إِنَّمَا جُعِلَ ٱلسَّبۡتُ عَلَى ٱلَّذِينَ ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِۚ وَإِنَّ رَبَّكَ لَيَحۡكُمُ بَيۡنَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ ١٢٤
Innamā ju'ilas-sabtu 'alal-ladzīnakhtalafū fīhi wa inna rabbaka layahkumu baynahum yawmal-qiyāmati fīmā kānū fīhi yakhtalifūn
Sesungguhnya (menghormati) hari Sabtu468hanya diwajibkan atas orang (Yahudi) yang memperselisihkannya. Dan sesungguhnya Tuhanmu pasti akan memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan.
Catatan kaki
468 Menghormati hari Sabtu ialah dengan jalan memperbanyak ibadah dan amal saleh serta meninggalkan pekerjaan rutin.
Tafsir
Pengagungan hari Sabtu hanya ditetapkan sebagai kewajiban atas orang-orang Yahudi ketika mereka berselisih tentangnya agar pada hari itu mereka meninggalkan kesibukan hidup untuk fokus pada ibadah sesudah mereka berbuat kesalahan pada hari Jumat yang mereka diperintahkan agar mengkhususkan beribadah padanya. Sesungguhnya Tuhanmu -wahai Rasul- benar-benar akan menetapkan keputusan-Nya di antara mereka yang berselisih pada hari Kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan, lalu membalas masing-masing sesuai dengan amal perbuatannya.