لَّا تَجۡعَلُواْ دُعَآءَ ٱلرَّسُولِ بَيۡنَكُمۡ كَدُعَآءِ بَعۡضِكُم بَعۡضٗاۚ قَدۡ يَعۡلَمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنكُمۡ لِوَاذٗاۚ فَلۡيَحۡذَرِ ٱلَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنۡ أَمۡرِهِۦٓ أَن تُصِيبَهُمۡ فِتۡنَةٌ أَوۡ يُصِيبَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ ٦٣
Llā taj'alū du'ā'ar-rasūli baynakum kadu'ā'i ba'dikum ba'dan qad ya'lamullāhul-ladzīna yatasallalūna minkum liwādzan falyahdzaril-ladzīna yukhālifūna 'an amrihī an tusībahum fitnatun aw yusībahum 'adzābun alīm
Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain). Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang keluar (secara) sembunyi-sembunyi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih.
Tafsir
Wahai orang-orang mukmin! Muliakanlah Rasulullah. Apabila kalian memanggilnya maka janganlah kalian memanggilnya seperti panggilan kalian kepada sebagian yang lain, yaitu dengan menyebut namanya seperti, "Wahai Muhammad", atau dengan menyebut nama ayahnya seperti, "Wahai Putra Abdullah". Akan tetapi, katakanlah, "Wahai Rasulullah", "Wahai Nabi Allah". Apabila dia menyeru kalian untuk perkara umum maka janganlah kalian menjadikan seruannya seperti seruan sebagian kalian kepada sebagian yang lain yang biasanya terjadi dalam perkara-perkara yang kurang penting, akan tetapi bersegeralah untuk memenuhi seruannya. Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kalian secara sembunyi-sembunyi tanpa izin, sebab itu hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- takut akan ditimpa cobaan dan bencana atau ditimpa azab pedih yang mereka tidak akan sanggup menahannya.