يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَأُوْلِي ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡۖ فَإِن تَنَٰزَعۡتُمۡ فِي شَيۡءٖ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلًا ٥٩
Yā'ayyuhal-ladzīna āmanū atī'ullāha wa atī'ur-rasūla wa ulil-amri minkum fa in tanāza'tum fī syay'in faruddūhu ilallāhi war-rasūli in kuntum tu'minūna billāhi wal-yawmil-ākhiri dzālika khayrun wa ahsanu ta'wīlā
Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan)203 di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur`an) dan Rasul (sunahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Catatan kaki
203 Selama pemegang kekuasaan berpegang pada Kitab Allah dan Sunah Rasul.
Tafsir
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada Rasul-Nya dengan menjalankan apa yang ia perintahkan dan menjauhi apa yang ia larang, dan taatlah kalian kepada para pemimpin kalian sepanjang mereka tidak menyuruh kalian berbuat maksiat. Apabila kalian berselisih paham tentang sesuatu, kembalilah kepada Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- terkait masalah itu, jikalau kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari Akhir. Sikap kembali kepada Kitab Allah dan Sunnah itu lebih baik bagi kalian daripada mempertahankan perselisihan itu dan mengandalkan pendapat akal, serta lebih baik akibatnya bagimu.