أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمۡسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيۡلِ وَقُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِۖ إِنَّ قُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِ كَانَ مَشۡهُودٗا ٧٨
Aqimis-salawāta lidulūkisy-syamsi ilā ghasaqil-layli waqur'ānal-fajri inna qur'ānal-fajri kāna masyhūdā
Laksanakanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh.481 Sungguh, salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).
Catatan kaki
481 Ayat ini menerangkan waktu salat yang lima. Tergelincir matahari untuk waktu salat Zuhur dan Asar, gelap malam untuk waktu Magrib, Isya dan Subuh.
Tafsir
Dirikanlah salat dengan melaksanakannya secara sempurna di waktu-waktunya, mulai dari tergelincirnya matahari dari tengah langit yang mencakup waktu salat Zuhur dan Asar, sampai waktu gelapnya malam yang mencakup waktu salat Magrib dan Isya, serta dirikanlah salat Fajar (Subuh) dengan memperpanjang bacaan Al-Qur`ān di dalamnya karena salat Fajar dihadiri oleh Malaikat malam dan Malaikat siang.