فَقَالَ إِنِّيٓ أَحۡبَبۡتُ حُبَّ ٱلۡخَيۡرِ عَن ذِكۡرِ رَبِّي حَتَّىٰ تَوَارَتۡ بِٱلۡحِجَابِ ٣٢
Faqāla innī ahbabtu hubbal-khayri 'an dzikri rabbī hattā tawārat bil-hijāb
maka dia berkata, "Sesungguhnya aku menyukai segala yang baik (kuda), yang membuat aku ingat akan (kebesaran) Tuhanku, sampai matahari terbenam."751
Catatan kaki
751 Sebagian mufasir ada yang menerjemahkan ayat 32 demikian, Aku benar-benar menyukai barang yang baik (kuda) ini sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan.
Tafsir
Sulaiman lantas berkata, “Aku lebih memprioritaskan kecintaan kepada harta, termasuk kuda ini, dibanding berzikir mengingat Tuhanku hingga matahari tenggelam, sehingga aku pun terlambat melaksanakan salat Asar.