وَقَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِهِۦ وَأَنَّىٰ لَهُمُ ٱلتَّنَاوُشُ مِن مَّكَانِۭ بَعِيدٖ ٥٢
Waqālū āmannā bihī wa annā lahumut-tanāwusyu mim makāni ba'īd
Dan (ketika) mereka berkata, "Kami beriman kepada-Nya." Namun bagaimana mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh?705
Catatan kaki
705 Setelah mereka melihat bagaimana dahsyatnya azab pada hari Kiamat, maka mereka baru mau beriman kepada Allah dan Rasul-Nya padahal tempat beriman itu sudah jauh yaitu di dunia.
Tafsir
Mereka berkata manakala mereka melihat tempat kembali mereka, “Kami beriman kepada hari Kiamat.” Bagaimana iman mereka diterima sementara mereka beriman di waktu yang jauh dari waktu diterimanya iman dengan keluarnya mereka dari alam kehidupan dunia yang merupakan alam amal, bukan alam pembalasan, menuju alam akhirat yang merupakan alam pembalasan, bukan alam amal?