Surat As-Sajdah ayat 27

32:27

أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّا نَسُوقُ ٱلۡمَآءَ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ ٱلۡجُرُزِ فَنُخۡرِجُ بِهِۦ زَرۡعٗا تَأۡكُلُ مِنۡهُ أَنۡعَٰمُهُمۡ وَأَنفُسُهُمۡۚ أَفَلَا يُبۡصِرُونَ ٢٧

Awalam yaraw annā nasūqul-mā'a ilal-ardil-juruzi fanukhriju bihī zar'an ta'kulu minhu an'āmuhum wa anfusuhum afalā yubsirūn

Dan tidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami mengarahkan (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan (dengan air hujan itu) tanam-tanaman sehingga hewan-hewan ternak mereka dan mereka sendiri dapat makan darinya. Maka mengapa mereka tidak memperhatikan?

Tafsir

Tidakkah orang-orang yang mendustakan adanya kebangkitan itu melihat bahwa Kami mengirimkan air hujan ke bumi yang kering yang tidak ditumbuhi tumbuh-tumbuhan, lalu dengan air itu Kami mengeluarkan tanaman yang dimakan unta-unta, sapi-sapi, dan kambing-kambing mereka dan mereka pun makan darinya?! Apakah mereka tidak melihat hal itu dan memahami bahwa Tuhan yang menumbuhkan bumi yang gersang mampu untuk menghidupkan yang mati?!