وَرَفَعۡنَا فَوۡقَهُمُ ٱلطُّورَ بِمِيثَٰقِهِمۡ وَقُلۡنَا لَهُمُ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡبَابَ سُجَّدٗا وَقُلۡنَا لَهُمۡ لَا تَعۡدُواْ فِي ٱلسَّبۡتِ وَأَخَذۡنَا مِنۡهُم مِّيثَٰقًا غَلِيظٗا ١٥٤
Warafa'nā fawqahumut-tūra bimītsāqihim waqulnā lahumudkhulul-bāba sujjadan waqulnā lahum lā ta'dū fis-sabti wa akhadznā minhum mītsāqan ghalīzā
Dan Kami angkat gunung (Sinai) di atas mereka untuk (menguatkan) perjanjian mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka, "Masukilah pintu gerbang (Baitulmaqdis) itu sambil bersujud," dan Kami perintahkan (pula), kepada mereka, "Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabat.241 Dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.
Catatan kaki
241 Hari Sabat ialah hari Sabtu, hari khusus untuk beribadah bagi orang Yahudi.
Tafsir
Kami pernah mengangkat gunung (Tursina) ke atas kepala mereka dalam rangka mengambil janji yang kuat atas mereka untuk menakut-nakuti mereka, supaya mereka mau melaksanakan isi perjanjian tersebut. Setelah gunung itu terangkat, Kami berfirman kepada mereka, “Masuklah kalian ke pintu Baitulmaqdis sambil bersujud dengan cara membungkukkan kepala.” Kemudian mereka masuk sambil merayap dengan pantat mereka. Kami pun berfirman kepada mereka, “Janganlah kalian melampaui batas dengan berburu ikan pada hari sabtu.” Tetapi, mereka tetap saja melampaui batas dan berburu ikan. Lalu Kami pun mengambil janji yang sangat kuat dari mereka terkait hal itu. Tetapi, mereka kemudian melanggar perjanjian yang telah ditetapkan atas mereka.