هَٰٓأَنتُمۡ هَٰٓؤُلَآءِ حَٰجَجۡتُمۡ فِيمَا لَكُم بِهِۦ عِلۡمٞ فَلِمَ تُحَآجُّونَ فِيمَا لَيۡسَ لَكُم بِهِۦ عِلۡمٞۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ ٦٦
Hā'antum hā'ulā'i hājajtum fīmā lakum bihī 'ilmun falima tuhājjūna fīmā laysa lakum bihī 'ilmun wallāhu ya'lamu wa antum lā ta'lamūn
Begitulah kamu! Kamu berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui,123 tetapi mengapa kamu berbantah-bantahan juga tentang apa yang tidak kamu ketahui?124 Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.
Catatan kaki
123 Yakni tentang Nabi Musa -'alaihissalām-, Nabi Isa -'alaihissalām-, dan Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.
124 Yakni tentang Nabi Ibrahim -'alaihissalām-.
Tafsir
Hai kalian -kaum Ahli Kitab-! Kalian (boleh) berdebat dengan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tentang sesuatu yang kamu ketahui menyangkut urusan agamamu dan apa yang diturunkan kepadamu. Lalu mengapa kamu berdebat dengannya tentang sesuatu yang tidak kamu ketahui menyangkut urusan Ibrahim dan agamanya, sedangkan masalah itu tidak tertulis di dalam kitab-kitab sucimu dan tidak pernah disampaikan oleh nabi-nabimu?! Allah mengetahui hakikat segala sesuatu dan rahasia yang ada di baliknya, sedangkan kalian tidak mengetahuinya.