ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِيَّ ٱلۡأُمِّيَّ ٱلَّذِي يَجِدُونَهُۥ مَكۡتُوبًا عِندَهُمۡ فِي ٱلتَّوۡرَىٰةِ وَٱلۡإِنجِيلِ يَأۡمُرُهُم بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَىٰهُمۡ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡخَبَٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنۡهُمۡ إِصۡرَهُمۡ وَٱلۡأَغۡلَٰلَ ٱلَّتِي كَانَتۡ عَلَيۡهِمۡۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُواْ ٱلنُّورَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ١٥٧
Alladzīna yattabi'ūnar-rasūlan-nabiyyal-ummiyyal-ladzī yajidūnahū maktūban 'indahum fit-tawrāti wal-injīli ya'muruhum bil-ma'rūfi wayanhāhum 'anil-munkari wayuhillu lahumut-tayyibāti wayuharrimu 'alayhimul-khabā'itsa wayada'u 'anhum israhum wal-aghlālal-latī kānat 'alayhim falladzīna āmanū bihī wa'azzarūhu wanasarūhu wattaba'un-nūral-ladzī unzila ma'ahū ulā'ika humul-muflihūn
(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.344 Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur`an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Catatan kaki
344 Dalam syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tidak ada lagi beban yang berat yang dipikulkan kepada Bani Israil. Umpamanya: Mensyariatkan membunuh diri untuk keabsahan tobatnya, wajib kisas pada pembunuhan, baik yang disengaja atau tidak tanpa boleh membayar diat (ganti rugi), memotong anggota badan yang melakukan kesalahan, membuang atau menggunting kain yang kena najis.
Tafsir
Mereka itu orang-orang yang menjadi pengikut Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Dia adalah seorang nabi yang buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis, dan hanya menerima wahyu dari Tuhannya. Ialah sosok nabi yang namanya, sifat-sifatnya, dan kenabiannya mereka dapati tertulis di dalam Kitab Taurat yang diturunkan kepada Musa -‘alaihissalām- dan Kitab Injil yang diturunkan kepada Isa -‘alaihissalām-. Ia menyuruh mereka melakukan sesuatu yang diketahui sebagai sebuah kebaikan dan keselamatan, melarang mereka melakukan sesuatu yang diketahui sebagai suatu keburukan menurut akal yang sehat dan fitrah yang normal, menghalalkan segala nikmat yang baik dan tidak mengandung mudarat, seperti makanan, minuman, dan pernikahan, sekaligus mengharamkan hal-hal yang dianggap menjijikkan dari hal-hal tersebut, dan menanggalkan beban berat yang semula mereka pikul, seperti wajibnya membunuh seorang pembunuh secara kisas, baik pembunuhannya secara sengaja atau tidak sengaja. Orang-orang Bani Israil maupun lainnya yang beriman kepadanya, mengagungkannya, menghormatinya, membelanya dari serangan orang-orang kafir yang memusuhinya, dan mengikuti ajaran Al-Qur`ān yang diturunkan kepadanya layaknya cahaya yang memberi jalan, mereka itulah orang-orang beruntung yang akan mendapatkan apa yang mereka inginkan dan dijauhkan dari apa yang mereka takutkan."