بَلِ ٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَهۡوَآءَهُم بِغَيۡرِ عِلۡمٖۖ فَمَن يَهۡدِي مَنۡ أَضَلَّ ٱللَّهُۖ وَمَا لَهُم مِّن نَّٰصِرِينَ ٢٩
Balit-taba'al-ladzīna zalamū ahwā'ahum bighayri 'ilmin faman yahdī man adallallāhu wamā lahum min nāsirīn
Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.
Tafsir
Penyebab kesesatan mereka bukanlah karena kurangnya dalil-dalil atau tidak adanya keterangan atas dalil itu, akan tetapi karena mengikuti hawa nafsu dan taklid terhadap nenek moyang mereka lantaran mereka jahil terhadap hak-hak Allah. Adakah orang yang mendapatkan petunjuk dari kalangan orang-orang yang disesatkan oleh Allah?! Tidak ada seorang pun yang mendapatkannya dan mereka tidak mempunyai penolong-penolong yang bisa menghindarkan mereka dari siksa Allah.