فَتَلَقَّىٰٓ ءَادَمُ مِن رَّبِّهِۦ كَلِمَٰتٖ فَتَابَ عَلَيۡهِۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ ٣٧
Fatalaqqā ādamu mir rabbihī kalimātin fatāba 'alayhi innahū huwat-tawwābur-rahīm
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat20 dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
Catatan kaki
20 Kalimat itu menurut sebagian mufasir adalah ucapan untuk memohon ampunan (tobat).
Tafsir
Kemudian Adam mengambil kata-kata yang Allah ilhamkan kepadanya dan menjadikannya sebagai doa, yaitu doa yang tersebut di dalam firman Allah, "Keduanya berkata, 'Ya Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan (tidak) merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi'." (QS. Al-A'rāf: 23). Lalu Allah menerima tobatnya dan mengampuni kesalahannya karena Allah sangat senang menerima tobat hamba-hamba-Nya dan sangat menyayangi mereka.