Juz 27 قال فما خطبكم

Dari Surat Az-Zariyat 51:31 sampai Surat Al-Hadid 57:29

Terjemahan: Indonesian Translation - Ministry of Religious Affairs

Surat Az-Zariyat

۞ قَالَ فَمَا خَطۡبُكُمۡ أَيُّهَا ٱلۡمُرۡسَلُونَ ٣١

Qāla famā khatbukum ayyuhal-mursalūn

Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah urusanmu yang penting wahai para utusan?"

قَالُوٓاْ إِنَّآ أُرۡسِلۡنَآ إِلَىٰ قَوۡمٖ مُّجۡرِمِينَ ٣٢

Qālū innā ursilnā ilā qawmim mujrimīn

Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luṭ),

لِنُرۡسِلَ عَلَيۡهِمۡ حِجَارَةٗ مِّن طِينٖ ٣٣

Linursila 'alayhim hijāratam min tīn

agar kami menimpa mereka dengan batu-batu dari tanah (yang keras),

مُّسَوَّمَةً عِندَ رَبِّكَ لِلۡمُسۡرِفِينَ ٣٤

Mmusawwamatan 'inda rabbika lil-musrifīn

yang ditandai dari Tuhanmu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas."813

فَأَخۡرَجۡنَا مَن كَانَ فِيهَا مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٣٥

Fa akhrajnā man kāna fīhā minal-mu'minīn

Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di dalamnya (negeri kaum Luṭ).

فَمَا وَجَدۡنَا فِيهَا غَيۡرَ بَيۡتٖ مِّنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ٣٦

Famā wajadnā fīhā ghayra baytim minal-muslimīn

Maka Kami tidak mendapati di dalamnya (negeri itu), kecuali satu rumah dari orang-orang muslim (Luṭ).

وَتَرَكۡنَا فِيهَآ ءَايَةٗ لِّلَّذِينَ يَخَافُونَ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ ٣٧

Wataraknā fīhā āyatal lilladzīna yakhāfūnal-'adzābal-alīm

Dan Kami tinggalkan padanya (negeri itu) suatu tanda814 bagi orang-orang yang takut kepada azab yang pedih.

وَفِي مُوسَىٰٓ إِذۡ أَرۡسَلۡنَٰهُ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ بِسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٖ ٣٨

Wafī mūsā idz arsalnāhu ilā fir'awna bisultānim mubīn

Dan pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fir'aun dengan membawa mukjizat yang nyata.

فَتَوَلَّىٰ بِرُكۡنِهِۦ وَقَالَ سَٰحِرٌ أَوۡ مَجۡنُونٞ ٣٩

Fatawallā biruknihī waqāla sāhirun aw majnūn

Tetapi dia (Fir'aun) bersama bala tentaranya berpaling dan berkata, "Dia adalah seorang penyihir atau orang gila."

فَأَخَذۡنَٰهُ وَجُنُودَهُۥ فَنَبَذۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡيَمِّ وَهُوَ مُلِيمٞ ٤٠

Fa akhadznāhu wajunūdahū fanabadznāhum fil-yammi wahuwa mulīm

Maka Kami siksa dia beserta bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, dalam keadaan tercela.

وَفِي عَادٍ إِذۡ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمُ ٱلرِّيحَ ٱلۡعَقِيمَ ٤١

Wafī 'ādin idz arsalnā 'alayhimur-rīhal-'aqīm

Dan (juga) pada (kisah kaum) 'Ād, ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan,

مَا تَذَرُ مِن شَيۡءٍ أَتَتۡ عَلَيۡهِ إِلَّا جَعَلَتۡهُ كَٱلرَّمِيمِ ٤٢

Mā tadzaru min syay'in atat 'alayhi illā ja'alathu kar-ramīm

(angin itu) tidak membiarkan suatu apa pun yang dilandanya, bahkan dijadikannya seperti serbuk.

وَفِي ثَمُودَ إِذۡ قِيلَ لَهُمۡ تَمَتَّعُواْ حَتَّىٰ حِينٖ ٤٣

Wafī tsamūda idz qīla lahum tamatta'ū hattā hīn

Dan pada (kisah kaum) Samud, ketika dikatakan kepada mereka, "Bersenang-senanglah kamu sampai waktu yang ditentukan."

فَعَتَوۡاْ عَنۡ أَمۡرِ رَبِّهِمۡ فَأَخَذَتۡهُمُ ٱلصَّٰعِقَةُ وَهُمۡ يَنظُرُونَ ٤٤

Fa'ataw 'an amri rabbihim fa akhadzathumus-sā'iqatu wahum yanzurūn

Lalu mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, maka mereka disambar petir sedang mereka melihatnya.

فَمَا ٱسۡتَطَٰعُواْ مِن قِيَامٖ وَمَا كَانُواْ مُنتَصِرِينَ ٤٥

Famastatā'ū min qiyāmin wamā kānū muntasirīn

Maka mereka tidak mampu bangun dan juga tidak mendapat pertolongan.

وَقَوۡمَ نُوحٖ مِّن قَبۡلُۖ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَوۡمٗا فَٰسِقِينَ ٤٦

Waqawma nūhim min qablu innahum kānū qawman fāsiqīn

Dan sebelum itu (telah Kami binasakan) kaum Nuh. Sungguh, mereka adalah kaum yang fasik.

وَٱلسَّمَآءَ بَنَيۡنَٰهَا بِأَيۡيْدٖ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ ٤٧

Was-samā'a banaynāhā bi aydin wa innā lamūsi'ūn

Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya.

وَٱلۡأَرۡضَ فَرَشۡنَٰهَا فَنِعۡمَ ٱلۡمَٰهِدُونَ ٤٨

Wal-arda farasynāhā fani'mal-māhidūn

Dan bumi telah Kami hamparkan; maka (Kami) sebaik-baik yang menghamparkan.

وَمِن كُلِّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَا زَوۡجَيۡنِ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ ٤٩

Wamin kulli syay'in khalaqnā zawjayni la'allakum tadzakkarūn

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).

فَفِرُّوٓاْ إِلَى ٱللَّهِۖ إِنِّي لَكُم مِّنۡهُ نَذِيرٞ مُّبِينٞ ٥٠

Fafirrū ilallāhi innī lakum minhu nadzīrum mubīn

Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sungguh, aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu.

وَلَا تَجۡعَلُواْ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَۖ إِنِّي لَكُم مِّنۡهُ نَذِيرٞ مُّبِينٞ ٥١

Walā taj'alū ma'allāhi ilāhan ākhara innī lakum minhu nadzīrum mubīn

Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain selain Allah. Sungguh, aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu.

كَذَٰلِكَ مَآ أَتَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا قَالُواْ سَاحِرٌ أَوۡ مَجۡنُونٌ ٥٢

Kadzālika mā atal-ladzīna min qablihim mir rasūlin illā qālū sāhirun aw majnūn

Demikianlah setiap kali seorang rasul yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, mereka (kaumnya) pasti mengatakan, "Dia itu penyihir atau orang gila."

أَتَوَاصَوۡاْ بِهِۦۚ بَلۡ هُمۡ قَوۡمٞ طَاغُونَ ٥٣

Atawāsaw bihī bal hum qawmun tāghūn

Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.

فَتَوَلَّ عَنۡهُمۡ فَمَآ أَنتَ بِمَلُومٖ ٥٤

Fatawalla 'anhum famā anta bimalūm

Maka berpalinglah engkau dari mereka, dan engkau sama sekali tidak tercela.

وَذَكِّرۡ فَإِنَّ ٱلذِّكۡرَىٰ تَنفَعُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٥٥

Wadzakkir fa innadz-dzikrā tanfa'ul-mu'minīn

Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin.

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ ٥٦

Wamā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya'budūn

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

مَآ أُرِيدُ مِنۡهُم مِّن رِّزۡقٖ وَمَآ أُرِيدُ أَن يُطۡعِمُونِ ٥٧

Mā urīdu minhum mir rizqin wamā urīdu an yut'imūn

Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku.

إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلۡقُوَّةِ ٱلۡمَتِينُ ٥٨

Innallāha huwar-razzāqu dzul-quwwatil-matīn

Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.

فَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ ذَنُوبٗا مِّثۡلَ ذَنُوبِ أَصۡحَٰبِهِمۡ فَلَا يَسۡتَعۡجِلُونِ ٥٩

Fa inna lilladzīna zalamū dzanūbam mitsla dzanūbi ashābihim falā yasta'jilūn

Maka sungguh, untuk orang-orang yang zalim ada bagian (azab) seperti bagian teman-teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku untuk menyegerakannya.

فَوَيۡلٞ لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن يَوۡمِهِمُ ٱلَّذِي يُوعَدُونَ ٦٠

Fawaylul lilladzīna kafarū min yawmihimul-ladzī yū'adūn

Maka celakalah orang-orang yang kafir pada hari yang telah dijanjikan kepada mereka (hari Kiamat).

Surat At-Tur

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلطُّورِ ١

Wat-tūr

Demi gunung (Sinai),

وَكِتَٰبٖ مَّسۡطُورٖ ٢

Wakitābim mastūr

dan demi Kitab yang ditulis,

فِي رَقّٖ مَّنشُورٖ ٣

Fī raqqim mansyūr

pada lembaran yang terbuka,

وَٱلۡبَيۡتِ ٱلۡمَعۡمُورِ ٤

Wal-baytil-ma'mūr

demi Baitulma'mur,815

وَٱلسَّقۡفِ ٱلۡمَرۡفُوعِ ٥

Was-saqfil-marfū'

demi atap yang ditinggikan (langit),

وَٱلۡبَحۡرِ ٱلۡمَسۡجُورِ ٦

Wal-bahril-masjūr

demi lautan yang penuh gelombang,

إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَٰقِعٞ ٧

Inna 'adzāba rabbika lawāqi'

sungguh, azab Tuhanmu pasti terjadi,

مَّا لَهُۥ مِن دَافِعٖ ٨

Mmā lahū min dāfi'

tidak sesuatu pun yang dapat menolaknya,

يَوۡمَ تَمُورُ ٱلسَّمَآءُ مَوۡرٗا ٩

Yawma tamūrus-samā'u mawrā

pada hari (ketika) langit berguncang sekeras-kerasnya,

وَتَسِيرُ ٱلۡجِبَالُ سَيۡرٗا ١٠

Watasīrul-jibālu sayrā

dan gunung berjalan (berpindah-pindah).

فَوَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ١١

Fawaylun yawma'idzil lil-mukaddzibīn

Maka celakalah pada hari itu orang-orang yang mendustakan.

ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي خَوۡضٖ يَلۡعَبُونَ ١٢

Alladzīna hum fī khawdin yal'abūn

Orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan (perbuatan dosa).

يَوۡمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا ١٣

Yawma yuda''ūna ilā nāri jahannama da''ā

Pada hari (ketika) itu mereka di dorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya.

هَٰذِهِ ٱلنَّارُ ٱلَّتِي كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ ١٤

Hādzihin-nārul-latī kuntum bihā tukaddzibūn

(Dikatakan kepada mereka), "Inilah neraka yang dahulu kamu mendustakannya."

أَفَسِحۡرٌ هَٰذَآ أَمۡ أَنتُمۡ لَا تُبۡصِرُونَ ١٥

Afasihrun hādzā am antum lā tubsirūn

Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?

ٱصۡلَوۡهَا فَٱصۡبِرُوٓاْ أَوۡ لَا تَصۡبِرُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡكُمۡۖ إِنَّمَا تُجۡزَوۡنَ مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ١٦

Islawhā fasbirū aw lā tasbirū sawā'un 'alaykum innamā tujzawna mā kuntum ta'malūn

Masuklah ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; sesungguhnya kamu hanya diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan.

إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِي جَنَّٰتٖ وَنَعِيمٖ ١٧

Innal-muttaqīna fī jannātin wana'īm

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan.

فَٰكِهِينَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ وَوَقَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ عَذَابَ ٱلۡجَحِيمِ ١٨

Fākihīna bimā ātāhum rabbuhum wawaqāhum rabbuhum 'adzābal-jahīm

Mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan Tuhan kepada mereka; dan Tuhan memelihara mereka dari azab neraka.

كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ هَنِيٓـَٔۢا بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ١٩

Kulū wasyrabū hanī'ā bimā kuntum ta'malūn

(Dikatakan kepada mereka), "Makan dan minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan."

مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ سُرُرٖ مَّصۡفُوفَةٖۖ وَزَوَّجۡنَٰهُم بِحُورٍ عِينٖ ٢٠

Muttaki'īna 'alā sururim masfūfatin wazawwajnāhum bihūrin 'īn

Mereka bersandar di atas dipan-dipan yang tersusun, dan Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah.

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱتَّبَعَتۡهُمۡ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلۡحَقۡنَا بِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَمَآ أَلَتۡنَٰهُم مِّنۡ عَمَلِهِم مِّن شَيۡءٖۚ كُلُّ ٱمۡرِيِٕۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٞ ٢١

Walladzīna āmanū wattaba'athum dzurriyyatuhum bi īmānin alhaqnā bihim dzurriyyatahum wamā alatnāhum min 'amalihim min syay'in kullumriy'i bimā kasaba rahīn

Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.

وَأَمۡدَدۡنَٰهُم بِفَٰكِهَةٖ وَلَحۡمٖ مِّمَّا يَشۡتَهُونَ ٢٢

Wa amdadnāhum bifākihatin walahmim mimmā yasytahūn

Dan Kami berikan kepada mereka tambahan berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.

يَتَنَٰزَعُونَ فِيهَا كَأۡسٗا لَّا لَغۡوٞ فِيهَا وَلَا تَأۡثِيمٞ ٢٣

Yatanāza'ūna fīhā ka sal lā laghwun fīhā walā ta'tsīm

(Di dalam surga itu) mereka saling mengulurkan gelas yang isinya tidak (menimbulkan) ucapan sia-sia ataupun perbuatan dosa.

۞ وَيَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ غِلۡمَانٞ لَّهُمۡ كَأَنَّهُمۡ لُؤۡلُؤٞ مَّكۡنُونٞ ٢٤

Wayatūfu 'alayhim ghilmānul lahum ka annahum lu'lu'um maknūn

Dan di sekitar mereka ada anak-anak muda yang berkeliling untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.

وَأَقۡبَلَ بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ يَتَسَآءَلُونَ ٢٥

Wa aqbala ba'duhum 'alā ba'din yatasā'alūn

Dan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain saling bertegur sapa.

قَالُوٓاْ إِنَّا كُنَّا قَبۡلُ فِيٓ أَهۡلِنَا مُشۡفِقِينَ ٢٦

Qālū innā kunnā qablu fī ahlinā musyfiqīn

Mereka berkata, "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab).

فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡنَا وَوَقَىٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ ٢٧

Famannallāhu 'alaynā wawaqānā 'adzābas-samūm

Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.

إِنَّا كُنَّا مِن قَبۡلُ نَدۡعُوهُۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡبَرُّ ٱلرَّحِيمُ ٢٨

Innā kunnā min qablu nad'ūhu innahū huwal-barrur-rahīm

Sesungguhnya kami menyembah-Nya sejak dahulu. Dialah Yang Maha Melimpahkan Kebaikan, Maha Penyayang."

فَذَكِّرۡ فَمَآ أَنتَ بِنِعۡمَتِ رَبِّكَ بِكَاهِنٖ وَلَا مَجۡنُونٍ ٢٩

Fadzakkir famā anta bini'mati rabbika bikāhinin walā majnūn

Maka peringatkanlah, karena dengan nikmat Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula orang gila.

أَمۡ يَقُولُونَ شَاعِرٞ نَّتَرَبَّصُ بِهِۦ رَيۡبَ ٱلۡمَنُونِ ٣٠

Am yaqūlūna syā'irun natarabbasu bihī raybal-manūn

Bahkan mereka berkata, "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya."

قُلۡ تَرَبَّصُواْ فَإِنِّي مَعَكُم مِّنَ ٱلۡمُتَرَبِّصِينَ ٣١

Qul tarabbasū fa innī ma'akum minal-mutarabbisīn

Katakanlah (Muhammad), "Tunggulah! Sesungguhnya aku pun termasuk orang yang sedang menunggu bersama kamu."

أَمۡ تَأۡمُرُهُمۡ أَحۡلَٰمُهُم بِهَٰذَآۚ أَمۡ هُمۡ قَوۡمٞ طَاغُونَ ٣٢

Am ta'muruhum ahlāmuhum bihādzā am hum qawmun tāghūn

Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan (tuduhan-tuduhan) ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas?

أَمۡ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُۥۚ بَل لَّا يُؤۡمِنُونَ ٣٣

Am yaqūlūna taqawwalahū bal lā yu'minūn

Ataukah mereka berkata, "Dia (Muhammad) mereka-rekanya." Tidak! Merekalah yang tidak beriman.

فَلۡيَأۡتُواْ بِحَدِيثٖ مِّثۡلِهِۦٓ إِن كَانُواْ صَٰدِقِينَ ٣٤

Falya'tū bihadītsim mitslihī in kānū sādiqīn

Maka cobalah mereka membuat yang semisal dengannya (Al-Qur`an) jika mereka orang-orang yang benar.

أَمۡ خُلِقُواْ مِنۡ غَيۡرِ شَيۡءٍ أَمۡ هُمُ ٱلۡخَٰلِقُونَ ٣٥

Am khuliqū min ghayri syay'in am humul-khāliqūn

Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?

أَمۡ خَلَقُواْ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَۚ بَل لَّا يُوقِنُونَ ٣٦

Am khalaqus-samāwāti wal-arda bal lā yūqinūn

Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).

أَمۡ عِندَهُمۡ خَزَآئِنُ رَبِّكَ أَمۡ هُمُ ٱلۡمُصَۜيۡطِرُونَ ٣٧

Am 'indahum khazā'inu rabbika am humul-musaytirūn

Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu ataukah mereka yang berkuasa?

أَمۡ لَهُمۡ سُلَّمٞ يَسۡتَمِعُونَ فِيهِۖ فَلۡيَأۡتِ مُسۡتَمِعُهُم بِسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٍ ٣٨

Am lahum sullamun yastami'ūna fīhi falya'ti mustami'uhum bisultānim mubīn

Atau apakah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka itu datang membawa keterangan yang nyata.

أَمۡ لَهُ ٱلۡبَنَٰتُ وَلَكُمُ ٱلۡبَنُونَ ٣٩

Am lahul-banātu walakumul-banūn

Ataukah (pantas) untuk Dia anak-anak perempuan sedangkan untuk kamu anak-anak laki-laki?

أَمۡ تَسۡـَٔلُهُمۡ أَجۡرٗا فَهُم مِّن مَّغۡرَمٖ مُّثۡقَلُونَ ٤٠

Am tas'aluhum ajran fahum mim maghramim mutsqalūn

Ataukah engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan hutang?

أَمۡ عِندَهُمُ ٱلۡغَيۡبُ فَهُمۡ يَكۡتُبُونَ ٤١

Am 'indahumul-ghaybu fahum yaktubūn

Ataukah di sisi mereka ada (pengetahuan) tentang yang gaib lalu mereka menuliskannya?

أَمۡ يُرِيدُونَ كَيۡدٗاۖ فَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ هُمُ ٱلۡمَكِيدُونَ ٤٢

Am yurīdūna kaydan falladzīna kafarū humul-makīdūn

Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Tetapi orang-orang yang kafir itu, justru merekalah yang terkena tipu daya.

أَمۡ لَهُمۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ٤٣

Am lahum ilāhun ghayrullāhi subhānallāhi 'ammā yusyrikūn

Ataukah mereka mempunyai tuhan selain Allah? Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

وَإِن يَرَوۡاْ كِسۡفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ سَاقِطٗا يَقُولُواْ سَحَابٞ مَّرۡكُومٞ ٤٤

Wa in yaraw kisfam minas-samā'i sāqitan yaqūlū sahābum markūm

Dan jika mereka melihat gumpalan-gumpalan awan berjatuhan dari langit, mereka berkata, "Itu adalah awan yang bertumpuk-tumpuk."

فَذَرۡهُمۡ حَتَّىٰ يُلَٰقُواْ يَوۡمَهُمُ ٱلَّذِي فِيهِ يُصۡعَقُونَ ٤٥

Fadzarhum hattā yulāqū yawmahumul-ladzī fīhi yus'aqūn

Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka, pada hari itu mereka dibinasakan,

يَوۡمَ لَا يُغۡنِي عَنۡهُمۡ كَيۡدُهُمۡ شَيۡـٔٗا وَلَا هُمۡ يُنصَرُونَ ٤٦

Yawma lā yughnī 'anhum kayduhum syay'an walā hum yunsarūn

(yaitu) pada hari (ketika) tipu daya mereka tidak berguna sedikit pun bagi mereka, dan mereka tidak akan diberi pertolongan.

وَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ عَذَابٗا دُونَ ذَٰلِكَ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ٤٧

Wa inna lilladzīna zalamū 'adzāban dūna dzālika walākinna aktsarahum lā ya'lamūn

Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim masih ada azab selain itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.816

وَٱصۡبِرۡ لِحُكۡمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعۡيُنِنَاۖ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ ٤٨

Wasbir lihukmi rabbika fa innaka bi a'yuninā wasabbih bihamdi rabbika hīna taqūm

Dan bersabarlah (Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun.

وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَسَبِّحۡهُ وَإِدۡبَٰرَ ٱلنُّجُومِ ٤٩

Waminal-layli fasabbihhu wa idbāran-nujūm

Dan pada sebagian malam bertasbihlah kepada-Nya dan (juga) pada waktu terbenamnya bintang-bintang (pada waktu fajar).

Surat An-Najm

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلنَّجۡمِ إِذَا هَوَىٰ ١

Wan-najmi idzā hawā

Demi bintang ketika terbenam,

مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمۡ وَمَا غَوَىٰ ٢

Mā dalla sāhibukum wamā ghawā

kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru,

وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلۡهَوَىٰٓ ٣

Wamā yantiqu 'anil-hawā

dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur`an) menurut keinginannya.

إِنۡ هُوَ إِلَّا وَحۡيٞ يُوحَىٰ ٤

In huwa illā wahyun yūhā

Tidak lain (Al-Qur`an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),

عَلَّمَهُۥ شَدِيدُ ٱلۡقُوَىٰ ٥

'Allamahū syadīdul-quwā

yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,

ذُو مِرَّةٖ فَٱسۡتَوَىٰ ٦

Dzū mirratin fastawā

yang mempunyai keteguhan; maka (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli (rupa yang bagus dan perkasa)

وَهُوَ بِٱلۡأُفُقِ ٱلۡأَعۡلَىٰ ٧

Wahuwa bil-ufuqil-a'lā

Sedang dia berada di ufuk yang tinggi.

ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّىٰ ٨

Tsumma danā fatadallā

Kemudian dia mendekat (pada Muhammad), lalu bertambah dekat,

فَكَانَ قَابَ قَوۡسَيۡنِ أَوۡ أَدۡنَىٰ ٩

Fakāna qāba qawsayni aw adnā

sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi).

فَأَوۡحَىٰٓ إِلَىٰ عَبۡدِهِۦ مَآ أَوۡحَىٰ ١٠

Fa awhā ilā 'abdihī mā awhā

Lalu disampaikannya wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan Allah.

مَا كَذَبَ ٱلۡفُؤَادُ مَا رَأَىٰٓ ١١

Mā kadzabal-fu'ādu mā ra'ā

Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

أَفَتُمَٰرُونَهُۥ عَلَىٰ مَا يَرَىٰ ١٢

Afatumārūnahū 'alā mā yarā

Maka apakah kamu (musyrikin Mekkah) hendak membantahnya tentang apa yang dilihatnya itu?

وَلَقَدۡ رَءَاهُ نَزۡلَةً أُخۡرَىٰ ١٣

Walaqad ra'āhu nazlatan ukhrā

Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,

عِندَ سِدۡرَةِ ٱلۡمُنتَهَىٰ ١٤

'Inda sidratil-muntahā

(yaitu) di Sidratilmuntahā,817

عِندَهَا جَنَّةُ ٱلۡمَأۡوَىٰٓ ١٥

'Indahā jannatul-ma'wā

di dekatnya ada surga tempat tinggal,

إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ ١٦

Idz yaghsyas-sidrata mā yaghsyā

(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratilmuntahā diliputi oleh sesuatu yang meliputinya,

مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ ١٧

Mā zāghal-basaru wamā taghā

penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.

لَقَدۡ رَأَىٰ مِنۡ ءَايَٰتِ رَبِّهِ ٱلۡكُبۡرَىٰٓ ١٨

Laqad ra'ā min āyāti rabbihil-kubrā

Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar.

أَفَرَءَيۡتُمُ ٱللَّٰتَ وَٱلۡعُزَّىٰ ١٩

Afara'aytumul-lāta wal-'uzzā

Maka apakah patut kamu (orang-orang musyrik) menganggap (berhala) Al-Lāta dan Al-'Uzzā,

وَمَنَوٰةَ ٱلثَّالِثَةَ ٱلۡأُخۡرَىٰٓ ٢٠

Wamanawātats-tsālitsatal-ukhrā

dan Manāt, yang ketiga yang paling kemudian (sebagai anak perempuan Allah).

أَلَكُمُ ٱلذَّكَرُ وَلَهُ ٱلۡأُنثَىٰ ٢١

Alakumudz-dzakaru walahul-untsā

Apakah (pantas) untuk kamu yang laki-laki dan untuk-Nya yang perempuan?

تِلۡكَ إِذٗا قِسۡمَةٞ ضِيزَىٰٓ ٢٢

Tilka idzan qismatun dīzā

Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang timpang.

إِنۡ هِيَ إِلَّآ أَسۡمَآءٞ سَمَّيۡتُمُوهَآ أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلۡطَٰنٍۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَمَا تَهۡوَى ٱلۡأَنفُسُۖ وَلَقَدۡ جَآءَهُم مِّن رَّبِّهِمُ ٱلۡهُدَىٰٓ ٢٣

In hiya illā asmā'un sammaytumūhā antum wa ābā'ukum mā anzalallāhu bihā min sultānin in yattabi'ūna illaz-zanna wamā tahwal-anfusu walaqad jā'ahum mir rabbihimul-hudā

Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun untuk (menyembah)nya. Mereka hanya mengikuti dugaan, dan apa yang diingini oleh keinginannya. Padahal sungguh, telah datang petunjuk dari Tuhan mereka.

أَمۡ لِلۡإِنسَٰنِ مَا تَمَنَّىٰ ٢٤

Am lil-insāni mā tamannā

Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?

فَلِلَّهِ ٱلۡأٓخِرَةُ وَٱلۡأُولَىٰ ٢٥

Falillāhil-ākhiratu wal-ūlā

(Tidak!) Maka milik Allah lah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.

۞ وَكَم مِّن مَّلَكٖ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ لَا تُغۡنِي شَفَٰعَتُهُمۡ شَيۡـًٔا إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ أَن يَأۡذَنَ ٱللَّهُ لِمَن يَشَآءُ وَيَرۡضَىٰٓ ٢٦

Wakam mim malakin fis-samāwāti lā tughnī syafā'atuhum syay'an illā mim ba'di an ya'dzanallāhu liman yasyā'u wayardā

Dan betapa banyak malaikat di langit, syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna kecuali apabila Allah telah mengizinkan (dan hanya) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai.

إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ لَيُسَمُّونَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ تَسۡمِيَةَ ٱلۡأُنثَىٰ ٢٧

Innal-ladzīna lā yu'minūna bil-ākhirati layusammūnal-malā'ikata tasmiyatal-untsā

Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sungguh mereka menamakan para malaikat dengan nama perempuan.

وَمَا لَهُم بِهِۦ مِنۡ عِلۡمٍۖ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّۖ وَإِنَّ ٱلظَّنَّ لَا يُغۡنِي مِنَ ٱلۡحَقِّ شَيۡـٔٗا ٢٨

Wamā lahum bihī min 'ilmin in yattabi'ūna illaz-zanna wa innaz-zanna lā yughnī minal-haqqi syay'ā

Dan mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan, dan sesungguhnya dugaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran.

فَأَعۡرِضۡ عَن مَّن تَوَلَّىٰ عَن ذِكۡرِنَا وَلَمۡ يُرِدۡ إِلَّا ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ٢٩

Fa a'rid 'am man tawallā 'an dzikrinā walam yurid illal-hayawātad-dunyā

Maka tinggalkanlah (Muhammad) orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan dia hanya mengingini kehidupan dunia.

ذَٰلِكَ مَبۡلَغُهُم مِّنَ ٱلۡعِلۡمِۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِمَنِ ٱهۡتَدَىٰ ٣٠

Dzālika mablaghuhum minal-'ilmi inna rabbaka huwa a'lamu biman dalla 'an sabīlihī wahuwa a'lamu bimanihtadā

Itulah kadar ilmu mereka. Sungguh, Tuhanmu, Dia lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pula yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

وَلِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ لِيَجۡزِيَ ٱلَّذِينَ أَسَٰٓـُٔواْ بِمَا عَمِلُواْ وَيَجۡزِيَ ٱلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ بِٱلۡحُسۡنَى ٣١

Walillāhi mā fis-samāwāti wamā fil-ardi liyajziyal-ladzīna asā'ū bimā 'amilū wayajziyal-ladzīna ahsanū bil-husnā

Dan milik Allah lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan, dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).

ٱلَّذِينَ يَجۡتَنِبُونَ كَبَٰٓئِرَ ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡفَوَٰحِشَ إِلَّا ٱللَّمَمَۚ إِنَّ رَبَّكَ وَٰسِعُ ٱلۡمَغۡفِرَةِۚ هُوَ أَعۡلَمُ بِكُمۡ إِذۡ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ وَإِذۡ أَنتُمۡ أَجِنَّةٞ فِي بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡۖ فَلَا تُزَكُّوٓاْ أَنفُسَكُمۡۖ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓ ٣٢

Alladzīna yajtanibūna kabā'iral-itsmi wal-fawāhisya illal-lamama inna rabbaka wāsi'ul-maghfirati huwa a'lamu bikum idz ansya'akum minal-ardi wa idz antum ajinnatun fī butūni ummahātikum falā tuzakkū anfusakum huwa a'lamu bimanit-taqā

(Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa.

أَفَرَءَيۡتَ ٱلَّذِي تَوَلَّىٰ ٣٣

Afara'aytal-ladzī tawallā

Maka tidakkah engkau melihat orang yang berpaling (dari Al-Qur`an)?

وَأَعۡطَىٰ قَلِيلٗا وَأَكۡدَىٰٓ ٣٤

Wa a'tā qalīlan wa akdā

dan dia memberikan sedikit (dari apa yang dijanjikan) lalu menahan sisanya.

أَعِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلۡغَيۡبِ فَهُوَ يَرَىٰٓ ٣٥

A'indahū 'ilmul-ghaybi fahuwa yarā

Apakah dia mempunyai ilmu tentang yang gaib sehingga dia dapat melihat(nya)?

أَمۡ لَمۡ يُنَبَّأۡ بِمَا فِي صُحُفِ مُوسَىٰ ٣٦

Am lam yunabba' bimā fī suhufi mūsā

Ataukah belum diberitakan (kepadanya) apa yang ada dalam lembaran-lembaran (Kitab Suci yang diturunkan kepada) Musa?

وَإِبۡرَٰهِيمَ ٱلَّذِي وَفَّىٰٓ ٣٧

Wa ibrāhīmal-ladzī waffā

Dan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?

أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰ ٣٨

Allā taziru wāziratun wizra ukhrā

(yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,

وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ٣٩

Wa al laysa lil-insāni illā mā sa'ā

dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,

وَأَنَّ سَعۡيَهُۥ سَوۡفَ يُرَىٰ ٤٠

Wa anna sa'yahū sawfa yurā

dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya),

ثُمَّ يُجۡزَىٰهُ ٱلۡجَزَآءَ ٱلۡأَوۡفَىٰ ٤١

Tsumma yujzāhul-jazā'al-awfā

kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,

وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلۡمُنتَهَىٰ ٤٢

Wa anna ilā rabbikal-muntahā

dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu),

وَأَنَّهُۥ هُوَ أَضۡحَكَ وَأَبۡكَىٰ ٤٣

Wa annahū huwa adhaka wa abkā

dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,

وَأَنَّهُۥ هُوَ أَمَاتَ وَأَحۡيَا ٤٤

Wa annahū huwa amāta wa ahyā

dan sesungguhnya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,

وَأَنَّهُۥ خَلَقَ ٱلزَّوۡجَيۡنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلۡأُنثَىٰ ٤٥

Wa annahū khalaqaz-zawjaynidz-dzakara wal-untsā

dan sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan,

مِن نُّطۡفَةٍ إِذَا تُمۡنَىٰ ٤٦

Min nutfatin idzā tumnā

dari mani, apabila dipancarkan,

وَأَنَّ عَلَيۡهِ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأُخۡرَىٰ ٤٧

Wa anna 'alayhin-nasy'atal-ukhrā

dan sesungguhnya Dialah yang menetapkan penciptaan yang lain (kebangkitan setelah mati),

وَأَنَّهُۥ هُوَ أَغۡنَىٰ وَأَقۡنَىٰ ٤٨

Wa annahū huwa aghnā wa aqnā

dan sesungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan kecukupan.

وَأَنَّهُۥ هُوَ رَبُّ ٱلشِّعۡرَىٰ ٤٩

Wa annahū huwa rabbusy-syi'rā

dan sesungguhnya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi'rā,818

وَأَنَّهُۥٓ أَهۡلَكَ عَادًا ٱلۡأُولَىٰ ٥٠

Wa annahū ahlaka 'ādanil-ūlā

dan sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan kaum 'Ād dahulu kala,

وَثَمُودَاْ فَمَآ أَبۡقَىٰ ٥١

Watsamūda famā abqā

dan kaum Samud, tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya (hidup),

وَقَوۡمَ نُوحٖ مِّن قَبۡلُۖ إِنَّهُمۡ كَانُواْ هُمۡ أَظۡلَمَ وَأَطۡغَىٰ ٥٢

Waqawma nūhim min qablu innahum kānū hum azlama wa atghā

dan (juga) kaum Nuh sebelum itu. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka.

وَٱلۡمُؤۡتَفِكَةَ أَهۡوَىٰ ٥٣

Wal-mu'tafikata ahwā

Dan prahara angin telah meruntuhkan (negeri kaum Luṭ),

فَغَشَّىٰهَا مَا غَشَّىٰ ٥٤

Faghassyāhā mā ghassyā

lalu menimbuni negeri itu (sebagai azab) dengan (puing-puing) yang menimpanya.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكَ تَتَمَارَىٰ ٥٥

Fabi'ayyi ālā'i rabbika tatamārā

Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan?

هَٰذَا نَذِيرٞ مِّنَ ٱلنُّذُرِ ٱلۡأُولَىٰٓ ٥٦

Hādzā nadzīrum minan-nudzuril-ūlā

Ini (Muhammad) salah seorang pemberi peringatan di antara para pemberi peringatan yang telah terdahulu.

أَزِفَتِ ٱلۡأٓزِفَةُ ٥٧

Azifatil-āzifah

Yang dekat (hari Kiamat) telah makin mendekat.

لَيۡسَ لَهَا مِن دُونِ ٱللَّهِ كَاشِفَةٌ ٥٨

Laysa lahā min dūnillāhi kāsyifah

Tidak ada yang akan dapat mengungkapkan (terjadinya hari itu) selain Allah.

أَفَمِنۡ هَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ تَعۡجَبُونَ ٥٩

Afamin hādzal-hadītsi ta'jabūn

Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?

وَتَضۡحَكُونَ وَلَا تَبۡكُونَ ٦٠

Watadhakūna walā tabkūn

dan kamu tertawakan dan tidak menangis,

وَأَنتُمۡ سَٰمِدُونَ ٦١

Wa antum sāmidūn

sedang kamu lengah (darinya).

فَٱسۡجُدُواْۤ لِلَّهِۤ وَٱعۡبُدُواْ۩ ٦٢

Fasjudū lillāhi wa'budū

Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)!

Surat Al-Qamar

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

ٱقۡتَرَبَتِ ٱلسَّاعَةُ وَٱنشَقَّ ٱلۡقَمَرُ ١

Iqtarabatis-sā'atu wansyaqqal-qamar

Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah.

وَإِن يَرَوۡاْ ءَايَةٗ يُعۡرِضُواْ وَيَقُولُواْ سِحۡرٞ مُّسۡتَمِرّٞ ٢

Wa in yaraw āyatan yu'ridū wayaqūlū sihrum mustamirr

Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, "(Ini adalah) sihir yang terus menerus."

وَكَذَّبُواْ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَهۡوَآءَهُمۡۚ وَكُلُّ أَمۡرٖ مُّسۡتَقِرّٞ ٣

Wakaddzabū wattaba'ū ahwā'ahum wakullu amrim mustaqirr

Dan mereka mendustakan (Muhammad) dan mengikuti nafsu mereka, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya.

وَلَقَدۡ جَآءَهُم مِّنَ ٱلۡأَنۢبَآءِ مَا فِيهِ مُزۡدَجَرٌ ٤

Walaqad jā'ahum minal-ambā'i mā fīhi muzdajar

Dan sungguh, telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat ancaman (terhadap kekafiran),

حِكۡمَةُۢ بَٰلِغَةٞۖ فَمَا تُغۡنِ ٱلنُّذُرُ ٥

Hikmatu bālighatun famā tughnin-nudzur

(itulah) suatu hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka),

فَتَوَلَّ عَنۡهُمۡۘ يَوۡمَ يَدۡعُ ٱلدَّاعِ إِلَىٰ شَيۡءٖ نُّكُرٍ ٦

Fatawalla 'anhum yawma yad'ud-dā'i ilā syay'in nukur

maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan),

خُشَّعًا أَبۡصَٰرُهُمۡ يَخۡرُجُونَ مِنَ ٱلۡأَجۡدَاثِ كَأَنَّهُمۡ جَرَادٞ مُّنتَشِرٞ ٧

Khussya'an absāruhum yakhrujūna minal-ajdātsi ka annahum jarādum muntasyir

pandangan mereka tertunduk, ketika mereka keluar dari kuburan, seakan-akan mereka belalang yang beterbangan,

مُّهۡطِعِينَ إِلَى ٱلدَّاعِۖ يَقُولُ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا يَوۡمٌ عَسِرٞ ٨

Mmuhti'īna ilad-dā'i yaqūlul-kāfirūna hādzā yawmun 'asir

dengan patuh mereka segera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, "Ini adalah hari yang sulit."

۞ كَذَّبَتۡ قَبۡلَهُمۡ قَوۡمُ نُوحٖ فَكَذَّبُواْ عَبۡدَنَا وَقَالُواْ مَجۡنُونٞ وَٱزۡدُجِرَ ٩

Kaddzabat qablahum qawmu nūhin fakaddzabū 'abdanā waqālū majnūnun wazdujir

Sebelum mereka, kaum Nuh juga telah mendustakan (rasul), maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, "Dia orang gila!" Lalu diusirnya dengan ancaman.

فَدَعَا رَبَّهُۥٓ أَنِّي مَغۡلُوبٞ فَٱنتَصِرۡ ١٠

Fada'ā rabbahū annī maghlūbun fantasir

Maka dia (Nuh) mengadu kepada Tuhannya, "Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku)."

فَفَتَحۡنَآ أَبۡوَٰبَ ٱلسَّمَآءِ بِمَآءٖ مُّنۡهَمِرٖ ١١

Fafatahnā abwābas-samā'i bimā'im munhamir

Lalu Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah,

وَفَجَّرۡنَا ٱلۡأَرۡضَ عُيُونٗا فَٱلۡتَقَى ٱلۡمَآءُ عَلَىٰٓ أَمۡرٖ قَدۡ قُدِرَ ١٢

Wafajjarnal-arda 'uyūnan fal-taqal-mā'u 'alā amrin qad qudir

dan Kami jadikan bumi menyemburkan mata-mata air maka bertemulah (air-air) itu sehinggga (meluap menimbulkan) keadaaan (bencana) yang telah ditetapkan.

وَحَمَلۡنَٰهُ عَلَىٰ ذَاتِ أَلۡوَٰحٖ وَدُسُرٖ ١٣

Wahamalnāhu 'alā dzāti alwāhin wadusur

Dan Kami angkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak,

تَجۡرِي بِأَعۡيُنِنَا جَزَآءٗ لِّمَن كَانَ كُفِرَ ١٤

Tajrī bi a'yuninā jazā'al liman kāna kufir

yang berlayar dengan pemeliharaan (pengawasan) Kami sebagai balasan bagi orang yang telah diingkari (kaumnya).

وَلَقَد تَّرَكۡنَٰهَآ ءَايَةٗ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ١٥

Walaqat taraknāhā āyatan fahal mim muddakir

Dan sungguh, kapal itu telah Kami jadikan sebagai tanda (pelajaran). Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ١٦

Fakayfa kāna 'adzābī wanudzur

Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!

وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ١٧

Walaqad yassarnal-qur'āna lidz-dzikri fahal mim muddakir

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur`an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

كَذَّبَتۡ عَادٞ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ١٨

Kaddzabat 'ādun fakayfa kāna 'adzābī wanudzur

Kaum 'Ād pun telah mendustakan. Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!

إِنَّآ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ رِيحٗا صَرۡصَرٗا فِي يَوۡمِ نَحۡسٖ مُّسۡتَمِرّٖ ١٩

Innā arsalnā 'alayhim rīhan sarsaran fī yawmi nahsim mustamirr

Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus menerus,

تَنزِعُ ٱلنَّاسَ كَأَنَّهُمۡ أَعۡجَازُ نَخۡلٖ مُّنقَعِرٖ ٢٠

Tanzi'un-nāsa ka annahum a'jāzu nakhlim munqa'ir

yang membuat manusia bergelimpangan, mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya.

فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ٢١

Fakayfa kāna 'adzābī wanudzur

Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!

وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ٢٢

Walaqad yassarnal-qur'āna lidz-dzikri fahal mim muddakir

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur`an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

كَذَّبَتۡ ثَمُودُ بِٱلنُّذُرِ ٢٣

Kaddzabat tsamūdu bin-nudzur

Kaum Samud pun telah mendustakan peringatan itu.

فَقَالُوٓاْ أَبَشَرٗا مِّنَّا وَٰحِدٗا نَّتَّبِعُهُۥٓ إِنَّآ إِذٗا لَّفِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٍ ٢٤

Faqālū abasyaram minnā wāhidan nattabi'uhū innā idzal lafī dalālin wasu'ur

Maka mereka berkata, "Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita? Sungguh, kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila.

أَءُلۡقِيَ ٱلذِّكۡرُ عَلَيۡهِ مِنۢ بَيۡنِنَا بَلۡ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٞ ٢٥

A'ulqiyadz-dzikru 'alayhi mim bayninā bal huwa kaddzābun asyir

Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Pastilah dia (Saleh) seorang yang sangat pendusta (dan) sombong."

سَيَعۡلَمُونَ غَدٗا مَّنِ ٱلۡكَذَّابُ ٱلۡأَشِرُ ٢٦

Saya'lamūna ghadam manil-kaddzābul-asyir

Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta (dan) sombong itu.

إِنَّا مُرۡسِلُواْ ٱلنَّاقَةِ فِتۡنَةٗ لَّهُمۡ فَٱرۡتَقِبۡهُمۡ وَٱصۡطَبِرۡ ٢٧

Innā mursilun-nāqati fitnatal lahum fartaqibhum wastabir

Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah mereka dan bersabarlah (Saleh).

وَنَبِّئۡهُمۡ أَنَّ ٱلۡمَآءَ قِسۡمَةُۢ بَيۡنَهُمۡۖ كُلُّ شِرۡبٖ مُّحۡتَضَرٞ ٢٨

Wanabbi'hum annal-mā'a qismatu baynahum kullu syirbim muhtadar

Dan beritahukanlah kepada mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan unta betina itu); setiap orang berhak mendapat giliran minum.

فَنَادَوۡاْ صَاحِبَهُمۡ فَتَعَاطَىٰ فَعَقَرَ ٢٩

Fanādaw sāhibahum fata'ātā fa'aqar

Maka mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan memotongnya.

فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ٣٠

Fakayfa kāna 'adzābī wanudzur

Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!

إِنَّآ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ فَكَانُواْ كَهَشِيمِ ٱلۡمُحۡتَظِرِ ٣١

Innā arsalnā 'alayhim sayhatan wāhidatan fakānū kahasyīmil-muhtazir

Kami kirimkan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk.

وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ٣٢

Walaqad yassarnal-qur'āna lidz-dzikri fahal mim muddakir

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur`an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطِۭ بِٱلنُّذُرِ ٣٣

Kaddzabat qawmu lūti bin-nudzur

Kaum Luṭ pun telah mendustakan peringatan itu.

إِنَّآ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ حَاصِبًا إِلَّآ ءَالَ لُوطٖۖ نَّجَّيۡنَٰهُم بِسَحَرٖ ٣٤

Innā arsalnā 'alayhim hāsiban illā āla lūtin najjaynāhum bisahar

Sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luṭ. Kami selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing,

نِّعۡمَةٗ مِّنۡ عِندِنَاۚ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي مَن شَكَرَ ٣٥

Nni'matam min 'indinā kadzālika najzī man syakar

sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

وَلَقَدۡ أَنذَرَهُم بَطۡشَتَنَا فَتَمَارَوۡاْ بِٱلنُّذُرِ ٣٦

Walaqad andzarahum batsyatanā fatamāraw bin-nudzur

Dan sungguh, dia (Luṭ) telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami, tetapi mereka mendustakan peringatan-Ku.

وَلَقَدۡ رَٰوَدُوهُ عَن ضَيۡفِهِۦ فَطَمَسۡنَآ أَعۡيُنَهُمۡ فَذُوقُواْ عَذَابِي وَنُذُرِ ٣٧

Walaqad rāwadūhu 'an dayfihī fatamasnā a'yunahum fadzūqū 'adzābī wanudzur

Dan sungguh, mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku!

وَلَقَدۡ صَبَّحَهُم بُكۡرَةً عَذَابٞ مُّسۡتَقِرّٞ ٣٨

Walaqad sabbahahum bukratan 'adzābum mustaqirr

Dan sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa azab yang tetap.

فَذُوقُواْ عَذَابِي وَنُذُرِ ٣٩

Fadzūqū 'adzābī wanudzur

Maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku!

وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ٤٠

Walaqad yassarnal-qur'āna lidz-dzikri fahal mim muddakir

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur`an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

وَلَقَدۡ جَآءَ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ ٱلنُّذُرُ ٤١

Walaqad jā'a āla fir'awnan-nudzur

Dan sungguh, peringatan telah datang kepada keluarga Fir'aun.

كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا كُلِّهَا فَأَخَذۡنَٰهُمۡ أَخۡذَ عَزِيزٖ مُّقۡتَدِرٍ ٤٢

Kaddzabū bi'āyātinā kullihā fa akhadznāhum akhdza 'azīzim muqtadir

Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semuanya, maka Kami azab mereka dengan azab dari Żat Yang Mahaperkasa, Mahakuasa.

أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ ٤٣

Akuffārukum khayrum min ulā'ikum am lakum barā'atun fiz-zubur

Apakah orang-orang kafir di lingkunganmu (kaum musyrikin) lebih baik dari mereka, ataukah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab terdahulu?

أَمۡ يَقُولُونَ نَحۡنُ جَمِيعٞ مُّنتَصِرٞ ٤٤

Am yaqūlūna nahnu jamī'um muntasir

Atau mereka mengatakan, "Kami ini golongan yang bersatu yang pasti menang."

سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ ٤٥

Sayuhzamul-jam'u wayuwallūnad-dubur

Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.

بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ وَٱلسَّاعَةُ أَدۡهَىٰ وَأَمَرُّ ٤٦

Balis-sā'atu maw'iduhum was-sā'atu adhā wa amarr

Bahkan hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.

إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ فِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٖ ٤٧

Innal-mujrimīna fī dalālin wasu'ur

Sungguh, orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan akan berada dalam neraka (di akhirat).

يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ ٤٨

Yawma yushabūna fin-nāri 'alā wujūhihim dzūqū massa saqar

Pada hari mereka diseret ke neraka pada wajahnya. (Dikatakan kepada mereka), "Rasakanlah sentuhan api neraka."

إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ ٤٩

Innā kulla syay'in khalaqnāhu biqadar

Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.

وَمَآ أَمۡرُنَآ إِلَّا وَٰحِدَةٞ كَلَمۡحِۭ بِٱلۡبَصَرِ ٥٠

Wamā amrunā illā wāhidatun kalamhi bil-basar

Dan perintah Kami hanyalah (dengan) satu perkataan seperti kejapan mata.

وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَآ أَشۡيَاعَكُمۡ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ٥١

Walaqad ahlaknā asyyā'akum fahal mim muddakir

Dan sungguh, telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu (kekafirannya). Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

وَكُلُّ شَيۡءٖ فَعَلُوهُ فِي ٱلزُّبُرِ ٥٢

Wakullu syay'in fa'alūhu fiz-zubur

Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.

وَكُلُّ صَغِيرٖ وَكَبِيرٖ مُّسۡتَطَرٌ ٥٣

Wakullu saghīrin wakabīrim mustatar

Dan segala (sesuatu) yang kecil maupun yang besar (semuanya) tertulis.

إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِي جَنَّٰتٖ وَنَهَرٖ ٥٤

Innal-muttaqīna fī jannātin wanahar

Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman dan sungai-sungai,

فِي مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٖ مُّقۡتَدِرِۭ ٥٥

Fī maq'adi sidqin 'inda malīkim muqtadir

di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Mahakuasa.

Surat Ar-Rahman

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

ٱلرَّحۡمَٰنُ ١

Ar-rahmān

(Allah) Yang Maha Pengasih,

عَلَّمَ ٱلۡقُرۡءَانَ ٢

'Allamal-qur'ān

Yang telah mengajarkan Al-Qur`an.

خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ ٣

Khalaqal-insān

Dia menciptakan manusia,

عَلَّمَهُ ٱلۡبَيَانَ ٤

'Allamahul-bayān

mengajarnya pandai berbicara.

ٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ بِحُسۡبَانٖ ٥

Asy-syamsu wal-qamaru bihusbān

Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan,

وَٱلنَّجۡمُ وَٱلشَّجَرُ يَسۡجُدَانِ ٦

Wan-najmu wasy-syajaru yasjudān

Bintang dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).

وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلۡمِيزَانَ ٧

Was-samā'a rafa'ahā wawada'al-mīzān

Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan,

أَلَّا تَطۡغَوۡاْ فِي ٱلۡمِيزَانِ ٨

Allā tatghaw fil-mīzān

agar kamu jangan merusak keseimbangan itu.

وَأَقِيمُواْ ٱلۡوَزۡنَ بِٱلۡقِسۡطِ وَلَا تُخۡسِرُواْ ٱلۡمِيزَانَ ٩

Wa aqīmul-wazna bil-qisti walā tukhsirul-mīzān

Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.

وَٱلۡأَرۡضَ وَضَعَهَا لِلۡأَنَامِ ١٠

Wal-arda wada'ahā lil-anām

Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya).

فِيهَا فَٰكِهَةٞ وَٱلنَّخۡلُ ذَاتُ ٱلۡأَكۡمَامِ ١١

Fīhā fākihatun wan-nakhlu dzātul-akmām

Di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,

وَٱلۡحَبُّ ذُو ٱلۡعَصۡفِ وَٱلرَّيۡحَانُ ١٢

Wal-habbu dzul-'asfi war-rayhān

dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ١٣

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِن صَلۡصَٰلٖ كَٱلۡفَخَّارِ ١٤

Khalaqal-insāna min salsālin kal-fakkhār

Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar.

وَخَلَقَ ٱلۡجَآنَّ مِن مَّارِجٖ مِّن نَّارٖ ١٥

Wakhalaqal-jānna mim mārijim min nār

Dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ١٦

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

رَبُّ ٱلۡمَشۡرِقَيۡنِ وَرَبُّ ٱلۡمَغۡرِبَيۡنِ ١٧

Rabbul-masyriqayni warabbul-maghribayn

Tuhan (yang memelihara) dua Timur dan Tuhan (yang memelihara) dua Barat.819

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ١٨

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

مَرَجَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ يَلۡتَقِيَانِ ١٩

Marajal-bahrayni yaltaqiyān

Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu,

بَيۡنَهُمَا بَرۡزَخٞ لَّا يَبۡغِيَانِ ٢٠

Baynahumā barzakhul lā yabghiyān

di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.820

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٢١

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

يَخۡرُجُ مِنۡهُمَا ٱللُّؤۡلُؤُ وَٱلۡمَرۡجَانُ ٢٢

Yakhruju minhumal-lu'lu'u wal-marjān

Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٢٣

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

وَلَهُ ٱلۡجَوَارِ ٱلۡمُنشَـَٔاتُ فِي ٱلۡبَحۡرِ كَٱلۡأَعۡلَٰمِ ٢٤

Walahul-jawāril-munsya'ātu fil-bahri kal-a'lām

Milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٢٥

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

كُلُّ مَنۡ عَلَيۡهَا فَانٖ ٢٦

Kullu man 'alayhā fān

Semua yang ada di bumi itu akan binasa,

وَيَبۡقَىٰ وَجۡهُ رَبِّكَ ذُو ٱلۡجَلَٰلِ وَٱلۡإِكۡرَامِ ٢٧

Wayabqā wajhu rabbika dzul-jalāli wal-ikrām

tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٢٨

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

يَسۡـَٔلُهُۥ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ كُلَّ يَوۡمٍ هُوَ فِي شَأۡنٖ ٢٩

Yas'aluhū man fis-samāwāti wal-ardi kulla yawmin huwa fī sya'n

Apa yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.821

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٣٠

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

سَنَفۡرُغُ لَكُمۡ أَيُّهَ ٱلثَّقَلَانِ ٣١

Sanafrughu lakum ayyuhats-tsaqalān

Kami akan memberi perhatian sepenuhnya kepadamu wahai (golongan) manusia dan jin!

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٣٢

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

يَٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُواْ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ فَٱنفُذُواْۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَٰنٖ ٣٣

Yāma'syaral-jinni wal-insi inistata'tum an tanfudzū min aqtāris-samāwāti wal-ardi fanfudzū lā tanfudzūna illā bisultān

Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٣٤

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

يُرۡسَلُ عَلَيۡكُمَا شُوَاظٞ مِّن نَّارٖ وَنُحَاسٞ فَلَا تَنتَصِرَانِ ٣٥

Yursalu 'alaykumā syuwāzum min nārin wanuhāsun falā tantasirān

Kepada kamu (jin dan manusia), akan dikirim nyala api dan cairan tembaga (panas) sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri (darinya).

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٣٦

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

فَإِذَا ٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ فَكَانَتۡ وَرۡدَةٗ كَٱلدِّهَانِ ٣٧

Fa idzansyaqqatis-samā'u fakānat wardatan kad-dihān

Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٣٨

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

فَيَوۡمَئِذٖ لَّا يُسۡـَٔلُ عَن ذَنۢبِهِۦٓ إِنسٞ وَلَا جَآنّٞ ٣٩

Fayawma'idzil lā yus'alu 'an dzambihī insun walā jānn

Maka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.822

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٤٠

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

يُعۡرَفُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ بِسِيمَٰهُمۡ فَيُؤۡخَذُ بِٱلنَّوَٰصِي وَٱلۡأَقۡدَامِ ٤١

Yu'raful-mujrimūna bisīmāhum fayu'khadzu bin-nawāsī wal-aqdām

Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan tanda-tandanya, lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٤٢

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

هَٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِي يُكَذِّبُ بِهَا ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٤٣

Hādzihī jahannamul-latī yukaddzibu bihal-mujrimūn

Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa.

يَطُوفُونَ بَيۡنَهَا وَبَيۡنَ حَمِيمٍ ءَانٖ ٤٤

Yatūfūna baynahā wabayna hamīmin ān

Mereka berkeliling di sana dan di antara air yang mendidih.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٤٥

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

وَلِمَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ جَنَّتَانِ ٤٦

Waliman khāfa maqāma rabbihī jannatān

Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.823

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٤٧

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

ذَوَاتَآ أَفۡنَانٖ ٤٨

Dzawātā afnān

Kedua surga itu mempunyai aneka pepohonan dan buah-buahan.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٤٩

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيهِمَا عَيۡنَانِ تَجۡرِيَانِ ٥٠

Fīhimā 'aynāni tajriyān

Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٥١

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيهِمَا مِن كُلِّ فَٰكِهَةٖ زَوۡجَانِ ٥٢

Fīhimā min kulli fākihatin zawjān

Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٥٣

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ فُرُشِۭ بَطَآئِنُهَا مِنۡ إِسۡتَبۡرَقٖۚ وَجَنَى ٱلۡجَنَّتَيۡنِ دَانٖ ٥٤

Muttaki'īna 'alā furusyi batā'inuhā min istabraqin wajanal-jannatayni dān

Mereka bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutera tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٥٥

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيهِنَّ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرۡفِ لَمۡ يَطۡمِثۡهُنَّ إِنسٞ قَبۡلَهُمۡ وَلَا جَآنّٞ ٥٦

Fīhinna qāsirātut-tarfi lam yatmitshunna insun qablahum walā jānn

Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٥٧

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

كَأَنَّهُنَّ ٱلۡيَاقُوتُ وَٱلۡمَرۡجَانُ ٥٨

Ka annahunnal-yāqūtu wal-marjān

Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٥٩

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

هَلۡ جَزَآءُ ٱلۡإِحۡسَٰنِ إِلَّا ٱلۡإِحۡسَٰنُ ٦٠

Hal jazā'ul-ihsāni illal-ihsān

Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٦١

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

وَمِن دُونِهِمَا جَنَّتَانِ ٦٢

Wamin dūnihimā jannatān

Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.824

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٦٣

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

مُدۡهَآمَّتَانِ ٦٤

Mudhāmmatān

Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٦٥

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيهِمَا عَيۡنَانِ نَضَّاخَتَانِ ٦٦

Fīhimā 'aynāni naddākhatān

Di dalam keduanya (surga itu) ada dua mata air yang memancar.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٦٧

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيهِمَا فَٰكِهَةٞ وَنَخۡلٞ وَرُمَّانٞ ٦٨

Fīhimā fākihatun wanakhlun warummān

Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan, kurma dan delima.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٦٩

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيهِنَّ خَيۡرَٰتٌ حِسَانٞ ٧٠

Fīhinna khayrātun hisān

Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٧١

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

حُورٞ مَّقۡصُورَٰتٞ فِي ٱلۡخِيَامِ ٧٢

Hūrum maqsūrātun fil-khiyām

Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٧٣

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

لَمۡ يَطۡمِثۡهُنَّ إِنسٞ قَبۡلَهُمۡ وَلَا جَآنّٞ ٧٤

Lam yatmitshunna insun qablahum walā jānn

Mereka sebelumnya tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٧٥

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ رَفۡرَفٍ خُضۡرٖ وَعَبۡقَرِيٍّ حِسَانٖ ٧٦

Muttaki'īna 'alā rafrafin khudrin wa'abqariyyin hisān

Mereka bersandar pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٧٧

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukaddzibān

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

تَبَٰرَكَ ٱسۡمُ رَبِّكَ ذِي ٱلۡجَلَٰلِ وَٱلۡإِكۡرَامِ ٧٨

Tabārakasmu rabbika dzil-jalāli wal-ikrām

Mahasuci nama Tuhanmu Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.

Surat Al-Waqi'ah

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

إِذَا وَقَعَتِ ٱلۡوَاقِعَةُ ١

Idzā waqa'atil-wāqi'ah

Apabila terjadi hari Kiamat.

لَيۡسَ لِوَقۡعَتِهَا كَاذِبَةٌ ٢

Laysa liwaq'atihā kādzibah

Terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal).

خَافِضَةٞ رَّافِعَةٌ ٣

Khāfidatur rāfi'ah

(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).

إِذَا رُجَّتِ ٱلۡأَرۡضُ رَجّٗا ٤

Idzā rujjatil-ardu rajjā

Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya,

وَبُسَّتِ ٱلۡجِبَالُ بَسّٗا ٥

Wabussatil-jibālu bassā

dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya,

فَكَانَتۡ هَبَآءٗ مُّنۢبَثّٗا ٦

Fakānat habā'am mumbattsā

maka jadilah ia debu yang berterbangan,

وَكُنتُمۡ أَزۡوَٰجٗا ثَلَٰثَةٗ ٧

Wakuntum azwājan tsalātsah

dan kamu menjadi tiga golongan,

فَأَصۡحَٰبُ ٱلۡمَيۡمَنَةِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡمَيۡمَنَةِ ٨

Fa ashābul-maymanati mā ashābul-maymanah

yaitu golongan kanan,825 alangkah mulianya golongan kanan itu,

وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡمَشۡـَٔمَةِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡمَشۡـَٔمَةِ ٩

Wa ashābul-masy'amati mā ashābul-masy'amah

dan golongan kiri,826 alangkah sengsaranya golongan kiri itu,

وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلسَّٰبِقُونَ ١٠

Was-sābiqūnas-sābiqūn

dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga).

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلۡمُقَرَّبُونَ ١١

Ulā'ikal-muqarrabūn

mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah),

فِي جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ١٢

Fī jannātin-na'īm

Berada dalam surga kenikmatan,

ثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٣

Tsullatum minal-awwalīn

segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,827

وَقَلِيلٞ مِّنَ ٱلۡأٓخِرِينَ ١٤

Waqalīlum minal-ākhirīn

dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.

عَلَىٰ سُرُرٖ مَّوۡضُونَةٖ ١٥

'Alā sururim mawdūnah

Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata,

مُّتَّكِـِٔينَ عَلَيۡهَا مُتَقَٰبِلِينَ ١٦

Mmuttaki'īna 'alayhā mutaqābilīn

mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan.

يَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ ١٧

Yatūfu 'alayhim wildānum mukhalladūn

Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,

بِأَكۡوَابٖ وَأَبَارِيقَ وَكَأۡسٖ مِّن مَّعِينٖ ١٨

Bi akwābin wa abārīqa waka'sim mim ma'īn

dengan membawa gelas, cerek dan gelas besar (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,

لَّا يُصَدَّعُونَ عَنۡهَا وَلَا يُنزِفُونَ ١٩

Llā yusadda'ūna 'anhā walā yunzifūn

mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,

وَفَٰكِهَةٖ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ ٢٠

Wafākihatim mimmā yatakhayyarūn

dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih,

وَلَحۡمِ طَيۡرٖ مِّمَّا يَشۡتَهُونَ ٢١

Walahmi tayrim mimmā yasytahūn

dan daging burung apa pun yang mereka inginkan.

وَحُورٌ عِينٞ ٢٢

Wahūrun 'īn

dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah,

كَأَمۡثَٰلِ ٱللُّؤۡلُوِٕ ٱلۡمَكۡنُونِ ٢٣

Ka amtsālil-lu'luw'il-maknūn

laksana mutiara yang tersimpan baik.

جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٢٤

Jazā'a bimā kānū ya'malūn

Sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan.

لَا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا وَلَا تَأۡثِيمًا ٢٥

Lā yasma'ūna fīhā laghwan walā ta'tsīmā

Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa,

إِلَّا قِيلٗا سَلَٰمٗا سَلَٰمٗا ٢٦

Illā qīlan salāman salāmā

tetapi mereka mendengar ucapan salam.

وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ ٢٧

Wa ashābul-yamīni mā ashābul-yamīn

Dan golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu.

فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ ٢٨

Fī sidrim makhdūd

(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,

وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ ٢٩

Watalhim mandūd

dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),

وَظِلّٖ مَّمۡدُودٖ ٣٠

Wazillim mamdūd

dan naungan yang terbentang luas,

وَمَآءٖ مَّسۡكُوبٖ ٣١

Wamā'im maskūb

dan air yang mengalir terus-menerus,

وَفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ ٣٢

Wafākihatin katsīrah

dan buah-buahan yang banyak,

لَّا مَقۡطُوعَةٖ وَلَا مَمۡنُوعَةٖ ٣٣

Llā maqtū'atin walā mamnū'ah

yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,

وَفُرُشٖ مَّرۡفُوعَةٍ ٣٤

Wafurusyim marfū'ah

dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

إِنَّآ أَنشَأۡنَٰهُنَّ إِنشَآءٗ ٣٥

Innā ansya'nāhunna insyā'ā

Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung,828

فَجَعَلۡنَٰهُنَّ أَبۡكَارًا ٣٦

Faja'alnāhunna abkārā

lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan,

عُرُبًا أَتۡرَابٗا ٣٧

'Uruban atrābā

yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya,

لِّأَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ ٣٨

Lli ashābil-yamīn

untuk golongan kanan,

ثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ ٣٩

Tsullatum minal-awwalīn

segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,

وَثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأٓخِرِينَ ٤٠

Watsullatum minal-ākhirīn

dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.

وَأَصۡحَٰبُ ٱلشِّمَالِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلشِّمَالِ ٤١

Wa ashābusy-syimāli mā ashābusy-syimāl

Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

فِي سَمُومٖ وَحَمِيمٖ ٤٢

Fī samūmin wahamīm

(Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih,

وَظِلّٖ مِّن يَحۡمُومٖ ٤٣

Wazillim min yahmūm

dan naungan asap yang hitam,

لَّا بَارِدٖ وَلَا كَرِيمٍ ٤٤

Llā bāridin walā karīm

tidak sejuk dan tidak menyenangkan.

إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَبۡلَ ذَٰلِكَ مُتۡرَفِينَ ٤٥

Innahum kānū qabla dzālika mutrafīn

Sesungguhnya mereka sebelum itu (dahulu) hidup bermewah-mewah,

وَكَانُواْ يُصِرُّونَ عَلَى ٱلۡحِنثِ ٱلۡعَظِيمِ ٤٦

Wakānū yusirrūna 'alal-hintsil-'azīm

dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar,

وَكَانُواْ يَقُولُونَ أَئِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ ٤٧

Wakānū yaqūlūna a'idzā mitnā wakunnā turāban wa'izāman a'innā lamab'ūtsūn

dan mereka berkata, "Apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?

أَوَءَابَآؤُنَا ٱلۡأَوَّلُونَ ٤٨

Awa'ābā'unal-awwalūn

Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?"

قُلۡ إِنَّ ٱلۡأَوَّلِينَ وَٱلۡأٓخِرِينَ ٤٩

Qul innal-awwalīna wal-ākhirīn

Katakanlah, "(Ya), sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian,

لَمَجۡمُوعُونَ إِلَىٰ مِيقَٰتِ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ٥٠

Lamajmū'ūna ilā mīqāti yawmim ma'lūm

semuanya pasti akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi.

ثُمَّ إِنَّكُمۡ أَيُّهَا ٱلضَّآلُّونَ ٱلۡمُكَذِّبُونَ ٥١

Tsumma innakum ayyuhad-dāllūnal-mukaddzibūn

Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan!

لَأٓكِلُونَ مِن شَجَرٖ مِّن زَقُّومٖ ٥٢

La'ākilūna min syajarim min zaqqūm

pasti akan memakan pohon zaqqum,829

فَمَالِـُٔونَ مِنۡهَا ٱلۡبُطُونَ ٥٣

Famāli'ūna minhal-butūn

Maka akan penuh perutmu dengannya.

فَشَٰرِبُونَ عَلَيۡهِ مِنَ ٱلۡحَمِيمِ ٥٤

Fasyāribūna 'alayhi minal-hamīm

Setelah itu kamu akan memimun air yang sangat panas.

فَشَٰرِبُونَ شُرۡبَ ٱلۡهِيمِ ٥٥

Fasyāribūna syurbal-hīm

Maka kamu minum seperti unta (yang sangat haus) minum.

هَٰذَا نُزُلُهُمۡ يَوۡمَ ٱلدِّينِ ٥٦

Hādzā nuzuluhum yawmad-dīn

Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan."

نَحۡنُ خَلَقۡنَٰكُمۡ فَلَوۡلَا تُصَدِّقُونَ ٥٧

Nahnu khalaqnākum falawlā tusaddiqūn

Kami telah menciptakan kamu, mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?

أَفَرَءَيۡتُم مَّا تُمۡنُونَ ٥٨

Afara'aytum mā tumnūn

Maka adakah kamu perhatikan, tentang (benih manusia) yang kamu pancarkan.

ءَأَنتُمۡ تَخۡلُقُونَهُۥٓ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡخَٰلِقُونَ ٥٩

A'antum takhluqūnahū am nahnul-khāliqūn

Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami penciptanya?

نَحۡنُ قَدَّرۡنَا بَيۡنَكُمُ ٱلۡمَوۡتَ وَمَا نَحۡنُ بِمَسۡبُوقِينَ ٦٠

Nahnu qaddarnā baynakumul-mawta wamā nahnu bimasbūqīn

Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah,

عَلَىٰٓ أَن نُّبَدِّلَ أَمۡثَٰلَكُمۡ وَنُنشِئَكُمۡ فِي مَا لَا تَعۡلَمُونَ ٦١

'Alā an nubaddila amtsālakum wanunsyi'akum fī mā lā ta'lamūn

untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (di dunia) dan membangkitkan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.

وَلَقَدۡ عَلِمۡتُمُ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأُولَىٰ فَلَوۡلَا تَذَكَّرُونَ ٦٢

Walaqad 'alimtumun-nasy'atal-ūlā falawlā tadzakkarūn

Dan sungguh, kamu telah tahu penciptaan yang pertama, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

أَفَرَءَيۡتُم مَّا تَحۡرُثُونَ ٦٣

Afara'aytum mā tahrutsūn

Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam?

ءَأَنتُمۡ تَزۡرَعُونَهُۥٓ أَمۡ نَحۡنُ ٱلزَّٰرِعُونَ ٦٤

A'antum tazra'ūnahū am nahnuz-zāri'ūn

Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?

لَوۡ نَشَآءُ لَجَعَلۡنَٰهُ حُطَٰمٗا فَظَلۡتُمۡ تَفَكَّهُونَ ٦٥

Law nasyā'u laja'alnāhu hutāman fazaltum tafakkahūn

Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan sampai lumat; maka kamu akan heran tercengang,

إِنَّا لَمُغۡرَمُونَ ٦٦

Innā lamughramūn

(sambil berkata), "Sungguh, kami benar-benar menderita kerugian,

بَلۡ نَحۡنُ مَحۡرُومُونَ ٦٧

Bal nahnu mahrūmūn

bahkan kami tidak mendapat hasil apa pun."

أَفَرَءَيۡتُمُ ٱلۡمَآءَ ٱلَّذِي تَشۡرَبُونَ ٦٨

Afara'aytumul-mā'al-ladzī tasyrabūn

Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?

ءَأَنتُمۡ أَنزَلۡتُمُوهُ مِنَ ٱلۡمُزۡنِ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡمُنزِلُونَ ٦٩

A'antum anzaltumūhu minal-muzni am nahnul-munzilūn

Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?

لَوۡ نَشَآءُ جَعَلۡنَٰهُ أُجَاجٗا فَلَوۡلَا تَشۡكُرُونَ ٧٠

Law nasyā'u ja'alnāhu ujājan falawlā tasykurūn

Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?

أَفَرَءَيۡتُمُ ٱلنَّارَ ٱلَّتِي تُورُونَ ٧١

Afara'aytumun-nāral-latī tūrūn

Maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan (dengan kayu)?

ءَأَنتُمۡ أَنشَأۡتُمۡ شَجَرَتَهَآ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡمُنشِـُٔونَ ٧٢

A'antum ansya'tum syajaratahā am nahnul-munsyi'ūn

Kamukah yang menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan?

نَحۡنُ جَعَلۡنَٰهَا تَذۡكِرَةٗ وَمَتَٰعٗا لِّلۡمُقۡوِينَ ٧٣

Nahnu ja'alnāhā tadzkiratan wamatā'al lil-muqwīn

Kami menjadikannya (api itu) untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir.

فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ ٧٤

Fasabbih bismi rabbikal-'azīm

Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.

۞ فَلَآ أُقۡسِمُ بِمَوَٰقِعِ ٱلنُّجُومِ ٧٥

Falā uqsimu bimawāqi'in-nujūm

Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.

وَإِنَّهُۥ لَقَسَمٞ لَّوۡ تَعۡلَمُونَ عَظِيمٌ ٧٦

Wa innahū laqasamul law ta'lamūna 'azīm

Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui,

إِنَّهُۥ لَقُرۡءَانٞ كَرِيمٞ ٧٧

Innahū laqur'ānun karīm

dan (ini) sesungguhnya Al-Qur`an yang sangat mulia,

فِي كِتَٰبٖ مَّكۡنُونٖ ٧٨

Fī kitābim maknūn

dalam Kitab yang terpelihara (Lauḥ Maḥfūẓ),

لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلۡمُطَهَّرُونَ ٧٩

Llā yamassuhū illal-mutahharūn

tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.

تَنزِيلٞ مِّن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٨٠

Tanzīlum mir rabbil-'ālamīn

Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.

أَفَبِهَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ أَنتُم مُّدۡهِنُونَ ٨١

Afabihādzal-hadītsi antum mudhinūn

Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur`an)?

وَتَجۡعَلُونَ رِزۡقَكُمۡ أَنَّكُمۡ تُكَذِّبُونَ ٨٢

Wataj'alūna rizqakum annakum tukaddzibūn

dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan(-Nya).

فَلَوۡلَآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلۡحُلۡقُومَ ٨٣

Falawlā idzā balaghatil-hulqūm

Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerongkongan,

وَأَنتُمۡ حِينَئِذٖ تَنظُرُونَ ٨٤

Wa antum hīna'idzin tanzurūn

dan kamu ketika itu melihat,

وَنَحۡنُ أَقۡرَبُ إِلَيۡهِ مِنكُمۡ وَلَٰكِن لَّا تُبۡصِرُونَ ٨٥

Wanahnu aqrabu ilayhi minkum walākil lā tubsirūn

dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat,

فَلَوۡلَآ إِن كُنتُمۡ غَيۡرَ مَدِينِينَ ٨٦

Falawlā in kuntum ghayra madīnīn

maka mengapa jika kamu memang tidak dikuasai (oleh Allah),

تَرۡجِعُونَهَآ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٨٧

Tarji'ūnahā in kuntum sādiqīn

kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang yang benar?

فَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلۡمُقَرَّبِينَ ٨٨

Fa ammā in kāna minal-muqarrabīn

Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah),

فَرَوۡحٞ وَرَيۡحَانٞ وَجَنَّتُ نَعِيمٖ ٨٩

Farawhun warayhānun wajannatu na'īm

maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga (yang penuh) kenikmatan.

وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ ٩٠

Wa ammā in kāna min ashābil-yamīn

Dan jika dia termasuk golongan kanan,

فَسَلَٰمٞ لَّكَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ ٩١

Fasalāmul laka min ashābil-yamīn

maka, "Salam bagimu (wahai) dari golongan kanan!" (sambut malaikat).

وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ٱلضَّآلِّينَ ٩٢

Wa ammā in kāna minal-mukaddzibīnad-dāllīn

Namun jika dia termasuk golongan yang mendustakan dan sesat,

فَنُزُلٞ مِّنۡ حَمِيمٖ ٩٣

Fanuzulum min hamīm

maka dia disambut siraman air yang mendidih,

وَتَصۡلِيَةُ جَحِيمٍ ٩٤

Watasliyatu jahīm

dan dibakar di dalam neraka.

إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ حَقُّ ٱلۡيَقِينِ ٩٥

Inna hādzā lahuwa haqqul-yaqīn

Sungguh, inilah keyakinan yang benar.

فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ ٩٦

Fasabbih bismi rabbikal-'azīm

Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.

Surat Al-Hadid

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ١

Sabbaha lillāhi mā fis-samāwāti wal-ardi wahuwal-'azīzul-hakīm

Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

لَهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ يُحۡيِۦ وَيُمِيتُۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ٢

Lahū mulkus-samāwāti wal-ardi yuhyī wayumītu wahuwa 'alā kulli syay'in qadīr

Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

هُوَ ٱلۡأَوَّلُ وَٱلۡأٓخِرُ وَٱلظَّٰهِرُ وَٱلۡبَاطِنُۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٌ ٣

Huwal-awwalu wal-ākhiru waz-zāhiru wal-bātinu wahuwa bikulli syay'in 'alīm

Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin;830 dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ يَعۡلَمُ مَا يَلِجُ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَمَا يَخۡرُجُ مِنۡهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا يَعۡرُجُ فِيهَاۖ وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ٤

Huwal-ladzī khalaqas-samāwāti wal-arda fī sittati ayyāmin tsummastawā 'alal-'arsyi ya'lamu mā yaliju fil-ardi wamā yakhruju minhā wamā yanzilu minas-samā'i wamā ya'ruju fīhā wahuwa ma'akum ayna mā kuntum wallāhu bimā ta'malūna basīr

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; kemudian Dia bersemayam di atas Arasy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari dalamnya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana .831 Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

لَّهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرۡجَعُ ٱلۡأُمُورُ ٥

Llahū mulkus-samāwāti wal-ardi wa ilallāhi turja'ul-umūr

Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembali­kan.

يُولِجُ ٱلَّيۡلَ فِي ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِي ٱلَّيۡلِۚ وَهُوَ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ٦

Yūlijul-layla fin-nahāri wayūlijun-nahāra fil-layli wahuwa 'alīmu bidzātis-sudūr

Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

ءَامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَأَنفِقُواْ مِمَّا جَعَلَكُم مُّسۡتَخۡلَفِينَ فِيهِۖ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَأَنفَقُواْ لَهُمۡ أَجۡرٞ كَبِيرٞ ٧

Āminū billāhi warasūlihī wa anfiqū mimmā ja'alakum mustakhlafīna fīhi falladzīna āmanū minkum wa anfaqū lahum ajrun kabīr

Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar.

وَمَا لَكُمۡ لَا تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلرَّسُولُ يَدۡعُوكُمۡ لِتُؤۡمِنُواْ بِرَبِّكُمۡ وَقَدۡ أَخَذَ مِيثَٰقَكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ٨

Wamā lakum lā tu'minūna billāhi war-rasūlu yad'ūkum litu'minū birabbikum waqad akhadza mītsāqakum in kuntum mu'minīn

Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah, padahal Rasul mengajak kamu beriman kepada Tuhanmu? Dan Dia telah mengambil janji (setia)mu, jika kamu orang-orang mukmin.

هُوَ ٱلَّذِي يُنَزِّلُ عَلَىٰ عَبۡدِهِۦٓ ءَايَٰتِۭ بَيِّنَٰتٖ لِّيُخۡرِجَكُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ بِكُمۡ لَرَءُوفٞ رَّحِيمٞ ٩

Huwal-ladzī yunazzilu 'alā 'abdihī āyāti bayyinātil liyukhrijakum minaz-zulumāti ilan-nūri wa innallāha bikum lara'ūfur rahīm

Dialah yang menurunkan ayat-ayat yang terang (Al-Qur`an) kepada hamba-Nya (Muhammad) untuk mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sungguh, terhadap kamu Allah Maha Penyantun, Maha Penyayang.

وَمَا لَكُمۡ أَلَّا تُنفِقُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ لَا يَسۡتَوِي مِنكُم مَّنۡ أَنفَقَ مِن قَبۡلِ ٱلۡفَتۡحِ وَقَٰتَلَۚ أُوْلَٰٓئِكَ أَعۡظَمُ دَرَجَةٗ مِّنَ ٱلَّذِينَ أَنفَقُواْ مِنۢ بَعۡدُ وَقَٰتَلُواْۚ وَكُلّٗا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ١٠

Wamā lakum allā tunfiqū fī sabīlillāhi walillāhi mīrātsus-samāwāti wal-ardi lā yastawī minkum man anfaqa min qablil-fathi waqātala ulā'ika a'zamu darajatam minal-ladzīna anfaqū mim ba'du waqātalū wakullan wa'adallāhul-husnā wallāhu bimā ta'malūna khabīr

Dan mengapa kamu tidak menginfakkan hartamu di jalan Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi? Tidak sama orang yang menginfakkan (hartanya di jalan Allah) di antara kamu dan berperang sebelum penaklukan (Mekkah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang setelah itu. Dan Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.

مَّن ذَا ٱلَّذِي يُقۡرِضُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥ وَلَهُۥٓ أَجۡرٞ كَرِيمٞ ١١

Mman dzal-ladzī yuqridullāha qardan hasanan fayudā'ifahū lahū walahū ajrun karīm

Barangsiapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan mengembalikannya berlipat ganda untuknya, dan baginya pahala yang mulia,

يَوۡمَ تَرَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَسۡعَىٰ نُورُهُم بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَبِأَيۡمَٰنِهِمۖ بُشۡرَىٰكُمُ ٱلۡيَوۡمَ جَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ١٢

Yawma taral-mu'minīna wal-mu'mināti yas'ā nūruhum bayna aydīhim wabi'aymānihim busyrākumul-yawma jannātun tajrī min tahtihal-anhāru khālidīna fīhā dzālika huwal-fawzul-'azīm

pada hari engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), "Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah kemenangan yang agung."

يَوۡمَ يَقُولُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتُ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱنظُرُونَا نَقۡتَبِسۡ مِن نُّورِكُمۡ قِيلَ ٱرۡجِعُواْ وَرَآءَكُمۡ فَٱلۡتَمِسُواْ نُورٗاۖ فَضُرِبَ بَيۡنَهُم بِسُورٖ لَّهُۥ بَابُۢ بَاطِنُهُۥ فِيهِ ٱلرَّحۡمَةُ وَظَٰهِرُهُۥ مِن قِبَلِهِ ٱلۡعَذَابُ ١٣

Yawma yaqūlul-munāfiqūna wal-munāfiqātu lilladzīna āmanunzurūnā naqtabis min nūrikum qīlarji'ū warā'akum fal-tamisū nūran faduriba baynahum bisūril lahū bābu bātinuhū fīhir-rahmatu wazāhiruhū min qibalihil-'adzāb

Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, "Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu." (Kepada mereka) dikatakan, "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)." Lalu di antara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Di bagian dalam ada rahmat dan di luarnya hanya ada azab.

يُنَادُونَهُمۡ أَلَمۡ نَكُن مَّعَكُمۡۖ قَالُواْ بَلَىٰ وَلَٰكِنَّكُمۡ فَتَنتُمۡ أَنفُسَكُمۡ وَتَرَبَّصۡتُمۡ وَٱرۡتَبۡتُمۡ وَغَرَّتۡكُمُ ٱلۡأَمَانِيُّ حَتَّىٰ جَآءَ أَمۡرُ ٱللَّهِ وَغَرَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ ١٤

Yunādūnahum alam nakum ma'akum qālū balā walākinnakum fatantum anfusakum watarabbastum wartabtum wagharratkumul-amāniyyu hattā jā'a amrullāhi wagharrakum billāhil-gharūr

Orang-orang munafik memanggil orang-orang mukmin, "Bukankah kami dahulu bersama kamu?" Mereka menjawab, "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri, dan kamu hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah.

فَٱلۡيَوۡمَ لَا يُؤۡخَذُ مِنكُمۡ فِدۡيَةٞ وَلَا مِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۚ مَأۡوَىٰكُمُ ٱلنَّارُۖ هِيَ مَوۡلَىٰكُمۡۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ ١٥

Fal-yawma lā yu'khadzu minkum fidyatun walā minal-ladzīna kafarū ma'wākumun-nāru hiya mawlākum wabi'sal-masīr

Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu di neraka. Itulah tempat berlindungmu, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."

۞ أَلَمۡ يَأۡنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَن تَخۡشَعَ قُلُوبُهُمۡ لِذِكۡرِ ٱللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلۡحَقِّ وَلَا يَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلُ فَطَالَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡأَمَدُ فَقَسَتۡ قُلُوبُهُمۡۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ فَٰسِقُونَ ١٦

Alam ya'ni lilladzīna āmanū an takhsya'a qulūbuhum lidzikrillāhi wamā nazala minal-haqqi walā yakūnū kalladzīna ūtul-kitāba min qablu fatāla 'alayhimul-amadu faqasat qulūbuhum wakatsīrum minhum fāsiqūn

Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik.

ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يُحۡيِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَاۚ قَدۡ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ ١٧

I'lamū annallāha yuhyil-arda ba'da mawtihā qad bayyannā lakumul-āyāti la'allakum ta'qilūn

Ketahuilah bahwa Allah yang menghidupkan bumi setelah matinya (kering). Sungguh, telah Kami jelaskan kepadamu tanda-tanda (kebesaran Kami) agar kamu mengerti.

إِنَّ ٱلۡمُصَّدِّقِينَ وَٱلۡمُصَّدِّقَٰتِ وَأَقۡرَضُواْ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا يُضَٰعَفُ لَهُمۡ وَلَهُمۡ أَجۡرٞ كَرِيمٞ ١٨

Innal-mussaddiqīna wal-mussaddiqāti wa aqradullāha qardan hasanan yudā'afu lahum walahum ajrun karīm

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦٓ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصِّدِّيقُونَۖ وَٱلشُّهَدَآءُ عِندَ رَبِّهِمۡ لَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ وَنُورُهُمۡۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَآ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَحِيمِ ١٩

Walladzīna āmanū billāhi warusulihī ulā'ika humus-siddīqūna wasy-syuhadā'u 'inda rabbihim lahum ajruhum wanūruhum walladzīna kafarū wakaddzabū bi'āyātinā ulā'ika ashābul-jahīm

Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, mereka itu orang-orang yang tulus hati (pecinta kebenaran) dan saksi-saksi di sisi Tuhan mereka. Mereka berhak mendapat pahala dan cahaya. Tetapi orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni-penghuni neraka.

ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا لَعِبٞ وَلَهۡوٞ وَزِينَةٞ وَتَفَاخُرُۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٞ فِي ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَوۡلَٰدِۖ كَمَثَلِ غَيۡثٍ أَعۡجَبَ ٱلۡكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصۡفَرّٗا ثُمَّ يَكُونُ حُطَٰمٗاۖ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ عَذَابٞ شَدِيدٞ وَمَغۡفِرَةٞ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰنٞۚ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ ٢٠

I'lamū annamal-hayawātud-dunyā la'ibun walahwun wazīnatun watafākhuru baynakum watakātsurun fil-amwāli wal-awlādi kamatsali ghaytsin a'jabal-kuffāra nabātuhū tsumma yahīju fatarāhu musfarran tsumma yakūnu hutāman wafil-ākhirati 'adzābun syadīdun wamaghfiratum minallāhi waridwānun wamal-hayawātud-dunyā illā matā'ul-ghurūr

Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering, dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.

سَابِقُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا كَعَرۡضِ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ أُعِدَّتۡ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦۚ ذَٰلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ ٢١

Sābiqū ilā maghfiratim mir rabbikum wajannatin 'arduhā ka'ardis-samā'i wal-ardi u'iddat lilladzīna āmanū billāhi warusulihī dzālika fadlullāhi yu'tīhi man yasyā'u wallāhu dzul-fadlil-'azīm

Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِيٓ أَنفُسِكُمۡ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مِّن قَبۡلِ أَن نَّبۡرَأَهَآۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ ٢٢

Mā asāba mim musībatin fil-ardi walā fī anfusikum illā fī kitābim min qabli an nabra'ahā inna dzālika 'alallāhi yasīr

Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauḥ Maḥfūẓ) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.

لِّكَيۡلَا تَأۡسَوۡاْ عَلَىٰ مَا فَاتَكُمۡ وَلَا تَفۡرَحُواْ بِمَآ ءَاتَىٰكُمۡۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٍ ٢٣

Llikaylā ta'saw 'alā mā fātakum walā tafrahū bimā ātākum wallāhu lā yuhibbu kulla mukhtālin fakhūr

Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri,

ٱلَّذِينَ يَبۡخَلُونَ وَيَأۡمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلۡبُخۡلِۗ وَمَن يَتَوَلَّ فَإِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡغَنِيُّ ٱلۡحَمِيدُ ٢٤

Alladzīna yabkhalūna waya'murūnan-nāsa bil-bukhli waman yatawalla fa innallāha huwal-ghaniyyul-hamīd

yaitu orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir. Barangsiapa berpaling (dari perintah-perintah Allah), maka sesungguhnya Allah, Dia Mahakaya, Maha Terpuji.

لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا رُسُلَنَا بِٱلۡبَيِّنَٰتِ وَأَنزَلۡنَا مَعَهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡمِيزَانَ لِيَقُومَ ٱلنَّاسُ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَأَنزَلۡنَا ٱلۡحَدِيدَ فِيهِ بَأۡسٞ شَدِيدٞ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعۡلَمَ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥ وَرُسُلَهُۥ بِٱلۡغَيۡبِۚ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٞ ٢٥

Laqad arsalnā rusulanā bil-bayyināti wa anzalnā ma'ahumul-kitāba wal-mīzāna liyaqūman-nāsu bil-qisti wa anzalnal-hadīda fīhi ba sun syadīdun wamanāfi'u lin-nāsi waliya'lamallāhu man yansuruhū warusulahū bil-ghaybi innallāha qawiyyun 'azīz

Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata, dan Kami turunkan bersama mereka Kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, Mahaperkasa.

وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحٗا وَإِبۡرَٰهِيمَ وَجَعَلۡنَا فِي ذُرِّيَّتِهِمَا ٱلنُّبُوَّةَ وَٱلۡكِتَٰبَۖ فَمِنۡهُم مُّهۡتَدٖۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ فَٰسِقُونَ ٢٦

Walaqad arsalnā nūhan wa ibrāhīma waja'alnā fī dzurriyyatihiman-nubuwwata wal-kitāba faminhum muhtadin wakatsīrum minhum fāsiqūn

Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim, dan Kami berikan kenabian dan kitab (wahyu) kepada keturunan keduanya, di antara mereka ada yang menerima petunjuk dan banyak di antara mereka yang fasik.

ثُمَّ قَفَّيۡنَا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم بِرُسُلِنَا وَقَفَّيۡنَا بِعِيسَى ٱبۡنِ مَرۡيَمَ وَءَاتَيۡنَٰهُ ٱلۡإِنجِيلَۖ وَجَعَلۡنَا فِي قُلُوبِ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ رَأۡفَةٗ وَرَحۡمَةٗۚ وَرَهۡبَانِيَّةً ٱبۡتَدَعُوهَا مَا كَتَبۡنَٰهَا عَلَيۡهِمۡ إِلَّا ٱبۡتِغَآءَ رِضۡوَٰنِ ٱللَّهِ فَمَا رَعَوۡهَا حَقَّ رِعَايَتِهَاۖ فَـَٔاتَيۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنۡهُمۡ أَجۡرَهُمۡۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ فَٰسِقُونَ ٢٧

Tsumma qaffaynā 'alā ātsārihim birusulinā waqaffaynā bi'īsabni maryama wa ātaynāhul-injīla waja'alnā fī qulūbil-ladzīnat-taba'ūhu ra'fatan warahmatan warahbāniyyatanibtada'ūhā mā katabnāhā 'alayhim illabtighā'a ridwānillāhi famā ra'awhā haqqa ri'āyatihā fa'ātaynal-ladzīna āmanū minhum ajrahum wakatsīrum minhum fāsiqūn

Kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami mengikuti jejak mereka dan Kami susulkan (pula) Isa putra Maryam; Dan Kami berikan Injil kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang dalam hati orang-orang yang mengikutinya. Mereka mengada-adakan raḥbāniyyah,832 padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka, (yang Kami wajibkan hanyalah) mencari keridaan Allah, tetapi tidak mereka pelihara dengan semestinya. Maka kepada orang-orang yang beriman di antara mereka Kami berikan pahalanya, dan banyak di antara mereka yang fasik.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَءَامِنُواْ بِرَسُولِهِۦ يُؤۡتِكُمۡ كِفۡلَيۡنِ مِن رَّحۡمَتِهِۦ وَيَجۡعَل لَّكُمۡ نُورٗا تَمۡشُونَ بِهِۦ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٢٨

Yā'ayyuhal-ladzīna āmanut-taqullāha wa āminū birasūlihī yu'tikum kiflayni mir rahmatihī wayaj'al lakum nūran tamsyūna bihī wayaghfir lakum wallāhu ghafūrur rahīm

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya (Muhammad), niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepada dua bagian, dan menjadikan cahaya untukmu yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

لِّئَلَّا يَعۡلَمَ أَهۡلُ ٱلۡكِتَٰبِ أَلَّا يَقۡدِرُونَ عَلَىٰ شَيۡءٖ مِّن فَضۡلِ ٱللَّهِ وَأَنَّ ٱلۡفَضۡلَ بِيَدِ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ ٢٩

Lli allā ya'lama ahlul-kitābi allā yaqdirūna 'alā syay'im min fadlillāhi wa annal-fadla biyadillāhi yu'tīhi man yasyā'u wallāhu dzul-fadlil-'azīm

Agar Ahli Kitab mengetahui bahwa sedikit pun mereka tidak akan mendapat karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwa karunia itu ada di tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Pertanyaan

Juz 27 dimulai dan berakhir di mana?

Juz 27 dimulai dari Surat Az-Zariyat 51:31 dan berakhir di Surat Al-Hadid 57:29.

Surat apa saja yang ada di Juz 27?

Juz 27 berisi Az-Zariyat, At-Tur, An-Najm, Al-Qamar, Ar-Rahman, Al-Waqi'ah, Al-Hadid.

Apa itu juz?

Juz adalah satu dari 30 bagian Al-Quran yang panjangnya sama. Dengan membaca satu juz sehari, Al-Quran khatam dalam sebulan.