۞ لَّا يُحِبُّ ٱللَّهُ ٱلۡجَهۡرَ بِٱلسُّوٓءِ مِنَ ٱلۡقَوۡلِ إِلَّا مَن ظُلِمَۚ وَكَانَ ٱللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا ١٤٨
Llā yuhibbullāhul-jahra bis-sū'i minal-qawli illā man zulima wakānallāhu samī'an 'alīmā
Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizalimi.238 Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
Catatan kaki
238 Orang yang dizalimi boleh mengemukakan kepada hakim atau penguasa tentang keburukan-keburukan orang yang menzaliminya.
Tafsir
Allah tidak menyukai ucapan buruk yang disiarkan secara terbuka, bahkan Dia membencinya dan mengancam pelakunya. Akan tetapi, orang yang dizalimi boleh mengucapkan kata-kata yang buruk secara terbuka untuk mengadukan orang yang menzaliminya, atau mengutuknya, atau membalasnya dengan ucapan yang serupa. Namun, sikap sabar orang yang terzalimi lebih baik daripada mengeluarkan ucapan yang buruk secara terbuka. Allah Maha Mendengar ucapan kalian lagi Maha Mengetahui niat kalian maka hindarilah ucapan yang buruk atau niat yang buruk.