فَٱعۡبُدُواْ مَا شِئۡتُم مِّن دُونِهِۦۗ قُلۡ إِنَّ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ وَأَهۡلِيهِمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡخُسۡرَانُ ٱلۡمُبِينُ ١٥
Fa'budū mā syi'tum min dūnihī qul innal-khāsirīnal-ladzīna khasirū anfusahum wa ahlīhim yawmal-qiyāmati alā dzālika huwal-khusrānul-mubīn
Maka sembahlah selain Dia sesukamu! (wahai orang-orang musyrik).760 Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat." Ingatlah! Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
Catatan kaki
760 Perintah ini bukanlah menurut arti yang sebenarnya, tetapi sebagai pernyataan kemurkaan Allah terhadap kaum musyrikin yang telah berkali-kali diajak kepada Tauhid tetapi mereka selalu ingkar.
Tafsir
Oleh sebab itu, silakan kalian -wahai kaum musyrikin- menyembah apa yang kalian kehendaki selain Allah berupa berhala-berhala." Ini adalah perintah ancaman. Katakanlah -wahai Rasul-, “Sesungguhnya orang-orang yang benar-benar merugi adalah orang-orang yang kehilangan dirinya dan kehilangan keluarganya, Mereka tidak akan saling bertemu selamanya karena keluarganya meninggalkannya dengan masuk surga atau keluarganya ikut dengannya masuk neraka, mereka tidak akan bertemu selamanya. Ketahuilah bahwa hal itu adalah kerugian sejati yang nyata yang tidak ada kesamaran padanya."