ثُمَّ أَوۡرَثۡنَا ٱلۡكِتَٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصۡطَفَيۡنَا مِنۡ عِبَادِنَاۖ فَمِنۡهُمۡ ظَالِمٞ لِّنَفۡسِهِۦ وَمِنۡهُم مُّقۡتَصِدٞ وَمِنۡهُمۡ سَابِقُۢ بِٱلۡخَيۡرَٰتِ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡكَبِيرُ ٣٢
Tsumma awratsnal-kitābal-ladzīnastafaynā min 'ibādinā faminhum zālimul linafsihī waminhum muqtasidun waminhum sābiqu bil-khayrāti bi idznillāhi dzālika huwal-fadlul-kabīr
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang berlomba dalam berbuat kebaikan715 dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.
Catatan kaki
715 Menzalimi diri sendiri ialah orang yang lebih banyak kesalahannya daripada kebaikannya, dan "pertengahan" ialah orang yang kebaikannya berimbang dengan kesalahannya, sedang yang dimaksud dengan "orang-orang yang berlomba dalam berbuat kebaikan" ialah orang-orang yang kebaikannya sangat banyak dan sangat jarang berbuat kesalahan.
Tafsir
Kemudian Kami memberikan Al-Qur`ān kepada umat Muhammad yang Kami pilih di atas umat-umat lainnya. Namun, di antara mereka ada orang yang menzalimi dirinya sendiri dengan melakukan hal-hal yang haram dan meninggalkan kewajiban-kewajiban, di antara mereka ada yang pertengahan dengan melakukan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang haram disertai meninggalkan sebagian hal-hal yang dianjurkan dan mengerjakan hal-hal makruh, dan di antara mereka ada orang yang berlomba dalam kebaikan-kebaikan dengan izin Allah, yaitu dengan menjalankan kewajiban-kewajiban dan hal-hal yang dianjurkan, serta meninggalkan hal-hal yang diharamkan dan yang dimakruhkan. Yang demikian itu, yakni pemilihan umat ini dan pemberian Al-Qur`ān kepada mereka adalah karunia besar yang tidak tertandingi oleh karunia apa pun.