مَنۡ عَمِلَ سَيِّئَةٗ فَلَا يُجۡزَىٰٓ إِلَّا مِثۡلَهَاۖ وَمَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَأُوْلَٰٓئِكَ يَدۡخُلُونَ ٱلۡجَنَّةَ يُرۡزَقُونَ فِيهَا بِغَيۡرِ حِسَابٖ ٤٠
Man 'amila sayyi'atan falā yujzā illā mitslahā waman 'amila sāliham min dzakarin aw untsā wahuwa mu'minun fa ulā'ika yadkhulūnal-jannata yurzaqūna fīhā bighayri hisāb
Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia akan dibalas sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan dia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki tidak terhingga di dalamnya.
Tafsir
Barang siapa melakukan amal buruk maka dia tidak dihukum kecuali seperti apa yang dilakukannya, hukuman atasnya tidak digandakan. Sebaliknya, barang siapa beramal saleh dalam rangka mengharapkan wajah Allah, baik laki-laki atau perempuan, serta dia beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya maka orang-orang yang memiliki sifat-sifat terpuji tersebut adalah orang-orang yang masuk surga pada hari Kiamat. Allah memberi mereka rezeki dari apa yang Dia sediakan di sana berupa buah-buahan dan kenikmatan abadi yang tidak terputus selamanya tanpa perhitungan.