وَٱغۡفِرۡ لِأَبِيٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ ٨٦
Waghfir li abī innahū kāna minad-dāllīn
dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat,
Tafsir
Ampunilah ayahku karena sesungguhnya ia termasuk orang-orang yang sesat dari kebenaran lantaran berbuat kesyirikan.” Ibrahim mendoakan ayahnya sebelum mengetahui bahwa ayahnya merupakan salah seorang penghuni neraka Jaḥīm. Setelah beliau mengetahui hal ini secara jelas, beliau pun berlepas diri dari ayahnya dan tidak lagi mendoakannya.