لَهُۥ دَعۡوَةُ ٱلۡحَقِّۚ وَٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ لَا يَسۡتَجِيبُونَ لَهُم بِشَيۡءٍ إِلَّا كَبَٰسِطِ كَفَّيۡهِ إِلَى ٱلۡمَآءِ لِيَبۡلُغَ فَاهُ وَمَا هُوَ بِبَٰلِغِهِۦۚ وَمَا دُعَآءُ ٱلۡكَٰفِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَٰلٖ ١٤
Lahū da'watul-haqqi walladzīna yad'ūna min dūnihī lā yastajībūna lahum bisyay'in illā kabāsiti kaffayhi ilal-mā'i liyablugha fāhu wamā huwa bibālighihī wamā du'ā'ul-kāfirīna illā fī dalāl
Kuasa menerima ibadat yang benar adalah tertentu bagi Allah; dan benda-benda yang mereka sembah yang lain dari Allah, tidak akan dapat menyahut atau memberikan sesuatupun kepada mereka, hanyalah seperti orang yang membentangkan kedua tapak tangannya kepada air supaya sampai ke mulutnya, padahal air itu sudah tentu tidak akan sampai kepadanya. Dan tiadalah ibadat dan doa permohonan orang-orang kafir itu melainkan dalam kesesatan.