۞ أَفَلَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۖ دَمَّرَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمۡۖ وَلِلۡكَٰفِرِينَ أَمۡثَٰلُهَا ١٠
Afalam yasīrū fil-ardi fayanzurū kayfa kāna 'āqibatul-ladzīna min qablihim dammarallāhu 'alayhim walil-kāfirīna amtsāluhā
Maka apakah mereka tidak pernah mengadakan perjalanan di bumi, sehingga dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Allah telah membinasakan mereka, dan bagi orang-orang kafir akan menerima (nasib) yang serupa.
Tafsir
Apakah orang-orang yang mendustakan itu tidak berjalan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan sebelum mereka?! Kesudahan mereka adalah kesudahan yang menyakitkan, Allah membinasakan tempat-tempat tinggal mereka, menghancurkan mereka, dan menghancurkan anak-anak dan harta benda mereka. Pada tiap zaman dan tempat terdapat contoh dari pembalasan itu bagi orang-orang yang kafir.