لَا يَزَالُ بُنۡيَٰنُهُمُ ٱلَّذِي بَنَوۡاْ رِيبَةٗ فِي قُلُوبِهِمۡ إِلَّآ أَن تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمۡۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ ١١٠
Lā yazālu bunyānuhumul-ladzī banaw rībatan fī qulūbihim illā an taqatta'a qulūbuhum wallāhu 'alīmun hakīm
Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka, sampai hati mereka hancur.379 Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
Catatan kaki
379 Sampai mereka mati. Ada yang yang menafsirkan, apabila mereka tidak dapat bertobat lagi.
Tafsir
Masjid yang mereka bangun dengan niat jahat itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dan kemunafikan yang menancap kuat di dalam hati mereka hingga hati mereka tercabik-cabik oleh kematian atau tewas di ujung pedang. Allah Maha Mengetahui amal perbuatan hamba-hamba-Nya, lagi Mahabijaksana dalam memutuskan balasan yang setimpal atas kebaikan atau keburukan.