فَإِنَّكَ لَا تُسۡمِعُ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَلَا تُسۡمِعُ ٱلصُّمَّ ٱلدُّعَآءَ إِذَا وَلَّوۡاْ مُدۡبِرِينَ ٥٢
Fa innaka lā tusmi'ul-mawtā walā tusmi'us-summad-du'ā'a idzā wallaw mudbirīn
Maka sungguh, engkau tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka berpaling ke belakang.645
Catatan kaki
645 Orang kafir itu disamakan Allah dengan orang mati yang tidak mungkin lagi mendengarkan pelajaran-pelajaran. Begitu juga disamakan orang kafir itu dengan orang tuli yang tidak bisa mendengar panggilan sama sekali apabila mereka membelakangi kita.
Tafsir
Sebagaimana kamu tidak bisa menjadikan orang-orang yang sudah meninggal itu mendengar dan tidak bisa menjadikan orang tuli mendengar, bahkan mereka menjauh darimu untuk memastikan bahwa mereka memang tidak bisa mendengar, maka demikian pula engkau tidak bisa memberi petunjuk kepada orang-orang yang semisal mereka dalam sikap berpaling dan tidak mau mengambil manfaat.