أَوَلَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ وَكَانُوٓاْ أَشَدَّ مِنۡهُمۡ قُوَّةٗۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعۡجِزَهُۥ مِن شَيۡءٖ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَلَا فِي ٱلۡأَرۡضِۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَلِيمٗا قَدِيرٗا ٤٤
Awalam yasīrū fil-ardi fayanzurū kayfa kāna 'āqibatul-ladzīna min qablihim wakānū asyadda minhum quwwatan wamā kānallāhu liyu'jizahū min syay'in fis-samāwāti walā fil-ardi innahū kāna 'alīman qadīrā
Dan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul), padahal orang-orang itu lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sungguh, Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.
Tafsir
Apakah orang-orang yang mendustakanmu dari kaum Quraisy itu tidak berjalan di muka bumi, lalu memperhatikan bagaimana akhir dari orang-orang yang mendustakan dari umat-umat sebelum mereka? Bukankah akhir mereka adalah akhir yang buruk karena Allah membinasakan mereka, padahal orang-orang terdahulu itu lebih kuat daripada mereka?! Tidak ada sesuatu di langit dan di bumi yang luput dari Allah karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui amal perbuatan orang-orang yang mendustakan itu, tidak ada sesuatu pun dari amal perbuatan mereka yang terlepas dan terlewatkan dari ilmu Allah, dan Dia Mahakuasa untuk membinasakan mereka ketika Dia berkehendak.