فَأَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفٗاۚ فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيۡهَاۚ لَا تَبۡدِيلَ لِخَلۡقِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ٣٠
Fa aqim wajhaka lid-dīni hanīfan fitratallāhil-latī fataran-nāsa 'alayhā lā tabdīla likhalqillāhi dzālikad-dīnul-qayyimu walākinna aktsaran-nāsi lā ya'lamūn
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu.639 Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,
Catatan kaki
639 Fitrah Allah maksudnya ciptaan Allah. Manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka hal itu tidaklah wajar.
Tafsir
Oleh sebab itu -wahai Rasul-, hadapkanlah wajahmu dan orang-orang yang bersamamu kepada agama yang telah dihadapkan oleh Allah kepadamu dengan meninggalkan seluruh agama lainnya. Dialah agama Islam yang Allah fitrahkan manusia padanya dan tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama lurus yang tidak bengkok, akan tetapi kebanyakan manusia tidak tahu bahwa agama yang benar adalah agama ini.