إِنۡ هِيَ إِلَّآ أَسۡمَآءٞ سَمَّيۡتُمُوهَآ أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلۡطَٰنٍۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَمَا تَهۡوَى ٱلۡأَنفُسُۖ وَلَقَدۡ جَآءَهُم مِّن رَّبِّهِمُ ٱلۡهُدَىٰٓ ٢٣
In hiya illā asmā'un sammaytumūhā antum wa ābā'ukum mā anzalallāhu bihā min sultānin in yattabi'ūna illaz-zanna wamā tahwal-anfusu walaqad jā'ahum mir rabbihimul-hudā
Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun untuk (menyembah)nya. Mereka hanya mengikuti dugaan, dan apa yang diingini oleh keinginannya. Padahal sungguh, telah datang petunjuk dari Tuhan mereka.
Tafsir
Berhala-berhala ini tidak lain hanyalah nama-nama yang tidak mempunyai arti. Ia tidak mempunyai bagian dari sifat-sifat ketuhanan, hanya saja kalian dan bapak-bapak kalianlah yang menamakannya dengan nama-nama itu, Allah sama sekali tidak menurunkan keterangan tentang hal itu. Dalam keyakinan mereka, orang-orang musyrik hanyalah mengikuti prasangka dan apa yang diinginkan oleh hawa nafsu mereka dari apa yang dijadikan indah oleh setan-setan di dalam hati mereka. Sungguh, telah datang kepada mereka petunjuk dari Tuhan mereka melalui lisan Nabi-Nya -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, akan tetapi mereka tidak mengambil petunjuk itu.