۞ وَمَآ أَنزَلۡنَا عَلَىٰ قَوۡمِهِۦ مِنۢ بَعۡدِهِۦ مِن جُندٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ ٢٨
Wamā anzalnā 'alā qawmihī mim ba'dihī min jundim minas-samā'i wamā kunnā munzilīn
Dan setelah dia (meninggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya.
إِن كَانَتۡ إِلَّا صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ فَإِذَا هُمۡ خَٰمِدُونَ ٢٩
In kānat illā sayhatan wāhidatan fa idzā hum khāmidūn
Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka mati.
يَٰحَسۡرَةً عَلَى ٱلۡعِبَادِۚ مَا يَأۡتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ٣٠
Yāhasratan 'alal-'ibādi mā ya'tīhim mir rasūlin illā kānū bihī yastahzi'ūn
Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya.
أَلَمۡ يَرَوۡاْ كَمۡ أَهۡلَكۡنَا قَبۡلَهُم مِّنَ ٱلۡقُرُونِ أَنَّهُمۡ إِلَيۡهِمۡ لَا يَرۡجِعُونَ ٣١
Alam yaraw kam ahlaknā qablahum minal-qurūni annahum ilayhim lā yarji'ūn
Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka.720
وَإِن كُلّٞ لَّمَّا جَمِيعٞ لَّدَيۡنَا مُحۡضَرُونَ ٣٢
Wa in kullul lammā jamī'ul ladaynā muhdarūn
Dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada Kami.
وَءَايَةٞ لَّهُمُ ٱلۡأَرۡضُ ٱلۡمَيۡتَةُ أَحۡيَيۡنَٰهَا وَأَخۡرَجۡنَا مِنۡهَا حَبّٗا فَمِنۡهُ يَأۡكُلُونَ ٣٣
Wa āyatul lahumul-ardul-maytatu ahyaynāhā wa akhrajnā minhā habban faminhu ya'kulūn
Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan.
وَجَعَلۡنَا فِيهَا جَنَّٰتٖ مِّن نَّخِيلٖ وَأَعۡنَٰبٖ وَفَجَّرۡنَا فِيهَا مِنَ ٱلۡعُيُونِ ٣٤
Waja'alnā fīhā jannātim min nakhīlin wa a'nābin wafajjarnā fīhā minal-'uyūn
Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,
لِيَأۡكُلُواْ مِن ثَمَرِهِۦ وَمَا عَمِلَتۡهُ أَيۡدِيهِمۡۚ أَفَلَا يَشۡكُرُونَ ٣٥
Liya'kulū min tsamarihī wamā 'amilathu aydīhim afalā yasykurūn
agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?
سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡأَزۡوَٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلۡأَرۡضُ وَمِنۡ أَنفُسِهِمۡ وَمِمَّا لَا يَعۡلَمُونَ ٣٦
Subhānal-ladzī khalaqal-azwāja kullahā mimmā tumbitul-ardu wamin anfusihim wamimmā lā ya'lamūn
Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
وَءَايَةٞ لَّهُمُ ٱلَّيۡلُ نَسۡلَخُ مِنۡهُ ٱلنَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظۡلِمُونَ ٣٧
Wa āyatul lahumul-laylu naslakhu minhun-nahāra fa idzā hum muzlimūn
Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan,
وَٱلشَّمۡسُ تَجۡرِي لِمُسۡتَقَرّٖ لَّهَاۚ ذَٰلِكَ تَقۡدِيرُ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡعَلِيمِ ٣٨
Wasy-syamsu tajrī limustaqarril lahā dzālika taqdīrul-'azīzil-'alīm
dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.
وَٱلۡقَمَرَ قَدَّرۡنَٰهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَٱلۡعُرۡجُونِ ٱلۡقَدِيمِ ٣٩
Wal-qamara qaddarnāhu manāzila hattā 'āda kal-'urjūnil-qadīm
Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.721
لَا ٱلشَّمۡسُ يَنۢبَغِي لَهَآ أَن تُدۡرِكَ ٱلۡقَمَرَ وَلَا ٱلَّيۡلُ سَابِقُ ٱلنَّهَارِۚ وَكُلّٞ فِي فَلَكٖ يَسۡبَحُونَ ٤٠
Lasy-syamsu yambaghī lahā an tudrikal-qamara walal-laylu sābiqun-nahāri wakullun fī falakin yasbahūn
Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.
وَءَايَةٞ لَّهُمۡ أَنَّا حَمَلۡنَا ذُرِّيَّتَهُمۡ فِي ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ ٤١
Wa āyatul lahum annā hamalnā dzurriyyatahum fil-fulkil-masyhūn
Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan,
وَخَلَقۡنَا لَهُم مِّن مِّثۡلِهِۦ مَا يَرۡكَبُونَ ٤٢
Wakhalaqnā lahum mim mitslihī mā yarkabūn
dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai.722
وَإِن نَّشَأۡ نُغۡرِقۡهُمۡ فَلَا صَرِيخَ لَهُمۡ وَلَا هُمۡ يُنقَذُونَ ٤٣
Wa in nasya' nughriqhum falā sarīkha lahum walā hum yunqadzūn
Dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka. Maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan,
إِلَّا رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَمَتَٰعًا إِلَىٰ حِينٖ ٤٤
Illā rahmatam minnā wamatā'an ilā hīn
melainkan (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱتَّقُواْ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيكُمۡ وَمَا خَلۡفَكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ ٤٥
Wa idzā qīla lahumut-taqū mā bayna aydīkum wamā khalfakum la'allakum turhamūn
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu (di dunia) dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat."
وَمَا تَأۡتِيهِم مِّنۡ ءَايَةٖ مِّنۡ ءَايَٰتِ رَبِّهِمۡ إِلَّا كَانُواْ عَنۡهَا مُعۡرِضِينَ ٤٦
Wamā ta'tīhim min āyatim min āyāti rabbihim illā kānū 'anhā mu'ridīn
Dan setiap kali suatu tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan datang kepada mereka, mereka selalu berpaling darinya.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ أَنفِقُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَنُطۡعِمُ مَن لَّوۡ يَشَآءُ ٱللَّهُ أَطۡعَمَهُۥٓ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ٤٧
Wa idzā qīla lahum anfiqū mimmā razaqakumullāhu qālal-ladzīna kafarū lilladzīna āmanū anut'imu mal law yasyā'ullāhu at'amahū in antum illā fī dalālim mubīn
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu," orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman, "Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki Dia akan memberinya makan? Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata."
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٤٨
Wayaqūlūna matā hādzal-wa'du in kuntum sādiqīn
Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, "Kapan janji (hari berbangkit) itu (terjadi) jika kamu orang-orang yang benar?"
مَا يَنظُرُونَ إِلَّا صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ تَأۡخُذُهُمۡ وَهُمۡ يَخِصِّمُونَ ٤٩
Mā yanzurūna illā sayhatan wāhidatan ta'khudzuhum wahum yakhissimūn
Mereka hanya menunggu satu teriakan,723 yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.
فَلَا يَسۡتَطِيعُونَ تَوۡصِيَةٗ وَلَآ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِمۡ يَرۡجِعُونَ ٥٠
Falā yastatī'ūna tawsiyatan walā ilā ahlihim yarji'ūn
Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarganya.
وَنُفِخَ فِي ٱلصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ ٱلۡأَجۡدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ يَنسِلُونَ ٥١
Wanufikha fis-sūri fa idzā hum minal-ajdātsi ilā rabbihim yansilūn
Lalu ditiuplah sangkakala,724 maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya.
قَالُواْ يَٰوَيۡلَنَا مَنۢ بَعَثَنَا مِن مَّرۡقَدِنَاۜۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَصَدَقَ ٱلۡمُرۡسَلُونَ ٥٢
Qālū yāwaylanā mam ba'atsanā mim marqadinā hādzā mā wa'adar-rahmānu wasadaqal-mursalūn
Mereka berkata, "Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul(-Nya).
إِن كَانَتۡ إِلَّا صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ فَإِذَا هُمۡ جَمِيعٞ لَّدَيۡنَا مُحۡضَرُونَ ٥٣
In kānat illā sayhatan wāhidatan fa idzā hum jamī'ul ladaynā muhdarūn
Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab).
فَٱلۡيَوۡمَ لَا تُظۡلَمُ نَفۡسٞ شَيۡـٔٗا وَلَا تُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٥٤
Fal-yawma lā tuzlamu nafsun syay'an walā tujzawna illā mā kuntum ta'malūn
Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan.
إِنَّ أَصۡحَٰبَ ٱلۡجَنَّةِ ٱلۡيَوۡمَ فِي شُغُلٖ فَٰكِهُونَ ٥٥
Inna ashābal-jannatil-yawma fī syughulin fākihūn
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).
هُمۡ وَأَزۡوَٰجُهُمۡ فِي ظِلَٰلٍ عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ مُتَّكِـُٔونَ ٥٦
Hum wa azwājuhum fī zilālin 'alal-arā'iki muttaki'ūn
Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan.
لَهُمۡ فِيهَا فَٰكِهَةٞ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ ٥٧
Lahum fīhā fākihatun walahum mā yadda'ūn
Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan.
سَلَٰمٞ قَوۡلٗا مِّن رَّبّٖ رَّحِيمٖ ٥٨
Salāmun qawlam mir rabbir rahīm
(Kepada mereka dikatakan), "Salām," sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
وَٱمۡتَٰزُواْ ٱلۡيَوۡمَ أَيُّهَا ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٥٩
Wamtāzul-yawma ayyuhal-mujrimūn
Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa!
۞ أَلَمۡ أَعۡهَدۡ إِلَيۡكُمۡ يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعۡبُدُواْ ٱلشَّيۡطَٰنَۖ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٞ ٦٠
Alam a'had ilaykum yābanī ādama al lā ta'budusy-syaytāna innahū lakum 'aduwwum mubīn
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu,
وَأَنِ ٱعۡبُدُونِيۚ هَٰذَا صِرَٰطٞ مُّسۡتَقِيمٞ ٦١
Wa ani'budūnī hādzā sirātum mustaqīm
dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus."
وَلَقَدۡ أَضَلَّ مِنكُمۡ جِبِلّٗا كَثِيرًاۖ أَفَلَمۡ تَكُونُواْ تَعۡقِلُونَ ٦٢
Walaqad adalla minkum jibillan katsīran afalam takūnū ta'qilūn
Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti?
هَٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ ٦٣
Hādzihī jahannamul-latī kuntum tū'adūn
Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu.
ٱصۡلَوۡهَا ٱلۡيَوۡمَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ ٦٤
Islawhal-yawma bimā kuntum takfurūn
Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya.
ٱلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلَىٰٓ أَفۡوَٰهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَآ أَيۡدِيهِمۡ وَتَشۡهَدُ أَرۡجُلُهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٦٥
Al-yawma nakhtimu 'alā afwāhihim watukallimunā aydīhim watasyhadu arjuluhum bimā kānū yaksibūn
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
وَلَوۡ نَشَآءُ لَطَمَسۡنَا عَلَىٰٓ أَعۡيُنِهِمۡ فَٱسۡتَبَقُواْ ٱلصِّرَٰطَ فَأَنَّىٰ يُبۡصِرُونَ ٦٦
Walaw nasyā'u latamasnā 'alā a'yunihim fastabaqus-sirāta fa annā yubsirūn
Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?
وَلَوۡ نَشَآءُ لَمَسَخۡنَٰهُمۡ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمۡ فَمَا ٱسۡتَطَٰعُواْ مُضِيّٗا وَلَا يَرۡجِعُونَ ٦٧
Walaw nasyā'u lamasakhnāhum 'alā makānatihim famastatā'ū mudiyyan walā yarji'ūn
Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami ubah bentuk mereka di tempat mereka berada; sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga tidak sanggup kembali.
وَمَن نُّعَمِّرۡهُ نُنَكِّسۡهُ فِي ٱلۡخَلۡقِۚ أَفَلَا يَعۡقِلُونَ ٦٨
Waman nu'ammirhu nunakkishu fil-khalqi afalā ya'qilūn
Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya).725 Maka mengapa mereka tidak mengerti?
وَمَا عَلَّمۡنَٰهُ ٱلشِّعۡرَ وَمَا يَنۢبَغِي لَهُۥٓۚ إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرٞ وَقُرۡءَانٞ مُّبِينٞ ٦٩
Wamā 'allamnāhusy-syi'ra wamā yambaghī lahū in huwa illā dzikrun waqur'ānum mubīn
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qur`an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas.
لِّيُنذِرَ مَن كَانَ حَيّٗا وَيَحِقَّ ٱلۡقَوۡلُ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ٧٠
Lliyundzira man kāna hayyan wayahiqqal-qawlu 'alal-kāfirīn
agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir.
أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّا خَلَقۡنَا لَهُم مِّمَّا عَمِلَتۡ أَيۡدِينَآ أَنۡعَٰمٗا فَهُمۡ لَهَا مَٰلِكُونَ ٧١
Awalam yaraw annā khalaqnā lahum mimmā 'amilat aydīnā an'āman fahum lahā mālikūn
Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah meciptakan hewan ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya ?
وَذَلَّلۡنَٰهَا لَهُمۡ فَمِنۡهَا رَكُوبُهُمۡ وَمِنۡهَا يَأۡكُلُونَ ٧٢
Wadzallalnāhā lahum faminhā rakūbuhum waminhā ya'kulūn
Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka; lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan.
وَلَهُمۡ فِيهَا مَنَٰفِعُ وَمَشَارِبُۚ أَفَلَا يَشۡكُرُونَ ٧٣
Walahum fīhā manāfi'u wamasyāribu afalā yasykurūn
Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?
وَٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ ءَالِهَةٗ لَّعَلَّهُمۡ يُنصَرُونَ ٧٤
Wattakhadzū min dūnillāhi ālihatal la'allahum yunsarūn
Dan mereka mengangkat sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan.
لَا يَسۡتَطِيعُونَ نَصۡرَهُمۡ وَهُمۡ لَهُمۡ جُندٞ مُّحۡضَرُونَ ٧٥
Lā yastatī'ūna nasrahum wahum lahum jundum muhdarūn
Mereka (sesembahan) itu tidak dapat menolong mereka; padahal mereka itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga (sesembahan) itu.
فَلَا يَحۡزُنكَ قَوۡلُهُمۡۘ إِنَّا نَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعۡلِنُونَ ٧٦
Falā yahzunka qawluhum innā na'lamu mā yusirrūna wamā yu'linūn
Maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguhnya, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka tampakkan.
أَوَلَمۡ يَرَ ٱلۡإِنسَٰنُ أَنَّا خَلَقۡنَٰهُ مِن نُّطۡفَةٖ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٞ مُّبِينٞ ٧٧
Awalam yaral-insānu annā khalaqnāhu min nutfatin fa idzā huwa khasīmum mubīn
Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلٗا وَنَسِيَ خَلۡقَهُۥۖ قَالَ مَن يُحۡيِ ٱلۡعِظَٰمَ وَهِيَ رَمِيمٞ ٧٨
Wadaraba lanā matsalan wanasiya khalqahū qāla man yuhyil-'izāma wahiya ramīm
Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?
قُلۡ يُحۡيِيهَا ٱلَّذِيٓ أَنشَأَهَآ أَوَّلَ مَرَّةٖۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلۡقٍ عَلِيمٌ ٧٩
Qul yuhyīhal-ladzī ansya'ahā awwala marratin wahuwa bikulli khalqin 'alīm
Katakanlah (Muhammad), "Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,
ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلشَّجَرِ ٱلۡأَخۡضَرِ نَارٗا فَإِذَآ أَنتُم مِّنۡهُ تُوقِدُونَ ٨٠
Alladzī ja'ala lakum minasy-syajaril-akhdari nāran fa idzā antum minhu tūqidūn
yaitu (Allah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu."
أَوَلَيۡسَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ بِقَٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يَخۡلُقَ مِثۡلَهُمۚ بَلَىٰ وَهُوَ ٱلۡخَلَّٰقُ ٱلۡعَلِيمُ ٨١
Awalaysal-ladzī khalaqas-samāwāti wal-arda biqādirin 'alā an yakhluqa mitslahum balā wahuwal-khallāqul-'alīm
Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui.
إِنَّمَآ أَمۡرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيۡـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ ٨٢
Innamā amruhū idzā arāda syay'an an yaqūla lahū kun fayakūn
Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.
فَسُبۡحَٰنَ ٱلَّذِي بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيۡءٖ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ٨٣
Fasubhānal-ladzī biyadihī malakūtu kulli syay'in wa ilayhi turja'ūn
Maka Mahasuci (Allah) yang ditangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
وَٱلصَّٰٓفَّٰتِ صَفّٗا ١
Was-sāffāti saffā
Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf,
فَٱلزَّٰجِرَٰتِ زَجۡرٗا ٢
Faz-zājirāti zajrā
demi (rombongan) yang mencegah dengan sungguh-sungguh,
فَٱلتَّٰلِيَٰتِ ذِكۡرًا ٣
Fat-tāliyāti dzikrā
demi (rombongan) yang membacakan peringatan,
إِنَّ إِلَٰهَكُمۡ لَوَٰحِدٞ ٤
Inna ilāhakum lawāhid
sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa.
رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا وَرَبُّ ٱلۡمَشَٰرِقِ ٥
Rrabbus-samāwāti wal-ardi wamā baynahumā warabbul-masyāriq
Tuhan langit dan bumi serta apa yang berada di antara keduanya, dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari.
إِنَّا زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنۡيَا بِزِينَةٍ ٱلۡكَوَاكِبِ ٦
Innā zayyannas-samā'ad-dunyā bizīnatinil-kawākib
Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang terdekat) dengan hiasan bintang-bintang.
وَحِفۡظٗا مِّن كُلِّ شَيۡطَٰنٖ مَّارِدٖ ٧
Wahifzam min kulli syaytānim mārid
Dan (Kami) telah menjaganya dari setiap setan yang durhaka.
لَّا يَسَّمَّعُونَ إِلَى ٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰ وَيُقۡذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٖ ٨
Llā yassamma'ūna ilal-mala'il-a'lā wayuqdzafūna min kulli jānib
Mereka (setan-setan itu) tidak dapat mendengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru,
دُحُورٗاۖ وَلَهُمۡ عَذَابٞ وَاصِبٌ ٩
Duhūran walahum 'adzābun wāsib
untuk mengusir mereka, dan mereka akan mendapat azab yang kekal,
إِلَّا مَنۡ خَطِفَ ٱلۡخَطۡفَةَ فَأَتۡبَعَهُۥ شِهَابٞ ثَاقِبٞ ١٠
Illā man khatifal-khatfata fa atba'ahū syihābun tsāqib
kecuali (setan) yang mencuri (pembicaraan); maka ia dikejar oleh bintang yang menyala.
فَٱسۡتَفۡتِهِمۡ أَهُمۡ أَشَدُّ خَلۡقًا أَم مَّنۡ خَلَقۡنَآۚ إِنَّا خَلَقۡنَٰهُم مِّن طِينٖ لَّازِبِۭ ١١
Fastaftihim ahum asyaddu khalqan am man khalaqnā innā khalaqnāhum min tīnil lāzib
Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekkah), "Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa726 yang telah Kami ciptakan?" Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.
بَلۡ عَجِبۡتَ وَيَسۡخَرُونَ ١٢
Bal 'ajibta wayaskharūn
Bahkan engkau (Muhammad) menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan (engkau).
وَإِذَا ذُكِّرُواْ لَا يَذۡكُرُونَ ١٣
Wa idzā dzukkirū lā yadzkurūn
Dan apabila mereka diberi peringatan, mereka tidak mengindahkannya.
وَإِذَا رَأَوۡاْ ءَايَةٗ يَسۡتَسۡخِرُونَ ١٤
Wa idzā ra'aw āyatan yastaskhirūn
Dan apabila mereka melihat suatu tanda (kebesaran) Allah, mereka memperolok-olokan.
وَقَالُوٓاْ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ مُّبِينٌ ١٥
Waqālū in hādzā illā sihrum mubīn
Dan mereka berkata, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."
أَءِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ ١٦
A'idzā mitnā wakunnā turāban wa'izāman a'innā lamab'ūtsūn
Apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah benar kami akan dibangkitkan (kembali)?
أَوَءَابَآؤُنَا ٱلۡأَوَّلُونَ ١٧
Awa'ābā'unal-awwalūn
Dan apakah nenek moyang kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)?"
قُلۡ نَعَمۡ وَأَنتُمۡ دَٰخِرُونَ ١٨
Qul na'am wa antum dākhirūn
Katakanlah (Muhammad), "Ya, dan kamu akan terhina."
فَإِنَّمَا هِيَ زَجۡرَةٞ وَٰحِدَةٞ فَإِذَا هُمۡ يَنظُرُونَ ١٩
Fa innamā hiya zajratun wāhidatun fa idzā hum yanzurūn
Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka melihatnya.
وَقَالُواْ يَٰوَيۡلَنَا هَٰذَا يَوۡمُ ٱلدِّينِ ٢٠
Waqālū yāwaylanā hādzā yawmud-dīn
Dan mereka berkata, "Alangkah celaka kami! (Kiranya) inilah hari pembalasan itu."
هَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡفَصۡلِ ٱلَّذِي كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ٢١
Hādzā yawmul-faslil-ladzī kuntum bihī tukaddzibūn
Inilah hari keputusan727 yang dahulu kamu dustakan.
۞ ٱحۡشُرُواْ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ وَأَزۡوَٰجَهُمۡ وَمَا كَانُواْ يَعۡبُدُونَ ٢٢
Uhsyurul-ladzīna zalamū wa azwājahum wamā kānū ya'budūn
(Diperintahkan kepada malaikat), "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah,
مِن دُونِ ٱللَّهِ فَٱهۡدُوهُمۡ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلۡجَحِيمِ ٢٣
Min dūnillāhi fahdūhum ilā sirātil-jahīm
selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke nereka.
وَقِفُوهُمۡۖ إِنَّهُم مَّسۡـُٔولُونَ ٢٤
Waqifūhum innahum mas'ūlūn
Tahanlah mereka (di tempat perhentian), sesungguhnya mereka akan ditanya,
مَا لَكُمۡ لَا تَنَاصَرُونَ ٢٥
Mā lakum lā tanāsarūn
"Mengapa kamu tidak tolong-menolong?"
بَلۡ هُمُ ٱلۡيَوۡمَ مُسۡتَسۡلِمُونَ ٢٦
Bal humul-yawma mustaslimūn
Bahkan mereka pada hari itu menyerah (kepada keputusan Allah).
وَأَقۡبَلَ بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ يَتَسَآءَلُونَ ٢٧
Wa aqbala ba'duhum 'alā ba'din yatasā'alūn
Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling berbantah-bantahan.
قَالُوٓاْ إِنَّكُمۡ كُنتُمۡ تَأۡتُونَنَا عَنِ ٱلۡيَمِينِ ٢٨
Qālū innakum kuntum ta'tūnanā 'anil-yamīn
Sesungguhnya (pengikut-pengikut) mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka), "Kamulah yang dahulu datang kepada kami dari kanan."728
قَالُواْ بَل لَّمۡ تَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ ٢٩
Qālū bal lam takūnū mu'minīn
(Pemimpin-pemimpin) mereka menjawab, "(Tidak), bahkan kamulah yang tidak (mau) menjadi orang mukmin,
وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيۡكُم مِّن سُلۡطَٰنِۭۖ بَلۡ كُنتُمۡ قَوۡمٗا طَٰغِينَ ٣٠
Wamā kāna lanā 'alaykum min sultāni bal kuntum qawman tāghīn
sedangkan kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamu menjadi kaum yang melampaui batas.
فَحَقَّ عَلَيۡنَا قَوۡلُ رَبِّنَآۖ إِنَّا لَذَآئِقُونَ ٣١
Fahaqqa 'alaynā qawlu rabbinā innā ladzā'iqūn
Maka pantas putusan (azab) Tuhan menimpa kita; pasti kita akan merasakan (azab itu).
فَأَغۡوَيۡنَٰكُمۡ إِنَّا كُنَّا غَٰوِينَ ٣٢
Fa aghwaynākum innā kunnā ghāwīn
Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami sendiri, orang-orang yang sesat."
فَإِنَّهُمۡ يَوۡمَئِذٖ فِي ٱلۡعَذَابِ مُشۡتَرِكُونَ ٣٣
Fa innahum yawma'idzin fil-'adzābi musytarikūn
Maka sesunguhnya mereka pada hari itu bersama-sama merasakan azab.
إِنَّا كَذَٰلِكَ نَفۡعَلُ بِٱلۡمُجۡرِمِينَ ٣٤
Innā kadzālika naf'alu bil-mujrimīn
Sungguh, demikianlah Kami memperlakukan terhadap orang-orang yang berbuat dosa.
إِنَّهُمۡ كَانُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ يَسۡتَكۡبِرُونَ ٣٥
Innahum kānū idzā qīla lahum lā ilāha illallāhu yastakbirūn
Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka, "Lā ilāha illallāh" (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah), mereka menyombongkan diri,
وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوٓاْ ءَالِهَتِنَا لِشَاعِرٖ مَّجۡنُونِۭ ٣٦
Wayaqūlūna a'innā latārikū ālihatinā lisyā'irim majnūn
dan mereka berkata, "Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?"
بَلۡ جَآءَ بِٱلۡحَقِّ وَصَدَّقَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ٣٧
Bal jā'a bil-haqqi wasaddaqal-mursalīn
Padahal dia (Muhammad) datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).
إِنَّكُمۡ لَذَآئِقُواْ ٱلۡعَذَابِ ٱلۡأَلِيمِ ٣٨
Innakum ladzā'iqul-'adzābil-alīm
Sungguh, kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.
وَمَا تُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٣٩
Wamā tujzawna illā mā kuntum ta'malūn
Dan kamu tidak diberi balasan melainkan terhadap apa yang telah kamu kerjakan,
إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ٤٠
Illā 'ibādallāhil-mukhlasīn
tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa),
أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ رِزۡقٞ مَّعۡلُومٞ ٤١
Ulā'ika lahum rizqum ma'lūm
mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,
فَوَٰكِهُ وَهُم مُّكۡرَمُونَ ٤٢
Fawākihu wahum mukramūn
(yaitu) buah-buahan. Dan mereka orang yang dimuliakan,
فِي جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ٤٣
Fī jannātin-na'īm
di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan,
عَلَىٰ سُرُرٖ مُّتَقَٰبِلِينَ ٤٤
'Alā sururim mutaqābilīn
(mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
يُطَافُ عَلَيۡهِم بِكَأۡسٖ مِّن مَّعِينِۭ ٤٥
Yutāfu 'alayhim bika'sim mim ma'īn
Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi air) dari mata air (surga),
بَيۡضَآءَ لَذَّةٖ لِّلشَّٰرِبِينَ ٤٦
Baydā'a laddzatil lisy-syāribīn
(warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
لَا فِيهَا غَوۡلٞ وَلَا هُمۡ عَنۡهَا يُنزَفُونَ ٤٧
Lā fīhā ghawlun walā hum 'anhā yunzafūn
Tidak ada di dalamnya (unsur) yang memabukkan dan mereka tidak mabuk karenanya.
وَعِندَهُمۡ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرۡفِ عِينٞ ٤٨
Wa'indahum qāsirātut-tarfi 'īn
Dan di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah, dan membatasi pandangannya,
كَأَنَّهُنَّ بَيۡضٞ مَّكۡنُونٞ ٤٩
Ka annahunna baydum maknūn
seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.
فَأَقۡبَلَ بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ يَتَسَآءَلُونَ ٥٠
Fa aqbala ba'duhum 'alā ba'din yatasā'alūn
Lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap.
قَالَ قَآئِلٞ مِّنۡهُمۡ إِنِّي كَانَ لِي قَرِينٞ ٥١
Qāla qā'ilum minhum innī kāna lī qarīn
Berkatalah salah seorang di antara mereka, "Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman,
يَقُولُ أَءِنَّكَ لَمِنَ ٱلۡمُصَدِّقِينَ ٥٢
Yaqūlu a'innaka laminal-musaddiqīn
yang berkata, "Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?
أَءِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَدِينُونَ ٥٣
A'idzā mitnā wakunnā turāban wa'izāman a'innā lamadīnūn
Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?"
قَالَ هَلۡ أَنتُم مُّطَّلِعُونَ ٥٤
Qāla hal antum muttali'ūn
Dia berkata, "Maukah kamu meninjau (temanku itu)?"
فَٱطَّلَعَ فَرَءَاهُ فِي سَوَآءِ ٱلۡجَحِيمِ ٥٥
Fattala'a fara'āhu fī sawā'il-jahīm
Maka dia meninjaunya, lalu dia melihat (teman)nya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.
قَالَ تَٱللَّهِ إِن كِدتَّ لَتُرۡدِينِ ٥٦
Qāla tallāhi in kitta laturdīn
Dia berkata, "Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku,
وَلَوۡلَا نِعۡمَةُ رَبِّي لَكُنتُ مِنَ ٱلۡمُحۡضَرِينَ ٥٧
Walawlā ni'matu rabbī lakuntu minal-muhdarīn
dan sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka)."
أَفَمَا نَحۡنُ بِمَيِّتِينَ ٥٨
Afamā nahnu bimayyitīn
Maka apakah kita tidak akan mati?
إِلَّا مَوۡتَتَنَا ٱلۡأُولَىٰ وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ ٥٩
Illā mawtatanal-ūlā wamā nahnu bimu'addzabīn
Kecuali kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan diazab (di akhirat ini)?"
إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ٦٠
Inna hādzā lahuwal-fawzul-'azīm
Sungguh, ini benar-benar kemenangan yang agung.
لِمِثۡلِ هَٰذَا فَلۡيَعۡمَلِ ٱلۡعَٰمِلُونَ ٦١
Limitsli hādzā falya'malil-'āmilūn
Untuk (kemenangan) serupa ini, hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal.
أَذَٰلِكَ خَيۡرٞ نُّزُلًا أَمۡ شَجَرَةُ ٱلزَّقُّومِ ٦٢
Adzālika khayrun nuzulan am syajaratuz-zaqqūm
Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum.
إِنَّا جَعَلۡنَٰهَا فِتۡنَةٗ لِّلظَّٰلِمِينَ ٦٣
Innā ja'alnāhā fitnatal liz-zālimīn
Sungguh, Kami menjadikannya (pohon zaqqum) sebagai azab bagi orang-orang zalim.
إِنَّهَا شَجَرَةٞ تَخۡرُجُ فِيٓ أَصۡلِ ٱلۡجَحِيمِ ٦٤
Innahā syajaratun takhruju fī aslil-jahīm
Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim,
طَلۡعُهَا كَأَنَّهُۥ رُءُوسُ ٱلشَّيَٰطِينِ ٦٥
Tal'uhā ka annahū ru'ūsusy-syayātīn
mayangnya seperti kepala-kepala setan.
فَإِنَّهُمۡ لَأٓكِلُونَ مِنۡهَا فَمَالِـُٔونَ مِنۡهَا ٱلۡبُطُونَ ٦٦
Fa innahum la'ākilūna minhā famāli'ūna minhal-butūn
Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum).
ثُمَّ إِنَّ لَهُمۡ عَلَيۡهَا لَشَوۡبٗا مِّنۡ حَمِيمٖ ٦٧
Tsumma inna lahum 'alayhā lasyawbam min hamīm
Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas.
ثُمَّ إِنَّ مَرۡجِعَهُمۡ لَإِلَى ٱلۡجَحِيمِ ٦٨
Tsumma inna marji'ahum la ilal-jahīm
Kemudian pasti tempat kembali mereka ke neraka Jahim.
إِنَّهُمۡ أَلۡفَوۡاْ ءَابَآءَهُمۡ ضَآلِّينَ ٦٩
Innahum alfaw ābā'ahum dāllīn
Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat,
فَهُمۡ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمۡ يُهۡرَعُونَ ٧٠
Fahum 'alā ātsārihim yuhra'ūn
lalu mereka tergesa-gesa mengikuti jejak (nenek moyang) mereka.
وَلَقَدۡ ضَلَّ قَبۡلَهُمۡ أَكۡثَرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ٧١
Walaqad dalla qablahum aktsarul-awwalīn
Dan sungguh, sebelum mereka (suku Quraisy), telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu.
وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا فِيهِم مُّنذِرِينَ ٧٢
Walaqad arsalnā fīhim mundzirīn
Dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul) pemberi peringatan di kalangan mereka.
فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُنذَرِينَ ٧٣
Fanzur kayfa kāna 'āqibatul-mundzarīn
Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu,
إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ٧٤
Illā 'ibādallāhil-mukhlasīn
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).
وَلَقَدۡ نَادَىٰنَا نُوحٞ فَلَنِعۡمَ ٱلۡمُجِيبُونَ ٧٥
Walaqad nādānā nūhun falani'mal-mujībūn
Dan sungguh, Nuh telah berdoa kepada Kami, maka sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.
وَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥ مِنَ ٱلۡكَرۡبِ ٱلۡعَظِيمِ ٧٦
Wanajjaynāhu wa ahlahū minal-karbil-'azīm
Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar.
وَجَعَلۡنَا ذُرِّيَّتَهُۥ هُمُ ٱلۡبَاقِينَ ٧٧
Waja'alnā dzurriyyatahū humul-bāqīn
Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.
وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ ٧٨
Wataraknā 'alayhi fil-ākhirīn
Dan Kami abadikan untuk Nuh (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;
سَلَٰمٌ عَلَىٰ نُوحٖ فِي ٱلۡعَٰلَمِينَ ٧٩
Salāmun 'alā nūhin fil-'ālamīn
"Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam."
إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٨٠
Innā kadzālika najzil-muhsinīn
Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٨١
Innahū min 'ibādinal-mu'minīn
Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ ٨٢
Tsumma aghraqnal-ākharīn
Kemudian Kami tenggelamkan yang lain.
۞ وَإِنَّ مِن شِيعَتِهِۦ لَإِبۡرَٰهِيمَ ٨٣
Wa inna min syī'atihī la ibrāhīm
Dan sungguh, Ibrahim termasuk golongannya (Nuh).729
إِذۡ جَآءَ رَبَّهُۥ بِقَلۡبٖ سَلِيمٍ ٨٤
Idz jā'a rabbahū biqalbin salīm
(Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci,730
إِذۡ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوۡمِهِۦ مَاذَا تَعۡبُدُونَ ٨٥
Idz qāla li abīhi waqawmihī mādzā ta'budūn
(ingatlah) ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah itu?
أَئِفۡكًا ءَالِهَةٗ دُونَ ٱللَّهِ تُرِيدُونَ ٨٦
A'ifkan ālihatan dūnallāhi turīdūn
Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu?
فَمَا ظَنُّكُم بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٨٧
Famā zannukum birabbil-'ālamīn
Maka bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan seluruh alam?"
فَنَظَرَ نَظۡرَةٗ فِي ٱلنُّجُومِ ٨٨
Fanazara nazratan fin-nujūm
Lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang,
فَقَالَ إِنِّي سَقِيمٞ ٨٩
Faqāla innī saqīm
kemudian dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku sakit."
فَتَوَلَّوۡاْ عَنۡهُ مُدۡبِرِينَ ٩٠
Fatawallaw 'anhu mudbirīn
Lalu mereka berpaling darinya dan pergi meninggalkannya.
فَرَاغَ إِلَىٰٓ ءَالِهَتِهِمۡ فَقَالَ أَلَا تَأۡكُلُونَ ٩١
Farāgha ilā ālihatihim faqāla alā ta'kulūn
Kemudian dia (Ibrahim) pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata, "Mengapa kamu tidak makan?731
مَا لَكُمۡ لَا تَنطِقُونَ ٩٢
Mā lakum lā tantiqūn
Mengapa kamu tidak menjawab?"
فَرَاغَ عَلَيۡهِمۡ ضَرۡبَۢا بِٱلۡيَمِينِ ٩٣
Farāgha 'alayhim darbā bil-yamīn
Lalu dihadapinya (berhala-berhala) itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya.
فَأَقۡبَلُوٓاْ إِلَيۡهِ يَزِفُّونَ ٩٤
Fa aqbalū ilayhi yaziffūn
Kemudian mereka (kaumnya) datang bergegas kepadanya.
قَالَ أَتَعۡبُدُونَ مَا تَنۡحِتُونَ ٩٥
Qāla ata'budūna mā tanhitūn
Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?
وَٱللَّهُ خَلَقَكُمۡ وَمَا تَعۡمَلُونَ ٩٦
Wallāhu khalaqakum wamā ta'malūn
Padahal Allah lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat."
قَالُواْ ٱبۡنُواْ لَهُۥ بُنۡيَٰنٗا فَأَلۡقُوهُ فِي ٱلۡجَحِيمِ ٩٧
Qālubnū lahū bunyānan fa alqūhu fil-jahīm
Mereka berkata, "Buatlah bangunan (perapian) untuknya (membakar Ibrahim); lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu."
فَأَرَادُواْ بِهِۦ كَيۡدٗا فَجَعَلۡنَٰهُمُ ٱلۡأَسۡفَلِينَ ٩٨
Fa arādū bihī kaydan faja'alnāhumul-asfalīn
Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan (membakar)nya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.
وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّي سَيَهۡدِينِ ٩٩
Waqāla innī dzāhibun ilā rabbī sayahdīn
Dan dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.732
رَبِّ هَبۡ لِي مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ١٠٠
Rabbi hab lī minas-sālihīn
Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang saleh."
فَبَشَّرۡنَٰهُ بِغُلَٰمٍ حَلِيمٖ ١٠١
Fabassyarnāhu bighulāmin halīm
Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail).
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعۡيَ قَالَ يَٰبُنَيَّ إِنِّيٓ أَرَىٰ فِي ٱلۡمَنَامِ أَنِّيٓ أَذۡبَحُكَ فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُۖ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٠٢
Falammā balagha ma'ahus-sa'ya qāla yābunayya innī arā fil-manāmi annī adzbahuka fanzur mādzā tarā qāla yā'abatif'al mā tu'maru satajidunī in syā'allāhu minas-sābirīn
Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka bagaimanakah pendapatmu?" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insyā Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."
فَلَمَّآ أَسۡلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلۡجَبِينِ ١٠٣
Falammā aslamā watallahū lil-jabīn
Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipisnya, (untuk melaksanakan perintah Allah).
وَنَٰدَيۡنَٰهُ أَن يَٰٓإِبۡرَٰهِيمُ ١٠٤
Wanādaynāhu an yā'ibrāhīm
Lalu Kami panggil dia, "Wahai Ibrahim!
قَدۡ صَدَّقۡتَ ٱلرُّءۡيَآۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ ١٠٥
Qad saddaqtar-ru'yā innā kadzālika najzil-muhsinīn
Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu."733 Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلۡبَلَٰٓؤُاْ ٱلۡمُبِينُ ١٠٦
Inna hādzā lahuwal-balā'ul-mubīn
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
وَفَدَيۡنَٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيمٖ ١٠٧
Wafadaynāhu bidzibhin 'azīm
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.734
وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ ١٠٨
Wataraknā 'alayhi fil-ākhirīn
Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ ١٠٩
Salāmun 'alā ibrāhīm
"Selamat sejahtera bagi Ibrahim."
كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ ١١٠
Kadzālika najzil-muhsinīn
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١١١
Innahū min 'ibādinal-mu'minīn
Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَبَشَّرۡنَٰهُ بِإِسۡحَٰقَ نَبِيّٗا مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ١١٢
Wabassyarnāhu bi ishāqa nabiyyam minas-sālihīn
Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.
وَبَٰرَكۡنَا عَلَيۡهِ وَعَلَىٰٓ إِسۡحَٰقَۚ وَمِن ذُرِّيَّتِهِمَا مُحۡسِنٞ وَظَالِمٞ لِّنَفۡسِهِۦ مُبِينٞ ١١٣
Wabāraknā 'alayhi wa'alā ishāqa wamin dzurriyyatihimā muhsinun wazālimul linafsihī mubīn
Dan Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Ishak. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.
وَلَقَدۡ مَنَنَّا عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ ١١٤
Walaqad manannā 'alā mūsā wahārūn
Dan sungguh, Kami telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun.
وَنَجَّيۡنَٰهُمَا وَقَوۡمَهُمَا مِنَ ٱلۡكَرۡبِ ٱلۡعَظِيمِ ١١٥
Wanajjaynāhumā waqawmahumā minal-karbil-'azīm
Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar.
وَنَصَرۡنَٰهُمۡ فَكَانُواْ هُمُ ٱلۡغَٰلِبِينَ ١١٦
Wanasarnāhum fakānū humul-ghālibīn
Dan Kami tolong mereka, sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang.
وَءَاتَيۡنَٰهُمَا ٱلۡكِتَٰبَ ٱلۡمُسۡتَبِينَ ١١٧
Wa ātaynāhumal-kitābal-mustabīn
Dan Kami berikan kepada keduanya Kitab yang sangat jelas.
وَهَدَيۡنَٰهُمَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ١١٨
Wahadaynāhumas-sirātal-mustaqīm
Dan Kami tunjukkan keduanya jalan yang lurus.
وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِمَا فِي ٱلۡأٓخِرِينَ ١١٩
Wataraknā 'alayhimā fil-ākhirīn
Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
سَلَٰمٌ عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ ١٢٠
Salāmun 'alā mūsā wahārūn
"Selamat sejahtera bagi Musa dan Harun."
إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ ١٢١
Innā kadzālika najzil-muhsinīn
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّهُمَا مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١٢٢
Innahumā min 'ibādinal-mu'minīn
Sungguh, keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَإِنَّ إِلۡيَاسَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٢٣
Wa inna ilyāsa laminal-mursalīn
Dan sungguh, Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul.
إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَلَا تَتَّقُونَ ١٢٤
Idz qāla liqawmihī alā tattaqūn
(Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
أَتَدۡعُونَ بَعۡلٗا وَتَذَرُونَ أَحۡسَنَ ٱلۡخَٰلِقِينَ ١٢٥
Atad'ūna ba'lan watadzarūna ahsanal-khāliqīn
Patutkah kamu menyembah Ba'l 735 dan kamu tinggalkan (Allah) sebaik-baik Pencipta,
ٱللَّهَ رَبَّكُمۡ وَرَبَّ ءَابَآئِكُمُ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٢٦
Allāha rabbakum warabba ābā'ikumul-awwalīn
(yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu?"
فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمۡ لَمُحۡضَرُونَ ١٢٧
Fakaddzabūhu fa innahum lamuhdarūn
Tetapi mereka mendustakannya (Ilyas), maka sungguh, mereka akan diseret (ke neraka),
إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ١٢٨
Illā 'ibādallāhil-mukhlasīn
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).
وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ ١٢٩
Wataraknā 'alayhi fil-ākhirīn
Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِلۡ يَاسِينَ ١٣٠
Salāmun 'alā il yāsīn
"Selamat sejahtera bagi Ilyas."
إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ ١٣١
Innā kadzālika najzil-muhsinīn
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١٣٢
Innahū min 'ibādinal-mu'minīn
Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَإِنَّ لُوطٗا لَّمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٣٣
Wa inna lūtal laminal-mursalīn
Dan sungguh, Luṭ benar-benar termasuk salah seorang rasul.
إِذۡ نَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ ١٣٤
Idz najjaynāhu wa ahlahū ajma'īn
(Ingatlah) ketika Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya semua,
إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ ١٣٥
Illā 'ajūzan fil-ghābirīn
kecuali seorang perempuan tua (istrinya) bersama-sama orang yang tinggal (di kota).
ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ ١٣٦
Tsumma dammarnal-ākharīn
Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lain.736
وَإِنَّكُمۡ لَتَمُرُّونَ عَلَيۡهِم مُّصۡبِحِينَ ١٣٧
Wa innakum latamurrūna 'alayhim musbihīn
Dan sesungguhnya kamu (penduduk Mekkah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi,
وَبِٱلَّيۡلِۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ١٣٨
Wabillayli afalā ta'qilūn
dan pada waktu malam. Maka mengapa kamu tidak mengerti?
وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٣٩
Wa inna yūnusa laminal-mursalīn
Dan sungguh, Yunus benar-benar termasuk salah seorang rasul,
إِذۡ أَبَقَ إِلَى ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ ١٤٠
Idz abaqa ilal-fulkil-masyhūn
(ingatlah) ketika dia lari,737 ke kapal yang penuh muatan,
فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُدۡحَضِينَ ١٤١
Fasāhama fakāna minal-mudhadīn
kemudian dia ikut diundi,738 ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian).
فَٱلۡتَقَمَهُ ٱلۡحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٞ ١٤٢
Fal-taqamahul-hūtu wahuwa mulīm
Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.739
فَلَوۡلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلۡمُسَبِّحِينَ ١٤٣
Falawlā annahū kāna minal-musabbihīn
Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir (bertasbih) kepada Allah,
لَلَبِثَ فِي بَطۡنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ١٤٤
Lalabitsa fī batnihī ilā yawmi yub'atsūn
niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai Hari Berbangkit.
۞ فَنَبَذۡنَٰهُ بِٱلۡعَرَآءِ وَهُوَ سَقِيمٞ ١٤٥
Fanabadznāhu bil-'arā'i wahuwa saqīm
Kemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit.
وَأَنۢبَتۡنَا عَلَيۡهِ شَجَرَةٗ مِّن يَقۡطِينٖ ١٤٦
Wa ambatnā 'alayhi syajaratam min yaqtīn
Kemudian untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu.
وَأَرۡسَلۡنَٰهُ إِلَىٰ مِاْئَةِ أَلۡفٍ أَوۡ يَزِيدُونَ ١٤٧
Wa arsalnāhu ilā mi'ati alfin aw yazīdūn
Dan Kami utus dia kepada seratus ribu (orang) atau lebih,
فَـَٔامَنُواْ فَمَتَّعۡنَٰهُمۡ إِلَىٰ حِينٖ ١٤٨
Fa'āmanū famatta'nāhum ilā hīn
sehingga mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.
فَٱسۡتَفۡتِهِمۡ أَلِرَبِّكَ ٱلۡبَنَاتُ وَلَهُمُ ٱلۡبَنُونَ ١٤٩
Fastaftihim alirabbikal-banātu walahumul-banūn
Maka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekkah), "Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak laki-laki?740
أَمۡ خَلَقۡنَا ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ إِنَٰثٗا وَهُمۡ شَٰهِدُونَ ١٥٠
Am khalaqnal-malā'ikata inātsan wahum syāhidūn
Atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)?
أَلَآ إِنَّهُم مِّنۡ إِفۡكِهِمۡ لَيَقُولُونَ ١٥١
Alā innahum min ifkihim layaqūlūn
Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan,
وَلَدَ ٱللَّهُ وَإِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ ١٥٢
Waladallāhu wa innahum lakādzibūn
"Allah mempunyai anak." Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta.
أَصۡطَفَى ٱلۡبَنَاتِ عَلَى ٱلۡبَنِينَ ١٥٣
Astafal-banāti 'alal-banīn
Apakah Dia (Allah) memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?
مَا لَكُمۡ كَيۡفَ تَحۡكُمُونَ ١٥٤
Mā lakum kayfa tahkumūn
Mengapa kamu ini? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?
أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ١٥٥
Afalā tadzakkarūn
Maka mengapa kamu tidak memikirkan?
أَمۡ لَكُمۡ سُلۡطَٰنٞ مُّبِينٞ ١٥٦
Am lakum sultānum mubīn
Ataukah kamu mempunyai bukti yang jelas?
فَأۡتُواْ بِكِتَٰبِكُمۡ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ١٥٧
Fa tū bikitābikum in kuntum sādiqīn
(Kalau begitu) maka bawalah kitabmu jika kamu orang yang benar.
وَجَعَلُواْ بَيۡنَهُۥ وَبَيۡنَ ٱلۡجِنَّةِ نَسَبٗاۚ وَلَقَدۡ عَلِمَتِ ٱلۡجِنَّةُ إِنَّهُمۡ لَمُحۡضَرُونَ ١٥٨
Waja'alū baynahū wabaynal-jinnati nasaban walaqad 'alimatil-jinnatu innahum lamuhdarūn
Dan mereka mengadakan (hubungan) nasab (keluarga) antara Dia (Allah) dan jin. Dan sungguh, jin telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret (ke neraka).
سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ ١٥٩
Subhānallāhi 'ammā yasifūn
Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan,
إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ١٦٠
Illā 'ibādallāhil-mukhlasīn
kecuali hamba-hamba Allah741 yang disucikan (dari dosa).
فَإِنَّكُمۡ وَمَا تَعۡبُدُونَ ١٦١
Fa innakum wamā ta'budūn
Maka sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu,
مَآ أَنتُمۡ عَلَيۡهِ بِفَٰتِنِينَ ١٦٢
Mā antum 'alayhi bifātinīn
tidak akan dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,
إِلَّا مَنۡ هُوَ صَالِ ٱلۡجَحِيمِ ١٦٣
Illā man huwa sālil-jahīm
kecuali orang-orang yang akan masuk ke neraka Jahim.
وَمَا مِنَّآ إِلَّا لَهُۥ مَقَامٞ مَّعۡلُومٞ ١٦٤
Wamā minnā illā lahū maqāmum ma'lūm
Dan tidak satu pun di antara kami (malaikat) melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu,
وَإِنَّا لَنَحۡنُ ٱلصَّآفُّونَ ١٦٥
Wa innā lanahnus-sāffūn
dan sesungguhnya kami selalu teratur dalam barisan (dalam melaksanakan perintah Allah).
وَإِنَّا لَنَحۡنُ ٱلۡمُسَبِّحُونَ ١٦٦
Wa innā lanahnul-musabbihūn
Dan sungguh, kami benar-benar terus bertasbih (kepada Allah).
وَإِن كَانُواْ لَيَقُولُونَ ١٦٧
Wa in kānū layaqūlūn
Dan sesungguhnya mereka (orang kafir Mekkah) benar-benar pernah berkata,
لَوۡ أَنَّ عِندَنَا ذِكۡرٗا مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٦٨
Law anna 'indanā dzikram minal-awwalīn
"Sekiranya di sisi kami ada suatu kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu,
لَكُنَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ١٦٩
Lakunnā 'ibādallāhil-mukhlasīn
tentu kami akan menjadi hamba Allah yang disucikan (dari dosa)."
فَكَفَرُواْ بِهِۦۖ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ١٧٠
Fakafarū bihī fasawfa ya'lamūn
Tetapi ternyata mereka mengingkarinya (Al-Qur`an); maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).
وَلَقَدۡ سَبَقَتۡ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٧١
Walaqad sabaqat kalimatunā li'ibādinal-mursalīn
Dan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,
إِنَّهُمۡ لَهُمُ ٱلۡمَنصُورُونَ ١٧٢
Innahum lahumul-mansūrūn
(yaitu) mereka itu pasti akan mendapat pertolongan.
وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ ٱلۡغَٰلِبُونَ ١٧٣
Wa inna jundanā lahumul-ghālibūn
Dan sesungguhnya bala tentara Kami742 itulah yang pasti menang.
فَتَوَلَّ عَنۡهُمۡ حَتَّىٰ حِينٖ ١٧٤
Fatawalla 'anhum hattā hīn
Maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu,743
وَأَبۡصِرۡهُمۡ فَسَوۡفَ يُبۡصِرُونَ ١٧٥
Wa absirhum fasawfa yubsirūn
dan perlihatkanlah kepada mereka, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).
أَفَبِعَذَابِنَا يَسۡتَعۡجِلُونَ ١٧٦
Afabi'adzābinā yasta'jilūn
Maka apakah mereka meminta agar azab Kami disegerakan?
فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمۡ فَسَآءَ صَبَاحُ ٱلۡمُنذَرِينَ ١٧٧
Fa idzā nazala bisāhatihim fasā'a sabāhul-mundzarīn
Maka apabila (siksaan) itu turun di halaman mereka, maka sangat buruklah pagi hari bagi orang-orang yang diperingatkan.744
وَتَوَلَّ عَنۡهُمۡ حَتَّىٰ حِينٖ ١٧٨
Watawalla 'anhum hattā hīn
Dan berpalinglah engkau dari mereka sampai waktu tertentu.
وَأَبۡصِرۡ فَسَوۡفَ يُبۡصِرُونَ ١٧٩
Wa absir fasawfa yubsirūn
Dan perlihatkanlah, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).
سُبۡحَٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ ١٨٠
Subhāna rabbika rabbil-'izzati 'ammā yasifūn
Mahasuci Tuhanmu, Tuhan Yang Mahaperkasa dari sifat yang mereka katakan.
وَسَلَٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٨١
Wasalāmun 'alal-mursalīn
Dan selamat sejahtera bagi para rasul.
وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٨٢
Wal-hamdu lillāhi rabbil-'ālamīn
Dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
صٓۚ وَٱلۡقُرۡءَانِ ذِي ٱلذِّكۡرِ ١
Sād wal-qur'āni dzidz-dzikr
Ṣād, demi Al-Qur`an yang mengandung peringatan.
بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي عِزَّةٖ وَشِقَاقٖ ٢
Balil-ladzīna kafarū fī 'izzatin wasyiqāq
Tetapi orang-orang yang kafir (berada) dalam kesombongan dan permusuhan.
كَمۡ أَهۡلَكۡنَا مِن قَبۡلِهِم مِّن قَرۡنٖ فَنَادَواْ وَّلَاتَ حِينَ مَنَاصٖ ٣
Kam ahlaknā min qablihim min qarnin fanādaw wwalāta hīna manās
Betapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri.
وَعَجِبُوٓاْ أَن جَآءَهُم مُّنذِرٞ مِّنۡهُمۡۖ وَقَالَ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا سَٰحِرٞ كَذَّابٌ ٤
Wa'ajibū an jā'ahum mundzirum minhum waqālal-kāfirūna hādzā sāhirun kaddzāb
Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata, "Orang ini adalah penyihir yang banyak berdusta."
أَجَعَلَ ٱلۡأٓلِهَةَ إِلَٰهٗا وَٰحِدًاۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيۡءٌ عُجَابٞ ٥
Aja'alal-ālihata ilāhan wāhidan inna hādzā lasyay'un 'ujāb
Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sungguh, ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan.
وَٱنطَلَقَ ٱلۡمَلَأُ مِنۡهُمۡ أَنِ ٱمۡشُواْ وَٱصۡبِرُواْ عَلَىٰٓ ءَالِهَتِكُمۡۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيۡءٞ يُرَادُ ٦
Wantalaqal-mala'u minhum animsyū wasbirū 'alā ālihatikum inna hādzā lasyay'un yurād
Lalu pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), "Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki.745
مَا سَمِعۡنَا بِهَٰذَا فِي ٱلۡمِلَّةِ ٱلۡأٓخِرَةِ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا ٱخۡتِلَٰقٌ ٧
Mā sami'nā bihādzā fil-millatil-ākhirati in hādzā illakhtilāq
Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir,746 ini (mengesakan Allah) tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan.
أَءُنزِلَ عَلَيۡهِ ٱلذِّكۡرُ مِنۢ بَيۡنِنَاۚ بَلۡ هُمۡ فِي شَكّٖ مِّن ذِكۡرِيۚ بَل لَّمَّا يَذُوقُواْ عَذَابِ ٨
A'unzila 'alayhidz-dzikru mim bayninā bal hum fī syakkim min dzikrī bal lammā yadzūqū 'adzāb
Mengapa Al-Qur`an itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al-Qur`an-Ku, tetapi mereka belum merasakan azab(-Ku).
أَمۡ عِندَهُمۡ خَزَآئِنُ رَحۡمَةِ رَبِّكَ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡوَهَّابِ ٩
Am 'indahum khazā'inu rahmati rabbikal-'azīzil-wahhāb
Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Mahaperkasa, Maha Pemberi?
أَمۡ لَهُم مُّلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَاۖ فَلۡيَرۡتَقُواْ فِي ٱلۡأَسۡبَٰبِ ١٠
Am lahum mulkus-samāwāti wal-ardi wamā baynahumā falyartaqū fil-asbāb
Atau apakah mereka mempunyai kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka biarlah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit).
جُندٞ مَّا هُنَالِكَ مَهۡزُومٞ مِّنَ ٱلۡأَحۡزَابِ ١١
Jundum mā hunālika mahzūmum minal-ahzāb
(Mereka itu) kelompok besar bala tentara yang berada di sana yang akan dikalahkan.747
كَذَّبَتۡ قَبۡلَهُمۡ قَوۡمُ نُوحٖ وَعَادٞ وَفِرۡعَوۡنُ ذُو ٱلۡأَوۡتَادِ ١٢
Kaddzabat qablahum qawmu nūhin wa'ādun wafir'awnu dzul-awtād
Sebelum mereka itu, kaum Nuh, 'Ād dan Fir'aun yang mempunyai bala tentara yang banyak, juga telah mendustakan (rasul-rasul),
وَثَمُودُ وَقَوۡمُ لُوطٖ وَأَصۡحَٰبُ لۡـَٔيۡكَةِۚ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلۡأَحۡزَابُ ١٣
Watsamūdu waqawmu lūtin wa ashābu l'aykati ulā'ikal-ahzāb
dan (begitu juga) Samud, kaum Luṭ dan penduduk Aikah.748 Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul).
إِن كُلٌّ إِلَّا كَذَّبَ ٱلرُّسُلَ فَحَقَّ عِقَابِ ١٤
In kullun illā kaddzabar-rusula fahaqqa 'iqāb
Semua mereka itu mendustakan rasul-rasul, maka pantas mereka merasakan azab-Ku.
وَمَا يَنظُرُ هَٰٓؤُلَآءِ إِلَّا صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ مَّا لَهَا مِن فَوَاقٖ ١٥
Wamā yanzuru hā'ulā'i illā sayhatan wāhidatam mā lahā min fawāq
Dan sebenarnya yang mereka tunggu adalah satu teriakan saja, yang tidak ada selanya.749
وَقَالُواْ رَبَّنَا عَجِّل لَّنَا قِطَّنَا قَبۡلَ يَوۡمِ ٱلۡحِسَابِ ١٦
Waqālū rabbanā 'ajjil lanā qittanā qabla yawmil-hisāb
Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, segerakanlah azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari perhitungan."
ٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَا دَاوُۥدَ ذَا ٱلۡأَيۡدِۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ ١٧
Isbir 'alā mā yaqūlūna wadzkur 'abdanā dāwūda dzal-aydi innahū awwāb
Bersabarlah atas apa yang mereka katakan; dan ingatlah akan hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuatan; sungguh dia sangat taat (kepada Allah).
إِنَّا سَخَّرۡنَا ٱلۡجِبَالَ مَعَهُۥ يُسَبِّحۡنَ بِٱلۡعَشِيِّ وَٱلۡإِشۡرَاقِ ١٨
Innā sakkharnal-jibāla ma'ahū yusabbihna bil-'asyiyyi wal-isyrāq
Sungguh, Kamilah yang menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dawud) pada waktu petang dan pagi,
وَٱلطَّيۡرَ مَحۡشُورَةٗۖ كُلّٞ لَّهُۥٓ أَوَّابٞ ١٩
Wat-tayra mahsyūratan kullul lahū awwāb
dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing sangat taat (kepada Allah).
وَشَدَدۡنَا مُلۡكَهُۥ وَءَاتَيۡنَٰهُ ٱلۡحِكۡمَةَ وَفَصۡلَ ٱلۡخِطَابِ ٢٠
Wasyadadnā mulkahū wa ātaynāhul-hikmata wafaslal-khitāb
Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan hikmah kepadanya750 serta kebijaksanaan dalam memutuskan perkara.
۞ وَهَلۡ أَتَىٰكَ نَبَؤُاْ ٱلۡخَصۡمِ إِذۡ تَسَوَّرُواْ ٱلۡمِحۡرَابَ ٢١
Wahal atāka naba'ul-khasmi idz tasawwarul-mihrāb
Dan apakah telah sampai kepadamu berita orang-orang yang berselisih ketika mereka memanjat dinding mihrab?
إِذۡ دَخَلُواْ عَلَىٰ دَاوُۥدَ فَفَزِعَ مِنۡهُمۡۖ قَالُواْ لَا تَخَفۡۖ خَصۡمَانِ بَغَىٰ بَعۡضُنَا عَلَىٰ بَعۡضٖ فَٱحۡكُم بَيۡنَنَا بِٱلۡحَقِّ وَلَا تُشۡطِطۡ وَٱهۡدِنَآ إِلَىٰ سَوَآءِ ٱلصِّرَٰطِ ٢٢
Idz dakhalū 'alā dāwūda fafazi'a minhum qālū lā takhaf khasmāni baghā ba'dunā 'alā ba'din fahkum baynanā bil-haqqi walā tusytit wahdinā ilā sawā'is-sirāt
Ketika mereka masuk menemui Dawud lalu dia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata, "Janganlah takut! (Kami) berdua sedang berselisih, sebagian dari kami berbuat zalim kepada yang lain; maka berilah keputusan di antara kami secara adil dan janganlah menyimpang dari kebenaran serta tunjukilah kami ke jalan yang lurus.
إِنَّ هَٰذَآ أَخِي لَهُۥ تِسۡعٞ وَتِسۡعُونَ نَعۡجَةٗ وَلِيَ نَعۡجَةٞ وَٰحِدَةٞ فَقَالَ أَكۡفِلۡنِيهَا وَعَزَّنِي فِي ٱلۡخِطَابِ ٢٣
Inna hādzā akhī lahū tis'un watis'ūna na'jatan waliya na'jatun wāhidatun faqāla akfilnīhā wa'azzanī fil-khitāb
Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja, lalu dia berkata, "Serahkanlah (kambingmu) itu kepadaku! Dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan."
قَالَ لَقَدۡ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعۡجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِۦۖ وَإِنَّ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلۡخُلَطَآءِ لَيَبۡغِي بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَقَلِيلٞ مَّا هُمۡۗ وَظَنَّ دَاوُۥدُ أَنَّمَا فَتَنَّٰهُ فَٱسۡتَغۡفَرَ رَبَّهُۥ وَخَرَّۤ رَاكِعٗاۤ وَأَنَابَ۩ ٢٤
Qāla laqad zalamaka bisu'āli na'jatika ilā ni'ājihī wa inna katsīram minal-khulatā'i layabghī ba'duhum 'alā ba'din illal-ladzīna āmanū wa'amilus-sālihāti waqalīlum mā hum wazanna dāwūdu annamā fatannāhu fastaghfara rabbahū wakharra rāki'an wa anāb
Dia (Dawud) berkata, "Sungguh, dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk (ditambahkan) kepada kambingnya. Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; dan hanya sedikitlah mereka yang begitu." Dan Dawud menduga bahwa Kami mengujinya; maka dia memohon ampunan kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat.
فَغَفَرۡنَا لَهُۥ ذَٰلِكَۖ وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلۡفَىٰ وَحُسۡنَ مَـَٔابٖ ٢٥
Faghafarnā lahū dzālika wa inna lahū 'indanā lazulfā wahusna ma'āb
Lalu Kami mengampuni (kesalahannya) itu. Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang benar-benar dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang baik.
يَٰدَاوُۥدُ إِنَّا جَعَلۡنَٰكَ خَلِيفَةٗ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱحۡكُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ بِٱلۡحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ ٱلۡهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمۡ عَذَابٞ شَدِيدُۢ بِمَا نَسُواْ يَوۡمَ ٱلۡحِسَابِ ٢٦
Yādāwūdu innā ja'alnāka khalīfatan fil-ardi fahkum baynan-nāsi bil-haqqi walā tattabi'il-hawā fayudillaka 'an sabīlillāhi innal-ladzīna yadillūna 'an sabīlillāhi lahum 'adzābun syadīdu bimā nasū yawmal-hisāb
(Allah berfirman), "Wahai Dawud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan."
وَمَا خَلَقۡنَا ٱلسَّمَآءَ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا بَٰطِلٗاۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۚ فَوَيۡلٞ لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنَ ٱلنَّارِ ٢٧
Wamā khalaqnas-samā'a wal-arda wamā baynahumā bātilan dzālika zannul-ladzīna kafarū fawaylul lilladzīna kafarū minan-nār
Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.
أَمۡ نَجۡعَلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ كَٱلۡمُفۡسِدِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِ أَمۡ نَجۡعَلُ ٱلۡمُتَّقِينَ كَٱلۡفُجَّارِ ٢٨
Am naj'alul-ladzīna āmanū wa'amilus-sālihāti kal-mufsidīna fil-ardi am naj'alul-muttaqīna kal-fujjār
Pantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami mengangggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat?
كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٢٩
Kitābun anzalnāhu ilayka mubārakul liyaddabbarū āyātihī waliyatadzakkara ulul-albāb
Kitab (Al-Qur`an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.
وَوَهَبۡنَا لِدَاوُۥدَ سُلَيۡمَٰنَۚ نِعۡمَ ٱلۡعَبۡدُ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ ٣٠
Wawahabnā lidāwūda sulaymāna ni'mal-'abdu innahū awwāb
Dan kepada Dawud Kami karuniakan (anak bernama) Sulaiman; dia adalah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).
إِذۡ عُرِضَ عَلَيۡهِ بِٱلۡعَشِيِّ ٱلصَّٰفِنَٰتُ ٱلۡجِيَادُ ٣١
Idz 'urida 'alayhi bil-'asyiyyis-sāfinātul-jiyād
(Ingatlah) ketika suatu sore dipertunjukkan kepadanya (kuda-kuda) yang jinak, (tetapi) sangat cepat larinya,
فَقَالَ إِنِّيٓ أَحۡبَبۡتُ حُبَّ ٱلۡخَيۡرِ عَن ذِكۡرِ رَبِّي حَتَّىٰ تَوَارَتۡ بِٱلۡحِجَابِ ٣٢
Faqāla innī ahbabtu hubbal-khayri 'an dzikri rabbī hattā tawārat bil-hijāb
maka dia berkata, "Sesungguhnya aku menyukai segala yang baik (kuda), yang membuat aku ingat akan (kebesaran) Tuhanku, sampai matahari terbenam."751
رُدُّوهَا عَلَيَّۖ فَطَفِقَ مَسۡحَۢا بِٱلسُّوقِ وَٱلۡأَعۡنَاقِ ٣٣
Ruddūhā 'alayya fatafiqa mashā bis-sūqi wal-a'nāq
"Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku." Lalu dia mengusap-usap kaki dan leher kuda itu.752
وَلَقَدۡ فَتَنَّا سُلَيۡمَٰنَ وَأَلۡقَيۡنَا عَلَىٰ كُرۡسِيِّهِۦ جَسَدٗا ثُمَّ أَنَابَ ٣٤
Walaqad fatannā sulaymāna wa alqaynā 'alā kursiyyihī jasadan tsumma anāb
Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertobat.753
قَالَ رَبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَهَبۡ لِي مُلۡكٗا لَّا يَنۢبَغِي لِأَحَدٖ مِّنۢ بَعۡدِيٓۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ ٣٥
Qāla rabbighfir lī wahab lī mulkal lā yambaghī li ahadim mim ba'dī innaka antal-wahhāb
Dia berkata, "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi."
فَسَخَّرۡنَا لَهُ ٱلرِّيحَ تَجۡرِي بِأَمۡرِهِۦ رُخَآءً حَيۡثُ أَصَابَ ٣٦
Fasakkharnā lahur-rīha tajrī bi amrihī rukhā'an haytsu asāb
Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut perintahnya ke mana saja yang dikehendakinya,
وَٱلشَّيَٰطِينَ كُلَّ بَنَّآءٖ وَغَوَّاصٖ ٣٧
Wasy-syayātīna kulla bannā'in waghawwās
dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan, semuanya ahli bangunan dan penyelam,
وَءَاخَرِينَ مُقَرَّنِينَ فِي ٱلۡأَصۡفَادِ ٣٨
Wa ākharīna muqarranīna fil-asfād
dan (setan) lain yang terikat dalam belenggu.
هَٰذَا عَطَآؤُنَا فَٱمۡنُنۡ أَوۡ أَمۡسِكۡ بِغَيۡرِ حِسَابٖ ٣٩
Hādzā 'atā'unā famnun aw amsik bighayri hisāb
Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) tanpa perhitungan.
وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلۡفَىٰ وَحُسۡنَ مَـَٔابٖ ٤٠
Wa inna lahū 'indanā lazulfā wahusna ma'āb
Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.
وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ أَيُّوبَ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّي مَسَّنِيَ ٱلشَّيۡطَٰنُ بِنُصۡبٖ وَعَذَابٍ ٤١
Wadzkur 'abdanā ayyūba idz nādā rabbahū annī massaniyasy-syaytānu binusbin wa'adzāb
Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, "Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana."
ٱرۡكُضۡ بِرِجۡلِكَۖ هَٰذَا مُغۡتَسَلُۢ بَارِدٞ وَشَرَابٞ ٤٢
Urkud birijlika hādzā mughtasalu bāridun wasyarāb
(Allah berfirman), "Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum."
وَوَهَبۡنَا لَهُۥٓ أَهۡلَهُۥ وَمِثۡلَهُم مَّعَهُمۡ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ لِأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٤٣
Wawahabnā lahū ahlahū wamitslahum ma'ahum rahmatam minnā wadzikrā li ulil-albāb
Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipat gandakan jumlah mereka, sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.754
وَخُذۡ بِيَدِكَ ضِغۡثٗا فَٱضۡرِب بِّهِۦ وَلَا تَحۡنَثۡۗ إِنَّا وَجَدۡنَٰهُ صَابِرٗاۚ نِّعۡمَ ٱلۡعَبۡدُ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٞ ٤٤
Wakhudz biyadika dightsan fadrib bihī walā tahnats innā wajadnāhu sābiran ni'mal-'abdu innahū awwāb
Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).
وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ إِبۡرَٰهِيمَ وَإِسۡحَٰقَ وَيَعۡقُوبَ أُوْلِي ٱلۡأَيۡدِي وَٱلۡأَبۡصَٰرِ ٤٥
Wadzkur 'ibādanā ibrāhīma wa ishāqa waya'qūba ulil-aydī wal-absār
Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Yakub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu (yang tinggi).
إِنَّآ أَخۡلَصۡنَٰهُم بِخَالِصَةٖ ذِكۡرَى ٱلدَّارِ ٤٦
Innā akhlasnāhum bikhālisatin dzikrad-dār
Sungguh, Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan) akhlak yang tinggi kepadanya yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.
وَإِنَّهُمۡ عِندَنَا لَمِنَ ٱلۡمُصۡطَفَيۡنَ ٱلۡأَخۡيَارِ ٤٧
Wa innahum 'indanā laminal-mustafaynal-akhyār
Dan sungguh, di sisi Kami mereka termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.
وَٱذۡكُرۡ إِسۡمَٰعِيلَ وَٱلۡيَسَعَ وَذَا ٱلۡكِفۡلِۖ وَكُلّٞ مِّنَ ٱلۡأَخۡيَارِ ٤٨
Wadzkur ismā'īla wal-yasa'a wadzal-kifli wakullum minal-akhyār
Dan ingatlah Ismail, Ilyasa' dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang terbaik.
هَٰذَا ذِكۡرٞۚ وَإِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ لَحُسۡنَ مَـَٔابٖ ٤٩
Hādzā dzikrun wa inna lil-muttaqīna lahusna ma'āb
Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) tempat kembali yang terbaik,
جَنَّٰتِ عَدۡنٖ مُّفَتَّحَةٗ لَّهُمُ ٱلۡأَبۡوَٰبُ ٥٠
Jannāti 'adnim mufattahatal lahumul-abwāb
(yaitu) surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka.
مُتَّكِـِٔينَ فِيهَا يَدۡعُونَ فِيهَا بِفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ وَشَرَابٖ ٥١
Muttaki'īna fīhā yad'ūna fīhā bifākihatin katsīratin wasyarāb
Di dalamnya mereka bersandar (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman (di surga itu).
۞ وَعِندَهُمۡ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرۡفِ أَتۡرَابٌ ٥٢
Wa'indahum qāsirātut-tarfi atrāb
Dan di samping mereka (ada bidadari-bidadari) yang redup pandangannya dan sebaya umurnya.
هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِيَوۡمِ ٱلۡحِسَابِ ٥٣
Hādzā mā tū'adūna liyawmil-hisāb
Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari perhitungan.
إِنَّ هَٰذَا لَرِزۡقُنَا مَا لَهُۥ مِن نَّفَادٍ ٥٤
Inna hādzā larizqunā mā lahū min nafād
Sungguh, inilah rezeki dari Kami yang tidak ada habis-habisnya.
هَٰذَاۚ وَإِنَّ لِلطَّٰغِينَ لَشَرَّ مَـَٔابٖ ٥٥
Hādzā wa inna lit-tāghīna lasyarra ma'āb
Beginilah (keadaan mereka). Dan sungguh, bagi orang-orang yang durhaka pasti (disediakan) tempat kembali yang buruk,
جَهَنَّمَ يَصۡلَوۡنَهَا فَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ ٥٦
Jahannama yaslawnahā fabi'sal-mihād
(yaitu) neraka Jahanam yang mereka masuki; maka itulah seburuk-buruk tempat tinggal.
هَٰذَا فَلۡيَذُوقُوهُ حَمِيمٞ وَغَسَّاقٞ ٥٧
Hādzā falyadzūqūhu hamīmun waghassāq
Inilah (azab neraka), maka biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin,
وَءَاخَرُ مِن شَكۡلِهِۦٓ أَزۡوَٰجٌ ٥٨
Wa ākharu min syaklihī azwāj
dan berbagai macam (azab) yang lain yang serupa itu.
هَٰذَا فَوۡجٞ مُّقۡتَحِمٞ مَّعَكُمۡ لَا مَرۡحَبَۢا بِهِمۡۚ إِنَّهُمۡ صَالُواْ ٱلنَّارِ ٥٩
Hādzā fawjum muqtahimum ma'akum lā marhabā bihim innahum sālun-nār
(Dikatakan kepada mereka), "Ini rombongan besar (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka)." Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka (kata pemimpin-pemimpin mereka).
قَالُواْ بَلۡ أَنتُمۡ لَا مَرۡحَبَۢا بِكُمۡۖ أَنتُمۡ قَدَّمۡتُمُوهُ لَنَاۖ فَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ ٦٠
Qālū bal antum lā marhabā bikum antum qaddamtumūhu lanā fabi'sal-qarār
(Para pengikut mereka menjawab), "Sebenarnya kamulah yang (lebih pantas) tidak menerima ucapan selamat datang, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka itulah seburuk-buruk tempat menetap."
قَالُواْ رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدۡهُ عَذَابٗا ضِعۡفٗا فِي ٱلنَّارِ ٦١
Qālū rabbanā man qaddama lanā hādzā fazidhu 'adzāban di'fan fin-nār
Mereka berkata (lagi), "Ya Tuhan kami, barangsiapa menjerumuskan kami ke dalam (azab) ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dua kali lipat di dalam neraka."
وَقَالُواْ مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالٗا كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ ٱلۡأَشۡرَارِ ٦٢
Waqālū mā lanā lā narā rijālan kunnā na'udduhum minal-asyrār
Dan (orang-orang durhaka) berkata, "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina).
أَتَّخَذۡنَٰهُمۡ سِخۡرِيًّا أَمۡ زَاغَتۡ عَنۡهُمُ ٱلۡأَبۡصَٰرُ ٦٣
Attakhadznāhum sikhriyyan am zāghat 'anhumul-absār
Dahulu kami menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena penglihatan kami yang tidak melihat mereka?"
إِنَّ ذَٰلِكَ لَحَقّٞ تَخَاصُمُ أَهۡلِ ٱلنَّارِ ٦٤
Inna dzālika lahaqqun takhāsumu ahlin-nār
Sungguh, yang demikian benar-benar terjadi, (yaitu) pertengkaran di antara penghuni neraka.
قُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ٦٥
Qul innamā ana mundzirun wamā min ilāhin illallāhul-wāhidul-qahhār
Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa,
رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفَّٰرُ ٦٦
Rabbus-samāwāti wal-ardi wamā baynahumal-'azīzul-ghaffār
(yaitu) Tuhan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaperkasa, Maha Pengampun."
قُلۡ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ٦٧
Qul huwa naba'un 'azīm
Katakanlah, "Itu (Al-Qur`an) adalah berita besar,
أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ٦٨
Antum 'anhu mu'ridūn
yang kamu berpaling darinya.
مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ٦٩
Mā kāna liya min 'ilmi bil-mala'il-a'lā idz yakhtasimūn
Aku tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang al-malaul a'lā (malaikat) ketika mereka berbantah-bantahan.
إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ٧٠
In yūhā ilayya illā annamā ana nadzīrum mubīn
Yang diwahyukan kepadaku, bahwa aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata."
إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ٧١
Idz qāla rabbuka lil-malā'ikati innī khāliqu basyaram min tīn
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.
فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ٧٢
Fa idzā sawwaytuhū wanafakhtu fīhi mir rūhī faqa'ū lahū sājidīn
Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya."
فَسَجَدَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ ٧٣
Fasajadal-malā'ikatu kulluhum ajma'ūn
Lalu para malaikat itu bersujud semuanya,
إِلَّآ إِبۡلِيسَ ٱسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٧٤
Illā iblīsastakbara wakāna minal-kāfirīn
kecuali iblis; ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir.
قَالَ يَٰٓإِبۡلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ أَسۡتَكۡبَرۡتَ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ٧٥
Qāla yā'iblīsu mā mana'aka an tasjuda limā khalaqtu biyadayya astakbarta am kunta minal-'ālīn
(Allah) berfirman, "Wahai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?"
قَالَ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ٧٦
Qāla ana khayrum minhu khalaqtanī min nārin wakhalaqtahū min tīn
(Iblis) berkata, "Aku lebih baik darinya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah."
قَالَ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ٧٧
Qāla fakhruj minhā fa innaka rajīm
(Allah) berfirman, "Kalau begitu keluarlah kamu dari surga! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk.
وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٧٨
Wa inna 'alayka la'natī ilā yawmid-dīn
Dan sungguh, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan."
قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ٧٩
Qāla rabbi fa anzirnī ilā yawmi yub'atsūn
(Iblis) berkata, "Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka dibangkitkan."
قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ ٨٠
Qāla fa innaka minal-munzarīn
(Allah) berfirman, "Maka sesungguhnya kamu termasuk golongan yang diberi penangguhan,
إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ ٨١
Ilā yawmil-waqtil-ma'lūm
sampai pada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)."
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٨٢
Qāla fabi'izzatika la ughwiyannahum ajma'īn
(Iblis) menjawab, "Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ٨٣
Illā 'ibādaka minhumul-mukhlasīn
kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka."755
قَالَ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ٨٤
Qāla fal-haqqu wal-haqqa aqūl
(Allah) berfirman, "Maka yang benar (adalah sumpahku), dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan.
لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٨٥
La amla'anna jahannama minka wamimman tabi'aka minhum ajma'īn
Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya."
قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ٨٦
Qul mā as'alukum 'alayhi min ajrin wamā ana minal-mutakallifīn
Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta imbalan sedikit pun kepadamu atasnya (dakwahku); dan aku bukanlah termasuk orang yang mengada-ada.
إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ٨٧
In huwa illā dzikrul lil-'ālamīn
(Al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam.
وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ بَعۡدَ حِينِۭ ٨٨
Walata'lamunna naba'ahū ba'da hīn
Dan sungguh, kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya (Al-Qur`an) setelah beberapa waktu lagi."756
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
تَنزِيلُ ٱلۡكِتَٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَكِيمِ ١
Tanzīlul-kitābi minallāhil-'azīzil-hakīm
Kitab (Al-Qur`an) ini diturunkan oleh Allah Yang Mahamulia, Mahabijaksana.
إِنَّآ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ بِٱلۡحَقِّ فَٱعۡبُدِ ٱللَّهَ مُخۡلِصٗا لَّهُ ٱلدِّينَ ٢
Innā anzalnā ilaykal-kitāba bil-haqqi fa'budillāha mukhlisal lahud-dīn
Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Al-Qur`an) kepadamu (Muhammad) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya.
أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّينُ ٱلۡخَالِصُۚ وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءَ مَا نَعۡبُدُهُمۡ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى ٱللَّهِ زُلۡفَىٰٓ إِنَّ ٱللَّهَ يَحۡكُمُ بَيۡنَهُمۡ فِي مَا هُمۡ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي مَنۡ هُوَ كَٰذِبٞ كَفَّارٞ ٣
Alā lillāhid-dīnul-khālisu walladzīnat-takhadzū min dūnihī awliyā'a mā na'buduhum illā liyuqarribūnā ilallāhi zulfā innallāha yahkumu baynahum fī mā hum fīhi yakhtalifūna innallāha lā yahdī man huwa kādzibun kaffār
Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), "Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya." Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar.
لَّوۡ أَرَادَ ٱللَّهُ أَن يَتَّخِذَ وَلَدٗا لَّٱصۡطَفَىٰ مِمَّا يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ سُبۡحَٰنَهُۥۖ هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ٤
Llaw arādallāhu an yattakhidza waladal lastafā mimmā yakhluqu mā yasyā'u subhānahū huwallāhul-wāhidul-qahhār
Sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang Dia kehendaki dari apa yang telah diciptakan-Nya. Mahasuci Dia. Dialah Yang Maha Esa, Mahaperkasa.
خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ بِٱلۡحَقِّۖ يُكَوِّرُ ٱلَّيۡلَ عَلَى ٱلنَّهَارِ وَيُكَوِّرُ ٱلنَّهَارَ عَلَى ٱلَّيۡلِۖ وَسَخَّرَ ٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَۖ كُلّٞ يَجۡرِي لِأَجَلٖ مُّسَمًّىۗ أَلَا هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفَّٰرُ ٥
Khalaqas-samāwāti wal-arda bil-haqqi yukawwirul-layla 'alan-nahāri wayukawwirun-nahāra 'alal-layli wasakkharasy-syamsa wal-qamara kullun yajrī li ajalim musamman alā huwal-'azīzul-ghaffār
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Mahamulia, Maha Pengampun.
خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ ثُمَّ جَعَلَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلۡأَنۡعَٰمِ ثَمَٰنِيَةَ أَزۡوَٰجٖۚ يَخۡلُقُكُمۡ فِي بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡ خَلۡقٗا مِّنۢ بَعۡدِ خَلۡقٖ فِي ظُلُمَٰتٖ ثَلَٰثٖۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡ لَهُ ٱلۡمُلۡكُۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ فَأَنَّىٰ تُصۡرَفُونَ ٦
Khalaqakum min nafsin wāhidatin tsumma ja'ala minhā zawjahā wa anzala lakum minal-an'āmi tsamāniyata azwājin yakhluqukum fī butūni ummahātikum khalqam mim ba'di khalqin fī zulumātin tsalātsin dzālikumullāhu rabbukum lahul-mulku lā ilāha illā huwa fa annā tusrafūn
Dia menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), kemudian darinya Dia jadikan pasangannya. Dan Dia menurunkan delapan pasang hewan ternak untukmu. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.757 Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang memiliki kerajaan. Tidak ada tuhan selain Dia; maka mengapa kamu dapat dipalingkan?
إِن تَكۡفُرُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمۡۖ وَلَا يَرۡضَىٰ لِعِبَادِهِ ٱلۡكُفۡرَۖ وَإِن تَشۡكُرُواْ يَرۡضَهُ لَكُمۡۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرۡجِعُكُمۡ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَۚ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ٧
In takfurū fa innallāha ghaniyyun 'ankum walā yardā li'ibādihil-kufra wa in tasykurū yardahu lakum walā taziru wāziratun wizra ukhrā tsumma ilā rabbikum marji'ukum fayunabbi'ukum bimā kuntum ta'malūna innahū 'alīmu bidzātis-sudūr
Jika kamu kafir, maka (ketahuilah) sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu758 dan Dia tidak meridai kekafiran hamba-hamba-Nya. Jika kamu bersyukur, Dia meridai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain.759 Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada(mu).
۞ وَإِذَا مَسَّ ٱلۡإِنسَٰنَ ضُرّٞ دَعَا رَبَّهُۥ مُنِيبًا إِلَيۡهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُۥ نِعۡمَةٗ مِّنۡهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدۡعُوٓاْ إِلَيۡهِ مِن قَبۡلُ وَجَعَلَ لِلَّهِ أَندَادٗا لِّيُضِلَّ عَن سَبِيلِهِۦۚ قُلۡ تَمَتَّعۡ بِكُفۡرِكَ قَلِيلًا إِنَّكَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلنَّارِ ٨
Wa idzā massal-insāna durrun da'ā rabbahū munīban ilayhi tsumma idzā khawwalahū ni'matam minhu nasiya mā kāna yad'ū ilayhi min qablu waja'ala lillāhi andādal liyudilla 'an sabīlihī qul tamatta' bikufrika qalīlan innaka min ashābin-nār
Dan apabila manusia ditimpa bencana, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali (taat) kepada-Nya; tetapi apabila Dia memberikan nikmat kepadanya dia lupa (akan bencana) yang pernah dia berdoa kepada Allah sebelum itu, dan di mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah, "Bersenang-senanglah kamu dengan kekafiranmu itu untuk sementara waktu. Sungguh, kamu termasuk penghuni neraka."
أَمَّنۡ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيۡلِ سَاجِدٗا وَقَآئِمٗا يَحۡذَرُ ٱلۡأٓخِرَةَ وَيَرۡجُواْ رَحۡمَةَ رَبِّهِۦۗ قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِي ٱلَّذِينَ يَعۡلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٩
Amman huwa qānitun ānā'al-layli sājidan waqā'iman yahdzarul-ākhirata wayarjū rahmata rabbihī qul hal yastawil-ladzīna ya'lamūna walladzīna lā ya'lamūna innamā yatadzakkaru ulul-albāb
(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, "Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.
قُلۡ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمۡۚ لِلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٞۗ وَأَرۡضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابٖ ١٠
Qul yā'ibādil-ladzīna āmanut-taqū rabbakum lilladzīna ahsanū fī hādzihid-dunyā hasanatun wa ardullāhi wāsi'atun innamā yuwaffas-sābirūna ajrahum bighayri hisāb
Katakanlah (Muhammad), "Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu." Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.
قُلۡ إِنِّيٓ أُمِرۡتُ أَنۡ أَعۡبُدَ ٱللَّهَ مُخۡلِصٗا لَّهُ ٱلدِّينَ ١١
Qul innī umirtu an a'budallāha mukhlisal lahud-dīn
Katakanlah, "Sesungguhnya aku diperintahkan agar menyembah Allah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.
وَأُمِرۡتُ لِأَنۡ أَكُونَ أَوَّلَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ١٢
Wa umirtu li an akūna awwalal-muslimīn
Dan aku diperintahkan agar menjadi orang yang pertama-tama berserah diri."
قُلۡ إِنِّيٓ أَخَافُ إِنۡ عَصَيۡتُ رَبِّي عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ١٣
Qul innī akhāfu in 'asaytu rabbī 'adzāba yawmin 'azīm
Katakanlah, "Sesungguhnya aku takut akan azab pada hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhanku."
قُلِ ٱللَّهَ أَعۡبُدُ مُخۡلِصٗا لَّهُۥ دِينِي ١٤
Qulillāha a'budu mukhlisal lahū dīnī
Katakanlah, "Hanya Allah yang aku sembah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku."
فَٱعۡبُدُواْ مَا شِئۡتُم مِّن دُونِهِۦۗ قُلۡ إِنَّ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ وَأَهۡلِيهِمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡخُسۡرَانُ ٱلۡمُبِينُ ١٥
Fa'budū mā syi'tum min dūnihī qul innal-khāsirīnal-ladzīna khasirū anfusahum wa ahlīhim yawmal-qiyāmati alā dzālika huwal-khusrānul-mubīn
Maka sembahlah selain Dia sesukamu! (wahai orang-orang musyrik).760 Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat." Ingatlah! Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
لَهُم مِّن فَوۡقِهِمۡ ظُلَلٞ مِّنَ ٱلنَّارِ وَمِن تَحۡتِهِمۡ ظُلَلٞۚ ذَٰلِكَ يُخَوِّفُ ٱللَّهُ بِهِۦ عِبَادَهُۥۚ يَٰعِبَادِ فَٱتَّقُونِ ١٦
Lahum min fawqihim zulalum minan-nāri wamin tahtihim zulalun dzālika yukhawwifullāhu bihī 'ibādahū yā'ibādi fattaqūn
Di atas mereka ada lapisan-lapisan dari api dan di bawahnya juga ada lapisan-lapisan yang disediakan bagi mereka. Demikianlah Allah mengancam hamba-hamba-Nya (dengan azab itu). "Wahai hamba-hamba-Ku, maka bertakwalah kepada-Ku."
وَٱلَّذِينَ ٱجۡتَنَبُواْ ٱلطَّٰغُوتَ أَن يَعۡبُدُوهَا وَأَنَابُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ لَهُمُ ٱلۡبُشۡرَىٰۚ فَبَشِّرۡ عِبَادِ ١٧
Walladzīnajtanabut-tāghūta an ya'budūhā wa anābū ilallāhi lahumul-busyrā fabassyir 'ibād
Dan orang-orang yang menjauhi Tagut (yaitu) tidak menyembahnya761 dan kembali kepada Allah, mereka pantas mendapat berita gembira; sebab itu sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba-hamba-Ku,
ٱلَّذِينَ يَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقَوۡلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحۡسَنَهُۥٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَىٰهُمُ ٱللَّهُۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ١٨
Alladzīna yastami'ūnal-qawla fayattabi'ūna ahsanahū ulā'ikal-ladzīna hadāhumullāhu wa ulā'ika hum ulul-albāb
(yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya.762 Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat.
أَفَمَنۡ حَقَّ عَلَيۡهِ كَلِمَةُ ٱلۡعَذَابِ أَفَأَنتَ تُنقِذُ مَن فِي ٱلنَّارِ ١٩
Afaman haqqa 'alayhi kalimatul-'adzābi afa'anta tunqidzu man fin-nār
Maka apakah (engkau hendak mengubah nasib) orang-orang yang telah dipastikan mendapat azab? Apakah engkau (Muhammad) akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka?
لَٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ لَهُمۡ غُرَفٞ مِّن فَوۡقِهَا غُرَفٞ مَّبۡنِيَّةٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ وَعۡدَ ٱللَّهِ لَا يُخۡلِفُ ٱللَّهُ ٱلۡمِيعَادَ ٢٠
Lākinil-ladzīnat-taqaw rabbahum lahum ghurafum min fawqihā ghurafum mabniyyatun tajrī min tahtihal-anhāru wa'dallāhi lā yukhlifullāhul-mī'ād
Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka mendapat kamar-kamar (di surga), di atasnya terdapat pula kamar-kamar yang dibangun (bertingkat-tingkat), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Itulah) janji Allah. Allah tidak akan memungkiri janji(-Nya).
أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَسَلَكَهُۥ يَنَٰبِيعَ فِي ٱلۡأَرۡضِ ثُمَّ يُخۡرِجُ بِهِۦ زَرۡعٗا مُّخۡتَلِفًا أَلۡوَٰنُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصۡفَرّٗا ثُمَّ يَجۡعَلُهُۥ حُطَٰمًاۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكۡرَىٰ لِأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٢١
Alam tara annallāha anzala minas-samā'i mā'an fasalakahū yanābī'a fil-ardi tsumma yukhriju bihī zar'am mukhtalifan alwānuhū tsumma yahīju fatarāhu musfarran tsumma yaj'aluhū hutāman inna fī dzālika ladzikrā li ulil-albāb
Apakah engkau tidak memperhatikan, bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, kemudian menjadi kering, lalu engkau melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berkeping-keping. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal sehat.
أَفَمَن شَرَحَ ٱللَّهُ صَدۡرَهُۥ لِلۡإِسۡلَٰمِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٖ مِّن رَّبِّهِۦۚ فَوَيۡلٞ لِّلۡقَٰسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكۡرِ ٱللَّهِۚ أُوْلَٰٓئِكَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ ٢٢
Afaman syarahallāhu sadrahū lil-islāmi fahuwa 'alā nūrim mir rabbihī fawaylul lil-qāsiyati qulūbuhum min dzikrillāhi ulā'ika fī dalālim mubīn
Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.
ٱللَّهُ نَزَّلَ أَحۡسَنَ ٱلۡحَدِيثِ كِتَٰبٗا مُّتَشَٰبِهٗا مَّثَانِيَ تَقۡشَعِرُّ مِنۡهُ جُلُودُ ٱلَّذِينَ يَخۡشَوۡنَ رَبَّهُمۡ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمۡ وَقُلُوبُهُمۡ إِلَىٰ ذِكۡرِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهۡدِي بِهِۦ مَن يَشَآءُۚ وَمَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنۡ هَادٍ ٢٣
Allāhu nazzala ahsanal-hadītsi kitābam mutasyābiham matsāniya taqsya'irru minhu julūdul-ladzīna yakhsyawna rabbahum tsumma talīnu julūduhum waqulūbuhum ilā dzikrillāhi dzālika hudallāhi yahdī bihī man yasyā'u waman yudlilillāhu famā lahū min hād
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur`an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang,763 gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa disesatkan oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk.
أَفَمَن يَتَّقِي بِوَجۡهِهِۦ سُوٓءَ ٱلۡعَذَابِ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ وَقِيلَ لِلظَّٰلِمِينَ ذُوقُواْ مَا كُنتُمۡ تَكۡسِبُونَ ٢٤
Afaman yattaqī biwajhihī sū'al-'adzābi yawmal-qiyāmati waqīla liz-zālimīna dzūqū mā kuntum taksibūn
Maka apakah orang-orang yang berlindung dengan wajahnya untuk menghindari azab yang buruk pada hari Kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim, "Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan."
كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ فَأَتَىٰهُمُ ٱلۡعَذَابُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَشۡعُرُونَ ٢٥
Kaddzabal-ladzīna min qablihim fa atāhumul-'adzābu min haytsu lā yasy'urūn
Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka.
فَأَذَاقَهُمُ ٱللَّهُ ٱلۡخِزۡيَ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَلَعَذَابُ ٱلۡأٓخِرَةِ أَكۡبَرُۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ٢٦
Fa adzāqahumullāhul-khizya fil-hayawātid-dunyā wala'adzābul-ākhirati akbaru law kānū ya'lamūn
Maka Allah menimpakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar, kalau (saja) mereka mengetahui.
وَلَقَدۡ ضَرَبۡنَا لِلنَّاسِ فِي هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٖ لَّعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ ٢٧
Walaqad darabnā lin-nāsi fī hādzal-qur'āni min kulli matsalil la'allahum yatadzakkarūn
Dan sungguh, telah Kami buatkan dalam Al-Qur`an ini segala macam perumpamaan bagi manusia agar mereka dapat pelajaran.
قُرۡءَانًا عَرَبِيًّا غَيۡرَ ذِي عِوَجٖ لَّعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ ٢٨
Qur'ānan 'arabiyyan ghayra dzī 'iwajil la'allahum yattaqūn
(Yaitu) Al-Qur`an dalam bahasa Arab, tidak ada kebengkokan (di dalamnya) agar mereka bertakwa.
ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا رَّجُلٗا فِيهِ شُرَكَآءُ مُتَشَٰكِسُونَ وَرَجُلٗا سَلَمٗا لِّرَجُلٍ هَلۡ يَسۡتَوِيَانِ مَثَلًاۚ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ٢٩
Daraballāhu matsalar rajulan fīhi syurakā'u mutasyākisūna warajulan salamal lirajulin hal yastawiyāni matsalanil-hamdu lillāhi bal aktsaruhum lā ya'lamūn
Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (hamba sahaya) yang dimiliki oleh beberapa orang berserikat yang dalam perselisihan, dan seorang hamba sahaya yang menjadi milik penuh dari seorang (saja). Adakah kedua hamba sahaya itu sama keadaannya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
إِنَّكَ مَيِّتٞ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ ٣٠
Innaka mayyitun wa innahum mayyitūn
Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan mati dan mereka akan mati (pula).
ثُمَّ إِنَّكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ عِندَ رَبِّكُمۡ تَخۡتَصِمُونَ ٣١
Tsumma innakum yawmal-qiyāmati 'inda rabbikum takhtasimūn
Kemudian sesungguhnya kamu pada hari Kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu.