إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَٰدِعُهُمۡ وَإِذَا قَامُوٓاْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُواْ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلٗا ١٤٢
Innal-munāfiqīna yukhādi'ūnallāha wahuwa khādi'uhum wa idzā qāmū ilas-salawāti qāmū kusālā yurā'ūnan-nāsa walā yadzkurūnallāha illā qalīlā
Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allahlah yang menipu mereka. 234 Apabila mereka berdiri untuk salat mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya` (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.235
Catatan kaki
234 Allah membiarkan mereka dalam pengakuan beriman, sebab itu mereka dilayani seperti melayani para mukmin. Dalam pada itu Allah telah menyediakan neraka buat mereka sebagai balasan atas tipuan mereka itu.
235 Mereka salat hanya sekali-kali saja, yaitu apabila mereka berada di hadapan orang.
Tafsir
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dengan memperlihatkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran. Padahal, sesungguhnya Allahlah yang menipu mereka karena Allah telah melindungi darah mereka meskipun Allah mengetahui kekafiran mereka. Dia telah menyiapkan hukuman yang sangat berat bagi mereka di akhirat. Apabila mereka berdiri untuk menunaikan salat mereka berdiri dengan bermalas-malasan lantaran tidak menyukainya, tetapi hanya bertujuan agar dilihat dan dipuji manusia, dan mereka sama sekali tidak mengikhlaskannya kepada Allah. Mereka juga tidak mengingat Allah kecuali hanya sendikit, yaitu ketika mereka berjumpa dengan orang-orang mukmin.