أَوَلَمَّآ أَصَٰبَتۡكُم مُّصِيبَةٞ قَدۡ أَصَبۡتُم مِّثۡلَيۡهَا قُلۡتُمۡ أَنَّىٰ هَٰذَاۖ قُلۡ هُوَ مِنۡ عِندِ أَنفُسِكُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ١٦٥
Awalammā asābatkum musībatun qad asabtum mitslayhā qultum annā hādzā qul huwa min 'indi anfusikum innallāha 'alā kulli syay'in qadīr
Dan mengapa kamu (heran) ketika ditimpa musibah (kekalahan pada Perang Uhud), padahal kamu telah menimpakan musibah dua kali lipat (kepada musuh-musuhmu pada Perang Badar) kamu berkata, "Dari mana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah, "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri." Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tafsir
Apabila kalian -wahai orang-orang mukmin- ditimpa musibah, ketika kalian mengalami kekalahan dalam perang Uhud dan sebagian dari kalian tebunuh dalam perang itu, sesungguhnya kalian telah mendapatkan dua kali lipat dari musuh kalian, dalam hal jumlah korban tewas dan tawanan perang dalam perang Badar. Lalu kalian berkata, “Dari mana datangnya musibah (kekalahan) ini, sedangkan kita adalah orang-orang beriman, dan Nabiyullah berada di tengah-tengah kita?” Katakanlah -wahai Nabi-, “Musibah (kekalahan) itu datang dari diri kamu sendiri. Yaitu tatkala kalian berselisih paham dan tidak patuh pada perintah Rasulullah. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Dia dapat menolong siapa saja yang Dia kehendaki, dan dapat menelantarkan siapa saja yang Dia kehendaki.