وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦٓ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصِّدِّيقُونَۖ وَٱلشُّهَدَآءُ عِندَ رَبِّهِمۡ لَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ وَنُورُهُمۡۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَآ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَحِيمِ ١٩
Walladzīna āmanū billāhi warusulihī ulā'ika humus-siddīqūna wasy-syuhadā'u 'inda rabbihim lahum ajruhum wanūruhum walladzīna kafarū wakaddzabū bi'āyātinā ulā'ika ashābul-jahīm
Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, mereka itu orang-orang yang tulus hati (pecinta kebenaran) dan saksi-saksi di sisi Tuhan mereka. Mereka berhak mendapat pahala dan cahaya. Tetapi orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni-penghuni neraka.
Tafsir
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan beriman kepada para rasul-Nya tanpa membedakan di antara mereka, merekalah para ṣiddīqūn (orang-orang yang sangat kukuh dalam kebenaran dan pembenarannya) dan syuhadā` (orang-orang yang disaksikan kebenaran dan kebajikannya) di sisi Allah. Mereka akan mendapatkan pahala yang baik yang telah disiapkan untuk mereka dan bagi mereka cahaya yang menuntun mereka dari arah depan dan dari sisi kanan mereka pada hari Kiamat. Adapun orang-orang yang kafir terhadap Allah dan para rasul-Nya serta mendustakan ayat-ayat Kami yang diturunkan kepada Rasul Kami, mereka adalah penghuni neraka Jahim, mereka akan memasukinya pada hari Kiamat, lalu kekal di dalamnya selamanya, tidak keluar darinya.