وَلَوۡ أَنَّمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ مِن شَجَرَةٍ أَقۡلَٰمٞ وَٱلۡبَحۡرُ يَمُدُّهُۥ مِنۢ بَعۡدِهِۦ سَبۡعَةُ أَبۡحُرٖ مَّا نَفِدَتۡ كَلِمَٰتُ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٞ ٢٧
Walaw annamā fil-ardi min syajaratin aqlāmun wal-bahru yamudduhū mim ba'dihī sab'atu abhurim mā nafidat kalimātullāhi innallāha 'azīzun hakīm
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah.651 Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
Catatan kaki
651 Ilmu-Nya dan hikmah-Nya, artinya semua itu tidak cukup untuk menuliskan kalimat Allah.
Tafsir
Seandainya seluruh pepohonan yang ada di bumi ditebang lantas dijadikan pena dan lautan sebagai tintanya ditambah tujuh lautan lagi, niscaya kalimat-kalimat Allah tidak akan habis ataupun tuntas karena kalimat-kalimat Allah tidak ada habisnya. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, tidak ada sesuatu pun yang mampu mengalahkannya, lagi Mahabijaksana dalam penciptaan-Nya dan kepengurusan-Nya.