وَهُوَ ٱلَّذِي مَدَّ ٱلۡأَرۡضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَٰسِيَ وَأَنۡهَٰرٗاۖ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ جَعَلَ فِيهَا زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِۖ يُغۡشِي ٱلَّيۡلَ ٱلنَّهَارَۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ٣
Wahuwal-ladzī maddal-arda waja'ala fīhā rawāsiya wa anhāran wamin kullits-tsamarāti ja'ala fīhā zawjaynitsnayni yughsyil-laylan-nahāra inna fī dzālika la'āyātil liqawmin yatafakkarūn
Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.
Tafsir
Dialah pula yang membentangkan bumi dan menciptakan padanya gunung-gunung yang tegak kukuh agar bumi tidak guncang dan membahayakan manusia. Pada permukaannya pula Dia menciptakan sungai-sungai agar dengan airnya manusia bisa memelihara hewan ternak mereka dan mengairi pertanian mereka. Dia juga menciptakan jantan dan betina dari setiap jenis buah-buahan seperti halnya hewan. Allah menutup siang dengan malam sehingga ia menjadi gelap padahal sebelumnya terang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat bukti-bukti dan tanda-tanda bagi kaum yang memikirkan penciptaan Allah dan merenungkannya. Mereka adalah orang-orang yang mengambil faedah dari bukti-bukti dan tanda-tanda tersebut.