ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ ١٢٥
Ud'u ilā sabīli rabbika bil-hikmati wal-maw'izatil-hasanati wajādilhum billatī hiya ahsanu inna rabbaka huwa a'lamu biman dalla 'an sabīlihī wahuwa a'lamu bil-muhtadīn
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah469 dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.
Catatan kaki
469 Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dan yang batil.
Tafsir
Berdakwalah -wahai Rasul- kepada agama Islam, kamu dan orang-orang beriman yang mengikutimu dengan cara yang sesuai dengan keadaan objek dakwah, serta pemahaman dan ketundukannya, melalui nasihat yang mengandung motivasi dan peringatan, dan debatlah mereka dengan cara yang lebih baik dari sisi perkataan, pemikiran, dan akhlak. Kamu tidak bertugas memberi manusia hidayah, akan tetapi tugasmu hanya menyampaikan kepada mereka. Sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang tersesat dari agama Islam dan Dia lebih mengetahui siapa yang mendapatkan petunjuk, karena itu jangan sia-siakan dirimu dengan kesedihan mendalam atas mereka.