yang tersembunyi, hal-hal yang tidak terlihat dan segala sesuatu yang kecil. Sebagaimana nama tersebut menunjukkan kesempurnaan kedekatan-Nya. Aẓ-Ẓāhir dan Al-Bāṭin tidak kontradiktif karena Allah tidak ada yang menyerupai-Nya dalam segala sifat. Dia Mahatinggi dalam kedekatan-Nya, Mahadekat dalam ketinggian-Nya.

"tunaikanlah hutang kami dan cukupkanlah kami dari kefakiran." Selanjutnya ia memohon kepada Allah -'Azza wa Jalla- agar melunasi hutangnya dan membuatnya terhindar dari kefakiran.

Baca di HadeethEnc.com

5 Sekali

اللهم فاطِرَ السماوات والأرض عالم الغيبِ والشهادة، ربَّ كُلِّ شَيءٍ ومَلِيكَه، أَشْهد أن لا إله إلا أنت، أعوذ بك من شرِّ نفسي وشرِّ الشيطان وشِرْكِهِ وأن أقترف على نفسي سوءًا أو أجرُّه إلى مسلم

Arti dan sumber

Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- bahwasannya Abu Bakar -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Wahai Rasulullah ajarkanlah kepadaku doa yang aku ucapkan waktu pagi dan petang." Maka Rasulullah bersabda, "Ucapkanlah, ya Allah Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui alam gaib dan yang tampak, Rabb segala sesuatu dan pemiliknya. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan jiwaku dan kejelekan setan dan sekutunya, dan (aku berlindung supaya tidak) mendatangkan keburukan kepada diriku sendiri atau menganiaya orang muslim lainnya." Beliau bersabda, "Bacalah kalimat-kalimat itu apabila kamu berada di pagi hari dan di sore hari, serta apabila kamu hendak tidur."

Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad Derajat: Hadis sahih

Penjelasan

Ini merupakan salah satu zikir yang diucapkan di waktu pagi dan petang, yang diajarkan oleh Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepada Abu Bakar -raḍiyallāhu 'anhu-. Abu Bakar berkata, "Ajarkanlah kepadaku." Lantas Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pun mengajarinya zikir dan doa yang diucapkan setiap pagi dan petang, dan beliau menyuruhnya untuk mengucapkan, (Ya Allah Pencipta langit dan bumi) yakni, ya Allah, wahai Pencipta langit dan bumi. "Pencipta keduanya," yakni, Allah -'Azza wa Jalla- menciptakannya tanpa ada contoh sebelumnya, tetapi Dia menciptakannya dan mewujudkannya dari ketiadaan, tanpa ada contoh sebelumnya. (Yang Maha Mengetahui alam gaib dan yang tampak) yakni, Yang Mengetahui apa yang tidak terlihat oleh makhluk dan apa yang mereka saksikan. Sebab, Allah -Ta'ālā- mengetahui masa sekarang, masa mendatang dan masa lalu. (Rabb segala sesuatu dan pemiliknya) Yakni, Rabb segala sesuatu dan pemiliknya. Allah -Ta'ālā- adalah Rabb segala sesuatu dan pemiliknya. (Aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Engkau) Aku mengakui dengan lisan dan hatiku bahwa tidak ada sembahan yang benar selain Engkau. Segala sesuatu yang disembah selain Allah maka itu adalah batil, ia tidak berhak untuk diibadahi. Tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah semata. Sabda beliau, (Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan jiwaku), karena jiwa itu memiliki kejelekan-kejelekan sebagaimana firman Allah -Ta'ālā-, "Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu (jiwa) itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Rabbku." Jika Allah tidak melindungimu dari kejelekan-kejelekan jiwa, maka jiwa (nafsu) itu membahayakanmu dan menyuruhmu kepada kejahatan. Namun, jika Allah melindungimu dari kejelekan jiwa, maka Dia memberimu taufik untuk melakukan segala kebaikan. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menutup dengan sabdanya, (Dan kejelekan setan dan sekutunya) Dalam redaksi lain, (Wa Syarakihi) yakni, hendaklah engkau memohon kepada Allah agar melindungimu dari kejelekan setan dan dari kejelekan sekutunya. Yakni, yang menyuruhmu melakukannya berupa sekutu atau jebakannya. Asy-Syarak adalah sesuatu yang digunakan untuk memburu ikan paus, burung dan sebagainya. Sebab, setan itu memiliki perangkap untuk memburu Bani Adam, baik berupa syahwat, syubhat atau selain itu. (Dan mendatangkan keburukan kepada diriku sendiri) Yakni, mendatangkan keburukan kepada diriku sendiri atau kepada orang Muslim. Zikir ini merupakan perintah Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepada Abu Bakar agar mengucapkannya jika berada di waktu pagi dan sore hari dan jika hendak tidur.

Baca di HadeethEnc.com

6 3 kali

اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

Arti dan sumber

Ḥużaifah bin Yamān -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Nabi Muhammad ﷺ bila ingin tidur, beliau meletakkan tangan di bawah kepala lalu mengucapkan,

"Allāhumma qinī 'ażābaka yauma tajma'u -aw tab'aṡu- 'ibādaka."

Artinya: "Ya Allah, jagalah diriku dari siksa-Mu pada hari Engkau mengumpulkan -atau membangkitkan- hamba-hamba-Mu."

HR. Tirmizi Derajat: Sahih

Penjelasan

Nabi ﷺ ketika hendak tidur, beliau menjadikan tangannya sebagai bantalan dan meletakkan pipi kanan di atasnya, lalu membaca: Allāhumma, artinya: ya Allah, ya Tuhanku.

Qinī, artinya: lindungilah aku, yaitu peliharalah aku dari ...

'Ażābaka, artinya: siksa-Mu.

Yauma tajma'u -aw tab'aṡu- 'ibādaka, artinya: pada hari Engkau mengumpulkan -atau membangkitkan- hamba-hamba-Mu, yakni hari perhitungan amal atau hari Kiamat.

Faedah

  • 1- Keutamaan doa yang penuh berkah ini dan anjuran merutinkannya dalam rangka meneladani Nabi ﷺ.
  • 2- Anjuran tidur berbaring di atas sisi kanan.
  • 3- As-Sindi berkata, "Doa beliau: 'Ya Allah, lindungilah aku dari azab-Mu', di dalamnya terkandung pelajaran agar orang yang berakal menjadikan tidur sebagai sarana untuk mengingat kematian dan kebangkitan setelahnya."
  • 4- Perlindungan dari azab Allah pada hari Kiamat adalah berkat karunia dan rahmat Allah, yaitu dengan taufik Allah kepada hamba untuk beramal saleh serta ampunan Allah terhadap dosa-dosanya.
  • 5- Sikap tawaduk Nabi ﷺ kepada Allah Tuhannya.
  • 6- Menetapkan adanya kebangkitan, hari Kiamat, dan bahwa manusia akan kembali kepada Tuhan mereka untuk kemudian Dia menghisab amal perbuatan mereka. Sebab itu, siapa yang mendapatkan hal yang baik, hendaklah ia memuji Allah Ta'ala. Namun siapa yang mendapatkan selain itu, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri. Semua itu tidak lain adalah amal perbuatan hamba yang Allah catat atas mereka.
  • 7- Semangat tinggi para sahabat -raḍiyallāhu 'anhum- untuk menjelaskan tata cara Nabi ﷺ dalam tidurnya.
  • 8- Perkataan Ḥużaifah, "Beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya" merupakan bagian dari kebiasaan beliau ﷺ yang mendahulukan anggota kanan dalam semua urusan, kecuali yang ditunjukkan sebaliknya oleh dalil.
  • 9- Tidur di atas sisi kanan akan lebih cepat bangun karena jantung tidak stabil dalam keadaan tersebut, serta lebih nyaman bagi jantung karena ia berada di sisi kiri. Ketika seorang hamba tidur di atas sisi kiri, hal itu akan membahayakan jantung karena organ-organ lainnya akan menekannya.

Baca di HadeethEnc.com

7 Sekali

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا، وَكَفَانَا، وَآوَانَا، فَكَمْ مِمَّنْ لَا كَافِيَ لَهُ وَلَا مُؤْوِيَ

Arti dan sumber

Dari Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu-, bahwasanya Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- jika menghampiri tempat tidurnya berdoa (dengan mengucapkan), "Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan, minum, kecukupan dan perlindungan. Betapa banyak orang yang tidak memiliki kecukupan dan perlindungan."

Diriwayatkan oleh Muslim Derajat: Hadis sahih

Penjelasan

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila menghampiri tempat tidurnya, beliau mengucapkan, "Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan, minum, kecukupan dan perlindungan. Betapa banyak orang yang tidak memiliki kecukupan dan perlindungan." Beliau memuji Allah -'Azza wa Jalla- yang telah memberinya makan dan minum, seandainya Allah -'Azza wa Jalla- tidak memudahkan bagimu makanan dan minuman ini, tentu aku tidak akan makan dan minum. Karena itu, engkau harus memuji Allah yang telah memberimu makan dan minum. Sabda beliau, "Yang telah memberi kami makan, minum, kecukupan dan perlindungan." Memberi kecukupan maksudnya: Dia telah memudahkan urusan-urusan kita dan mencukupkan perbekalan. "Dia memberi perlindungan," yakni, Dia telah menjadikan tempat berlindung bagi kita di mana kita berlindung kepadanya. Betapa banyak orang yang tidak memiliki kecukupan dan perlindungan atau perbekalan. Karena itu, hendaknya bila engkau mendatangi tempat tidurmu, engkau harus mengucapkan zikir ini."

Baca di HadeethEnc.com

8 Sekali

سُبْحَانَ اللَّهِ (٣٣)، الْحَمْدُ لِلَّهِ (٣٣)، اللَّهُ أَكْبَرُ (٣٤)

Arti dan sumber

Ali -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Fatimah -raḍiyallāhu 'anhā- datang menemui Nabi ﷺ untuk mengeluhkan bekas batu penggilingan di tangannya karena ia mendapat berita ada budak yang sampai kepada beliau. Akan tetapi, ia tidak menemukan beliau sehingga ia menyebutkan hal itu kepada Aisyah. Ali melanjutkan: Beliau kemudian datang menemui kami sementara kami telah bersiap-siap di tempat tidur, sehingga kami segera bangun, tetapi beliau bersabda, "Tetaplah kalian di tempat kalian." Lantas beliau masuk lalu duduk antara aku dengan Fatimah sampai aku merasakan dinginnya telapak kaki beliau di perutku. Beliau bersabda, "Maukah kalian berdua kutunjuki sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kalian minta? Apabila kalian hendak tidur -atau apabila kalian berdua telah berbaring-, maka bertasbihlah 33 kali, bertahmidlah 33 kali, dan bertakbirlah 34 kali. Hal itu lebih baik bagi kalian dari seorang pelayan (budak)."

Muttafaq 'alaih Derajat: Sahih

Penjelasan

Fatimah -raḍiyallāhu 'anhā-, putri Nabi ﷺ, mengeluhkan bekas alat penggilingan yang dirasakannya di tangannya karena menggiling. Ketika para tawanan dibawa kepada Nabi ﷺ, ia datang menemui beliau untuk meminta seorang pelayan dari para tawanan tersebut agar ia menggantikannya melakukan pekerjaan rumah. Akan tetapi, ia tidak menemukan beliau di rumahnya, ia hanya menemukan Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, sehingga ia menyampaikan hal itu kepadanya. Ketika beliau ﷺ datang, Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- menyampaikan kedatangan Fatimah yang hendak menemuinya untuk meminta seorang pelayan. Nabi ﷺ kemudian datang menemui Fatimah dan Ali -raḍiyallāhu 'anhumā- di rumah keduanya saat mereka sedang bersiap-siap untuk tidur. Beliau duduk di antara keduanya sampai Ali -raḍiyallāhu 'anhu- merasakan dinginnya kedua telapak kaki Nabi ﷺ di perutnya. Beliau ﷺ bersabda: Maukah kalian kuajari sesuatu yang lebih baik dari pelayan yang kalian minta? Keduanya menjawab: Tentu. Beliau ﷺ bersabda: Apabila kalian telah bersiap-siap untuk tidur malam, maka bertakbirlah 34 kali dengan mengucapkan: Allāhu akbar. Bertasbihlah 33 kali dengan mengucapkan: Subḥānallāh. Bertahmidlah 33 kali dengan mengucapkan: Alḥamdulillāh. Zikir ini lebih baik bagi kalian berdua daripada seorang budak.

Faedah

  • 1- Anjuran merutinkan zikir yang penuh berkah ini karena disebutkan bahwa Ali -raḍiyallāhu 'anhu- tidak pernah meninggalkan wasiat Nabi ini meskipun pada malam Perang Ṣiffīn.
  • 2- Zikir ini tidak dibaca kecuali sebelum tidur malam karena redaksinya dalam riwayat Muslim pada riwayat Mu'āż dari Syu'bah adalah: "Apabila kalian berdua telah bersiap-siap tidur malam ..."
  • 3- Apabila seorang muslim lupa zikir ini di awal malam lalu ingat di akhir malam, maka tidak mengapa ia membacanya, karena Ali -raḍiyallāhu 'anhu- yang menjadi perawi hadis ini menyampaikan bahwa ia lupa membacanya di malam Perang Ṣiffīn di awal malam kemudian ingat setelahnya, maka ia pun membacanya sebelum Subuh.
  • 4- Al-Muhallab berkata, "Hadis ini mengandung pelajaran agar seseorang membawa keluarganya seperti ia membawa dirinya untuk mengedepankan akhirat atas dunia jika mereka memiliki kemampuan untuk itu."
  • 5- Ibnu Ḥajar Al-'Asqalāniy berkata, "Orang yang merutinkannya tidak akan mengalami masalah dengan banyak pekerjaan dan tidak pula akan menyulitkannya walaupun ia mengalami kelelahan."
  • 6- Al-'Ainiy berkata, "Sisi keutamaannya ialah dilihat dari keterkaitan zikir ini dengan akhirat dan keterkaitan pelayan dengan dunia, dan tentu akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. Atau bisa dilihat dari maksud permintaan Fatimah, yaitu dengan sebab zikir ini, ia akan mendapatkan kekuatan yang menjadikannya mampu melakukan pelayanan lebih banyak dari yang mampu dilakukan oleh seorang pelayan."

Baca di HadeethEnc.com

Pertanyaan

Apa isi halaman ini?

Doa sebelum tidur: masing-masing dalam bahasa Arab, dengan artinya, hadis sumbernya, derajatnya dan penjelasannya.

Dari mana terjemahannya?

Dari HadeethEnc.com, Ensiklopedia Hadis Nabi Terjemahan. Setiap hadis ditampilkan persis seperti yang mereka terbitkan, dengan sumber dan derajatnya, serta tautan ke aslinya.

Bagaimana cara kerja penghitungnya?

Ketuk penghitung di bawah dzikir, maka hitungannya turun sampai nol. Penghitung ini hanya ada di halaman ini dan tidak ada yang disimpan.

Bisakah saya mendapat pengingat harian?

Bisa. Aplikasi Qabas gratis untuk Android mengingatkan Anda dzikir pagi dan petang setiap hari dan memiliki penghitung yang sama.