ثُمَّ قَفَّيۡنَا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم بِرُسُلِنَا وَقَفَّيۡنَا بِعِيسَى ٱبۡنِ مَرۡيَمَ وَءَاتَيۡنَٰهُ ٱلۡإِنجِيلَۖ وَجَعَلۡنَا فِي قُلُوبِ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ رَأۡفَةٗ وَرَحۡمَةٗۚ وَرَهۡبَانِيَّةً ٱبۡتَدَعُوهَا مَا كَتَبۡنَٰهَا عَلَيۡهِمۡ إِلَّا ٱبۡتِغَآءَ رِضۡوَٰنِ ٱللَّهِ فَمَا رَعَوۡهَا حَقَّ رِعَايَتِهَاۖ فَـَٔاتَيۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنۡهُمۡ أَجۡرَهُمۡۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ فَٰسِقُونَ ٢٧
Tsumma qaffaynā 'alā ātsārihim birusulinā waqaffaynā bi'īsabni maryama wa ātaynāhul-injīla waja'alnā fī qulūbil-ladzīnat-taba'ūhu ra'fatan warahmatan warahbāniyyatanibtada'ūhā mā katabnāhā 'alayhim illabtighā'a ridwānillāhi famā ra'awhā haqqa ri'āyatihā fa'ātaynal-ladzīna āmanū minhum ajrahum wakatsīrum minhum fāsiqūn
Kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami mengikuti jejak mereka dan Kami susulkan (pula) Isa putra Maryam; Dan Kami berikan Injil kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang dalam hati orang-orang yang mengikutinya. Mereka mengada-adakan raḥbāniyyah,832 padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka, (yang Kami wajibkan hanyalah) mencari keridaan Allah, tetapi tidak mereka pelihara dengan semestinya. Maka kepada orang-orang yang beriman di antara mereka Kami berikan pahalanya, dan banyak di antara mereka yang fasik.
Catatan kaki
832 Tidak beristri atau tidak bersuami dan mengurung diri dalam biara.
Tafsir
Kemudian setelah mereka berdua, Kami iringkan para rasul Kami dan Kami utus mereka secara berturut-turut kepada umat-umat mereka. Lalu Kami iringkan mereka dengan Isa bin Maryam, Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan di hati orang-orang yang beriman kepadanya dan mengikutinya rasa iba dan kasih sayang, sehingga mereka menjadi orang-orang yang saling mencintai dan menyayangi di antara mereka. Mereka kemudian mengada-adakan bidah yang melampaui batas dalam agama, sehingga mereka meninggalkan sebagian yang dihalalkan oleh Allah untuk mereka seperti nikah dan kenikmatan, padahal Kami tidak memintanya dari mereka, akan tetapi mereka mewajibkannya pada diri mereka sendiri sebagai bentuk pengadaan bidah dalam agama mereka. Kami hanya meminta mereka untuk mencari keridaan Allah, akan tetapi mereka tidak melaksanakannya. Kami lalu memberikan kepada orang-orang beriman dari mereka pahala dan banyak dari mereka keluar dari ketaatan kepada Allah dengan mendustakan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah, Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, kepada mereka.