طسٓمٓ ١
Tā Sīn Mīm
Ṭā Sīn Mīm.
Terjemahan: Indonesian Translation - Ministry of Religious Affairs
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
طسٓمٓ ١
Tā Sīn Mīm
Ṭā Sīn Mīm.
تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُبِينِ ٢
Tilka āyātul-kitābil-mubīn
Inilah ayat-ayat Kitab (Al-Qur`an) yang jelas.
لَعَلَّكَ بَٰخِعٞ نَّفۡسَكَ أَلَّا يَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ ٣
La'allaka bākhi'un nafsaka allā yakūnū mu'minīn
Boleh jadi engkau (Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan), karena mereka (penduduk Mekkah) tidak beriman.
إِن نَّشَأۡ نُنَزِّلۡ عَلَيۡهِم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ءَايَةٗ فَظَلَّتۡ أَعۡنَٰقُهُمۡ لَهَا خَٰضِعِينَ ٤
In nasya' nunazzil 'alayhim minas-samā'i āyatan fazallat a'nāquhum lahā khādi'īn
Jika Kami menghendaki, niscaya Kami turunkan kepada mereka mukjizat dari langit, yang akan membuat tengkuk mereka tunduk dengan rendah hati kepadanya.
وَمَا يَأۡتِيهِم مِّن ذِكۡرٖ مِّنَ ٱلرَّحۡمَٰنِ مُحۡدَثٍ إِلَّا كَانُواْ عَنۡهُ مُعۡرِضِينَ ٥
Wamā ya'tīhim min dzikrim minar-rahmāni muhdatsin illā kānū 'anhu mu'ridīn
Dan setiap kali disampaikan kepada mereka suatu peringatan baru (ayat Al-Qur`an yang diturunkan) dari Tuhan Yang Maha Pengasih, mereka selalu berpaling darinya.
فَقَدۡ كَذَّبُواْ فَسَيَأۡتِيهِمۡ أَنۢبَٰٓؤُاْ مَا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ٦
Faqad kaddzabū fasaya'tīhim ambā'u mā kānū bihī yastahzi'ūn
Sungguh, mereka telah mendustakan (Al-Qur`an), maka kelak akan datang kepada mereka (kebenaran) berita-berita mengenai apa (azab) yang dulu mereka perolok-olokkan.
أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَمۡ أَنۢبَتۡنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوۡجٖ كَرِيمٍ ٧
Awalam yaraw ilal-ardi kam ambatnā fīhā min kulli zawjin karīm
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam (tumbuh-tumbuhan) yang baik?
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ٨
Inna fī dzālika la'āyatan wamā kāna aktsaruhum mu'minīn
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ٩
Wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-rahīm
Dan sungguh, Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
وَإِذۡ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱئۡتِ ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ١٠
Wa idz nādā rabbuka mūsā ani'til-qawmaz-zālimīn
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya), "Datangilah kaum yang zalim itu,
قَوۡمَ فِرۡعَوۡنَۚ أَلَا يَتَّقُونَ ١١
Qawma fir'awna alā yattaqūn
(yaitu) kaum Fir'aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?"
قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ ١٢
Qāla rabbi innī akhāfu an yukaddzibūn
Dia (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh, aku takut mereka akan mendustakan aku,
وَيَضِيقُ صَدۡرِي وَلَا يَنطَلِقُ لِسَانِي فَأَرۡسِلۡ إِلَىٰ هَٰرُونَ ١٣
Wayadīqu sadrī walā yantaliqu lisānī fa arsil ilā hārūn
sehingga dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar maka utuslah Harun582 (bersamaku).
وَلَهُمۡ عَلَيَّ ذَنۢبٞ فَأَخَافُ أَن يَقۡتُلُونِ ١٤
Walahum 'alayya dzambun fa akhāfu an yaqtulūn
Sebab aku berdosa terhadap mereka,583 maka aku takut mereka akan membunuhku."
قَالَ كَلَّاۖ فَٱذۡهَبَا بِـَٔايَٰتِنَآۖ إِنَّا مَعَكُم مُّسۡتَمِعُونَ ١٥
Qāla kallā fadzhabā bi'āyātinā innā ma'akum mustami'ūn
(Allah) berfirman, "Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu)! Maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sungguh, Kami bersamamu mendengarkan (apa yang mereka katakan).
فَأۡتِيَا فِرۡعَوۡنَ فَقُولَآ إِنَّا رَسُولُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٦
Fa tiyā fir'awna faqūlā innā rasūlu rabbil-'ālamīn
Maka datanglah kamu berdua kepada Fir'aun dan katakan, "Sesungguhnya kami adalah rasul-rasul Tuhan seluruh alam,
أَنۡ أَرۡسِلۡ مَعَنَا بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ١٧
An arsil ma'anā banī isrā'īl
lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama kami."
قَالَ أَلَمۡ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدٗا وَلَبِثۡتَ فِينَا مِنۡ عُمُرِكَ سِنِينَ ١٨
Qāla alam nurabbika fīnā walīdan walabitsta fīnā min 'umurika sinīn
Dia (Fir'aun) menjawab, "Bukankah kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) kami, waktu engkau masih kanak-kanak dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.584
وَفَعَلۡتَ فَعۡلَتَكَ ٱلَّتِي فَعَلۡتَ وَأَنتَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ١٩
Wafa'alta fa'latakal-latī fa'alta wa anta minal-kāfirīn
Dan engkau (Musa) telah melakukan (kesalahan dari) perbuatan yang telah engkau lakukan585 dan engkau termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih."
قَالَ فَعَلۡتُهَآ إِذٗا وَأَنَا۠ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ ٢٠
Qāla fa'altuhā idzan wa ana minad-dāllīn
Dia (Musa) berkata, "Aku telah melakukannya, dan ketika itu aku termasuk orang yang khilaf.
فَفَرَرۡتُ مِنكُمۡ لَمَّا خِفۡتُكُمۡ فَوَهَبَ لِي رَبِّي حُكۡمٗا وَجَعَلَنِي مِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ٢١
Fafarartu minkum lammā khiftukum fawahaba lī rabbī hukman waja'alanī minal-mursalīn
Lalu aku lari darimu karena aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku menganugerahkan ilmu kepadaku serta Dia menjadikan aku salah seorang di antara rasul-rasul.
وَتِلۡكَ نِعۡمَةٞ تَمُنُّهَا عَلَيَّ أَنۡ عَبَّدتَّ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٢٢
Watilka ni'matun tamunnuhā 'alayya an 'abbatta banī isrā'īl
Dan itulah kebaikan yang telah engkau berikan kepadaku, (sementara) itu engkau telah memperbudak Bani Israil."
قَالَ فِرۡعَوۡنُ وَمَا رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢٣
Qāla fir'awnu wamā rabbul-'ālamīn
Fir'aun bertanya, "Siapa Tuhan seluruh alam itu?"
قَالَ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَآۖ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ ٢٤
Qāla rabbus-samāwāti wal-ardi wamā baynahumā in kuntum mūqinīn
Dia (Musa) menjawab, "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhanmu), jika kamu mempercayai-Nya."
قَالَ لِمَنۡ حَوۡلَهُۥٓ أَلَا تَسۡتَمِعُونَ ٢٥
Qāla liman hawlahū alā tastami'ūn
Dia (Fir'aun) berkata kepada orang-orang di sekelilingnya, "Apakah kamu tidak mendengar (apa yang dikatakannya)?"
قَالَ رَبُّكُمۡ وَرَبُّ ءَابَآئِكُمُ ٱلۡأَوَّلِينَ ٢٦
Qāla rabbukum warabbu ābā'ikumul-awwalīn
Dia (Musa) berkata, "(Dia) Tuhanmu dan dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu."
قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ ٱلَّذِيٓ أُرۡسِلَ إِلَيۡكُمۡ لَمَجۡنُونٞ ٢٧
Qāla inna rasūlakumul-ladzī ursila ilaykum lamajnūn
Dia (Fir'aun) berkata, "Sungguh, Rasulmu yang diutus kepada kamu benar-benar orang gila."
قَالَ رَبُّ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ وَمَا بَيۡنَهُمَآۖ إِن كُنتُمۡ تَعۡقِلُونَ ٢٨
Qāla rabbul-masyriqi wal-maghribi wamā baynahumā in kuntum ta'qilūn
Dia (Musa) berkata, "(Dialah) Tuhan (yang menguasai) timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya; jika kamu mengerti."
قَالَ لَئِنِ ٱتَّخَذۡتَ إِلَٰهًا غَيۡرِي لَأَجۡعَلَنَّكَ مِنَ ٱلۡمَسۡجُونِينَ ٢٩
Qāla la init-takhadzta ilāhan ghayrī la aj'alannaka minal-masjūnīn
Dia (Fir'aun) berkata, "Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selain aku, pasti aku masukkan engkau ke dalam penjara."
قَالَ أَوَلَوۡ جِئۡتُكَ بِشَيۡءٖ مُّبِينٖ ٣٠
Qāla awalaw ji'tuka bisyay'im mubīn
Dia (Musa) berkata, "Apakah (engkau akan melakukan itu) sekalipun aku tunjukkan kepadamu suatu (bukti) yang nyata?"
قَالَ فَأۡتِ بِهِۦٓ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ٣١
Qāla fa ti bihī in kunta minas-sādiqīn
Dia (Fir'aun) berkata, "Tunjukkan sesuatu (bukti yang nyata) itu, jika engkau termasuk orang yang benar!"
فَأَلۡقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعۡبَانٞ مُّبِينٞ ٣٢
Fa alqā 'asāhu fa idzā hiya tsu'bānum mubīn
Maka dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang nyata.
وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِيَ بَيۡضَآءُ لِلنَّٰظِرِينَ ٣٣
Wanaza'a yadahū fa idzā hiya baydā'u lin-nāzirīn
Dan dia mengeluarkan tangannya (dari dalam bajunya), tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya.
قَالَ لِلۡمَلَإِ حَوۡلَهُۥٓ إِنَّ هَٰذَا لَسَٰحِرٌ عَلِيمٞ ٣٤
Qāla lil-mala'i hawlahū inna hādzā lasāhirun 'alīm
Dia (Fir'aun) berkata kepada para pemuka di sekelilingnya, "Sesungguhnya dia (Musa) ini pasti seorang penyihir yang pandai.
يُرِيدُ أَن يُخۡرِجَكُم مِّنۡ أَرۡضِكُم بِسِحۡرِهِۦ فَمَاذَا تَأۡمُرُونَ ٣٥
Yurīdu an yukhrijakum min ardikum bisihrihī famādzā ta'murūn
Dia hendak mengusir kamu dari negerimu dengan sihirnya; karena itu apakah yang kamu sarankan?"
قَالُوٓاْ أَرۡجِهۡ وَأَخَاهُ وَٱبۡعَثۡ فِي ٱلۡمَدَآئِنِ حَٰشِرِينَ ٣٦
Qālū arjih wa akhāhu wab'ats fil-madā'ini hāsyirīn
Mereka menjawab, "Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya, dan utuslah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (penyihir),
يَأۡتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيمٖ ٣٧
Ya'tūka bikulli sahhārin 'alīm
niscaya mereka akan mendatangkan semua penyihir yang pandai kepadamu.
فَجُمِعَ ٱلسَّحَرَةُ لِمِيقَٰتِ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ٣٨
Fajumi'as-saharatu limīqāti yawmim ma'lūm
Lalu dikumpulkanlah para penyihir pada waktu (yang ditetapkan) di hari yang telah ditentukan,
وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلۡ أَنتُم مُّجۡتَمِعُونَ ٣٩
Waqīla lin-nāsi hal antum mujtami'ūn
dan diumumkan kepada orang banyak, "Berkumpullah kamu semua,
لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ ٱلسَّحَرَةَ إِن كَانُواْ هُمُ ٱلۡغَٰلِبِينَ ٤٠
La'allanā nattabi'us-saharata in kānū humul-ghālibīn
agar kita mengikuti para penyihir itu, jika mereka yang menang."
فَلَمَّا جَآءَ ٱلسَّحَرَةُ قَالُواْ لِفِرۡعَوۡنَ أَئِنَّ لَنَا لَأَجۡرًا إِن كُنَّا نَحۡنُ ٱلۡغَٰلِبِينَ ٤١
Falammā jā'as-saharatu qālū lifir'awna a'inna lanā la ajran in kunnā nahnul-ghālibīn
Maka ketika para penyihir datang, mereka berkata kepada Fir'aun, "Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar jika kami yang menang?"
قَالَ نَعَمۡ وَإِنَّكُمۡ إِذٗا لَّمِنَ ٱلۡمُقَرَّبِينَ ٤٢
Qāla na'am wa innakum idzal laminal-muqarrabīn
Dia (Fir'aun) menjawab, "Ya, dan bahkan kamu pasti akan mendapat kedudukan yang dekat (dariku)."
قَالَ لَهُم مُّوسَىٰٓ أَلۡقُواْ مَآ أَنتُم مُّلۡقُونَ ٤٣
Qāla lahum mūsā alqū mā antum mulqūn
Dia (Musa) berkata kepada mereka, "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan."
فَأَلۡقَوۡاْ حِبَالَهُمۡ وَعِصِيَّهُمۡ وَقَالُواْ بِعِزَّةِ فِرۡعَوۡنَ إِنَّا لَنَحۡنُ ٱلۡغَٰلِبُونَ ٤٤
Fa alqaw hibālahum wa'isiyyahum waqālū bi'izzati fir'awna innā lanahnul-ghālibūn
Lalu mereka melemparkan tali-temali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata, "Demi kemuliaan Fir'aun, pasti kamilah yang akan menang."
فَأَلۡقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ تَلۡقَفُ مَا يَأۡفِكُونَ ٤٥
Fa alqā mūsā 'asāhu fa idzā hiya talqafu mā ya'fikūn
Kemudian Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.586
فَأُلۡقِيَ ٱلسَّحَرَةُ سَٰجِدِينَ ٤٦
Fa ulqiyas-saharatu sājidīn
Maka menyungkurlah para penyihir itu, bersujud.
قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٤٧
Qālū āmannā birabbil-'ālamīn
Mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,
رَبِّ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ ٤٨
Rabbi mūsā wahārūn
(yaitu) Tuhannya Musa dan Harun."
قَالَ ءَامَنتُمۡ لَهُۥ قَبۡلَ أَنۡ ءَاذَنَ لَكُمۡۖ إِنَّهُۥ لَكَبِيرُكُمُ ٱلَّذِي عَلَّمَكُمُ ٱلسِّحۡرَ فَلَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيۡدِيَكُمۡ وَأَرۡجُلَكُم مِّنۡ خِلَٰفٖ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمۡ أَجۡمَعِينَ ٤٩
Qāla āmantum lahū qabla an ādzana lakum innahū lakabīrukumul-ladzī 'allamakumus-sihra falasawfa ta'lamūna la uqatti'anna aydiyakum wa arjulakum min khilāfin wala'usallibannakum ajma'īn
Dia (Fir'aun) berkata, "Mengapa kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Nanti kamu pasti akan tahu (akibat perbuatanmu). Pasti akan kupotong tangan dan kakimu bersilang, dan sungguh akan aku menyalib kamu semuanya."
قَالُواْ لَا ضَيۡرَۖ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ ٥٠
Qālū lā dayra innā ilā rabbinā munqalibūn
Mereka berkata, "Tidak ada yang kami takutkan, karena kami akan kembali kepada Tuhan kami.
إِنَّا نَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَٰيَٰنَآ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٥١
Innā natma'u an yaghfira lanā rabbunā khatāyānā an kunnā awwalal-mu'minīn
Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena menjadi orang yang pertama-tama beriman."
۞ وَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنۡ أَسۡرِ بِعِبَادِيٓ إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ ٥٢
Wa awhaynā ilā mūsā an asri bi'ibādī innakum muttaba'ūn
Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, "Pergilah pada malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), sebab pasti kamu akan dikejar."
فَأَرۡسَلَ فِرۡعَوۡنُ فِي ٱلۡمَدَآئِنِ حَٰشِرِينَ ٥٣
Fa arsala fir'awnu fil-madā'ini hāsyirīn
Kemudian Fir'aun mengirimkan orang ke kota-kota untuk mengumpulkan (bala tentaranya).
إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ لَشِرۡذِمَةٞ قَلِيلُونَ ٥٤
Inna hā'ulā'i lasyirdzimatun qalīlūn
(Fir'aun berkata), "Sesungguhnya mereka (Bani Israil) hanya sekelompok kecil,
وَإِنَّهُمۡ لَنَا لَغَآئِظُونَ ٥٥
Wa innahum lanā laghā'izūn
dan sesungguhnya mereka telah berbuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita,
وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَٰذِرُونَ ٥٦
Wa innā lajamī'un hādzirūn
dan sesungguhnya kita semua tanpa kecuali harus selalu waspada."
فَأَخۡرَجۡنَٰهُم مِّن جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ ٥٧
Fa akhrajnāhum min jannātin wa'uyūn
Kemudian, Kami keluarkan mereka (Fir'aun dan kaumnya) dari taman-taman dan mata air,
وَكُنُوزٖ وَمَقَامٖ كَرِيمٖ ٥٨
Wakunūzin wamaqāmin karīm
dan (dari) harta kekayaan dan kedudukan yang mulia,587
كَذَٰلِكَۖ وَأَوۡرَثۡنَٰهَا بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٥٩
Kadzālika wa awratsnāhā banī isrā'īl
Demikianlah, dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil.588
فَأَتۡبَعُوهُم مُّشۡرِقِينَ ٦٠
Fa atba'ūhum musyriqīn
Lalu (Fir'aun dan bala tentaranya) dapat menyusul mereka pada waktu matahari terbit.
فَلَمَّا تَرَٰٓءَا ٱلۡجَمۡعَانِ قَالَ أَصۡحَٰبُ مُوسَىٰٓ إِنَّا لَمُدۡرَكُونَ ٦١
Falammā tarā'al-jam'āni qāla ashābu mūsā innā lamudrakūn
Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, "Kita benar-benar akan tersusul."
قَالَ كَلَّآۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهۡدِينِ ٦٢
Qāla kallā inna ma'iya rabbī sayahdīn
Dia (Musa) menjawab, "Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku."
فَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱضۡرِب بِّعَصَاكَ ٱلۡبَحۡرَۖ فَٱنفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرۡقٖ كَٱلطَّوۡدِ ٱلۡعَظِيمِ ٦٣
Fa awhaynā ilā mūsā anidrib bi'asākal-bahra fanfalaqa fakāna kullu firqin kat-tawdil-'azīm
Lalu Kami wahyukan kepada Musa, "Pukullah laut itu dengan tongkatmu." Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar.
وَأَزۡلَفۡنَا ثَمَّ ٱلۡأٓخَرِينَ ٦٤
Wa azlafnā tsammal-ākharīn
Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain.589
وَأَنجَيۡنَا مُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ ٦٥
Wa anjaynā mūsā wamam ma'ahū ajma'īn
Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya.
ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ ٦٦
Tsumma aghraqnal-ākharīn
Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ٦٧
Inna fī dzālika la'āyatan wamā kāna aktsaruhum mu'minīn
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ٦٨
Wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-rahīm
Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
وَٱتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَأَ إِبۡرَٰهِيمَ ٦٩
Watlu 'alayhim naba'a ibrāhīm
Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim.
إِذۡ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوۡمِهِۦ مَا تَعۡبُدُونَ ٧٠
Idz qāla li abīhi waqawmihī mā ta'budūn
Ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah?"
قَالُواْ نَعۡبُدُ أَصۡنَامٗا فَنَظَلُّ لَهَا عَٰكِفِينَ ٧١
Qālū na'budu asnāman fanazallu lahā 'ākifīn
Mereka menjawab, "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya."
قَالَ هَلۡ يَسۡمَعُونَكُمۡ إِذۡ تَدۡعُونَ ٧٢
Qāla hal yasma'ūnakum idz tad'ūn
Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah mereka mendengarmu ketika kamu berdoa (kepadanya)?
أَوۡ يَنفَعُونَكُمۡ أَوۡ يَضُرُّونَ ٧٣
Aw yanfa'ūnakum aw yadurrūn
Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mencelakakan kamu?"
قَالُواْ بَلۡ وَجَدۡنَآ ءَابَآءَنَا كَذَٰلِكَ يَفۡعَلُونَ ٧٤
Qālū bal wajadnā ābā'anā kadzālika yaf'alūn
Mereka menjawab, "Tidak, tetapi kami dapati nenek moyang kami berbuat begitu."
قَالَ أَفَرَءَيۡتُم مَّا كُنتُمۡ تَعۡبُدُونَ ٧٥
Qāla afara'aytum mā kuntum ta'budūn
Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu sembah,
أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُمُ ٱلۡأَقۡدَمُونَ ٧٦
Antum wa ābā'ukumul-aqdamūn
kamu dan nenek moyang kamu yang terdahulu?
فَإِنَّهُمۡ عَدُوّٞ لِّيٓ إِلَّا رَبَّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٧٧
Fa innahum 'aduwwul lī illā rabbal-'ālamīn
Sesungguhnya mereka (apa yang kamu sembah) itu musuhku, lain halnya Tuhan seluruh alam,
ٱلَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهۡدِينِ ٧٨
Alladzī khalaqanī fahuwa yahdīn
(yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku,
وَٱلَّذِي هُوَ يُطۡعِمُنِي وَيَسۡقِينِ ٧٩
Walladzī huwa yut'imunī wayasqīn
dan Yang memberi makan dan minum kepadaku,
وَإِذَا مَرِضۡتُ فَهُوَ يَشۡفِينِ ٨٠
Wa idzā maridtu fahuwa yasyfīn
dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,
وَٱلَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحۡيِينِ ٨١
Walladzī yumītunī tsumma yuhyīn
dan Yang akan mematikanku, kemudian akan menghidupkanku (kembali),
وَٱلَّذِيٓ أَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لِي خَطِيٓـَٔتِي يَوۡمَ ٱلدِّينِ ٨٢
Walladzī atma'u an yaghfira lī khatī'atī yawmad-dīn
dan Yang sangat ku inginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat."
رَبِّ هَبۡ لِي حُكۡمٗا وَأَلۡحِقۡنِي بِٱلصَّٰلِحِينَ ٨٣
Rabbi hab lī hukman wa alhiqnī bis-sālihīn
(Ibrahim berdoa), "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,
وَٱجۡعَل لِّي لِسَانَ صِدۡقٖ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ ٨٤
Waj'al lī lisāna sidqin fil-ākhirīn
dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,
وَٱجۡعَلۡنِي مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ ٨٥
Waj'alnī min waratsati jannatin-na'īm
dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan,
وَٱغۡفِرۡ لِأَبِيٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ ٨٦
Waghfir li abī innahū kāna minad-dāllīn
dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat,
وَلَا تُخۡزِنِي يَوۡمَ يُبۡعَثُونَ ٨٧
Walā tukhzinī yawma yub'atsūn
dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,
يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ ٨٨
Yawma lā yanfa'u mālun walā banūn
(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,
إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ ٨٩
Illā man atallāha biqalbin salīm
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,
وَأُزۡلِفَتِ ٱلۡجَنَّةُ لِلۡمُتَّقِينَ ٩٠
Wa uzlifatil-jannatu lil-muttaqīn
dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa,
وَبُرِّزَتِ ٱلۡجَحِيمُ لِلۡغَاوِينَ ٩١
Waburrizatil-jahīmu lil-ghāwīn
dan neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat,"
وَقِيلَ لَهُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ تَعۡبُدُونَ ٩٢
Waqīla lahum ayna mā kuntum ta'budūn
dan dikatakan kepada mereka, "Di mana berhala-berhala yang dahulu kamu sembah,
مِن دُونِ ٱللَّهِ هَلۡ يَنصُرُونَكُمۡ أَوۡ يَنتَصِرُونَ ٩٣
Min dūnillāhi hal yansurūnakum aw yantasirūn
selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?"
فَكُبۡكِبُواْ فِيهَا هُمۡ وَٱلۡغَاوُۥنَ ٩٤
Fakubkibū fīhā hum wal-ghāwūn
Maka mereka (sesembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama orang-orang yang sesat,
وَجُنُودُ إِبۡلِيسَ أَجۡمَعُونَ ٩٥
Wajunūdu iblīsa ajma'ūn
dan bala tentara Iblis semuanya.
قَالُواْ وَهُمۡ فِيهَا يَخۡتَصِمُونَ ٩٦
Qālū wahum fīhā yakhtasimūn
Mereka berkata sambil bertengkar di dalamnya (neraka),
تَٱللَّهِ إِن كُنَّا لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ ٩٧
Tallāhi in kunnā lafī dalālim mubīn
"Demi Allah, sesungguhnya kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,
إِذۡ نُسَوِّيكُم بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٩٨
Idz nusawwīkum birabbil-'ālamīn
karena kita mempersamakan kamu (berhala-berhala) dengan Tuhan seluruh alam.
وَمَآ أَضَلَّنَآ إِلَّا ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٩٩
Wamā adallanā illal-mujrimūn
Dan tidak ada yang menyesatkan kita kecuali orang-orang yang berdosa.
فَمَا لَنَا مِن شَٰفِعِينَ ١٠٠
Famā lanā min syāfi'īn
Maka (sekarang) kita tidak mempunyai seorang pun pemberi syafaat (penolong),
وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٖ ١٠١
Walā sadīqin hamīm
dan tidak pula mempunyai teman yang akrab.
فَلَوۡ أَنَّ لَنَا كَرَّةٗ فَنَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١٠٢
Falaw anna lanā karratan fanakūna minal-mu'minīn
Maka seandainya kita dapat kembali (ke dunia) niscaya kita menjadi orang-orang yang beriman."
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ١٠٣
Inna fī dzālika la'āyatan wamā kāna aktsaruhum mu'minīn
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٠٤
Wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-rahīm
Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar Dialah Mahaperkasa, Maha Penyayang.
كَذَّبَتۡ قَوۡمُ نُوحٍ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٠٥
Kaddzabat qawmu nūhinil-mursalīn
Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ١٠٦
Idz qāla lahum akhūhum nūhun alā tattaqūn
Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ١٠٧
Innī lakum rasūlun amīn
Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٠٨
Fattaqullāha wa atī'ūn
maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٠٩
Wamā as'alukum 'alayhi min ajrin in ajriya illā 'alā rabbil-'ālamīn
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan ini; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam,
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١١٠
Fattaqullāha wa atī'ūn
maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku."
۞ قَالُوٓاْ أَنُؤۡمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلۡأَرۡذَلُونَ ١١١
Qālū anu'minu laka wattaba'akal-ardzalūn
Mereka berkata, "Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?"
قَالَ وَمَا عِلۡمِي بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ١١٢
Qāla wamā 'ilmī bimā kānū ya'malūn
Dia (Nuh) menjawab, "Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka kerjakan.
إِنۡ حِسَابُهُمۡ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّيۖ لَوۡ تَشۡعُرُونَ ١١٣
In hisābuhum illā 'alā rabbī law tasy'urūn
Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, jika kamu menyadari.
وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١١٤
Wamā ana bitāridil-mu'minīn
Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.
إِنۡ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٞ مُّبِينٞ ١١٥
In ana illā nadzīrum mubīn
Aku (ini) hanyalah pemberi peringatan yang jelas."
قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰنُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمَرۡجُومِينَ ١١٦
Qālū la il lam tantahi yānūhu latakūnanna minal-marjūmīn
Mereka berkata, "Wahai Nuh! Sungguh, jika engkau tidak (mau) berhenti, niscaya engkau termasuk orang yang dirajam (dilempari batu sampai mati)."
قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوۡمِي كَذَّبُونِ ١١٧
Qāla rabbi inna qawmī kaddzabūn
Dia (Nuh) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh kaumku telah mendustakan aku;
فَٱفۡتَحۡ بَيۡنِي وَبَيۡنَهُمۡ فَتۡحٗا وَنَجِّنِي وَمَن مَّعِيَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١١٨
Faftah baynī wabaynahum fathan wanajjinī wamam ma'iya minal-mu'minīn
maka berilah keputusan antara aku dengan mereka, dan selamatkanlah aku dan mereka yang beriman bersamaku."
فَأَنجَيۡنَٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِي ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ ١١٩
Fa anjaynāhu wamam ma'ahū fil-fulkil-masyhūn
Kemudian Kami menyelamatkan Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan.
ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا بَعۡدُ ٱلۡبَاقِينَ ١٢٠
Tsumma aghraqnā ba'dul-bāqīn
Kemudian setelah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ١٢١
Inna fī dzālika la'āyatan wamā kāna aktsaruhum mu'minīn
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٢٢
Wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-rahīm
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha penyayang.
كَذَّبَتۡ عَادٌ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٢٣
Kaddzabat 'ādunil-mursalīn
(Kaum) 'Ād telah mendustakan para rasul.
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ ١٢٤
Idz qāla lahum akhūhum hūdun alā tattaqūn
Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ١٢٥
Innī lakum rasūlun amīn
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٢٦
Fattaqullāha wa atī'ūn
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٢٧
Wamā as'alukum 'alayhi min ajrin in ajriya illā 'alā rabbil-'ālamīn
Dan aku tidak minta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
أَتَبۡنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ ءَايَةٗ تَعۡبَثُونَ ١٢٨
Atabnūna bikulli rī'in āyatan ta'batsūn
Apakah kamu mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati,
وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمۡ تَخۡلُدُونَ ١٢٩
Watattakhidzūna masāni'a la'allakum takhludūn
dan kamu membuat benteng-benteng dengan harapan kamu hidup kekal?
وَإِذَا بَطَشۡتُم بَطَشۡتُمۡ جَبَّارِينَ ١٣٠
Wa idzā batasytum batasytum jabbārīn
Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu lakukan secara kejam dan bengis.
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٣١
Fattaqullāha wa atī'ūn
Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku,
وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِيٓ أَمَدَّكُم بِمَا تَعۡلَمُونَ ١٣٢
Wattaqul-ladzī amaddakum bimā ta'lamūn
dan tetaplah kamu bertakwa kepada-Nya yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.
أَمَدَّكُم بِأَنۡعَٰمٖ وَبَنِينَ ١٣٣
Amaddakum bi an'āmin wabanīn
Dia (Allah) telah menganugerahkan kepadamu hewan ternak dan anak-anak,
وَجَنَّٰتٖ وَعُيُونٍ ١٣٤
Wajannātin wa'uyūn
dan kebun-kebun, dan mata air,
إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ١٣٥
Innī akhāfu 'alaykum 'adzāba yawmin 'azīm
sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar."
قَالُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡنَآ أَوَعَظۡتَ أَمۡ لَمۡ تَكُن مِّنَ ٱلۡوَٰعِظِينَ ١٣٦
Qālū sawā'un 'alaynā awa'azta am lam takum minal-wā'izīn
Mereka menjawab, "Sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat atau tidak memberi nasihat,
إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا خُلُقُ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٣٧
In hādzā illā khuluqul-awwalīn
(agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang-orang terdahulu,
وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ ١٣٨
Wamā nahnu bimu'addzabīn
dan kami (sama sekali) tidak akan di azab."
فَكَذَّبُوهُ فَأَهۡلَكۡنَٰهُمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ١٣٩
Fakaddzabūhu fa ahlaknāhum inna fī dzālika la'āyatan wamā kāna aktsaruhum mu'minīn
Maka mereka mendustakannya (Hud), lalu Kami binasakan mereka. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٤٠
Wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-rahīm
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٤١
Kaddzabat tsamūdul-mursalīn
Kaum Samud telah mendustakan para rasul.
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ١٤٢
Idz qāla lahum akhūhum sālihun alā tattaqūn
Ketika saudara mereka Saleh berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ١٤٣
Innī lakum rasūlun amīn
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٤٤
Fattaqullāha wa atī'ūn
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٤٥
Wamā as'alukum 'alayhi min ajrin in ajriya illā 'alā rabbil-'ālamīn
Dan aku tidak meminta sesuatu imbalan kepadamu atas ajakan ini, imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ ١٤٦
Atutrakūna fī mā hāhunā āminīn
Apakah kamu (mengira) akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman,
فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ ١٤٧
Fī jannātin wa'uyūn
di dalam kebun-kebun dan mata air,
وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ ١٤٨
Wazurū'in wanakhlin tal'uhā hadīm
dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut.
وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ١٤٩
Watanhitūna minal-jibāli buyūtan fārihīn
Dan kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah;
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٥٠
Fattaqullāha wa atī'ūn
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ ١٥١
Walā tutī'ū amral-musrifīn
dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melampaui batas,
ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ١٥٢
Alladzīna yufsidūna fil-ardi walā yuslihūn
yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan."
قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ١٥٣
Qālū innamā anta minal-musahharīn
Mereka berkata, "Sungguh, engkau hanyalah termasuk orang yang kena sihir;
مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ١٥٤
Mā anta illā basyarum mitslunā fa ti bi'āyatin in kunta minas-sādiqīn
engkau hanyalah manusia seperti kami; maka datangkanlah suatu mukjizat jika engkau termasuk orang yang benar."
قَالَ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ١٥٥
Qāla hādzihī nāqatul lahā syirbun walakum syirbu yawmim ma'lūm
Dia (Saleh) menjawab, "Ini seekor unta betina, yang berhak mendapatkan (giliran) minum, dan kamu juga berhak mendapatkan minum pada hari yang ditentukan.
وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ١٥٦
Walā tamassūhā bisū'in faya'khudzakum 'adzābu yawmin 'azīm
Dan jangan kamu menyentuhnya (unta itu) dengan jahat, nanti kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat."
فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ ١٥٧
Fa'aqarūhā fa asbahū nādimīn
Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka merasa menyesal,
فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ١٥٨
Fa akhadzahumul-'adzābu inna fī dzālika la'āyatan wamā kāna aktsaruhum mu'minīn
maka mereka ditimpa azab. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٥٩
Wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-rahīm
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطٍ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٦٠
Kaddzabat qawmu lūtinil-mursalīn
Kaum Luṭ telah mendustakan para rasul,
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ ١٦١
Idz qāla lahum akhūhum lūtun alā tattaqūn
ketika saudara mereka Luṭ berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?"
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ١٦٢
Innī lakum rasūlun amīn
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٦٣
Fattaqullāha wa atī'ūn
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٦٤
Wamā as'alukum 'alayhi min ajrin in ajriya illā 'alā rabbil-'ālamīn
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan ini; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
أَتَأۡتُونَ ٱلذُّكۡرَانَ مِنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٦٥
Ata'tūnadz-dzukrāna minal-'ālamīn
Mengapa kamu mendatangi kaum laki-laki dari manusia (berbuat homoseks),
وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمۡ رَبُّكُم مِّنۡ أَزۡوَٰجِكُمۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٌ عَادُونَ ١٦٦
Watadzarūna mā khalaqa lakum rabbukum min azwājikum bal antum qawmun 'ādūn
dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu (memang) orang-orang yang melampaui batas."
قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ ١٦٧
Qālū la il lam tantahi yālūtu latakūnanna minal-mukhrajīn
Mereka menjawab, "Wahai Luṭ! Jika engkau tidak berhenti, tentu engkau termasuk orang-orang yang terusir."
قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ ١٦٨
Qāla innī li'amalikum minal-qālīn
Dia (Luṭ) berkata, "Aku sungguh benci kepada perbuatanmu."
رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ ١٦٩
Rabbi najjinī wa ahlī mimmā ya'malūn
(Luṭ berdoa), "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan."
فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ ١٧٠
Fanajjaynāhu wa ahlahū ajma'īn
Lalu Kami selamatkan dia bersama keluarganya semua,
إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ ١٧١
Illā 'ajūzan fil-ghābirīn
kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang ditinggal.
ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ ١٧٢
Tsumma dammarnal-ākharīn
Kemudian Kami binasakan yang lain.
وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ١٧٣
Wa amtarnā 'alayhim mataran fasā'a matarul-mundzarīn
Dan Kami hujani mereka (dengan hujan batu), maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ١٧٤
Inna fī dzālika la'āyatan wamā kāna aktsaruhum mu'minīn
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٧٥
Wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-rahīm
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
كَذَّبَ أَصۡحَٰبُ لۡـَٔيۡكَةِ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٧٦
Kaddzaba ashābu l'aykatil-mursalīn
Penduduk Aikah590 telah mendustakan para rasul;
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ١٧٧
Idz qāla lahum syu'aybun alā tattaqūn
Ketika Syu'aib berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ١٧٨
Innī lakum rasūlun amīn
Sungguh, aku adalah rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٧٩
Fattaqullāha wa atī'ūn
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٨٠
Wamā as'alukum 'alayhi min ajrin in ajriya illā 'alā rabbil-'ālamīn
dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan ini; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
۞ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ ١٨١
Awful-kayla walā takūnū minal-mukhsirīn
Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu merugikan orang lain;
وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ ١٨٢
Wazinū bil-qistāsil-mustaqīm
dan timbanglah dengan timbangan yang benar.
وَلَا تَبۡخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشۡيَآءَهُمۡ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ ١٨٣
Walā tabkhasun-nāsa asyyā'ahum walā ta'tsaw fil-ardi mufsidīn
Dan janganlah kamu merugikan manusia dengan mengurangi hak-haknya dan janganlah membuat kerusakan di bumi;
وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٨٤
Wattaqul-ladzī khalaqakum wal-jibillatal-awwalīn
dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang terdahulu."
قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ١٨٥
Qālū innamā anta minal-musahharīn
Mereka berkata, "Engkau tidak lain hanyalah orang-orang yang kena sihir,
وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ١٨٦
Wamā anta illā basyarum mitslunā wa in nazunnuka laminal-kādzibīn
dan engkau hanyalah manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin engkau termasuk orang-orang yang berdusta.
فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ١٨٧
Fa asqit 'alaynā kisafam minas-samā'i in kunta minas-sādiqīn
Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar."
قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ ١٨٨
Qāla rabbī a'lamu bimā ta'malūn
Dia (Syu'aib) berkata, "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan."
فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ ١٨٩
Fakaddzabūhu fa akhadzahum 'adzābu yawmiz-zullati innahū kāna 'adzāba yawmin 'azīm
Kemudian mereka mendustakannya (Syu'aib), lalu mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. Sungguh, itulah azab pada hari yang dahsyat.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ١٩٠
Inna fī dzālika la'āyatan wamā kāna aktsaruhum mu'minīn
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٩١
Wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-rahīm
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٩٢
Wa innahū latanzīlu rabbil-'ālamīn
Dan sungguh, (Al-Qur`an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam,
نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ ١٩٣
Nazala bihir-rūhul-amīn
Yang dibawa turun oleh Ar-Rūḥ Al-Amīn (Jibril),
عَلَىٰ قَلۡبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ١٩٤
'Alā qalbika litakūna minal-mundzirīn
ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan,
بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ ١٩٥
Bilisānin 'arabiyyim mubīn
dengan bahasa Arab yang jelas.
وَإِنَّهُۥ لَفِي زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٩٦
Wa innahū lafī zuburil-awwalīn
Dan sungguh, (Al-Qur`an) itu (disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu.
أَوَلَمۡ يَكُن لَّهُمۡ ءَايَةً أَن يَعۡلَمَهُۥ عُلَمَٰٓؤُاْ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ١٩٧
Awalam yakul lahum āyatan an ya'lamahū 'ulamā'u banī isrā'īl
Apakah tidak (cukup) menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?
وَلَوۡ نَزَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ بَعۡضِ ٱلۡأَعۡجَمِينَ ١٩٨
Walaw nazzalnāhu 'alā ba'dil-a'jamīn
Dan seandainya (Al-Qur`an) itu Kami turunkan kepada sebagian dari golongan bukan Arab,
فَقَرَأَهُۥ عَلَيۡهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤۡمِنِينَ ١٩٩
Faqara'ahū 'alayhim mā kānū bihī mu'minīn
lalu dia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya.
كَذَٰلِكَ سَلَكۡنَٰهُ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ٢٠٠
Kadzālika salaknāhu fī qulūbil-mujrimīn
Demikianlah, Kami masukkan (sifat dusta dan ingkar) ke dalam hati orang-orang yang berdosa,
لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ ٢٠١
Lā yu'minūna bihī hattā yarawul-'adzābal-alīm
mereka tidak akan beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih.
فَيَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ٢٠٢
Faya'tiyahum baghtatan wahum lā yasy'urūn
Maka datang azab kepada mereka secara mendadak, ketika mereka tidak menyadarinya.
فَيَقُولُواْ هَلۡ نَحۡنُ مُنظَرُونَ ٢٠٣
Fayaqūlū hal nahnu munzarūn
l Lalu mereka berkata, "Apakah kami diberi penangguhan waktu?"
أَفَبِعَذَابِنَا يَسۡتَعۡجِلُونَ ٢٠٤
Afabi'adzābinā yasta'jilūn
Bukankah mereka yang meminta agar azab Kami dipercepat?
أَفَرَءَيۡتَ إِن مَّتَّعۡنَٰهُمۡ سِنِينَ ٢٠٥
Afara'ayta im matta'nāhum sinīn
Maka bagaimana pendapatmu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun,
ثُمَّ جَآءَهُم مَّا كَانُواْ يُوعَدُونَ ٢٠٦
Tsumma jā'ahum mā kānū yū'adūn
kemudian datang kepada mereka azab yang diancamkan kepada mereka,
مَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يُمَتَّعُونَ ٢٠٧
Mā aghnā 'anhum mā kānū yumatta'ūn
niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan.
وَمَآ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنذِرُونَ ٢٠٨
Wamā ahlaknā min qaryatin illā lahā mundzirūn
Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri, kecuali setelah ada orang-orang yang memberi peringatan kepadanya;
ذِكۡرَىٰ وَمَا كُنَّا ظَٰلِمِينَ ٢٠٩
Dzikrā wamā kunnā zālimīn
untuk (menjadi) peringatan. Dan Kami tidak berlaku zalim.
وَمَا تَنَزَّلَتۡ بِهِ ٱلشَّيَٰطِينُ ٢١٠
Wamā tanazzalat bihisy-syayātīn
Dan (Al-Qur`an) itu tidaklah dibawa turun oleh setan-setan.
وَمَا يَنۢبَغِي لَهُمۡ وَمَا يَسۡتَطِيعُونَ ٢١١
Wamā yambaghī lahum wamā yastatī'ūn
Dan tidaklah pantas bagi mereka (Al-Qur`an itu), dan mereka pun tidak akan sanggup.
إِنَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّمۡعِ لَمَعۡزُولُونَ ٢١٢
Innahum 'anis-sam'i lama'zūlūn
Sesungguhnya untuk mendengarkannya pun mereka dijauhkan.
فَلَا تَدۡعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُعَذَّبِينَ ٢١٣
Falā tad'u ma'allāhi ilāhan ākhara fatakūna minal-mu'addzabīn
Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan selain Allah, nanti kamu termasuk orang-orang yang di azab.
وَأَنذِرۡ عَشِيرَتَكَ ٱلۡأَقۡرَبِينَ ٢١٤
Wa andzir 'asyīratakal-aqrabīn
Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat,
وَٱخۡفِضۡ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٢١٥
Wakhfid janāhaka limanit-taba'aka minal-mu'minīn
dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu.
فَإِنۡ عَصَوۡكَ فَقُلۡ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تَعۡمَلُونَ ٢١٦
Fa in 'asawka faqul innī barī'um mimmā ta'malūn
Kemudian jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan."
وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱلۡعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ ٢١٧
Watawakkal 'alal-'azīzir-rahīm
Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha penyayang,
ٱلَّذِي يَرَىٰكَ حِينَ تَقُومُ ٢١٨
Alladzī yarāka hīna taqūm
Yang melihat engkau ketika engkau berdiri (untuk salat),
وَتَقَلُّبَكَ فِي ٱلسَّٰجِدِينَ ٢١٩
Wataqallubaka fis-sājidīn
dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.
إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ٢٢٠
Innahū huwas-samī'ul-'alīm
Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
هَلۡ أُنَبِّئُكُمۡ عَلَىٰ مَن تَنَزَّلُ ٱلشَّيَٰطِينُ ٢٢١
Hal unabbi'ukum 'alā man tanazzalusy-syayātīn
Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?
تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٖ ٢٢٢
Tanazzalu 'alā kulli affākin atsīm
Mereka (setan) turun kepada setiap pendusta yang banyak berdosa,
يُلۡقُونَ ٱلسَّمۡعَ وَأَكۡثَرُهُمۡ كَٰذِبُونَ ٢٢٣
Yulqūnas-sam'a wa aktsaruhum kādzibūn
mereka menyampaikan hasil pendengaran mereka, sedangkan kebanyakan mereka orang-orang pendusta.
وَٱلشُّعَرَآءُ يَتَّبِعُهُمُ ٱلۡغَاوُۥنَ ٢٢٤
Wasy-syu'arā'u yattabi'uhumul-ghāwūn
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.
أَلَمۡ تَرَ أَنَّهُمۡ فِي كُلِّ وَادٖ يَهِيمُونَ ٢٢٥
Alam tara annahum fī kulli wādin yahīmūn
Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah,591
وَأَنَّهُمۡ يَقُولُونَ مَا لَا يَفۡعَلُونَ ٢٢٦
Wa annahum yaqūlūna mā lā yaf'alūn
dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَذَكَرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱنتَصَرُواْ مِنۢ بَعۡدِ مَا ظُلِمُواْۗ وَسَيَعۡلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَيَّ مُنقَلَبٖ يَنقَلِبُونَ ٢٢٧
Illal-ladzīna āmanū wa'amilus-sālihāti wadzakarullāha katsīran wantasarū mim ba'di mā zulimū wasaya'lamul-ladzīna zalamū ayya munqalabin yanqalibūn
kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapat kemenangan setelah terzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang-orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.
Nomor catatan kaki mengarah ke halaman ayat, tempat catatan penerjemah ditampilkan.
Tulisan Latin adalah alat bantu membaca yang ditulis oleh Qabas dari teks Arab. Pelajari huruf hijaiyah dan tajwid untuk pelafalan yang tepat.
Surat Asy-Syu'ara' terdiri dari 227 ayat. Surat ini adalah surat ke-26 dalam Al-Quran.
Surat Asy-Syu'ara' termasuk surat Makkiyah.
Surat Asy-Syu'ara' terdapat di juz 19.
Bisa. Tekan tombol putar di bagian atas halaman ini, atau mulai dari ayat mana pun. Aplikasi Qabas juga memungkinkan Anda mengunduhnya untuk didengarkan offline.