أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يَزۡعُمُونَ أَنَّهُمۡ ءَامَنُواْ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ يُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُوٓاْ إِلَى ٱلطَّٰغُوتِ وَقَدۡ أُمِرُوٓاْ أَن يَكۡفُرُواْ بِهِۦۖ وَيُرِيدُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَن يُضِلَّهُمۡ ضَلَٰلَۢا بَعِيدٗا ٦٠
Alam tara ilal-ladzīna yaz'umūna annahum āmanū bimā unzila ilayka wamā unzila min qablika yurīdūna an yatahākamū ilat-tāghūti waqad umirū an yakfurū bihī wayurīdusy-syaytānu an yudillahum dalālā ba'īdā
Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka204 masih menginginkan ketetapan hukum kepada Tagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Tagut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya.
Catatan kaki
204 Orang yang selalu memusuhi Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan kaum muslimin. Ada yang mengatakan Abu Barzah seorang tukang tenun pada masa Nabi, dan ada yang mengatakan Ka'ab bin Asyraf (gembong kaum munafik).
Tafsir
Tidakkah kamu -wahai Rasul- melihat sikap kontradiksi yang ditunjukkan oleh orang-orang munafik dari kalangan Yahudi yang secara dusta mengklaim beriman kepada kitab suci yang diturunkan kepadamu dan kitab suci yang diturunkan kepada rasul-rasul sebelummu, tapi mereka itu ingin mencari ketentuan hukum saat mereka berselisih paham di luar syariat Allah, yakni putusan-putusan hukum yang dibuat oleh manusia. Padahal, mereka telah diperintahkan ingkar kepadanya lantaran setan ingin menjauhkan mereka dari kebenaran dengan sejauh-jauhnya agar mereka tidak bisa menemukan jalan yang benar.