مَن كَانَ يَظُنُّ أَن لَّن يَنصُرَهُ ٱللَّهُ فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِ فَلۡيَمۡدُدۡ بِسَبَبٍ إِلَى ٱلسَّمَآءِ ثُمَّ لۡيَقۡطَعۡ فَلۡيَنظُرۡ هَلۡ يُذۡهِبَنَّ كَيۡدُهُۥ مَا يَغِيظُ ١٥
Man kāna yazunnu al lan yansurahullāhu fid-dunyā wal-ākhirati falyamdud bisababin ilas-samā'i tsumma lyaqta' falyanzur hal yudzhibanna kayduhū mā yaghīz
Barangsiapa menyangka bahwa Allah tidak akan menolongnya (Muhammad) di dunia dan di akhirat, maka hendaklah dia merentangkan tali ke langit-langit,541 lalu menggantung (diri), kemudian pikirkanlah apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.
Catatan kaki
541 Kata samā` di sini diartikan dengan langit-langit (atap rumah). Kalau samā` diartikan dengan langit (arti biasa), maka terjemahannya menjadi: kalau musuh Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- marah karena dia mendapat pertolongan dari langit, biarlah mereka membentangkan tali ke langit, dan lihatlah, dapatkah mereka memutuskan pertolongan itu dengan cara tersebut? Dengan kata lain, bodoh sekali mereka jika mengira mereka dapat memutuskan pertolongan Allah dengan cara yang picik itu.
Tafsir
Barang siapa yang menyangka bahwa Allah tidak akan menolong Nabi-Nya -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- di dunia dan di akhirat maka hendaknya ia merentangkan tali ke atap rumahnya, lalu ia menggantung diri dengan tidak menginjakkan kakinya di tanah, kemudian pikirkanlah apakah upaya itu melenyapkan rasa sakit, kesal, dan amarah yang ada dalam dirinya?! Sungguh Allah pasti menolong Nabi-Nya, baik pembangkang itu setuju ataupun enggan.