Surat Saba' ayat 23

34:23

وَلَا تَنفَعُ ٱلشَّفَٰعَةُ عِندَهُۥٓ إِلَّا لِمَنۡ أَذِنَ لَهُۥۚ حَتَّىٰٓ إِذَا فُزِّعَ عَن قُلُوبِهِمۡ قَالُواْ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمۡۖ قَالُواْ ٱلۡحَقَّۖ وَهُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡكَبِيرُ ٢٣

Walā tanfa'usy-syafā'atu 'indahū illā liman adzina lahū hattā idzā fuzzi'a 'an qulūbihim qālū mādzā qāla rabbukum qālul-haqqa wahuwal-'aliyyul-kabīr

Dan syafaat (pertolongan) di sisi-Nya hanya berguna bagi orang yang telah diizinkan-Nya (memperoleh syafaat itu). Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, "Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab, "(Perkataan) yang benar," dan Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.698

Catatan kaki

698 Ayat ini menerangkan bahwa pemberian syafaat (pertolongan) hanya dapat berlaku dengan izin Allah. Orang-orang yang akan diberi izin memberi syafaat dan orang-orang yang akan mendapat syafaat merasa takut dan harap-harap cemas atas izin Allah.

Tafsir

Syafaat di sisi Allah -Subḥānahu- tidak berguna kecuali bagi siapa yang Allah izinkan untuk memberikannya, dan Allah tidak mengizinkan kecuali siapa yang Dia ridai, hal ini karena keagungan-Nya. Di antara keagungan Allah adalah bila Dia berfirman di langit maka para malaikat meletakkan sayap mereka sebagai wujud dari ketakutan dan ketundukan mereka kepada firman-Nya, hingga ketika rasa takut itu hilang dari hati mereka, mereka berkata, “Apa yang Tuhan kalian firmankan?” Jibril menjawab, “Ia memfirmankan kebenaran dan Dia Mahatinggi dengan Zat dan kekuasaan-Nya, lagi Mahabesar yang selain-Nya lebih kecil.