إِن تَكۡفُرُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمۡۖ وَلَا يَرۡضَىٰ لِعِبَادِهِ ٱلۡكُفۡرَۖ وَإِن تَشۡكُرُواْ يَرۡضَهُ لَكُمۡۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرۡجِعُكُمۡ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَۚ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ٧
In takfurū fa innallāha ghaniyyun 'ankum walā yardā li'ibādihil-kufra wa in tasykurū yardahu lakum walā taziru wāziratun wizra ukhrā tsumma ilā rabbikum marji'ukum fayunabbi'ukum bimā kuntum ta'malūna innahū 'alīmu bidzātis-sudūr
Jika kamu kafir, maka (ketahuilah) sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu758 dan Dia tidak meridai kekafiran hamba-hamba-Nya. Jika kamu bersyukur, Dia meridai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain.759 Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada(mu).
Catatan kaki
758 Manusia beriman atau tidak, hal itu tidak merugikan Allah sedikit pun.
759 Masing-masing memikul dosanya sendiri-sendiri.
Tafsir
Jika kalian -wahai manusia- kafir kepada Tuhan kalian maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan iman kalian dan kekufuran kalian tidak merugikan-Nya, sebaliknya dampak negatif dari kekufuran kalian berpulang kepada kalian sendiri. Allah tidak meridai hamba-hamba-Nya bila mereka kafir dan tidak memerintahkan mereka agar menjadi kafir karena Allah tidak memerintahkan perbuatan keji dan mungkar. Jika kalian bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya dan beriman kepada-Nya maka Dia akan meridai syukur kalian dan membalasnya. Jiwa yang berdosa tidak memikul dosa jiwa yang lain, akan tetapi setiap jiwa bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Kemudian kepada Tuhan kalian tempat kembali kalian pada hari Kiamat, lalu Dia memberitahu kalian tentang apa yang kalian perbuat di dunia dan membalas amal-amal kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati hamba-hamba-Nya, tidak ada sesuatu pun yang samar bagi-Nya dari semua itu.