ٱسۡتِكۡبَارٗا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَمَكۡرَ ٱلسَّيِّيِٕۚ وَلَا يَحِيقُ ٱلۡمَكۡرُ ٱلسَّيِّئُ إِلَّا بِأَهۡلِهِۦۚ فَهَلۡ يَنظُرُونَ إِلَّا سُنَّتَ ٱلۡأَوَّلِينَۚ فَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ ٱللَّهِ تَبۡدِيلٗاۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ ٱللَّهِ تَحۡوِيلًا ٤٣
Istikbāran fil-ardi wamakras-sayyiy'i walā yahīqul-makrus-sayyi'u illā bi ahlihī fahal yanzurūna illā sunnatal-awwalīna falan tajida lisunnatillāhi tabdīlan walan tajida lisunnatillāhi tahwīlā
karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa pencetus rencananya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan pada orang-orang yang terdahulu.716 Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi sunnah (ketentuan) Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah.
Catatan kaki
716 Yang dimaksud dengan "ketentuan orang-orang yang terdahulu" ialah turunnya azab kepada orang-orang yang mendustakan rasul.
Tafsir
Sumpah mereka dengan nama Allah atas apa yang mereka janjikan bukan berasal dari niat yang baik dan tujuan yang benar, akan tetapi dalam rangka menyombongkan diri di bumi dan menipu manusia, padahal makar jahat tidak menimpa kecuali pada pelakunya sendiri. Apakah orang-orang yang membuat makar lagi menyombongkan diri itu tidak menunggu kecuali sunatullah yang tetap berlaku, yaitu kebinasaan mereka sebagaimana Allah telah membinasakan orang-orang seperti mereka sebelumnya?! Kamu tidak akan menemukan pada sunatullah -dalam membinasakan orang-orang yang menyombongkan diri- perubahan apa pun, sehingga azab tidak turun atas mereka, tidak pula pengalihan sasaran sehingga jatuh menimpa selain mereka karena ia adalah sunatullah yang tetap dan tidak berubah.