وَمَا يَسۡتَوِي ٱلۡأَحۡيَآءُ وَلَا ٱلۡأَمۡوَٰتُۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُسۡمِعُ مَن يَشَآءُۖ وَمَآ أَنتَ بِمُسۡمِعٖ مَّن فِي ٱلۡقُبُورِ ٢٢
Wamā yastawil-ahyā'u walal-amwātu innallāha yusmi'u man yasyā'u wamā anta bimusmi'im man fil-qubūr
dan tidak (pula) sama orang yang hidup dengan orang yang mati. Sungguh, Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki dan engkau (Muhammad) tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.710
Catatan kaki
710 Nabi Muhammad -'alaihiṣ ṣalātu was salām- tidak dapat memberi petunjuk kepada orang-orang musyrik yang telah mati hatinya.
Tafsir
Orang-orang mukmin pun tidak sama dengan orang-orang kafir, sebagaimana orang-orang yang hidup tidak sama dengan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah membuat mendengar siapa yang hendak diberi-Nya hidayah, sedangkan kamu -wahai Rasul- tidak kuasa memperdengarkan orang-orang kafir yang mereka itu seperti orang-orang mati di kuburan.